Tag: tiktok

  • Perketat Larangan VPN & Denda Besar, China Sudah Mirip Korut?

    Perketat Larangan VPN & Denda Besar, China Sudah Mirip Korut?

    Dokumen yang bocor menunjukkan bahwa rezim China semakin gencar membatasi akses masyarakat ke situs web asing. Banyak yang mengatakan bahwa VPN tidak lagi berfungsi. Bulan lalu, polisi China menggerebek rumah-rumah warga, menangkap mereka saat menggunakan situs web asing, termasuk platform seperti TikTok. Hal ini memicu pertanyaan apakah China telah mengikuti jejak Korea Utara.

    Anda sedang menggunakan ponsel menonton TikTok atau menjelajahi X, dan detik berikutnya Anda diberitahu telah melanggar hukum dan harus membayar denda. Meski terdengar seperti fiksi, inilah yang terjadi pada seorang pria di China timur bulan lalu. Pelanggarannya adalah terhubung ke internet tanpa izin.

    Polisi setempat memposting kasus itu di situs web resmi mereka. Di hari yang sama, lebih dari selusin petugas polisi menggeledah rumah lain, dengan tuduhan mendaftar dan menggunakan VPN secara ilegal, dengan hukuman denda besar.

    Dalam kasus terpisah awal bulan ini, seorang mahasiswa China dipanggil ke kantor polisi untuk diinterogasi setelah menggunakan perangkat lunak Microsoft. Menurut laporan lokal, polisi mengetahui aktivitas online mahasiswa tersebut melalui aplikasi anti-penipuan.

    Insiden-insiden ini memiliki dua faktor kesamaan, yaitu menggunakan ponsel pintar buatan China dan meginstal aplikasi anti-penipuan di perangkat. Analis urusan China memperingatkan bahwa fitur-fitur ini dapat memudahkan pengguna terungkap oleh polisi siber China.

    Dokumen internal yang bocor menunjukkan bahwa regulator siber teratas Beijing mengadakan pertemuan hari Kamis untuk membahas cara menerapkan kebijakan internet pemimpin rezim Xi Jinping. Dokumen biro lokal lainnya menguraikan aturan yang melarang penggunaan VPN dan akses ke situs web asing.

  • Wajah Terlalu Mirip Xi Jinping, Penyanyi Ini Berulang Kali Disensor

    Wajah Terlalu Mirip Xi Jinping, Penyanyi Ini Berulang Kali Disensor

    Apa yang terjadi saat seorang penyanyi di China mirip dengan pemimpin tertinggi negara itu? Ini bukan hipotesa. Seseorang yang benar-benar mirip dengan Xi Jinping membagikan pengalamannya di media sosial.

    Penyanyi dan aktor China, Liu Keqing dilaporkan telah diblokir di platform media sosial China. Alasannya, karena pelanggaran penampilan. Satu-satunya kesalahan yang ia buat adalah memiliki wajah yang sangat mirip dengan pemimpin China Xi Jinping.

    Pada 2019, Liu membuka akun media sosial Douyin dan mengumpulkan 370,000 suka hanya dalam dua hari. Ia kemudian menulis, “bukan karena saya pandai bernyanyi, tapi karena saya mirip dengan seorang pemimpin nasional.”

    Ketika pengguna mulai menyebut nama Xi Jinping di komentar, video dan unggahan Liu dianggap sensitif dan akun media sosialnya dihapus. Setelah itu, dia mencoba membuka akun lain. Dalam unggahan tahun 2025, Liu berkata akun-akunnya berulang kali dihapus selama 5 tahun terakhir hanya karena penampilannya.

  • Pelamar Visa H-1B AS Hadapi Pemeriksaan Akun Media Sosial

    Pelamar Visa H-1B AS Hadapi Pemeriksaan Akun Media Sosial

    Pekerja berketerampilan tinggi yang mengajukan visa H-1B akan segera menjalani pemeriksaan media sosial yang lebih ketat. Departemen Luar Negeri akan meluncurkan tinjauan daring baru untuk semua pelamar.

    Semua pelamar dan tanggungan mereka akan segera diwajibkan untuk mempublikasikan profil media sosial mereka. Aturan mulai berlaku pada tanggal 15 bulan ini. Departemen menyebutkan bahwa pemeriksaan ini dimaksudkan untuk melindungi kepentingan nasional dan memastikan setiap pelamar dapat membuktikan kelayakan visa secara kredibel.

    Visa H-1B memungkinkan perusahaan AS mempekerjakan pekerja asing di bidang-bidang khusus dansangat penting bagi perusahaan teknologi di AS. Banyak yang merekrut dari berbagai negara termasuk India dan China.

    Aturan baru ini mengarahkan petugas konselor mencari resume dan profil LinkedIn untuk setiap peran yang terkait penyensoran atau kontrol konten daring. Pelamar yang terbukti bertanggung jawab atas pengekangan ekspresi yang dilindungi di AS kini dapat dianggap tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa.

  • Pembicaraan Dagang AS-China Mulus: Bahas Ukraina, Tanah Jarang dan TikTok

    Pembicaraan Dagang AS-China Mulus: Bahas Ukraina, Tanah Jarang dan TikTok

    Presiden Trump berkata ia akan pergi ke China April mendatang.

    [Presiden Trump]:

    “Saya akan ke China April mendatang, dan Xi akan datang ke sini sesudahnya nanti, entah itu di Florida, Palm Beach, atau Washington DC.”

    Trump juga berkata ia dan Xi tidak membahas pembelian minyak Rusia oleh China, tetapi membahas tentang mengakhiri perang Ukraina. Di sisi teknologi, dibahas pula akses Nvidia ke China secara umum, walaupun tidak mendetailkan tentang ekspor chip tercanggih Nvidia, Blackwell, ke China.

    China telah mencegah perusahaan domestik menggunakan chip H20 Nvidia, chip versi kurang canggih yang khusus dibuat untuk pasar China, atas dasar masalah keamanan. Sementara AS sendiri pada bulan April ingin melarang Nvidia menjual chip H20 tersebut ke China karena khawatir chip akan digunakan untuk meningkatkan militernya. Trump kemudian mengubah arah, mengatakan chip dapat dijual di China jika pemerintah AS memperoleh persenan dari pendapatannya.

    Perlu dicatat bahwa media corong PKC Xinhua tidak menyebut sama sekali tentang janji China melonggarkan kontrol ekspor tanah jarang, membeli kedelai dan energi AS, serta menindak fentanil. Xinhua hanya berkata bahwa AS-China memiliki masa depan cerah dalam kerjasama di bidang penindakan imigrasi ilegal, penipuan telekomunikasi, pencucian uang, kecerdasan buatan, dan pencegahan penyakit menular.

    Kementrian dagang China mengkonfirmasi pada Kamis bahwa mereka juga akan menangguhkan pembatasan kontrol ekspor pada mineral tanah jarang selama setahun. Sementara AS akan menangguhkan penyelidikannya pada industri pembuatan kapal dan maritim China selama setahun.

    Menteri Keuangan AS Scott Bessent berkata China menyetujui kesepakatan transfer TikTok, dan kementrian perdagangan China berkata mereka akan menangani masalah ini secara baik-baik dengan AS. Sementara itu, selama kunjungan Trump di Asia, Taiwan dilaporkan tidak pernah dibahas dalam pembicaraan dengan Xi Jinping. Mengenai Korea Utara, Trump juga berkata ia tidak sempat bertemu dengan Kim Jong-un karena jadwal yang ketat, namun bersedia kembali kesana untuk bertemu.

  • Antisipasi Tinggi Pertemuan Xi-Trump di Korsel; Akankah Terjadi?

    Antisipasi Tinggi Pertemuan Xi-Trump di Korsel; Akankah Terjadi?

    Optimisme menjelang pertemuan yang sangat dinantikan. Pasar saham AS menguat pada hari Senin, mengantisipasi pertemuan Presiden Trump dan pemimpin rezim China Xi Jinping di Korea Selatan kamis ini. Ada harapan tinggi mereka dapat membuat kesepakatan dagang. Poin apa saja yang akan dibahas? Berikut uraiannya.

    Menteri Keuangan AS Scott Bessent berkata pada hari Minggu mereka telah mencapai kerangka kerja perdagangan AS-China. Di dalamnya, China akan menunda kendali ekspor tanah jarangnya selama satu tahun, dan AS tidak akan memberi tambahan 100% tarif pada China. Bessent menekankan keputusan akhir akan tergantung pada kedua pemimpin.

    Logam tanah jarang juga menjadi topik utama perdagangan AS-China. Produsen mobil dan pemasok pertahanan AS bergantung pada produk logam tanah jarang China. Negara itu mengendalikan 70% pertambangan global dan 90% pemrosesan kimianya.

    Ketergantungan AS pada logam tanah jarang dari China telah menjadi titik lemah. Kini AS berusaha menemukan alternatif dan membangun rantai pasokan domestik. Selain itu, krisis fentanil juga akan dibahas dengan China.

