Tag: berkomunikasi

  • 5 Kebiasaan Efektif untuk Mendapatkan Pernikahan yang Langgeng

    5 Kebiasaan Efektif untuk Mendapatkan Pernikahan yang Langgeng

    Pasangan yang memasuki ulang tahun pernikahan ke-40, ke-50, atau ke-60 termasuk yang luar biasa!

    Jadi bagaimana beberapa pasangan mencapai pernikahan yang langgeng dan bahagia?

    Pasangan yang mengikuti 5 kebiasaan ini mengalami lebih banyak kesuksesan, kebahagiaan, dan kelanggengan dalam pernikahan mereka.

    1. Selalu mendengarkan dan berkomunikasi dengan pasangan

    Salah satu sebab yang sering membuat gagalnya suatu hubungan adalah sikap mendengarkan pasangan. Menunjukkan perhatian penuh saat mendengarkan pasangan Anda ketika dia berbagi mengungkapkan betapa pentingnya perkataan dia bagi Anda, seberapa baik Anda memahami apa yang ingin dia sampaikan dan seberapa besar Anda menghargai keunikan dia dalam hubungan ini.

    Mereka yang selalu suka memaksakan pemahamannya kurang memiliki empati dan pengertian serta tidak mau mendengarkan sudut pandang orang lain. Semua ini menunjukkan kurangnya komunikasi yang baik dan keterampilan mendengarkan. Perilaku tersebut jika berlanjut dalam jangka panjang akan membuat pasangannya merasa sedih, kesal, dan diremehkan.

    Telah ditekankan bahwa pernikahan bukan sekadar sebuah pasangan yang hidup berdampingan di bawah satu atap. Kemampuan untuk membina komunikasi yang baik dan efektif di antara pasangan adalah yang paling penting. Sungguh-sungguh mau mendengarkan dan memahami kebutuhan dan keinginan satu sama lain adalah cara terbaik untuk meningkatkan pemahaman dan menyelesaikan konflik saat berkomunikasi.

    2. Tunjukkan dukungan dan penghargaan melalui pujian yang tulus

    Pasangan yang saling memuji dan memberi dukungan akan mendorong serta membangkitkan martabat lawan jenisnya.

    Suatu kali, saya dan suami saya diundang makan malam oleh seorang teman. Ternyata suaminya memasak makan malam untuk kami. Saya terkejut mengetahui betapa lezatnya makanan tersebut dan memuji suaminya karena itu. Teman saya memandang suaminya dengan penuh kekaguman dan terus memuji setiap hidangan dengan antusias. Dia bertingkah seperti penggemar yang terobsesi dengan keterampilan memasaknya.

    Akhirnya, suaminya tersenyum: “Sayang, pujianmu membuatku malu. Makanlah lebih banyak jika kamu suka hidangannya!” Dia kemudian mulai mengupas udang dan memberikannya kepada istrinya. Suami saya dan saya agak iri padanya! Suaminya tidak tahu apa-apa tentang memasak sebelum mereka menikah. Keterampilan memasak suaminya meningkat pesat dikarenakan sering diberi pujian oleh sang istri.

    Dukungan dari sang istri membuatnya menjadi pria yang lebih baik, dan dia lebih menghargai sang istri karena penghargaan dan dukungan positifnya.

    3. Selalu rendah hati dan mau meminta maaf ketika melakukan kesalahan

    Kebanyakan wanita mengharapkan pasangan mereka untuk meminta maaf setelah mereka bertengkar. Jika ini tidak terjadi, dia mungkin mempersulit pasangannya dan kemudian perlahan-lahan memaafkannya setelahnya. Dengan cara ini, dia dapat menunjukkan nilai penting dirinya dalam hubungan mereka. Namun, tidak setiap pria mau meminta maaf terlebih dahulu dalam segala situasi.

    Jika seorang wanita selalu menuntut permintaan maaf sebelum mereka berdamai, maka sang pria akan semakin terdesak. Pernikahan seharusnya tidak menjadi medan pertempuran di mana seseorang harus berjuang untuk menjadi pemenang. Sebaliknya, cobalah untuk berpikir dari sudut pandang pihak lain dan bersedia mengakui kelemahan diri dan meminta maaf jika salah.

