Kisah

Wisata Salju di Sapporo

White Sapporo
White Sapporo

Banyak orang Indonesia mengenal nama ini dari Sapporo Beer, tetapi Sapporo, kota terbesar di Hokkaido, pulau di utara Jepang ini, selain karena bir-nya juga dikenal sebagai resor ski dan karena festival salju tahunannya. Alamnya yang dikelilingi pegunungan seperti Gunung Tenei, Gunung Moiwa, Gunung Moerenuma, memang ideal untuk menjadikan tempat ini sebagai tempat bermain ski dan olahraga musim dingin lainnya, bahkan Sapporo pernah terpilih sebagai tuan rumah olimpiade musim dingin di tahun 1972.

Sapporo Central Wholesale Market (Anita Hermawan/NTD Indonesia)

Bagi wisatawan Indonesia, yang ingin menikmati pemandangan dan atmosfer kota yang dipenuhi salju putih, kunjungan saat musim dingin ke Sapporo, merupakan pilihan tepat. Kota Sapporo sendiri memang termasuk salah satu kota metropolitan yang memiliki curah hujan salju tertinggi di dunia.

Kepiting jumbo (Foto: Anita Hermawan/NTD Indonesia)

Saat berada di Sapporo, kami sempat mengunjungi pasar seafood setempat, Sapporo Jogai Ichiba, yang terdiri dari puluhan toko maupun restoran, dan terletak di seberang dari Central Wholesale Market. Pasar seafood tersebut utamanya menjual ikan segar, sushi, sashimi, kepiting, cumi-cumi dan kerang. Kami sempat mencoba capit kepiting jumbo yang terlihat segar dan amat menggoda – dijual seharga Rp 150.000 per capit. Di cuaca dingin, capit kepiting rebus tersebut rasanya sungguh segar dan lezat.

Karena dikelilingi pegunungan, hal lain yang dapat dilakukan tentunya adalah wisata ke gunung, misalnya: Mount Moiwa Ropeway dan Mount Okura Ski Jump. Dari atas gunung, kita dapat melihat ke alam sekitarnya yang indah maupun gedung-gedung di pusat kota yang diselimuti salju putih.

Dalam perjalanan menuju Mount Moiwa Ropeway, kami dapat melihat pusat kota Sapporo yang tertutup salju. (Anita Hermawan/NTD Indonesia)

Selain itu, kami menyempatkan diri jalan-jalan ke kota pelabuhan terdekat, Otaru, dengan bus sekitar satu jam perjalanan dari Sapporo. Otaru terkenal dengan kanal-kanalnya dan rumah pengolahan ikan hering (Di masa lalu, Otaru adalah pusat pengolahan ikan hering). Uniknya ikan hering ini konon diolah untuk dijadikan pupuk, jadi bukan sebagai makanan bagi manusia. Dan kejayaan industri ini berakhir dengan kebangkrutan di tahun 1950-an ketika pasokan ikan hering mengalami penurunan tajam.

Jalan-jalan batu dengan lampu gas gantung, serta komplek pergudangan berdinding batu di sepanjang kanal Kota Otaru telah diubah menjadi kafe, restoran yang terlihat cantik dan semarak, terutama pada malam hari akan terlihat semakin romantis saat lampu gas mulai menyala.

Desa tradisional Oshino di Otaru, pusat kerajinan kristal dan gelas.
(Anita Hermawan/NTD Indonesia)

Hal menarik lain yang jangan dilewatkan saat di Otaru adalah kunjungan ke desa Oshino. Desa dengan rumah-rumah bercorak tradisional ini selain cantik apik, juga menjadi pusat kerajinan kristal dan gelas, dapat dikatakan penduduk desa ini memang sepenuhnya hidup dari industri kerajinan dan pariwisata.

Anda tidak gentar dengan dingin hingga -10° Celcius? Maka, rencanakanlah perjalanan anda ke Sapporo saat musim dingin mendatang.

(ntdindonesia.com/anita hermawan)

slot gacor

situs slot gacor