Bicara tentang Kebun Raya, pasti yang pertama terpikir adalah Kebun Raya Bogor, namun di Cibodas yang terletak di lereng Gunung Gede dan Pangrango, terletak antara Kota Jakarta (berjarak sekitar 100 km) dan Kota Bandung (80 km), ada Kebun Raya Cibodas, yang nama Belanda-nya Bergtuin te Tjibodas (bermakna: Kebun Pegunungan Cibodas) dan baru saja merayakan hari jadinya yang ke-167 pada 11 April kemarin.
Kebun Raya Cibodas di Kabupaten Cianjur tepatnya didirikan pada 11 April 1852 oleh Johannes Ellias Teijsmann, kurator Kebun Raya Bogor saat itu. Kebun tersebut terletak di ketinggian antara 1.300 hingga 1.425 meter di atas permukaan laut, karena iklimnya yang sejuk, maka pada awalnya Kebun ini digunakan sebagai lokasi aklimatisasi (penyesuaian iklim) bagi tanaman impor yang berasal dari iklim sejuk, utamanya adalah untuk budidaya pohon Kina (yang dapat digunakan sebagai obat Malaria).

Dengan luasnya yang hampir 85 hektar, Kebun Raya Cibodas yang memiliki ribuan jenis pohon domestik maupun asal luar negeri, merupakan tempat ideal untuk wisata alam. Kebun ini menyimpan koleksi anggrek, kaktus, paku-pakuan, sukulen, taman liana dan banyak lainnya, bahkan memiliki beberapa tanaman yang tergolong “endangered” dan “critically endangered” (sangat terancam punah).
Tentu saja dengan adanya akses jalan bagi kendaraan bermotor, banyak pengunjung dari kota sekitarnya yang akan memilih berkeliling dengan kendaraan, tetapi bila kita ada waktu, parkirlah kendaraan kita sejenak. Berjalan kaki berkeliling Kebun Raya sesungguhnya merupakan aktivitas yang selain menyehatkan juga amat menyenangkan. Hamparan bukit serta lembah yang hijau dan sejuk, kaya dengan beragam jenis pohon, merupakan penghiburan bagi mata, paru-paru dan tentunya jiwa kita. Lokasinya yang kerap berkabut, justru menambah suasana keindahan pegunungan nan mistis.
Pengunjung dikenakan tiket masuk seharga Rp. 16.500. Obyek pertama yang mencolok setelah melewati gerbang masuk II adalah rumah kaca (pintu gerbang I terletak di sisi lereng yang lebih bawah), namun sayangnya rumah kaca itu masih kosong.

Bagi penggemar bunga Sakura (cherry blossoms), di Kebun Raya Cibodas ternyata juga ada loh Taman Sakura, yang letaknya bersebelahan dengan air terjun Cibogo (air terjun kecil). Menurut petugas, musim berkembangnya bunga Sakura di sana adalah bulan Februari dan Agustus.

(Foto: Merlina Susanti/NTD Indonesia)
Selain sebagai tempat konservasi tanaman maupun wisata alam, pengelola Kebun Raya juga secara berkala mengadakan kegiatan pendidikan lingkungan bagi pelajar ataupun masyarakat. Terutama kita yang berasal dari kota besar, seringkali telah kehilangan sense akan lingkungan alam kita. Ribuan pohon yang ada, terlihat bagai makhluk asing yang tidak kita kenal, entah pohon apakah itu. Karenanya, jika berkunjung ke Kebun Raya, janganlah segan membaca apa nama pohon yang daunnya, bunganya atau batangnya indah atau unik itu.
Bagi pengunjung yang berkenan meninggalkan kendaraannya di penginapan, terdapat banyak angkot yang akan mengantar kita hingga dekat gerbang masuk. (ntdindonesia.com/karnadi nurtantio)