    Ini mengindikasikan kekuatan yang sesungguhnya dan memperlihatkan pertalian kasih yang positif dan vital.

    4. Carilah kelebihan pasangan Anda dan toleransi kekurangannya

    “Tidak ada orang yang sempurna!” Sepasang suami istri menghabiskan banyak waktu bersama setiap hari, jadi ada kalanya masing-masing dihadapkan pada sudut pandang yang berbeda. Dalam kasus seperti itu, adalah bijaksana bagi masing-masing pasangan untuk mengakui kekuatan satu sama lain dan menerima kekurangan satu sama lain.

    Konflik akan muncul jika salah satu menolak untuk menerima kekurangan pihak lain dan kasih sayang akan hilang. Oleh karena itu, yang terbaik adalah bertoleransi dan berkomunikasi satu sama lain serta mencapai kemufakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

    5. Menghargai kebersamaan satu sama lain memperkuat hubungan pasangan

    Menghabiskan waktu berkualitas bersama satu sama lain sangat penting di tengah gaya hidup modern. Ini adalah elemen yang sangat diperlukan dan vital dalam setiap pernikahan.

    Pasangan yang gagal meluangkan waktu untuk menikmati kebersamaan satu sama lain berakhir dengan perceraian. Ada banyak cara agar pasangan dapat menghabiskan waktu bersama, terutama mereka yang memiliki jadwal kerja yang padat. Bersama-sama, sebagai sebuah tim dapat meluangkan waktu untuk menyiapkan makan malam, berjalan bersama sehabis makan, dan menikmati waktu mengobrol dan berbagi.

    Melihat pasangan menghabiskan waktu berkualitas bersama menampilkan panutan yang baik dan akan dihargai oleh anak-anak mereka. Ini juga pemandangan yang indah untuk disaksikan dalam sebuah pernikahan.

    Orang mengatakan bahwa waktu terbaik untuk menanam pohon adalah entah itu 10 tahun yang lalu atau sekarang di saat ini. Artinya tidak ada kata terlambat untuk berubah atau memulai sesuatu yang baru. Sama halnya dengan pernikahan.

    Sekalipun pernikahan Anda tidak semulus itu, jangan menyerah! Memelihara pernikahan ibarat memelihara tanaman di dalam pot, yang akan bertumbuh meski diterpa oleh angin.

    Pernikahan yang bahagia dan langgeng tidak dapat terwujud tanpa kepedulian dan dedikasi, yang dipraktikkan dengan sungguh-sungguh oleh setiap individu dalam hubungan pernikahan mereka. (nspirement/sia/may)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • 4 Tips Menentukan Batasan yang Sehat Di Tempat Kerja

    4 Tips Menentukan Batasan yang Sehat Di Tempat Kerja

    Di zaman interkoneksi yang tak ada hentinya, tidak mungkin untuk memutuskan hubungan kerja atau menetapkan batasan sehat untuk menyeimbangkan kehidupan dan pekerjaan Anda.

    Berikut adalah beberapa cara untuk menetapkan (dan mempertahankan) batasan yang sehat untuk hidup dan pekerjaan Anda.

    Untuk membangun karier dan mencapai tujuan profesional Anda butuh waktu, usaha, dan dedikasi. Namun, segala sesuatunya bisa menjadi terlalu berlebihan ketika Anda sudah menghabiskan waktu berjam-jam dari Senin hingga Jumat hingga mengambil jam lembur karena Anda ingin menyenangkan bos atau rekan kerja Anda.

    Mencari pekerjaan yang bebas stres hampir tidak ada, tetapi untuk menghindari perasaan frustrasi, tidak puas, dan lelah dengan pekerjaan Anda, penting untuk menetapkan batasan yang sehat dan melindungi ruang, waktu, dan energi pribadi Anda.

    Apa Definisi Batasan yang Sehat?

    Batas yang sehat adalah yang Anda tetapkan untuk memastikan stabilitas mental dan emosional. Karena lingkungan di tempat kerja yang tegang, mungkin sangatlah penting bagi seseorang untuk menetapkan batasan yang sehat di tempat kerja demi menjaga kesehatan dan stabilitas mental.