    Fentanil telah menjadi penyebab utama kematian warga berumur 18 hingga 45 tahun di AS. Sebagian besar bahan kimia prekursor fentanil berasal dari China.

    Pembahasan juga akan meliputi kedelai, dimana China telah berhenti membeli kedelai AS sama sekali. Sebelumnya, China mengimpor sekitar 60% kedelai AS.

    [Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:

    “Tapi saya bisa memberitahu Anda bahwa petani kedelai akan sangat senang dengan kesepakatan ini, untuk tahun ini dan tahun-tahun berikutnya.”

    Trump juga berkata akan berbicara mengenai perang Rusia di Ukraina.

    [Presiden Trump]:

    “Salah satu hal yang akan kita bicarakan adalah Rusia-Ukraina. Mereka membunuh 7000 orang per minggu, tentara, kebanyakan tentara. Kita akan membicarakannya. Sanksi-sanksi besar pada Rusia, saya pikir itu akan sangat menyakitkan. Mereka sangat kuat, tapi saya ingin melihat China membantu kita.”

    Trump berkata, masalah Taiwan juga akan dibahas. Ia ditanya Sabtu lalu apakah Beijing akan bertindak sesuatu pada Taiwan.

    [Presiden Trump]:

    “Mungkin ya, mungkin tidak. Semoga tidak. Saya pikir akan sangat berbahaya bagi mereka untuk melakukannya.”

    Partai Komunis China memandang Taiwan sebagai wilayahnya dan bersumpah untuk merebutnya dengan paksa jika perlu.

    AS tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, tetapi menjual senjata ke pulau itu agar mereka dapat mempertahankan diri.

    Trump juga berkata dia dapat menandatangani kesepakatan akhir tentang TikTok paling cepat hari Kamis. Trump menyatakan ia akan mendorong China membebaskan Jimmy Lai, seorang maestro media dan salah satu kritikus PKC terkemuka di Hong Kong. Ia mendirikan surat kabar pro demokrasi Apple Daily yang kini telah ditutup paksa.

    Masih harus dilihat apakah kesepakatan akan tercapai dan apakah Beijing akan menepati janjinya.

  • AS China Capai Konsensus Dasar, Taiwan Tidak Akan Diperdagangkan

    AS China Capai Konsensus Dasar, Taiwan Tidak Akan Diperdagangkan

    Presiden Trump dijadwalkan bertemu dengan pemimpin China Xi Jinping hari Kamis untuk menyelesaikan kesepakatan dagang. Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent berkata negosiator kedua negara telah menyepakati kerangka kerja substansial, yang disebut Beijing konsensus dasar. Hingga waktu pers, Beijing belum mengkonfirmasi pertemuan Xi Trump.

    [Presiden Trump]:

    “Kesepakatan yang bagus dengan China, mereka ingin buat kesepakatan, begitu juga kami.”

    Selama akhir pekan AS dan China mengadakan putaran kelima pembicaraan dagang di Malaysia. Topik pembahasan mencakup isu fentanyl, mineral tanah jarang dan kedelai, TikTok, serta kemungkinan perpanjangan gencatan tarif.

    Mengenai kontrol ekspor baru China atas tanah jarang, Bessent mengatakan bahwa untuk saat ini pembatasan telah dikesampingkan.

    [Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:

    “Presiden telah memberi daya tawar penuh ketika ia mengancam tarif 100% jika China memberlakukan kontrol ekspor tanah jarang mereka. Jadi, saya pikir kami berhasil mencegahnya, dengan demikian mereka juga terhindar dari tarif.”

    Bessent mengatakan Beijing berencana menunda pembatasan mineral penting selama satu tahun. Sementara untuk kedelai, Bessent tidak memberikan detail spesifik, namun menyatakan kepuasan atas kemajuan yang dicapai.

    [Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:

    “Tapi saya bisa memberitahu Anda bahwa petani kedelai akan sangat senang dengan kesepakatan ini, untuk tahun ini dan tahun-tahun berikutnya.”

    Seputar isu TikTok, Bessent mengonfirmasi kesepakatan akhir sudah rampung. Pertanyaan tentang apakah China akan mempertahankan kontrol atas algoritma diharapkan akan terjawab selama pertemuan puncak Trump-Xi Kamis mendatang di Korea Selatan.

    Mengenai kemungkinan Washington akan memberikan kelonggaran pembatasan ekspor semikonduktor, Bessent mengatakan, “Tidak ada perubahan.”

