Kisah

Kastil “Wanita” di Atas Sungai di Chenonceau

Kastil Chenonceaux
Kastil Chenonceaux

Château de Chenonceau adalah sebuah puri/kastil terkenal terletak dekat desa kecil Chenonceau (baca:Senungsu) di Prancis. Selama berabad-abad, kastil ini hampir seluruhnya dibangun, dimiliki, diawasi dan dikelola oleh kaum hawa, menjadi warisan wanita turun temurun, sehingga diberi julukan “Kastil Wanita”.

Kastil Chenonceau dibangun di atas Sungai Cher yang jernih. Saat cuaca cerah, permukaan Sungai Cher yang tenang bagaikan danau, memantulkan kejernihan air sungainya.

Sejarah pemugaran kastil ini bisa ditelusuri hingga awal abad ke-16. Saat itu, Thomas Bohier, menteri keuangan Raja Charles VIII dari Perancis, ditangan Bohier yang mendapatkan kastil ini, dibongkar dan dibangun kembali, penanganan rekonstruksi dilakukan oleh Catherine Briçonnet, istri Thomas Bohier.

Setelah Bohier meninggal, kastil tersebut diambil alih oleh raja Perancis Francis I, karena Bohier masih menunggak hutang semasa hidupnya. Namun Francis I meninggal tak lama setelahnya, kastil ini diwariskan ke putra penggantinya raja Henry II, kastil tersebut ditawarkan oleh Henry II kepada kekasih gelapnya Diane de Poitiers, karena Diane sangat menyukainya. Tahun 1551 Diane de Poitiers menjadi Duchess of Valentinois dan menjadi pemilik kastil itu, Diane menjadi salah satu wanita paling berpengaruh saat itu.

Atas kecintaan terhadap Château de Chenonceau, Poitiers membangun jembatan lengkung yang menghubungkan kastil ke sisi lain dan menambahkan hamparan bunga besar serta membuat taman-taman indah di sepanjang tepi sungai.

Tetapi setelah kematian Henry II, jandanya, ratu Catherine de ‘Medici, mengambil kesempatan mengusir Poitiers, ratu Catherine lalu merenovasi kastil tersebut.

Setelah Medici meninggal tahun 1589, kastil Château de Chenonceau menjadi milik menantunya, ratu Louise de Lorraine- Vaudémont atau istri dari Raja Henry III, di kastil ini pulalah, ratu Louise mendengar berita kematian suaminya, Raja Henry III yang dibunuh, ia sangat terpukul dan depresi, akhirnya ia memberikan kastil ini kepada orang lain.

Ratusan tahun telah berlalu, pemilik Château de Chenonceau telah berganti beberapa kali, di tahun 1913 kastil dibeli oleh Henri Menier, seorang pengusaha, hingga hari ini, kastil Château de Chenonceau masih dimiliki oleh keluarga Menier.

Selama Perang Dunia I, kastil itu sebagian digunakan untuk rumah sakit, di Perang Dunia II, menampung pelarian dari daerah yang diduduki oleh Nazi di Vichy. Tahun 1951, keluarga Menier merenovasi kastil dan kebun, yang rusak karena banjir pada tahun 1940.

Kini, Kastil Château de Chenonceau menjadi destinasi wisata penting di Perancis. Kastil ini perpaduan arsitektur gaya Gothic dengan gaya awal Renaissance, kebun bunga didalamnya terbuka bagi umum. Kecuali Istana Versailles, kastil Chenonceau adalah puri yang paling banyak dikunjungi di Perancis. (epochtimes/lnz/crl)