    Menetapkan batas kerja adalah solusi sederhana namun efektif untuk mencapai keseimbangan kehidupan kerja, tetapi bukannya mudah untuk diterapkan dalam lingkungan seperti tempat kerja. Misalnya, beberapa karyawan lebih suka diam agar terhindar dari anggapan “kasar,” “menuntut,” atau “melampaui otoritas.”

    Maklum, tidak ada yang mau mengambil risiko dipecat, tetapi mengomunikasikan batasan Anda bukanlah hal buruk! Ada banyak cara untuk memulai batasan yang jelas di tempat kerja dengan anggun, tenang, dan tetap menghargai.

    Bagaimana Anda dapat secara positif dan profesional menetapkan batasan yang sehat di tempat kerja

    1. Bekerja di Luar Jam Kantor: Berkomunikasi dan Mengatur Ulang Jadwal

    Proyek di menit-menit terakhir yang membutuhkan waktu lembur atau keadaan darurat yang membutuhkan perhatian segera pada akhir pekan adalah insiden sehari-hari di tempat kerja. Apa yang tidak normal adalah ketika bekerja di luar jam kantor menjadi standar dalam rutinitas Anda.

    Anda tidak melamar untuk bekerja sepanjang waktu, 24/7, jadi tidak apa -apa untuk membahas jadwal Anda saat ini dengan atasan dan melihat kembali kontrak Anda mengenai jam kerja. Tapi sekali lagi, jadilah pemain tim dan berkolaborasi dengan mereka untuk menyesuaikan jadwal dan membuat rencana yang paling cocok untuk Anda dan perusahaan.

    2. Saling Berebut Pujian: Berbagi Langsung dengan Atasan Anda

    Kerja tim sangatlah penting, tetapi ketika rekan kerja Anda terus-menerus melontarkan ide-ide Anda dan menganggapnya sebagai ide mereka dan mendapatkan pujian untuk itu, hal itu dapat membuat Anda merasa tak diperhitungkan.

    Dalam situasi seperti ini di mana Anda memiliki sedikit atau tidak ada bukti yang dapat membuktikan bahwa itu adalah ide Anda yang pertama kali dilontarkan, hal terbaik adalah tidak menunjukkannya, tapi buat rencana strategi baru.

    Jadikan itu kebiasaan untuk tidak mengatakan secara detail ide-ide Anda sehingga lain kali superior Anda menelepon untuk rapat, Anda dapat secara langsung membagikan ide-ide Anda dengan mereka pada waktu itu. Opsi lain adalah membagikan proposal Anda dengan bos dan tim Anda melalui email. Dengan cara ini, Anda masih bermain dalam grup sambil menampilkan potensi dan inisiatif Anda.

    3. Kinerja luar biasa, Gaji Rendah: Negosiasi Berdasarkan Fakta

    Menetapkan batasan Anda juga berarti mengetahui nilai Anda. Anda bekerja keras untuk mendapatkan uang. Ketika Anda memperhatikan bahwa jumlah pekerjaan yang Anda lakukan setiap hari tidak sama dengan gaji yang Anda terima, kini saatnya untuk berbicara dengan atasan Anda.

    Negosiasikan permintaan untuk kenaikan gaji berdasarkan fakta, yaitu kerja keras Anda. Tunjukkan pada mereka berapa banyak waktu yang telah Anda curahkan, kontribusi Anda kepada perusahaan, proyek, ide, dan bahkan statistik.

    Begitu mereka melihat bagaimana upaya Anda telah memberi keuntungan bagi perusahaan, perusahaan kemungkinan akan menyetujui kenaikan gaji.

    4.Terus Memberi Bantuan: Belajar Mengatakan ‘Tidak’

    Membantu seseorang sesekali boleh saja, tetapi ketika Anda sibuk, dan rekan kerja Anda meminta Anda untuk menyelesaikan masalah mereka, sekarang saatnya untuk menggunakan kata ajaib.

    Menolak permintaan bukanlah sesuatu yang egois. Hal ini menetapkan batasan tentang nyaman tidaknya perasaan Anda ketika melakukan sesuatu untuk orang lain.

    Jika Anda tidak punya waktu dan energi untuk melakukan apa yang mereka tanyakan kepada Anda, mengapa setuju untuk melakukannya?

