Tag: pandangan

  • PODCAST Baik atau Buruk, Siapa yang Tahu?

    PODCAST Baik atau Buruk, Siapa yang Tahu?

    Ada seorang raja yang suka berburu ke hutan. Setiap kali, dia akan berburu sambil ditemani oleh penasehatnya.

    PODCAST

    Suatu hari ketika sedang berburu, jarinya terluka, jadi dia kembali ke istana untuk merawat lukanya.

    Kemudian dia bertanya pada penasehatnya:

    “Penasehat, jari saya terluka, ini pertanda baik atau buruk?”

    Penasehatnya menjawab: 

    “Baik atau buruk, siapa yang tahu?”

    Raja merasa bingung atas jawaban itu, namun dia tidak bertanya lagi.

    Beberapa hari kemudian, luka di jarinya semakin parah, dan jarinya terpaksa harus diamputasi.

    Raja bertanya pada penasehatnya:

    “Penasehat, bagaimana ini, saya kehilangan jari saya, apakah ini pertanda baik atau buruk?”

    Penasehatnya kembali menjawab: 

    “Baik atau buruk siapa yang tahu?”

    Raja menjadi kesal, dan menjebloskan penasehat itu ke penjara.

    Raja berkata:

    “Saya tahu, hilangnya jari saya adalah pertanda buruk untukmu, kini kamu berada di penjara.”

    Namun lagi-lagi si penasehat berkata: 

    “Baik atau buruk, siapa yang tahu?”

    Raja berkata lagi: 

    “Apakah topi kerajaan yang biasa kamu kenakan itu terlalu berat? Sepertinya ada masalah dengan kepalamu? Sudahlah, nikmati saja waktumu di penjara!”

    Dan rajapun pergi.

    Keesokan harinya raja kembali berburu ke hutan, Dan kali ini dia berburu sendirian.

    Malang, di dalam hutan dia ditangkap oleh sekelompok orang dari suku pedalaman.

    Ternyata hari itu adalah hari perayaan besar bagi suku tersebut, dan mereka akan melakukan persembahan nyawa.

    Mereka mengikat sang raja di sebuah pohon.

    Tepat ketika raja akan dikorbankan, tiba-tiba kepala suku berteriak:

    “Hei,, hentikan! Orang ini tidak sempurna, jarinya hanya sembilan, kita tidak bisa mengorbankannya.”

    Dan kemudian, raja dilepaskan.

    Setelah tiba di kerajaan, raja menemui penasehatnya di penjara dan meminta maaf karena telah memenjarakannya. 

    Raja menceritakan semua kejadian yang dia alami, dan bersyukur telah kehilangan satu jarinya, karena hal itulah yang telah menyelamatkan nyawanya.

    Raja berkata: 

    “Maafkan saya penasehat, dengan memenjarakanmu, saya telah membuatmu mengalami hal buruk.”

    Namun lagi-lagi si penasehat menjawab: 

    “Baik atau buruk, siapa yang tahu? Jika saya tidak dipenjarakan, pasti saya akan ikut raja berburu.”

    Lalu sambil tersenyum, ia mengangkat kedua tangannya, dan menunjukkan bahwa dia memiliki 10 jari yang lengkap.

    Jangan mengeluh ketika mengalami hal yang tidak menyenangkan, jangan terlena ketika mengalami hal menyenangkan, karena baik atau buruk, siapa yang tahu?

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • PODCAST Sekantung Koin Emas

    PODCAST Sekantung Koin Emas

    Alkisah hiduplah seorang saudagar kaya. Kekayaannya sangat melimpah, namun sayang ia mendapatkan semua kekayaannya itu dengan kecurangan dan penipuan.

    PODCAST

    Suatu hari, dia kehilangan sekantung koin emas, ada 50 keping koin emas di dalamnya.

    Dia sangat sedih dan memerintahkan semua pegawainya untuk mencari kantung koin emasnya yang hilang tersebut.

    Setelah mencari kesana kemari, tidak seorangpun berhasil menemukan kantung koin emas tersebut.

     Si saudagar merasa sedih sekaligus kesal.

    Beberapa hari kemudian, ada seorang gadis kecil yang menemukan sekantung koin emas, dia kemudian menyerahkan kantung koin emas tersebut kepada Ayahnya, yang adalah seorang petani di sana.

