Sejak 1 April, MRT Jakarta tidak lagi gratis, namun selama bulan April 2019, pengelola menerapkan keringanan biaya tiket sebesar 50% dari harga normal, sehingga biaya terjauh dari stasiun Bundaran HI hingga ke Lebak Bulus yang nantinya Rp. 14.000, hanya dikenakan biaya Rp. 7.000; sementara Bundaran HI ke stasiun Blok M, hanya dikenakan Rp. 4.000 selama bulan April.

Pada hari libur Isra Miraj (3/4) animo masyarakat Jakarta untuk mencoba MRT buatan Jepang tersebut, demikian luar biasa, sementara beberapa fasilitas masih belum optimal, seperti loket pembelian tiket yang terbatas, palang pembaca kartu elektronik kadangkala tidak berfungsi, sehingga antrian dan kegaduhan pun tak terhindarkan.

Namun terlepas dari kekurangan tersebut, warga Jakarta seperti menemukan satu wahana hiburan baru yang cukup seru dan menarik, ini terlihat dari wajah-wajah penumpang yang ceria serta penuh rasa ingin tahu, melihat-lihat kiri kanan. Baik penumpang dewasa maupun anak-anak sangat banyak yang ber-selfie ria.
Secara keseluruhan, desain stasiun, gerbong kereta itu sendiri ditata dengan apik dan nyaman; dan yang terpenting, akhirnya Jakarta pun seperti kota-kota metropolitan dunia lainnya, memiliki MRT, yang memang merupakan kebutuhan mendesak akan sarana transportasi massal yang selain nyaman, aman, juga lebih ramah lingkungan.
Suatu hari ketika semakin banyak lini layanan tersedia, barangkali semakin banyak pula warga Jakarta yang rela meninggalkan mobilnya di garasi dan ber-MRT ke tempat kerja. Selamat mencoba! (ntdindonesia.com/kar)