    Tentu saja, berkata “tidak” bisa menjadi sesuatu yang menyinggung perasaan. Yang terbaik adalah bersikap sopan dan menjelaskan situasi Anda. Anda juga dapat menggunakan alternatif yang lebih kasual atau tegas tergantung pada situasinya.

    Sangatlah menggoda untuk membuat semua orang bahagia, tetapi pada akhirnya, Anda akan melakukannya dengan kerugian yang harus Anda tanggung sendiri. (eva/nspirement)

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Katakan dengan Bunga

    Katakan dengan Bunga

    Pernahkah anda mendengar tentang bahasa yang melibatkan bunga? Ya, itulah yang dimaksud dengan floriografi.

    Telah digunakan selama beberapa dekade untuk berkomunikasi dan menyampaikan perasaan menggunakan berbagai jenis bunga.

    Di banyak tempat, orang menggunakan bunga sebagai hadiah atau untuk menyampaikan keinginan yang tulus kepada teman, kerabat dan bahkan rekan kerja.

    Namun, tahukah anda? ada bunga dan warna bunga tertentu untuk mengekspresikan emosi dan perasaan tertentu. Sebaiknya, bila anda sebagai pihak pengirim, jangan sampai salah pilih.

    Apa itu floriografi?

    Floriografi, bahasa bunga, dikembangkan sebagai bentuk komunikasi yang sopan, atau etiket yang tepat bagi seseorang untuk mengekspresikan emosi mereka dengan orang lain. Ini terutama berlaku untuk perasaan cinta, simpati, penyesalan dan penghargaan, emosi kuat yang dapat dianggap tidak nyaman untuk diucapkan dengan kata-kata

    Beberapa bentuk floriografi telah dipraktekkan dalam budaya tradisional diseluruh Eropa, Asia dan Afrika. William Shakespeare dianggap memberi makna simbolis dari bunga dalam budaya Barat, terutama di Hamlet, Pangeran Denmark. Demikian pula, di Henry VI, bangsawan Inggris memilih mawar merah atau putih untuk melambangkan kesetiaan mereka kepada Houses of Lancaster atau York.

    Selama era Victoria, beberapa kamus bunga diterbitkan untuk menjelaskan bahasa rahasia floriografi. (Gambar: dari Domain Publik)
     

    Era Victoria

    Namun, minat floriografi melonjak di Inggris pada era Victoria dan di Amerika Serikat selama abad ke-19, ketika seni melukis bunga menjadi populer. Ketertarikan era Victoria dalam bahasa bunga berakar pada Turki Utsmaniyah, khususnya istana di Konstantinopel, dan obsesi pada tulip selama paruh pertama abad ke-18.

    Penggunaan bunga di zaman Victoria sebagai sarana komunikasi rahasia berkembang seiring dengan meningkatnya minat pada ilmu tumbuh-tumbuhan (botani). Selama era Victoria, beberapa kamus bahasa bunga diterbitkan untuk menjelaskan bahasa rahasia floriografi. 

    Bahasa Bunga

    Apakah anda ingin tahu jenis bunga apa yang paling banyak digunakan dalam floriografi dan warna apa yang menyampaikan perasaan tertentu? Rinciannya tercantum dibawah ini:

    • Merah
      Bunga merah, terutama mawar merah, digunakan untuk menyampaikan cinta yang mendalam. Mawar merah hampir selalu menjadi simbol perasaan romantis. Ada berbagai warna merah, tetapi mawar merah tua dan tulip dianggap paling cocok untuk mengekspresikan cinta yang tulus kepada pria atau wanita.
    • Putih
      Bunga berwarna putih, termasuk mawar dan bunga lili, digunakan untuk menyampaikan kemurnian dan ketulusan hati. Mawar putih diberikan sebagai tanda persahabatan murni. 
    • Pink
      Bunga berwarna merah muda, digunakan untuk mengungkapkan penghargaan dan rasa terima kasih. Itu juga mencerminkan keanggunan.
    • Kuning
      Mawar kuning digunakan untuk mengekspresikan persahabatan murni. Bunga matahari digunakan untuk mengekspresikan kesetiaan dan kekaguman.
    • Anggrek
      untuk mengungkapkan belasungkawa anda kepada seorang teman yang berduka. Itu melambangkan kekuatan batin.
    • Bakung (Daffodils) Bakung mekar diakhir musim dingin dan diawal musim semi. Jadi mengirim bunga bakung masuk akal ketika anda ingin mengucapkan awal yang baru kepada seseorang dalam hidupnya.
    Bunga memiliki arti dan simbolisme yang berbeda diseluruh dunia (Kredit: @Pixabay)