    Merekapun berinisiatif mengembalikan koin emas tersebut ke si saudagar kaya.

    Namun karena si saudagar kaya adalah orang yang licik, dia berpikir untuk memanfaatkan situasi dan memperoleh keuntungan lebih banyak.

    Dia berkata: “Seharusnya koin emas saya ada 75 keping, mana 25 keping yang lainnya?”

    Si petani menjawab: “Yang ditemukan oleh putri saya hanya kantung berisi 50 koin emas, tidak ada 75 keping koin emas.”

    “Kalian pasti berbohong, kalian sudah mengambil 25 koin emas yang lain, cepat kembalikan!”

    Akhirnya mereka membawa masalah tersebut ke pengadilan.

    Di pengadilan si saudagar berkata: “Yang mulia, saya memiliki satu buah kantung berisi 75 keping koin emas, dan kemudian hilang, orang ini berkata bahwa putrinya telah menemukan kantung koin emas saya, namun hanya mengembalikan 50 keping saja, dia telah mencuri 25 keping lainnya.”

    Si petani berkata: “Tidak yang mulia, putri saya memang menemukan sebuah kantung yang hanya berisi 50 keping koin emas saja. Kami tidak mengambil satu kepingpun dari situ.”

    Hakim mendengar keterangan dari kedua belah pihak, dia juga bertanya dengan seksama kepada si gadis kecil.

    Akhirnya hakim berkata pada si saudagar: “Saudagar, apa benar kantung koin emas milikmu yang hilang, berisi 75 keping?”

    Si saudagar menjawab: “Ya benar yang mulia, ada persis 75 keping koin emas.”

    Lalu hakim bertanya kepada si petani: “Petani, apa benar putrimu menemukan sebuah kantung yang hanya berisi 50 keping koin emas?”

    Petani menjawab: “Benar yang mulia, hanya ada 50 keping koin emas di kantung tersebut, dan kami tidak mengambil satu kepingpun.”

    “Baiklah, jika demikian, artinya kantung emas yang ditemukan oleh putri si petani adalah bukan milik si saudagar, dan karena tidak ada yang melapor telah kehilangan 50 koin emas, maka saya putuskan kantung emas itu menjadi milik si petani.” 

    Kejujuran akan mendapatkan balasan baik, kebohongan akan mendapatkan balasan buruk.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • PODCAST Percakapan Antara Seorang Nelayan dan Konsultan Bisnis

    PODCAST Percakapan Antara Seorang Nelayan dan Konsultan Bisnis

    Di sebuah pantai, ada seorang nelayan sedang menangkap ikan. Setelah menangkap beberapa ekor saja, dia langsung berkemas.

    PODCAST

    Saat itu, hari masih siang namun dia sudah berkemas dan bersiap pulang. Seorang konsultan bisnis melihatnya, dan dia berkata:

    “Hei nelayan, masih siang, mengapa kamu sudah berhenti menangkap ikan?”

    Si nelayan menjawab: 

    “Oh, jumlah ikan yang saya tangkap ini, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saya.”

    Sambil tertawa si konsultan berkata: “Tapi kenapa kamu tidak menghabiskan waktu lebih lama untuk menangkap ikan? Sejak pukul berapa kamu menangkap ikan, dan memangnya apa yang akan kamu lakukan setelah ini?”

    “Saya mulai menangkap ikan sejak hari mulai siang, dan saya hanya menangkap ikan sebentar saja, sampai saya merasa cukup saja. Setelah itu saya akan pulang, melakukan segala hobi dan hal-hal yang saya suka, lalu kemudian saya tidur larut malam.”

    Sambil tertawa si konsultan berkata:

    “Wah, wah kamu beruntung bertemu saya hari ini, saya adalah konsultan bisnis handal, saya bisa membantumu menjadi pengusaha sukses.”

    “Oh ya? Bagaimana caranya?”

    “Dengarkan saya, mulai besok kamu harus menggunakan waktu lebih banyak untuk menangkap ikan, agar memperoleh lebih banyak ikan.” 

    “Lalu?”

    “Lalu, kamu jual semua ikan itu, dan kamu akan mendapat lebih banyak uang.”

    “Setelah saya mendapat lebih banyak uang, lalu apa?”

