Kisah

Pulau Santorini, Surga Wisata di Yunani 

Kaldera dilihat dari Volcano View Hotel (Foto: Manos Angelakis)
Kaldera dilihat dari Volcano View Hotel (Foto: Manos Angelakis)

Pemandangan mempesona dari pulau Santorini di Yunani membuat orang ingin percaya bahwa itu adalah Atlantis yang legendaris. Pulau vulkanik di atas laut biru safir, dengan bangunan-bangunan putih dari empat desa — Oia, Firá, Imerovigli, dan Firostefani — menghiasi tepi kawah berbentuk tapal kuda.

Sayangnya, tidak ada bukti nyata bahwa peradaban Minoa yang berkembang di sana memiliki hubungan dengan Atlantis. Bukti tak terbantahkan yang ada adalah: Santorini memiliki peradaban Minoa yang sangat maju dan berkembang lebih dari 4.000 tahun yang lalu.

Penggalian yang sedang berlangsung di kota kuno dan pelabuhan yang sekarang disebut Akrotiri, di pantai selatan pulau itu, jelas menunjukkan sejarah yang sama dengan legenda Atlantis. Kota ini dihancurkan oleh aktivitas vulkanik sekitar 150 tahun sebelum ledakan vulkanik besar dan tsunami pada tahun 1630 sebelum Masehi, yang membelah pulau menjadi dua dan menghancurkan peradaban Minoa di Kreta Utara.

Orang Minoa di Santorini telah mengembangkan jalur perdagangan maju yang tidak hanya mencakup pedagang Minoa di Kreta dan Peloponnesia, tetapi juga pembeli dan pedagang dari Timur Tengah, Mesir, dan Afrika Utara — bahkan jauh ke selatan hingga Sudan, dan ke barat hingga Pegunungan Atlas dan Sahara.

Lukisan Dinding Berwarna di Akrotiri

Lukisan dinding multi-warna yang ditemukan di dinding beberapa tempat tinggal warga kaya di Akrotiri sejak 1780 SM, tidak hanya menampilkan gambar kehidupan sehari-hari tetapi juga ikonografi seperti armada kapal dagang dan hewan eksotis. Monyet-monyet yang digambarkan tidak dapat ditemukan di wilayah Aegean, tetapi berlimpah di Mesir Selatan, Sudan Utara, dan Pegunungan Atlas. Sejumlah lukisan dinding dan temuan lain dari situs ini adalah jendela luar biasa ke dalam kehidupan masyarakat Zaman Perunggu, dan hasil asli dari penggalian dapat dilihat di museum arkeologi Firá dan Athena.

Saat ini, Santorini adalah salah satu kepulauan Aegean yang paling sering dikunjungi kapal-kapal pesiar yang melintasi Mediterania. Melihat kaldera dari Firá sangatlah menginspirasi, begitu pula jalan-jalan sempit, berliku dengan toko-toko penuh kerajinan tangan yang luar biasa, sangat menarik perhatian para wisatawan dari seluruh dunia.

Kota Firá dengan kaldera di latar belakang. (Foto: Manos Angelakis)

Anggur dan Makanan

Santorini bukan hanya surga wisata, tanah vulkanik yang subur di pulau tersebut menghasilkan anggur putih terbaik di wilayah Mediterania, dengan tiga varietas asli tumbuh subur di lereng bukit yang berangin. Tanaman anggur di area ini menghasilkan lebih sedikit buah karena perlu akar lebih dalam untuk mendapatkan nutrisi, tetapi minuman anggur yang dihasilkan rasanya luar biasa.

Santorini juga memiliki fasilitas budidaya laut di beberapa teluk terpencil yang berhasil mengembangkan bandeng eropa, gilt-head bream, dan tuna sirip biru. Ikan-ikan diterbangkan pada malam hari ke pasar-pasar di Italia, Spanyol, Turki, bahkan Pantai Timur Amerika Serikat, dan tentunya dikonsumsi secara lokal di restoran-restoran dan kedai-kedai di pulau ini.

Tetapi pariwisata masih merupakan industri nomor satu. Berbagai hotel, resor, dan losmen menghiasi pemandangan di kota-kota serta di dekat bandara dan pelabuhan baru di ujung paling selatan pulau. Keramahan adalah tradisi yang sangat kuno di Yunani, dan Zeus adalah dewa pelindung keramahtamahan. Setiap pengunjung diperlakukan seperti tamu terhormat, baik Anda menginap di hotel bintang lima atau di losmen.

Dalam bidang gastronomi, pulau ini memiliki banyak restoran luar biasa yang menawarkan produk lokal, ikan, dan makanan laut, yang dimasak dengan resep tradisional maupun modern.

Di Assyrtiko, kita dapat melihat pemandangan kaldera yang indah sambil menikmati makan malam dari atas kota Firá.

Interior Gua Nikolas yang difungsikan sebagai restoran dan situs sejarah

Gua Nikolas, sebuah kedai makan di pantai dekat situs Akrotiri, adalah restoran yang paling menarik, tidak hanya kualitas hidangannya yang baik, tradisional dan khas, tetapi juga karena sejarahnya.

Pemiliknya, Paman Nikolas, adalah seorang pelaut yang pernah bekerja pada arkeolog Athena yang menggali Akrotiri. Fondasi untuk kedai digali sendiri dari bagian bawah tebing; dia memperluas gua alami tufa vulkanik menjadi serangkaian kamar yang menghadap ke dapur. Saat ini Gua Nikolas dijalankan oleh putrinya, Margarita, yang belajar seni memasak dari ibunya. Tetapi Paman Nikolas masih datang untuk “mengawasi dapur” dan menyapa “tamunya”, menghibur mereka dengan kisah-kisah Akrotiri, penggalian arkeologi, dan perjalanan pribadinya.

Santorini sangat unik di antara ribuan Kepulauan Yunani, dan mengunjunginya layak dijadikan prioritas. (theepochtimes/barbara & manos angelakis/bud/kar)