Kisah

Piknik Keluarga di Situ Gunung

Jembatan Gantung Situ Gunung Sukabumi (Foto: Dadang Sucipta Sastradinata
Jembatan Gantung Situ Gunung Sukabumi (Foto: Dadang Sucipta Sastradinata

Jenuh dengan panas teriknya kota? Di Kabupaten Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat ada obyek wisata alam, Situ Gunung yang letaknya tepat di kaki Gunung Gede Pangrango. Dikelilingi hutan yang lebat, hiking ataupun piknik bersama keluarga di kawasan ini, selain memberi kita kesejukan, juga menyajikan pemandangan alam asri yang indah.

Ada tiga destinasi wisata menakjubkan di lokasi ini: Danau, Jembatan gantung dan Air terjun.

Kami terus terang penasaran dengan jembatan gantung yang sebelum diresmikan pada Juni 2018 sudah viral, dan pembangunannya sempat mengundang pro kontra dari masyarakat. Pemandangan dari atas jembatan yang memiliki ketinggian hampir 150 meter tersebut selain memukau juga terus terang – mendebarkan hati, apalagi bagi mereka yang takut pada ketinggian – meskipun pengelola telah menyiapkan tali pengaman yang diikatkan ke pinggang.

Pengunjung berpose di tengah jembatan gantung
(Hendra Suwarta / NTD Indonesia)

Jembatan dengan panjang hampir 250 meter dan lebar sekitar 2 meter tersebut diklaim sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia dan telah memangkas jalur hiking ke air terjun Curug Sawer dari sebelumnya sekitar 1 jam menjadi hanya 10-15 menit saja.

Jalur bebatuan apik menuju Curug Sawer
(Hendra Suwarta / NTD Indonesia)

Dari jembatan gantung, jalur menuju air terjun Curug Sawer sebenarnya lumayan curam, tapi karena kondisi jalan bebatuan tertata apik, medan jalan secara keseluruhan baik, maka jalur ini dapat dikatakan aman bagi pengunjung berbagai usia.

Air terjun Curug Sawer yang memiliki tinggi sekitar 35 meter (Hendra Suwarta / NTD Indonesia)

Setelah menikmati air terjun yang memiliki tinggi 35 meter dan berada di ketinggian sekitar 1025 meter di atas permukaan laut, kami sempat tergoda dengan penawaran ‘naik ojek kembali ke gerbang’. Kang ojek membuka harga 35 ribu, akhirnya kami pun deal. Ternyata perjalanan pulang naik ojek, lebih memicu adrenalin dibanding berjalan kaki. Jalan pintas ini ternyata melewati tanah merah, setelah kurang lebih 15 menit baru bertemu jalan aspal. Jalan yang hanya setapak, persis berada di sebelah tebing, sedangkan sebelah kanan kami adalah jurang curam. Bila ada motor dari arah berlawanan, kami pun hanya dapat memejamkan mata, pasrah…

Bagi pengunjung yang ingin menikmati danau yang terutama indah di pagi hari maupun saat sunset, kami anjurkan agar menginap semalam. Di lokasi terdapat beberapa camping ground, alternatif lainnya adalah menyewa losmen untuk keluarga di sekitar lokasi. Mengenai masalah makanan, tidak perlu kuatir, sudah banyak warung maupun restoran di sekitar maupun dalam lokasi wisata. Satu lagi, tiket masuk juga masih berharga loh, di dalam bisa ditukarkan dengan teh dan singkong rebus. Ayo, pikir apalagi?

Tips perjalanan:

Dengan selesainya tahap pertama tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi), bagi mereka yang membawa kendaraan pribadi dapat keluar di pintu tol Cigombong, belok kiri terus hingga ke Cisaat. Di alun-alun Kota Cisaat kita belok kiri (sebelum Polsek Cisaat) terus menelusuri jalan hingga gerbang Situ Gunung. Saat ini, waktu tempuh dari Jakarta hingga lokasi sekitar 4 jam. Nantinya setelah selesainya tahapan berikut tol Bocimi, pengendara bisa keluar di Sukaraja atau Cibadak.

Atau alternatif lain, naik kereta dari Bogor arah Sukabumi, turun di stasiun Cisaat, kemudian ambil angkot dari alun-alun, kita akan diantarkan hingga ke gerbang Situ Gunung. (Hendra Suwarta / NTD Indonesia)

slot gacor