    “Setelah itu, kamu bisa membeli perahu yang besar, dan bahkan bisa menangkap lebih banyak ikan lagi.”

    “Setelah memiliki kapal yang besar, dan menangkap lebih banyak ikan, lalu apa?”

    “Lalu kamu bisa mendapatkan lebih banyak uang, dan membeli lebih banyak lagi kapal lain, dan kamu akan menjadi kaya raya.”

    “Setelah itu, lalu apa?”

    “Nah, ini bagian terbaiknya, setelah itu, kamu bisa pensiun, melakukan segala hobi dan hal-hal yang kamu suka, lalu kemudian tidur larut malam, dengan bebas.”

    “Lho? Bukankah itu yang saya lakukan setiap hari saat ini?” 

    Tidak ada yang salah dengan bekerja keras dan berupaya mengejar mimpi, namun jangan sampai karena kita terlalu sibuk mengejar hal tersebut, akhirnya malah lupa untuk menjalani kehidupan sendiri dengan bahagia.

    Ada sebuah ungkapan dalam bahasa Inggris: “Yesterday is history, tomorrow is mystery, but today is a gift, that’s why it’s called present.”

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • PODCAST Lamaran Kerja Seorang Bocah Kecil

    PODCAST Lamaran Kerja Seorang Bocah Kecil

    Di sebuah toko, seorang bocah kecil menggeser sebuah kotak kayu, kemudian dia naik ke atasnya, dan menggunakan telepon umum.

    PODCAST

    Dia mulai menelepon kemudian berkata:

    “Maaf nyonya, saya sedang mencari pekerjaan, boleh saya bekerja menjadi pelayan di rumah Anda?” 

    Suara di ujung lain telepon menjawab: 

    “Oh, maaf, sudah ada orang yang membantu saya melayani di rumah.”

    Bocah itu berkata lagi: 

    “Tapi nyonya, saya bersedia dibayar lebih murah daripada pekerja nyonya yang sekarang.”

    Suara di telepon menjawab: 

    “Tidak nak, saya rasa, saya sudah membayar jumlah yang layak kepada pekerja saya yang sekarang, hasil pekerjaannya sesuai dengan jumlah yang saya bayar.”

    Bocah itu berkata: 

    “Tapi, saya pelayan yang sangat rapih nyonya! Nyonya pasti puas dengan hasil pekerjaan saya.”

    Suara di telepon menjawab: 

    “Tidak nak, terima kasih, saya sudah puas dengan hasil pekerjaan dari pekerja saya yang sekarang.”

    Bocah itu kemudian berkata: 

    “Baiklah nyonya, terima kasih atas waktunya.”

    Dan kemudian dia menutup teleponnya.

    Si pemilik toko mendengar percakapan bocah tadi di telepon, dia berkata kepada bocah tersebut: 

    “Nak, kamu tampak sangat baik dan sangat bersemangat, bagaimana kalau kamu bekerja di toko saya saja?”

    Bocah itu menjawab: 

    “Tidak tuan, terima kasih, saya sudah punya pekerjaan. Sebetulnya, sayalah yang bekerja menjadi pelayan di rumah nyonya tadi, saya hanya ingin mengetahui hasil pekerjaan saya saja.”

    Jangan pernah terlena dan puas dengan hasil pekerjaan kita saat ini, selalu ada aspek yang bisa dan harus ditingkatkan.

    Karena itu jangan pernah berhenti belajar untuk menemukan kekurangan dalam diri sendiri, dan kemudian memperbaikinya.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • PODCAST Solusi untuk Campuran Minuman yang Salah

    PODCAST Solusi untuk Campuran Minuman yang Salah

    Hari itu adalah hari pertama saya membuat minuman lemon. Saya pergi ke dapur dan mulai membuatnya.

    PODCAST

    Saya bingung dan tidak tahu berapa banyak perasan jeruk lemon yang harus saya gunakan untuk membuat satu gelas minuman lemon.

    Jadi saya memasukkan air perasan jeruk lemon yang cukup banyak ke dalam satu gelas air.

    Ternyata rasanya asam sekali.

    Saat itu Ibu masuk ke dapur dan bertanya apa yang sedang saya lakukan.

    Saya menceritakan semuanya, lalu Ibu berkata:

    “Hahh,,aduh nak, nak,,, kamu menggunakan air perasan dari lima butir jeruk lemon? Itu terlalu banyak, kamu hanya memerlukan satu butir jeruk lemon untuk satu gelas minuman lemon.”

    Saya terkejut dan bingung, dan rasanya tidak mungkin saya bisa mengeluarkan 4 bagian air perasan jeruk lemon dari dalam gelas ini.

    Ibu melihat saya kebingungan, dan kemudian berkata:

    “Kenapa kamu bingung? Sudah tambahkan saja air yang banyak dan buatlah menjadi 5 gelas minuman lemon, dengan begitu rasa asam di masing-masing gelas akan berkurang, dan masing-masing akan mendapatkan rasa asam yang tepat.”

    Saya merasa lega dan kemudian melakukan apa yang dikatakan Ibu.

    Seringkali, hal yang sama terjadi dalam hidup kita, kita pernah melakukan kesalahan dan mungkin kesalahan itu sudah tidak bisa diperbaiki lagi.

    Jadi apa yang bisa kita lakukan? 

    Satu-satunya cara, adalah dengan melakukan lebih banyak kebaikan lagi, untuk menebus kesalahan tersebut.

    Tidak ada manusia yang sempurna, dan siapa saja bisa melakukan kesalahan.

    Mungkin ada beberapa kesalahan yang sudah tidak bisa kita perbaiki, daripada menghabiskan waktu menyesali kesalahan tersebut, akan lebih baik jika kita membuat lebih banyak kebaikan lagi, untuk menebus kesalahan tersebut.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • PODCAST Kepedulian Seorang Sahabat

    PODCAST Kepedulian Seorang Sahabat

    Ada sekelompok tentara yang sedang berada dalam peperangan. Di antara para tentara itu, ada 2 orang tentara yang bersahabat.

    PODCAST

    Suatu kali, pasukan mereka terdesak, dan mereka harus segera mundur. Akhirnya mereka berhasil mencapai titik aman.

    Tiba-tiba seorang tentara menyadari, bahwa sahabatnya tertinggal.

    Dia meminta ijin kepada kaptennya untuk kembali dan menjemput sahabatnya.

    Kapten berkata: “Percuma saja, sangat mungkin dia sudah meninggal. Jangan pergi! Saya tidak ingin kehilangan anak buah lebih banyak lagi!”

    Namun tentara ini tetap bersikeras, dan akhirnya kaptennya mengijinkannya.

    Tentara inipun kembali ke garis depan.

    Beberapa waktu kemudian, dia kembali sambil membopong jasad sahabatnya yang telah tewas tertembak.

    Kapten berkata: “Hahh,, benar kan yang saya katakan. Kita semua sedih kehilangan rekan satu tim, namun apa yang kamu lakukan tadi sia-sia, dan kamu bisa membahayakan nyawamu.”

    Tentara itu berkata: “Dengan segala hormat kapten, yang saya lakukan tadi tidak sia-sia, saat saya tiba, dia masih hidup, sambil tersenyum dia berkata: ‘Saya tahu kamu akan datang sahabatku,’ lalu kemudian dia menutup matanya. Lihatlah kapten, masih ada senyum di wajahnya.”

    Ungkapan kuno mengatakan bahwa sahabat sejati lebih berharga daripada emas murni, jika Anda memiliki seorang sahabat sejati, hargailah dan bersyukurlah, karena Anda adalah salah satu orang yang sangat beruntung.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • PODCAST Bagaimana Anda Ingin Dikenang?

    PODCAST Bagaimana Anda Ingin Dikenang?

    Suatu hari, seorang pria membaca sebuah surat kabar. Ia terkejut membaca satu judul yang menakutkan. Surat kabar itu memuat berita mengenai kematiannya.

    PODCAST

    Setelah ia membaca dengan seksama, ia menyadari bahwa ini pasti adalah kesalahan pemberitaan. Namun kata-kata di berita tersebut telah membuatnya merenung. 

    Berita kematian itu berbunyi, “Si Raja dinamit, yang telah menjadi kaya berkat temuannya yang dapat membunuh orang lebih cepat dari sebelumnya, telah meninggal”

    Ia memang adalah penemu dinamit, namun seperti itukah ia akan dikenang? 

    Setelah berpikir begitu lama, ia memutuskan bahwa ia tidak ingin dikenang seperti itu.

    Sejak hari itu, dia terus bekerja untuk mempromosikan kedamaian dan hal-hal kemanusiaan. Ia pun menyiapkan surat wasiat yang akan memberikan hampir seluruh harta kekayaannya pada yayasan, yang akan menghargai orang-orang dengan pencapaian luar biasa di seluruh dunia. 

    Anda tahu siapa dia? Ya, ia adalah Alfred Nobel.

    Kini namanya dikenang sebagai nama sebuah penghargaan, yaitu penghargaan Nobel. Berita kematiannya yang salah, ternyata adalah berita kematian dari saudaranya sendiri, Ludvig Nobel. 

    Tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah dan memulai kembali. 

    Kita tidak bisa kembali ke masa lalu untuk membuat sebuah awal yang baru. Namun kita bisa berubah dari sekarang, untuk membuat sebuah akhir yang baru.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • PODCAST Suami Istri yang Selalu Bertengkar

    PODCAST Suami Istri yang Selalu Bertengkar

    Ada sepasang suami istri, yang selalu bertengkar. Hari-hari mereka selalu dipenuhi dengan pertengkaran.

    PODCAST

    Tepat di sebelah rumah mereka, hidup sepasang suami istri lain.

    Kehidupan mereka sangat damai.

    Kadang-kadang memang terdengar suara mereka berargumen, tetapi tidak pernah lama. Yang sering terdengar adalah suara obrolan riang dan tawa yang ceria. 

    Suami istri yang suka bertengkar ini merasa iri sekaligus heran, mengapa tetangga mereka itu selalu hidup rukun.

    Suatu hari si istri berkata suaminya:

    “Hei, lihat tetangga kita itu, mereka tidak pernah bertengkar, pergilah ke sana, coba intip, lihat mengapa mereka bisa hidup begitu damai.”

    Si suami kemudian pergi ke rumah tetangganya.

    Dari jendela, dia melihat, sang istri di rumah itu sedang mengepel lantai, tiba-tiba dia berlari keluar dapur, dan berteriak.

    Tampaknya suara teriakannya terdengar oleh suaminya.

    Si suami berlari ke arah sumber teriakan, dan tanpa sengaja menendang ember di lantai.

    Air di dalam ember itu tumpah semua.

    Suami dari tetangga sebelah yang melihat pemandangan ini, merasa senang.

    Ia merasa yakin sebentar lagi istri tetangganya itu akan mengamuk melihat tumpahan air dari ember.

    Ia sendiri, mungkin akan membalas istrinya dengan perkataan ‘salahmu sendiri menaruh ember sembarangan! Memangnya kakiku punya mata!’

    Namun alangkah terkejutnya ia saat melihat istri tetangganya itu, menepuk suaminya dari belakang, dan berkata,

    “Aduh Abang! Maaf ya bikin kamu menendang ember itu! Saya menaruhnya sembarangan tadi karena saya melihat kecoak! Saya buru-buru kabur!” 

    Suaminya kemudian berkata,

    “Aduh Dik! Maafkan saya. Pekerjaanmu jadi bertambah. Saya tidak hati-hati. Biarkan saya membersihkan semua genangan air ini!” 

    Setelah melihat semua itu, si suami yang selalu bertengkar dengan istrinya ini pun pulang.

    Ia termenung sendirian, memikirkan betapa berbedanya dirinya dengan sikap tetangganya itu terhadap satu sama lain. 

    Istrinya melihat suaminya lalu berkata,

    “Jadi? Kamu sudah ke sebelah? Apa yang kamu lihat?” 

    Sang suami menjawab,

    “Tidak, saya tidak melihat apa-apa, mereka ternyata sedang pergi keluar.” 

    Namun sejak itu, sang suami berusaha merubah dirinya agar menjadi tidak egois lagi, dan selalu memikirkan istrinya terlebih dahulu.

    Sebelum menyalahkan istrinya, ia selalu meminta maaf terlebih dahulu. Istrinya yang selalu bertengkar dengannya, tiba-tiba berubah menjadi penyayang, baik hati, dan tidak egois.

    Ia pun mengerti, kunci dari hidup yang damai adalah dengan mencari ke dalam, bukan keluar. 

    Anda tidak akan bisa merubah orang lain. Yang bisa Anda lakukan hanyalah merubah diri sendiri.

    Dengan merubah diri sendiri, niscaya orang-orang di sekeliling Anda juga akan berubah. 

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • PODCAST Tidak Ada Perbuatan Baik yang Sia-Sia

    PODCAST Tidak Ada Perbuatan Baik yang Sia-Sia

    Suatu pagi saya pergi ke danau untuk berjalan-jalan. Saat sedang berjalan di sekitar danau.

    PODCAST

    Saya melihat ada seorang nenek tua yang sedang menyikat tempurung seekor kura-kura.

    Saya merasa tertarik, dan menghampirinya.

    “Nenek, apa yang sedang nenek lakukan?”

    Nenek menjawab:

    “Oh ini, saya sedang membersihkan lumut yang tumbuh di tempurung kura-kura ini. Saya suka kura-kura dan saya ingin melakukan sesuatu untuk membantu mereka.”

    Saya berkata lagi: “Oh, sudah berapa ekor kura-kura yang nenek sudah bantu bersihkan tempurungnya.”

    “Dari pagi saya baru membersihkan 2 tempurung kura-kura saja, kura-kura di tangan saya ini adalah yang ketiga, saya baru saja mulai membersihkannya.”

    Dengan sedikit tertawa, saya berkata:

    “Tapi nek, di danau ini, entah ada berapa banyak kura-kura, dan berapa banyak yang bisa nenek bantu bersihkan tempurungnya? Apa artinya hanya membersihkan batok beberapa ekor kura-kura saja?”

    Nenek menjawab lagi:

    “Saya tidak tahu ada berapa ekor kura-kura di danau ini, tapi saya yakin, kura-kura yang sedang saya bersihkan ini, jika saja dia bisa berbicara, dia pasti akan berterima kasih.”

    Tidak pernah ada kebaikan yang sia-sia, kebaikan yang kita lakukan mungkin tidak bisa mengubah dunia, namun pasti akan mengubah satu kehidupan, dari satu makhluk yang kita tolong.

    Jangan pernah ragu untuk melakukan kebaikan walau sekecil apapun, kapanpun, dan dimanapun.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • PODCAST Siapa yang Perlu Dididik?

    PODCAST Siapa yang Perlu Dididik?

    Ada sebuah kuil di atas gunung. Di sana hiduplah seorang guru bijak yang terkenal. Dia memiliki banyak murid yang juga tinggal di sana.

    PODCAST

    Suatu hari, ada seorang murid kedapatan telah mencuri uang milik murid yang lain. Saat dibawa ke hadapan sang guru bijak untuk diadili,  guru bijak hanya berkata: “Lepaskanlah dia!”

    Murid itu pun dilepaskan. 

    Beberapa waktu kemudian, murid yang sama tadi kedapatan mencuri lagi,  dan dia kembali dibawa ke hadapan sang guru bijak untuk diadili.

    Namun, lagi-lagi sang guru bijak mengatakan untuk melepaskannya.

    Beberapa waktu kemudian, murid tadi sekali lagi kedapatan telah mencuri.

    Kali ini murid-murid lain semua marah, dan mengancam bahwa jika si pencuri itu tidak dihukum, maka mereka semua akan pergi meninggalkan kuil.

    Namun sang guru bijak berkata:

    “Kalian semua tahu bagaimana membedakan benar dan salah, tidak masalah jika kalian pergi dari sini dan menjalani kehidupan ataupun pergi ke kuil lain, saya bisa melepas kalian semua dengan tenang.

    Namun saudara kalian yang satu ini, dia tidak bisa membedakan benar dan salah. Bagaimana bisa saya menyuruhnya pergi? Saya akan mendidiknya sampai dia benar-benar bisa membedakan benar dan salah.”

    Mendengar kata-kata sang guru bijak, murid yang mencuri itu menangis, hatinya begitu tersentuh, dan dia berjanji, bahwa dia tidak akan mencuri lagi.

    Dan seterusnya di masa depan, satu murid itu, tidak pernah mencuri lagi. 

    Pelajaran yang menyentuh hati, akan bisa mengubah seseorang dan membekas seumur hidup.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu