Site icon NTD Indonesia

11 Alasan Mengapa Lemak Perut Bertambah dan Apa yang Dapat Dilakukan

Minuman bersoda (Amanda Shepherd @Unsplash)

Minuman bersoda (Amanda Shepherd @Unsplash)

Perut adalah salah satu bagian tubuh yang paling terlihat ketika berat badan bertambah. Tanda yang menunjukkan naiknya berat badan adalah ketika jeans kita tidak muat lagi.

Ada beberapa penjelasan mengenai penyebab naiknya berat badan.

1. Makanan dan Minuman Manis

Kue, permen, yogurt, minuman kopi aneka rasa, soda, dan teh manis hanyalah beberapa makanan dan minuman manis yang sangat populer. Meskipun sulit untuk mengatakan “tidak” pada makanan yang menggoda ini, kemungkinan besar itu adalah penyebab perut Anda yang membesar.

Gula yang ditambahkan seperti sirup jagung fruktosa tinggi akan disimpan sebagai lemak. Pastikan untuk membaca label mengenai tambahan gula dan jika Anda sedang ingin yang manis, belilah sepotong buah segar sebagai gantinya.

2. Alkohol

Bila dikonsumsi dalam jumlah sedikit, alkohol dapat memberi manfaat menyehatkan seperti menurunkan risiko stroke dan penyakit jantung. Asupan alkohol yang tinggi, di sisi lain, dapat menyebabkan masalah kesehatan tetapi juga menimbun lemak perut.

Alkohol menekan pembakaran lemak, mengandung banyak gula, dan kelebihan kalori darinya disimpan sebagai lemak perut. Dari sinilah istilah “perut bir” berasal.

3. Lemak trans

Lemak trans adalah lemak tidak sehat yang biasanya ditambahkan ke makanan kemasan untuk memperpanjang umur simpannya. Selain dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan resistensi insulin, pola makan yang tinggi lemak trans dapat menyebabkan kelebihan lemak di perut. Jadi sebelum Anda mengambil sesuap muffin , coba pikirkan sekali lagi dan pikirkan tentang perut Anda.

4. Jarang Bergerak

Selama beberapa tahun terakhir, jumlah orang yang dalam hidupnya jarang bergerak kian meningkat. Sebagian dikarenakan popularitas ponsel cerdas, Smart TV, dan gadget lain yang akan membuat Anda berdiam diri di sofa selama berjam-jam.

Orang yang kurang aktif memiliki peluang lebih besar untuk mengalami obesitas perut yang parah dibandingkan mereka yang memiliki gaya hidup aktif. Jadi gunakan tangga di tempat kerja, parkir lebih jauh saat berbelanja, dan lacak langkah Anda agar lebih aktif setiap hari.

5. Diet Rendah Protein

Makanan sehat yang kaya protein harus ada dalam pola makan Anda jika Anda ingin mencegah penambahan berat badan karena meningkatkan metabolisme dan membuat Anda merasa kenyang untuk jangka waktu lama.

Diet rendah protein, bagaimanapun, dapat menyebabkan lemak perut Anda bertambah dalam periode waktu tertentu. Asupan protein yang rendah meningkatkan produksi neuropeptida Y (NPY) yang merupakan hormon yang dikenal dapat meningkatkan nafsu makan dan menambah lemak perut.

6. Bakteri Usus yang Salah

Ada jutaan bakteri yang hidup di usus kita, beberapa di antaranya memiliki manfaat kesehatan sementara yang lain menyebabkan masalah. Memiliki keseimbangan bakteri usus penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa salah satu penyebab kenaikan berat badan dan lemak perut adalah ketidakseimbangan bakteri usus. Firmicutes adalah jenis bakteri yang jumlahnya meningkat bila keseringan asupan makanan berkalori tinggi dan jumlah yang lebih besar ditemukan pada orang gemuk.

7. Stres dan Kortisol

Kortisol adalah hormon stres yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Hormon ini diperlukan untuk bertahan hidup. Bila diproduksi secara berlebihan, dapat menyebabkan penambahan berat badan, terutama di daerah perut.

Dan beberapa orang cenderung makan berlebihan ketika mereka berada dalam situasi stres, jadi ini adalah faktor lain yang berkontribusi.

8. Diet rendah serat

Serat penting agar metabolisme tetap sehat dan untuk mengontrol berat badan Anda. Pola makan yang tinggi serat larut akan menurunkan akumulasi lemak perut sementara pola makan yang rendah serat dan tinggi karbohidrat olahan berlaku sebaliknya. Serat juga membantu menyeimbangkan bakteri di usus Anda yang disebutkan pada item no 6 di atas. Serat memberi makan bakteri baik.

9. Genetika

Beberapa orang mengalami kenaikan berat badan karena kecenderungan genetik. Ini karena gen memainkan peran besar dalam kecenderungan tubuh kita untuk menyimpan lemak.

Kita dapat membuat pilihan gaya hidup yang menentukan bagaimana gen kita berekspresi seperti meminimalkan gula, berolahraga, bermeditasi untuk menghilangkan stres dan makan banyak makanan utuh (makanan yang berasal dari bahan pangan alami dan bukan makanan olahan).

10. Kurang Tidur

Kurang tidur dapat menyebabkan penambahan berat badan dan obesitas. Metabolisme Anda melambat saat Anda kurang tidur. Penyembuhan dan pemulihan terhambat dan orang-orang yang kurang tidur cenderung memilih camilan manis untuk meningkatkan energi agar bisa menjalani hari-hari. Masalah lain yang dapat memengaruhi tidur adalah sleep apnea.

Ini adalah gangguan tidur di mana jaringan lunak menghalangi jalan napas yang menyebabkan berhentinya pernapasan berulang kali. Sebuah penelitian menemukan bahwa pria dengan gangguan ini memiliki lebih banyak lemak perut daripada mereka yang tidak. Kunjungi klinik tidur untuk melihat apakah ini masalah bagi Anda.

11. Anda Melakukan Olahraga yang Salah

Jika Anda telah menghabiskan begitu banyak waktu di gym tetapi tampaknya tidak bisa menghilangkan lemak perut Anda, maka Anda mungkin melakukan olahraga yang salah.

Alih-alih melakukan kardio, latihan beban terlebih dahulu atau cobalah olahraga dengan intensitas tinggi. Otot yang meningkatkan metabolisme penting untuk dikembangkan demi menghilangkan lemak di area yang membandel seperti perut Anda.

Sekarang setelah Anda mengetahui beberapa alasan mengapa lemak perut bertambah, inilah saatnya untuk membuat beberapa perubahan gaya hidup. Memiliki pola makan yang sehat dan gaya hidup aktif adalah kunci untuk mencapai tubuh ideal dan kesehatan seumur hidup. (eva/epochtimes)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI