Danau Hillier terletak dekat dengan pantai Middle Island di Kepulauan Recherche, hingga wilayah selatan Australia Barat. Danau sepanjang 600 meter dengan airnya yang berwarna stroberi ini ditemukan oleh seorang angkatan laut kerajaan pada tahun 1802, dan para pengunjung danau benar-benar terpesona sejak itu.
Danau ini berada di kawasan Cagar Alam Kepulauan Recherche dan diselimuti lapisan pohon Eucalyptus yang padat. Untuk berkunjung perlu izin khusus namun tak perlu repot dengan urusan birokrasi karena pemandangan paling baik dapat terlihat melalui udara.
Para ilmuwan menemukan bahwa nuansa stroberi pada warna air danau dihasilkan dari pantulan spesies mikroalga bernama “Dunaliella Salina” atau mikroorganisme fotosintetik yang menghasilkan beta karoten (warna oranye juga ditemukan dalam wortel). Mikroalga ini juga menyukai garam, dengan konsentrasi mulai dari 0,2 persen hingga 35 persen, karenanya mereka ada di air asin danau Hillier.
Kerak garam dari danau Australia juga mengandung sejumlah besar bakteri halofilik (pencinta garam) dan archaea, mikroorganisme yang juga menghasilkan pigmen oranye, seperti wortel. Peneliti Extreme Microbiome Project telah melakukan “analisis metagenomik” danau dan menemukan sejumlah organisme tambahan yang tumbuh subur di lingkungan garam tinggi, kebanyakan dari mereka berada dalam keluarga bakteri dan ganggang, termasuk Salinibacter Ruber (bakteri berwarna merah).
Berita baiknya bahwa Danau Hillier bukan satu-satunya danau stroberi yang bisa dijumpai di dunia. Danau Retba di Senegal juga merupakan danau bernuansa stroberi, sering dikunjungi oleh penduduk desa setempat yang hendak panen garam. Pada musim kemarau (antara November dan Juni), warna merah muda menunjukkan pigmen terpadatnya.
Menurut situs resmi, Danau Hillier sangat aman untuk berenang. Meski bayangan warnanya merah muda, air danau ini jernih dan tidak berbahaya. Dilihat atas udara, pesona merah muda air danau yang cerah tampak sangat indah kontras dengan hijaunya hutan di sekitarnya dan birunya Samudra Hindia yang pekat.
Pengunjung tidak dianjurkan minum air danau. Selain rasanya yang aneh, dengan minum air danau akan menelan beberapa mikroorganisme yang tidak baik. Kandungan garam yang tinggi dalam aliran darah juga memberikan tekanan serius pada kemampuan bawaan tubuh untuk mengontrol kadar natrium dan klorida yang dapat memicu dehidrasi dini.
Navigator dan kartografer Inggris Matthew Flinders menemukan Danau Hillier yang indah pada awal abad ke-19. Ia tengah mengerjakan proyek Penyelidik HMS, dan pada bulan Januari 1802, ia naik ke puncak tertinggi di Middle Island dan mencatat dengan gembira di log-nya “sebuah danau kecil berwarna mawar.” Ia menamai danau itu “Hillier” untuk menghormati seorang awak kapal, William Hillier, yang meninggal akibat penyakit disentri dalam perjalanan yang sama. (theepochtimes/louise bevan/vca/may)