    Bunga Masa Kini

    Sementara era Victoria memberi jalan kepada makna bunga “resmi” yang ditulis dalam kamus Floriografi modern, bunga memiliki makna dan simbolisme yang berbeda diseluruh dunia. Alasan universal kita memberi bunga adalah untuk berkomunikasi dan memajukan hubungan kita satu sama lain.

    Bunga digunakan dalam acara-acara seperti ulang tahun, pernikahan dan hari jadi. Bunga juga digunakan dalam pemakaman. Bunga diberikan kepada penerima dengan berbagai cara.

    Misalnya, untuk mengungkapkan perasaan hati, sekuntum bunga mawar dapat diberikan, dan ucapan selamat atas pencapaian seseorang dapat diberikan dengan sebuah karangan bunga. (nspirement)

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Tidak Ada Kata Terlambat

    Tidak Ada Kata Terlambat

    Beberapa tahun yang lalu, saya mengikuti sebuah kursus cara berkomunikasi, salah satu pelajarannya sangat unik. Guru menyuruh kami membuat daftar kejadian masa lalu yang membuat kita merasa malu, menyesal, rasa bersalah.

    Seminggu kemudian dia akan menyuruh kami membaca dengan suara keras daftar tersebut. Kejadian ini telah melanggar privasi, tetapi ada juga orang dengan gagah berani mengakuinya. Setelah mendengar pengalaman orang lain, daftar saya semakin panjang, dalam 3 minggu terdapat 101 kejadian.

    Setelah itu guru menyarankan kami menebus kesalahan tersebut serta meminta maaf kepada orang tersebut, dengan tindakan memperbaiki segala kesalahan tersebut. Saya curiga tindakan tersebut malah membuat hubungan dengan orang semakin kompleks, malahan akan membuat hubungan satu sama lain semakin menjauh.

    Seminggu kemudian, seorang teman kelas yang duduk di sebelah saya mengangkat tangannya, dia menceritakan pengalaman berikut ini: Ketika saya sedang membuat daftar ini, saya teringat kejadian ketika saya masih SMP, saya dibesarkan di kota kecil di Iowa. Didalam kota kami ada seorang sheriff yang sangat dibenci oleh anak-anak di kota kami. Pada suatu malam, saya bersama 2 teman memutuskan akan mempermainkan sheriff Roger Brown.

    Kami mengambil sebotol cat semprot warna merah, memanjat ke menara paling tinggi di kota kami, diatas menara tersebut kami menyemprotkan kata “Brown adalah bajingan.” Keesokan harinya, seluruh penduduk kota yang terbangun sudah dapat melihat hasil “karya besar” kami. Dua jam kemudian, Brown menangkap kami bertiga ke kantornya. Kedua teman saya mengakui perbuatan mereka, saya bersikeras menolak mengakui perbuatan tersebut. Setelah diceramahi, akhirnya kami dilepaskan.

    Kejadian ini telah berlalu 20 tahun. Hari ini nama Brown muncul di daftar saya. Saya tidak tahu apakah dia masih hidup. Di akhir minggu yang lalu, saya telepon ke kota tempat tinggal saya Iowa mengecek, ada penduduk yang bernama Roger Brown. Lalu saya langsung menelpon dia. Setelah nada dering diangkat, saya mendengar di sebelah sana ada yang berkata, “Hallo, apa kabar.” Saya bertanya, “Apakah engkau Sheriff Brown?”. Di sebelah sana hening sejenak. “Benar.” “Baiklah, saya adalah Jimmy Hopkins, mengenai kejadian grafitti saat saya masih kanak-kanak, saya ingin mengatakan bahwa saya juga turut melakukan hal itu.

