Presiden Trump mengungkapkan janji oleh pemimpin tertinggi China bahwa Taiwan tidak akan diserang selama presiden Trump masih menjabat. Trump menyampaikan hal itu pada hari Jumat dalam sebuah wawancara dengan Fox News. China kemudian menanggapi pada hari Senin.
Presiden Trump:
“Dia berkata kepada saya; ‘saya tidak akan pernah melakukannya selama Anda menjadi presiden’. Presiden Xi mengatakan itu kepada saya. Dan saya berkata, baiklah, saya hargai itu, tetapi dia juga mengatakan, ‘tapi saya sangat sabar dan China sangat sabar’. Saya berkata, “Baiklah, itu terserah Anda, tetapi lebih baik tidak terjadi sekarang.”
Sejak Presiden Trump menjabat pada Januari, Pentagon telah mengawasi Indo-Pasifik lebih ketat daripada sebelumnya. Bulan lalu, sebuah laporan Financial Times mengutip sumber yang berkata bahwa Pentagon menekan Jepang dan Australia untuk mengklarifikasi apakah mereka akan bergabung dengan AS untuk membela Taiwan, jika Beijing menyerang pulau tersebut.
Setelah laporan terbit, seorang pejabat senior Pentagon berkata ‘mendesak sekutu untuk maju adalah bagian dari agenda perdamaian melalui kekuatan Presiden Trump’.
Taiwan yang memiliki pemerintahan demokratnya sendiri menghadapi ancaman yang semakin meningkat. Komandan Indo-Pasifik AS berkata agresi militer China terhadap Taiwan melonjak 300% tahun lalu.
Pentagon juga membangkitkan kewaspadaan atas perintah yang dilaporkan berasal dari pemimpin China Xi Jinping, yang mendesak militer untuk bersiap menginvasi Taiwan pada 2027.
Meskipun Trump akan menjabat hingga 2028, perlu dicatat bahwa rezim China telah melanggar berbagai janji pada Trump sebelumnya, termasuk perjanjian perdagangan AS-China di masa jabatan pertama Trump.
Pada hari Senin, Kemenlu China menanggapi pernyataan Presiden Trump dengan mengulangi pernyataan sebelumnya tentang Taiwan, sebuah balasan yang tidak secara langsung membantah klaimnya.
Seorang juru bicara kementerian menegaskan kembali bahwa masalah Taiwan adalah urusan internal China dan bahwa Beijing akan berusaha untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya tanpa menggunakan kekerasan.
Patut dicatat bahwa Partai Komunis China tidak pernah menguasai Taiwan, walaupun China mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya dan bersumpah untuk merebutnya dengan paksa jika perlu.
