Berkunjung ke Manila, orang akan segera terbayang Distrik Makati dengan pencakar-pencakar langitnya, tetapi sesungguhnya Manila juga menyimpan pesona kota tua: Intramuros, dari bahasa Latin yang kurang lebih bermakna (kota) “di dalam tembok”.
Pada ‘tempo doeloe’, pemerintah kolonial Spanyol menjadikan Intramuros sebagai pusat pemerintahan kolonial, di sana terdapat balai kota, kediaman gubernur jenderal, katedral, universitas dan tentunya tidak ketinggalan benteng pertahanan. Daerah di luar tembok kota dinamakan Extramuros.

Karnadi Nurtantio/NTD Indonesia)
Di antara bangunan sejarah yang ada di Intramuros, satu yang paling mengesankan adalah Gereja San Agustin yang selesai dibangun pada tahun 1607, dalam gaya arsitektur baroque (gaya arsitektur yang berkembang di Eropa pada awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-18, sebelum berkembangnya gaya Renaissance), dan oleh UNESCO dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia dan sekarang dijadikan museum.

Ayo friends, kota tetangga Manila bukan hanya Makati dan supermall Greenbelt, masih banyak pesona ‘tempo doeloe’ yang menanti kunjungan kita. (ntdindonesia.com/karnadi nurtantio)