    ” Hening sejenak, lalu dia berkata: “Saya telah lama tahu.” Kami berdua lalu tertawa, dan mengobrol dengan akrab. Akhirnya dia berkata, “Jimmy, saya selama ini merasa khawatir terhadapmu, karena teman-temanmu telah menghapus sakit di hati mereka, tetapi engkau sendiri selama puluhan tahun ini masih mengganjal didalam hatimu. Saya sangat berterima kasih engkau menelpon saya…. semua ini demi dirimu sendiri.”

    Cerita Jimmy ini mendorong saya menyelesaikan 101 kasus dalam daftar saya, saya menghabiskan waktu 2 tahun menyelesaikannya, tetapi ini menjadi titik awal di kemudian hari ketika saya terlibat dalam konflik di tempat kerja dan juga menjadi mediasi saya menghadapi tantangan.

    Walaupun konfilik dan sengketa yang seberapa besar maka saya akan segera menyelesaikan perseteruan tersebut dan tidak akan membiarkannya menjadi ganjalan di hati. Tidak ada kata terlambat.(minghui school)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Bagaimana dan Mengapa Perlu Mempelajari Bahasa Asing

    Bagaimana dan Mengapa Perlu Mempelajari Bahasa Asing

    Mempelajari bahasa asing mungkin adalah salah satu tujuan paling umum di antara kita. Adanya kemungkinan berkomunikasi dengan orang dari budaya yang berbeda, akhirnya memahami lirik lagu yang telah Anda nyanyikan sejak kecil, atau mempelajari cara-cara alternatif untuk mengekspresikan ide-ide Anda mungkin cukup menjadi alasan untuk berkomitmen pada masalah ini.

    Namun, dalam praktiknya, mungkin terasa tidak cukup motivasi untuk membuat kita tetap konsisten. Dan ini, memang, tantangan terbesar yang bisa dihadapi oleh seorang pembelajar bahasa.

    Tentukan motivasi Anda untuk mempelajari bahasa asing: ‘why power’ (kekuatan mengapa) vs. willpower (kemauan keras)

    Dalam bukunya “The Compound Effect,” Darren Hardy menjelaskan mengapa hanya mengandalkan kemauan keras untuk mencapai suatu tujuan sering kali berujung pada usaha yang terbengkalai dan kekecewaan. Dia menunjukkan bahwa “kekuatan mengapa” memiliki kemampuan yang lebih besar untuk mendorong kegigihan kita, berbeda dengan “kemauan keras”, yang didasarkan pada pengendalian diri dan mungkin sedikit rasa bersalah.

    Dengan mencari tahu “mengapa” dan motivasi inti di balik sebuah usaha, kita dapat melibatkan hati dan jiwa kita dalam usaha tersebut, dan dengan demikian tetap berpegang pada tujuan kita selama tahap perjalanan yang paling sulit. Ini, kata Hardy, mengarah pada pencapaian.

    Proses mempelajari bahasa asing dapat memetik manfaat dari perspektif ini. Langkah pertama untuk menciptakan rutinitas pembelajaran bahasa yang komprehensif adalah mendefinisikan “mengapa”. Bagaimana Anda melihat diri Anda ketika Anda menguasai bahasa baru? Dengan siapa Anda ingin berbicara? Ke mana Anda ingin bepergian? Apa yang ingin Anda tulis menggunakan bahasa baru ini? Jenis musik apa dalam bahasa itu yang ingin Anda dengarkan? Ketika kita menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, kesuksesan pasti sudah di depan mata.

    Menjadi bilingual tidak selalu merupakan hal yang baik


    Meskipun mungkin sulit dipercaya, menjadi bilingual pernah dianggap sebagai suatu rintangan sebelum tahun 1960. Studi ilmiah saat itu menunjukkan bahwa bilingualisme memperlambat perkembangan anak dengan membuat mereka menghabiskan terlalu banyak energi untuk membedakan bahasa. Namun, kemudian ditemukan bahwa studi ini sebagian besar salah dan telah mengabaikan beberapa faktor.

    Menurut Mia Nacamulli, seorang pendidik dan penulis Ted-Ed, penelitian terbaru menunjukkan, saat reaksi berulang dan kesalahan meningkat pada seorang bilingual, upaya yang mereka lakukan untuk beralih antar bahasa berefek pada penguatan korteks prefrontal dorsolateral.