    Sementara Sabtu lalu, menlu AS Marco Rubio menegaskan kembali bahwa AS tidak akan merubah komitmen jangka panjangnya terhadap Taiwan.

  • Beijing Melunak Setelah Panggilan Telepon Xi-Trump

    Beijing Melunak Setelah Panggilan Telepon Xi-Trump

    Setelah panggilan telepon dengan pemimpin rezim China, Xi Jinping, Presiden Trump berkata ia akan bertemu langsung dengan Xi di KTT Apec di Korea Selatan. Namun China tidak mengonfirmasi apapun. Meskipun tidak ada kesepakatan yang dihasilkan dari pembicaraan itu, nada Beijing tampaknya melunak. Berikut selengkapnya.

    Presiden Trump berbicara melalui telepon dengan pemimpin rezim China, Xi Jinping, pada Jumat pagi. Sekitar pukul 11 waktu setempat, Trump menulis di media sosial bahwa percakapan tersebut “sangat produktif”. Ia berkata ada kemajuan dalam pembicaraan dagang, fentanil, perang di Ukraina dan kesepakatan TikTok. Dalam postingannya, Trump menyebut dua kali bahwa China telah menyetujui kesepakatan TikTok. Pernyataan resmi Beijing tidak mengonfirmasi hal itu, tetapi mengisyaratkan nada yang lebih lunak.

    Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa mereka menghormati keinginan para pelaku bisnis dan menyambut negosiasi bisnis yang baik. Perusahaan induk TikTok, ByteDance, berterima kasih pada kedua pemimpin dan berjanji mematuhi hukum AS agar aplikasi tetap tersedia.

    China juga memuji perundingan baru-baru ini sebagai mencerminkan kesetaraan, rasa hormat, dan timbal balik. Ini kontras dengan tuduhan Beijing yang biasa tentang unilateralisme dan hegemoni AS.

    Secara mengejutkan Beijing juga menyatakan terima kasih pada AS atas dukungannya selama Perang Dunia Kedua. Langkah ini menggemakan unggahan terbaru Trump yang menandai parade militer China awal bulan ini.

    Perlu dicatat bahwa pemerintah China yang bersekutu dengan AS selama perang dipimpin oleh Kuomintang, salah satu partai politik Taiwan saat ini, dan bukanlah Partai Komunis China.

    Meskipun perjanjian perdagangan antara AS dan China masih belum selesai, AS dan Taiwan justru mencapai kesepakatan besar. Menteri Pertanian AS Brooke Rollins mengumumkan di hari yang sama bahwa Taiwan akan membeli produk pertanian Amerika senilai 10 miliar dolar AS, termasuk kedelai, selama empat tahun ke depan.

    Ini terjadi ketika China terus menggunakan pertanian sebagai cara menekan Washington dalam perang dagang. Hingga pekan lalu, China belum memesan satu kargo kedelai pun untuk musim perdagangan baru.

  • Trump: Kesepakatan Telah Dicapai Tentang TikTok

    Trump: Kesepakatan Telah Dicapai Tentang TikTok

    Presiden Trump mengatakan AS dan China  telah mencapai kesepakatan tentang TikTok. Namun, isu-isu kunci seperti apakah algoritmanya akan ditransfer dan apakah China akan mempertahankan sebagian kepemilikannya, masih belum jelas.

    Nasib TikTok terkatung-katung sejak tahun lalu. AS mengesahkan undang-undang yang mewajibkan aplikasi tersebut melepaskan diri dari pemiliknya yang berasal dari China atau akan menghadapi larangan. Presiden Trump sendiri telah memperpanjang batas waktu hingga empat kali.

    Dalam pembicaraan dagang antara AS-China di Madrid, kerangka kerja tentang TikTok telah disepakati, dimana Trump dan pemimpin China Xi Jinping diperkirakan akan menyelesaikannya pada hari Jumat. Namun masih terdapat rintangan seputar kesepakatan, salah satunya adalah apakah Kongres yang dikuasai Partai Republik akan menyetujui hal tersebut. Selain itu, belum jelas apakah China akan tetap memiliki saham di TikTok.

    Sementara itu, Presiden Trump telah menyebut bahwa Oracle merupakan salah satu calon terdepan yang akan mengambil alih aplikasi tersebut. Saham Oracle dilaporkan naik 5% pada hari Selasa.

    AS ingin melarang TikTok atas kekuatiran Beijing dapat menggunakannya untuk memata-matai warga Amerika. TikTok memiliki 170 juta pengguna Amerika.

