Kisah

Praha, Kota Seratus Menara

Kastil Praha saat matahari terbenam. (Foto: Prague City Tourism)
Kastil Praha saat matahari terbenam. (Foto: Prague City Tourism)

Dengan sedikit ragu saya menyiapkan kunjungan ke Praha, ibu kota Cekoslowakia. Dijuluki Kota Seratus Menara, dikarenakan banyaknya gedung, kastil dan katedral dengan menara-menaranya yang tinggi.

Saya pernah berkunjung ke Praha sekitar 43 tahun lalu, dan kunjungan kali ini membawa kembali ingatan yang sudah kabur. Sambil melihat peta kota, saya mencoba mengingat nama-nama jalan dan tiba-tiba teringat saya pernah tertabrak trem—atau lebih tepatnya saya yang menabrak trem itu dengan ransel besar saya.

Atas saran seorang teman yang sudah menetap di Ceko, saya memutuskan untuk mengawali perjalanan dari dua lokasi di pusat kota Praha, Vysehrad yang berada di tepi timur sungai Vltava dan Kastil Praha yang berada di tepi barat sungai.

Jembatan di sepanjang Sungai Vltava di Praha. (Foto: Prague City Tourism)

Vysehrad

Kunjungan pertama saya adalah Vysehrad, sebuah benteng bersejarah abad X yang dikelilingi taman, kebun anggur, dan lapangan. Di sini kalian bisa melihat sisa-sisa bangunan Praha tahun 900-1100. Saat melewati Gerbang Leopold dan mengunjungi kapel kuno Rotunda serta gereja Basilika St. Peter dan St. Paul, saya merasa seperti sedang menikmati Praha masa lalu.

Tentunya, di kota tua seperti Praha terdapat banyak pemakaman penting. Di Vysehrad, kalian bisa mengunjungi makam sejarawan dan budayawan terkenal negara ini, diantaranya makam komposer Dvorak dan Smetana. Dari sini saya dapat melihat pemandangan menakjubkan Kastil Praha, tujuan saya berikutnya, juga pemandangan sungai Vltava yang indah..

Kastil Praha

Kastil Praha dikelilingi gereja Katedral St. Vitus, Basilika St. George, biara serta beberapa istana, taman dan menara.

Katedral St. Vitus, yaitu katedral terbesar di Praha merupakan tempat yang wajib dikunjungi, meski lokasi ini tak pernah sepi turis. Tempat lainnya yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki adalah Istana Lobkowicz yang menyimpan buku-buku berharga dan naskah asli karya komposer ternama seperti Beethoven dan Mozart. Dari istana Lobkowicz menuju Little Quarter, menapak turun melewati perkebunan anggur St. Wenceslas yang dikenal sebagai kebun anggur tertua di Ceko.

Setiba di Little Quarter, Mala Strana, kalian mungkin akan menghabiskan waktu lama disini, tetapi mau tak mau kalian harus melewati Jembatan Charles bersama ribuan pejalan kaki lainnya. Suasananya beda sekali dengan waktu saya berkunjung tahun 1975, waktu itu pengunjungnya sangat sedikit, sampai-sampai saya merasa hanya satu-satunya turis.

Kota Tua

Kota Tua di Praha, di Jalan Celetna

Di ujung jembatan anda akan memasuki labirin indah di Kota Tua. Tempat-tempat disini sangat indah untuk disusuri dan kalian bakal menjumpai banyak toko besar, restoran serta sejumlah galeri dan museum yang menarik.

Saya belajar banyak tentang seni pembuatan kaca kristal Bohemia di Galeri Glassimo dan toko kristal Preciosa, yang dibangun pada 1948 dengan menggabungkan 25 perusahaan dan pabrik pembuat kaca besar maupun kecil di kawasan itu. Galeri dan tokonya terletak di Josefov atau Jewish Quarter.

Kota Tua juga dipenuhi banyak orang. Jika anda ingin beristirahat sejenak, saya sarankan untuk mengunjungi Biara St. Agnes of Bohemia. Disini terdapat Galeri Nasional yang memamerkan koleksi seni abad pertengahan dan awal Renaissance. Taman-taman di sini menggambarkan Praha masa lalu yang masih sunyi dan diapit Sungai Vlatava.

Tidak terlalu jauh dari alun-alun Kota Tua terdapat Museum Kota Praha (The City of Prague Museum: House at the Golden Ring), di mana terdapat pameran 3D mengenai awal mula perkembangan kota Praha. Tempat ini cocok buat kalian yang tertarik untuk mengenal Praha lebih dalam. (epochtimes/gis/may)