    Area otak ini memainkan peran penting dalam fungsi eksekutif, pemecahan masalah, beralih antara tugas dan fokus sambil menyaring informasi yang relevan. Jadi, meskipun belajar bahasa baru belum tentu membuat seseorang menjadi lebih pintar, namun hal tersebut membuat otak lebih sehat, kompleks, dan lebih penuh perhatian.

    Keuntungan budaya dari mempelajari bahasa baru

    Belajar tentang budaya melalui bahasanya bisa menjadi pengalaman yang sangat berwawasan luas. Asal usul dan perkembangan bahasa memerlukan faktor sejarah dan bahkan politik yang secara unik membentuk struktur, bunyi, penampilan, dan maknanya. Sifat otentik setiap bahasa diwujudkan dalam kata-kata atau ungkapan yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa lain dan mengandung konteks sosial dan emosional yang kaya.

    Kata Portugis dan Galicia “saudade” adalah kasus tepat karena tidak memiliki terjemahan langsung dalam bahasa Inggris. Penulis Portugis Francisco Manuel de Mello mendefinisikannya sebagai “kesenangan yang Anda derita, kesakitan yang Anda nikmati.” Perasaan ini dapat digambarkan sebagai perasaan nostalgia melankolis atau kerinduan akan sesuatu yang tidak dapat dimiliki lagi, namun melibatkan perasaan sukacita yang berakar pada kenangan yang menyenangkan.

    Dipercaya bahwa “saudade” mengandung makna yang kaya selama Abad Penemuan Portugis Besar, ketika para pria berangkat melakukan penjelajahan ke samudera yang tidak dikenal dan wanita serta anak-anak menderita karena kehilangan mereka, menyimpan harapan untuk bertemu dengan mereka lagi.

    Lukisan ini menggambarkan carrack Santa Catarina do Monte Sinai dan kapal-kapal Angkatan Laut Portugis lainnya pada abad ke-16. (Kredit: Anonim via domain publik Wikimedia Commons)

    Mendapatkan teman baru dan mengunjungi tempat-tempat baru adalah keuntungan budaya lain dari belajar bahasa kedua. Kemungkinan untuk mendapatkan perspektif baru, berbagi pandangan dan melakukan percakapan yang mendalam, menciptakan skenario yang sempurna untuk perbaikan diri dan pengembangan empati dan toleransi.

    Membuat Anda bangga

    Mempelajari bahasa baru tidak memiliki jalan pintas. Derajat kedisiplinan dan pertanggungjawaban pribadi yang dituntut dalam proses ini sebanding dengan perasaan puas dari seorang pembelajar yang berkomitmen. Pencapaian-pencapaian yang kecil namun berarti dalam perjalanannya menjadikan proses pembelajaran bahasa sebagai salah satu kepuasan yang tertunda.

    Tugas sederhana seperti waktu tidur yang berkurang karena menyelesaikan pelajaran setiap hari atau mengorbankan kenyamanan agar tetap konsisten, akan mendapat imbalan besar di akhir. Melihat kembali kemajuan kita kemungkinan akan meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri kita.

    Namun, sebuah poin penting harus dibuat. Disiplin tidak akan berkelanjutan jika tidak didasarkan pada welas asih pada diri sendiri. Dengan menjinakkan kritik di dalam dan menumbuhkan kesabaran, kita akan dapat menetapkan harapan yang realistis dan menemukan gaya belajar khusus diri sendiri. Kita bahkan mungkin merasa terdorong untuk mencoba pendekatan baru dalam belajar.

    Perubahan fisik

    Setiap bahasa memiliki rangkaian bunyi vokal dan konsonan tersendiri. Masing-masing diproduksi dengan mengubah bentuk lidah dan bibir kita, dan mengarahkan aliran udara melalui mulut dan hidung kita. Sementara untuk penutur asli perbedaan pengucapannya tegas dan jelas, pelajar baru harus memulai tugas melatih telinga mereka. Kemungkinan mencampuradukkan dua kata dengan arti yang sama sekali berbeda, dapat mengakibatkan tawa canggung selama percakapan serius atau sebaliknya tidak tertawa pada saat lelucon diceritakan.