    Trump telah berkata bahwa TikTok memiliki tempat di hatinya, dan aplikasi tersebut membantunya menjangkau para pemilih muda selama pemilu.

    Departemen Kehakiman menggugat TikTok dan perusahaan induknya di China tahun lalu. Departemen menuduh aplikasi tersebut mengumpulkan informasi dari anak-anak di bawah usia 13 tahun tanpa persetujuan orang tua mereka.

    Pemerintah AS juga menuduh TikTok sengaja mengizinkan anak-anak membuat akun TikTok standar, bukannya akun anak-anak. Akibatnya, jutaan anak-anak Amerika di bawah usia 13 tahun menggunakan aplikasi tersebut untuk berinteraksi dengan pengguna dewasa dan mengakses konten dewasa. TikTok membantah melakukan kesalahan apa pun.

  • Negosiasi Dagang AS-China di Madrid: Bahas TikTok, Tanah Jarang dan Fentanil

    Negosiasi Dagang AS-China di Madrid: Bahas TikTok, Tanah Jarang dan Fentanil

    Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Madrid pada hari Senin. Para pejabat berkata poin negosiasi antara lain adalah mineral tanah jarang, fentanil, serta larangan TikTok.

    Presiden Trump berkata negosiasi perdagangan dengan China di Spanyol telah berjalan sangat baik dan akan segera berakhir. Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan masalah Tiktok juga hampir selesai.  

    [Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:

    “Rekan-rekan China kita telah datang dengan permintaan yang sangat agresif. Kita lihat saja apakah kita bisa mencapainya. Saat ini kita tidak rela mengorbankan keamanan nasional demi aplikasi media sosial.”

    Presiden Trump menetapkan batas waktu 17 September bagi Bytedance untuk menjual platformnya kepada perusahaan Amerika. Trump direncanakan akan berbicara dengan pemimpin China Xi Jinping pada hari Jumat untuk menyelesaikannya, namun Bessent berkata meskipun kesepakatan TikTok tidak tercapai, hal itu tidak akan berpengaruh pada hubungan kedua negara.

    Selain TikTok, ada isu-isu lain yang belum terselesaikan, antara lain dukungan Beijing terhadap perang Rusia di Ukraina. Pekan lalu, Presiden Trump menulis surat pada sekutu NATO tentang pengenaan tarif hukuman terhadap China, sekutu nomor satu Rusia dalam perang tersebut.

    Ia berkata, “Saya siap menerapkan sanksi besar pada Rusia jika semua negara NATO telah sepakat…. dan ketika semua negara NATO berhenti membeli minyak dari Rusia.”

    “Juga, NATO, sebagai sebuah kelompok, mengenakan tarif 50% hingga 100% terhadap China.”

    “China punya kendali yang kuat, dan bahkan cengkeraman atas Rusia, dan tarif yang kuat ini akan mematahkan cengkeraman itu.”

    Dia mendesak anggota NATO untuk bersekutu dengan AS untuk menghentikan perang.

    Menurut Wall Street Journal, Xi mendesak Trump untuk mengunjungi China bulan Oktober. AS dilaporkan menginginkan pertemuan itu diadakan di Korea Selatan selama KTT Apex yang berlangsung akhir Oktober hingga awal November.

    AS juga terus menekan China untuk berhenti mempersenjatai kendalinya atas tanah jarang, dimana Beijing mengendalikan sekitar 70% produksi tanah jarang global.

  • Mentri Perdagangan A.S.: Kepemilikan TikTok Harus Beralih Ke A.S.

    Mentri Perdagangan A.S.: Kepemilikan TikTok Harus Beralih Ke A.S.

    Berikut perkembangan terbaru seputar polemik aplikasi TikTok milik China. Dalam wawancara dengan Fox News, Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan bahwa Presiden Trump menginginkan kepemilikan Tiktok dialihkan ke AS.

    [Howard Lutnick, Menteri Perdagangan AS] :

    “Presiden adalah penyuka TikTok, beliau telah mengatakannya berulang kali, sebab..Anda tahu, itu aplikasi yang ramah untuk kaum muda. Namun, kita tidak bisa membiarkan data ponsel 100 juta warga AS dimiliki China. Itu bukan hal baik. Jadi, kepemilikannya harus dialihkan ke Amerika, ke teknologi Amerika, algoritma Amerika.”

    Minggu lalu, Lutnick memperingatkan bahwa TikTok harus berhenti beroperasi di AS jika China tidak setuju menjualnya. Bulan lalu, Presiden Trump memperpanjang batas waktu penjualan TikTok hingga 17 September.