    Melatih mulut kita sama pentingnya. Alfabet dan fonetik baru mungkin memerlukan posisi lidah baru dan penggunaan tempat lain di mulut kita seperti bagian belakang gigi dan langit-langit mulut kita. Mengenal suara-suara baru mungkin sulit pada awalnya, tetapi hal itu dapat dicapai dengan memperhatikan secara mendetail dan rajin menirukan penutur asli sampai kita memahami apa yang membuat setiap suara berbeda dari yang lain. Jangan malu untuk terlihat atau terdengar lucu. Setiap pembelajar bahasa melewati tahap ini.

    Tidak mengucapkan kata-kata dengan benar dapat membuat Anda menjadi sorotan selama percakapan. Jika selama makan di Prancis Anda ingin menyinggung tentang ikan lezat “pwahs/soh” yang disajikan tetapi Anda membuat kesalahan kecil dengan menyebutnya “pwa·zon” (racun), Anda mungkin akan melihat ekspresi wajah tamu Anda tiba-tiba berubah.

    Perubahan fisik di otak seorang pembelajar bahasa juga layak disebutkan. Bilingualisme telah terbukti meningkatkan kepadatan materi abu-abu yang berisi sebagian besar neuron dan sinapsis. Selain itu, latihan otak yang konstan saat beralih antar bahasa juga terbukti menunda timbulnya berbagai penyakit seperti Alzheimer dan demensia. Alasan-alasan ini saja sering menjadi motivasi bagi banyak individu yang memilih untuk mulai belajar bahasa ketika mereka berusia tua.

    Sedikit cerita tentang kedisiplinan

    Kaisar-kaisar Tiongkok dikenal dalam sejarah karena meninggalkan warisan moral dan perilaku yang baik. Kaisar Kangxi dari Dinasti Qing, kaisar yang paling lama memerintah dalam catatan sejarah Tiongkok, dapat membantu memberikan pemahaman tentang bagaimana menjadi rajin dalam petualangan kita belajar bahasa.

    Kangxi menetapkan tradisi, yang umum di kalangan kaisar Dinasti Qing, untuk mengadakan pertemuan pagi hari dengan pejabat istana setiap hari. Bahkan ketika gempa bumi dahsyat melanda Beijing, kaisar teladan ini tetap mengadakan pertemuan pagi seperti biasa.

    Saat ibu kota mengalami hujan lebat, badai salju, atau suhu ekstrem; banyak pejabat istana akan absen dari pertemuan itu. Namun demikian, Kaisar Kangxi memastikan bahwa dia hadir setiap hari. “Saya telah melakukan ini selama lebih dari 30 tahun dan itu telah menjadi rutinitas,” katanya. “Saya akan merasa tidak nyaman jika saya melewatkan pertemuan. Lagi pula, jika kita bertemu hanya sekali setiap tiga atau empat hari, aku mungkin lambat laun akan mengendur.”

    Kaisar Kangxi sedang melakukan tur, terlihat duduk di dek sebuah kapal jung.
    (Kredit: Anonim via domain publik Wikimedia Commons)

    Kaisar Kangxi berulang kali menasihati generasi selanjutnya untuk menggunakan waktu mereka sebaik mungkin. Dia menjelaskan, “Dikatakan dalam I Ching (Kitab Perubahan) bahwa membuat kemajuan baru setiap hari adalah suatu kebajikan besar. Seseorang harus mengambil langkah maju setiap hari agar tidak membuang waktu yang berharga.”
    Teladan Kangxi yang sangat patut ditiru itu adalah ilustrasi akurat tentang keefektifan mendefinisikan “mengapa”. Baginya, penanaman kebajikan dan peningkatan diri setiap hari adalah motivasi utama untuk bekerja dengan tekun dan melakukan yang terbaik setiap hari tanpa terkecuali.

    Dengan mengikuti teladan konsistensi dan akuntabilitas diri, kita dapat menemukan inspirasi untuk bekerja keras mencapai tujuan kita, dan bahkan menyadari bahwa belajar bahasa tidak jauh dari tujuan mulia untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. (visiontimes/sia/feb)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI