Tag: temu

  • Temu Kena Denda Eropa $232 Juta Karena Jual Produk Ilegal

    Temu Kena Denda Eropa $232 Juta Karena Jual Produk Ilegal

    Peritel besar asal China, Temu, dijatuhi denda lebih dari $230 juta. Badan e-commerce Eropa memperingatkan adanya potensi penalti tambahan. Juru bicara Komisi Eropa, Thomas Regnier, menyatakan bahwa meski Temu menjangkau 130 juta konsumen di Uni Eropa, perusahaan gagal memitigasi risiko penjualan produk ilegal di platformnya, seperti mainan anak berbahaya, perangkat elektronik tanpa label resmi, serta pakaian dan perhiasan yang mengandung bahan kimia berbahaya.

    Denda tersebut dijatuhkan setelah investigasi selama hampir dua tahun dibawah Undang-Undang Layanan Digital Uni Eropa, yang mewajibkan para peritel daring bertindak tegas terhadap konten ilegal dan berbahaya. Komisi Eropa menilai Temu lalai mengevaluasi risiko peredaran produk ilegal yang dijual di platformnya.

    Regulator berkata Temu lalai membatasi sistem rekomendasi dan promosi produk yang justru meningkatkan paparan terhadap produk-produk ilegal. Temu diberi tenggat hingga 28 Agustus untuk menyerahkan rencana pembenahan.

    Temu menyatakan keberatan dan menilai denda itu tidak proporsional. Temu berargumen bahwa keputusan tersebut bias karena didasarkan pada penilaian tahun 2024, dan tidak mencerminkan berbagai perbaikan yang telah dilakukan perusahaan setelahnya.

    Sejak memasuki pasar AS pada 2022, popularitas Temu melonjak berkat siasat banting harga dan iklan digital yang agresif. Model bisnisnya mengandalkan pengiriman barang langsung dari pemasok China kepada konsumen AS.

    Riset pasar memperkirakan Temu memiliki lebih dari 133 juta pengguna aktif bulanan di AS dan lebih dari 416 juta pengguna global. Temu juga menguasai 11 hingga 17% pangsa pasar ritel diskon di AS, menjadikannya platform belanja murah terbesar ketiga di negara tersebut setelah Dollar General dan Dollar Tree.

    Namun pada 2025, bisnis Temu di AS terpukul signifikan setelah AS menghapus pembebasan bea masuk untuk barang di bawah $800. Setelahnya, Temu mengubah strategi dengan merekrut lebih banyak pedagang lokal di AS yang memiliki gudang dan inventaris sendiri.

    Bersamaan itu, Temu mengalihkan fokus utamanya ke Eropa, yang kini telah menggeser Amerika Utara sebagai sumber pendapatan terbesar mereka. Di Uni Eropa sendiri, Temu mencatat sekitar 141,6 juta pengguna aktif setiap bulannya.

  • Anggota Parlemen Uni Eropa Kunjungi China: Bahas Impor Murah China

    Anggota Parlemen Uni Eropa Kunjungi China: Bahas Impor Murah China

    Di tengah meningkatnya ketegangan AS dan Eropa, sekelompok anggota parlemen Uni Eropa sedang mengunjungi China. Ini adalah kunjungan pertama dalam delapan tahun, menandai keterlibatan yang diperbarui antara Beijing dan Brussel.

    Hubungan telah tegang akibat defisit perdagangan Uni Eropa lebih dari 300 miliar dolar dengan China, dan dukungan Beijing untuk Rusia dalam perang Ukraina. Hubungan juga melemah oleh pembatasan ekspor logam tanah jarang oleh China.

    Tahun lalu, China mencabut sanksi terhadap beberapa anggota Parlemen Eropa, demi membangun kembali hubungan Eropa di tengah tekanan tarif AS. Delegasi Uni Eropa yang mengunjungi China mengawasi pasar dan perlindungan konsumen Uni Eropa. Salah satu prioritas utamanya adalah mengatasi lonjakan impor murah dari China. Bisnis Eropa berkata ini adalah persaingan tidak sehat karena paket-paket kecil ini tidak dikenakan tarif. Lebih dari 4 miliar paket kecil memasuki pasar Uni Eropa pada 2024 dengan lebih dari 90% di antaranya berasal dari China.

    Banyak dari paket-paket ini memasuki Uni Eropa melalui raksasa e-commerce China seperti Shein dan Temu.

    Pekan lalu, Uni Eropa sepakat untuk merombak sistem bea cukainya dengan platform e-commerce China menghadapi denda jika menjual produk ilegal atau tidak aman ke pasar Uni Eropa.

    Di hari yang sama, anggota parlemen Uni Eropa lainnya bertemu Presiden Taiwan Lai Ching-te di Taipei. Delegasi dipimpin oleh ketua Komite Keamanan dan Pertahanan Parlemen Eropa. Lai berterima kasih pada Parlemen Eropa atas dukungannya pada Taiwan.

  • Rekor $1T Surplus Perdagangan China oleh Pasar Non-AS

    Rekor $1T Surplus Perdagangan China oleh Pasar Non-AS

    Untuk pertama kalinya dalam sejarah, surplus perdagangan China mencapai 1 triliun dolar karena negara itu mengalihkan pengiriman ke pasar non-AS. Bulan November, ekspor ke negara-negara Eropa, Australia, dan Asia Tenggara melonjak, sementara pengiriman ke AS turun tajam. Para ekonom berkata tarif tinggi Washington terus membebani margin keuntungan eksportir China, hingga mereka meningkatkan upaya untuk mendiversifikasi pasar ekspornya sejak Trump kembali menjabat. China telah mengupayakan hubungan perdagangan lebih erat dengan Asia Tenggara dan Uni Eropa.

    Data bea cukai menunjukkan pada Senin bahwa ekspor China tumbuh 5,9% tahun ke tahun. Data itu menunjukkan pengiriman China ke AS turun 29% pada November dibandingkan tahun sebelumnya, walau AS-China telah sepakat saling mengurangi sebagian tarif mereka.

    Ekspor ke Uni Eropa tumbuh 14,8% per tahun bulan lalu, sementara pengiriman ke Australia melonjak lebih dari sepertiganya.

    Seiring ekspor China mencapai rekor 1 triliun dolar, negara-negara Eropa menyuarakan kekhawatiran atas kesenjangan perdagangan yang semakin besar.

    Ekspor naik lebih dari 5% tahun ini, mencapai sekitar 3,4 triliun dolar. Para pemimpin Eropa berkata ketidakseimbangan ini makin sulit untuk diabaikan. Pada hari Minggu, Presiden Prancis Macron memperingatkan bahwa Eropa dapat mengenakan tarif yang lebih tinggi pada impor China seperti AS.

    Ia mengatakan Eropa kehilangan momentum di bidang-bidang seperti mobil, teknologi, dan barang-barang mewah. Menurut Wall Street Journal, China kini menyumbang sekitar 15% dari ekspor global, yaitu hampir sepertiga dari semua barang yang dikirim ke seluruh dunia berdasarkan volume.

    Dengan kata lain, untuk setiap kontainer yang datang dari Eropa, empat kontainer meninggalkan China. Sementara itu, China memperluas ekspornya ke luar pasar Barat, mengirim lebih banyak barang ke Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Latin. Di enam negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, ekspor China telah melonjak lebih dari 20% dibandingkan tahun lalu, menurut Financial Times.

    Para ekonom mengatakan sebagian lonjakan tersebut berasal dari dumping, di mana Beijing membanjiri pasar luar negeri dengan barang-barang yang lebih murah dan mengekang produsen lokal. Hal itu kini mendorong aturan impor yang lebih ketat dan diskusi tarif di seluruh negara Asia dan Eropa.

  • Perusahaan Induk Temu Hadapi Tantangan di Dalam & Luar China

    Perusahaan Induk Temu Hadapi Tantangan di Dalam & Luar China

    Raksasa e-commerce China, PDD Holdings, perusahaan induk Temu, menghadapi berbagai tantangan baik di dalam maupun di luar China. Di dalam negeri, Temu menghadapi persaingan ketat dengan Shein dan Alibaba di tengah kemerosotan ekonomi China. Sementara di luar negeri, Temu berjuang setelah AS menutup celah pajak, saat Eropa juga bersiap melakukan hal yang sama.

    Di China, Temu mengalami penurunan konsumen. Data ekonomi Jumat lalu menunjukkan perlambatan yang berkelanjutan. Hal ini menekan semua peritel daring utama China, sementara pesaing seperti Alibaba meningkatkan layanan seperti pengiriman yang cepat.

    Sementara, Temu telah bersaing dengan Shein di luar negeri sejak Washington mengakhiri pengecualian pajak. Aturan itu memungkinkan peritel China mengirim paket kecil ke pelanggan AS bebas pajak. Sejak celah tersebut ditutup awal tahun ini, pendapatan Temu menurun tajam dengan jumlah pengguna aktif bulanan turun hingga 46%.

    Sebagai kompensasi, Temu berusaha memompa lebih banyak barang murah ke Eropa. Namun, Uni Eropa juga sedang berupaya menghapuskan pembebasan pajak untuk paket berbiaya rendah, dan ingin menerapkannya dua tahun lebih awal dari rencana.

    Para menteri keuangan setiap anggota Uni Eropa telah setuju, dan aturan mungkin akan berlaku paling cepat tahun 2026.

  • Peritel Prancis Tolak Keras Pembukaan Toko Pertama Shein

    Peritel Prancis Tolak Keras Pembukaan Toko Pertama Shein

    Raksasa fesyen cepat China, Shein, berencana membuka toko pertamanya di Prancis pada November ini, tetapi para peritel Prancis menolak keras. Mereka berkata pakaian Shein yang super murah buatan China dikirim langsung ke pelanggan, merugikan bisnis lokal dan membanjiri pasar dengan fesyen sekali pakai.

    Bahkan Galleries Lafayette, yang mitra waralabanya menjadi tuan rumah toko Shein, mengatakan pihaknya menentang rencana itu. Shein menjaga harga tetap rendah dengan mengirimkan paket-paket kecil dari China yang tidak perlu membayar bea cukai.

    Pemotongan pajak yang direncanakan Uni Eropa akan segera berakhir. Aturan Uni Eropa saat ini membebaskan bea masuk untuk pengiriman di bawah $176. Anggota parlemen Prancis juga sedang menyusun aturan baru yang dapat menghentikan Shein beriklan di Prancis. Para kritikus khawatir bahwa setelah toko Shein dibuka, toko-toko lokal akan semakin kesulitan bersaing.

  • Shein Didenda Badan Antipakat Prancis Atas Kasus Penipuan

    Shein Didenda Badan Antipakat Prancis Atas Kasus Penipuan

    Sebuah pukulan besar menimpa raksasa ritel China. Prancis mengenakan denda kepada ritel daring Shein senilai puluhan juta dolar atas penipuan. Simak berikut.

    Badan antipakat Prancis mengumumkan telah mendenda ritel pakaian asal China, Shein, sebesar 47 juta dolar. Pihak berwenang Prancis menuduh Shein melakukan penipuan. Infinite Style E-commerce, yang menangani merk Shein, telah menerima denda tersebut.

    Menurut badan antipakat, Infinite Style E-commerce telah menyesatkan pelanggan mengenai diskon. Pemeriksaan dilakukan pada 2022-2023 terhadap ribuan produk di situs Shein dan ditemukan bahwa 57% dari diskon yang diiklankan tidak menawarkan harga lebih rendah.

  • Tarif Ekspor Vietnam ke AS Turun Dari 46 Persen Ke 20 Persen

    Tarif Ekspor Vietnam ke AS Turun Dari 46 Persen Ke 20 Persen

    Terobosan perdagangan di Asia Tenggara. Presiden Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan baru dengan Vietnam. Hari Rabu, kedua negara bersepakat untuk memangkas tarif.

    Barang-barang Vietnam ke AS sekarang akan dikenakan tarif sebesar 20%, turun dari 46%. Sementara Vietnam akan menghapus tarif ekspor AS seluruhnya, hingga produk AS bisa masuk Vietnam bebas bea. Pada saat yang sama, Trump juga mengeluarkan peringatan. Jika barang-barang dari negara ketiga seperti China dikirim melalui Vietnam untuk menghindari tarif AS, mereka akan dikenakan tarif 40%. Ini menyasar apa yang disebut para ahli sebagai taktik pintu belakang, yang umum digunakan untuk menghindari tarif AS. China menanggapi pada hari Kamis, berkata mereka menentang kesepakatan dagang apapun yang mengorbankan kepentingannya. Beberapa perusahaan AS dapat diuntungkan dari kesepakatan baru AS-Vietnam ini. Berikut selengkapnya.

    Hal ini menjadi kelegaan bagi perusahaan seperti Nike. Trump berkata ekspor Vietnam ke AS akan dikenakan tarif 20%, lebih rendah dari perkiraan. Ini kabar baik bagi perusahaan yang memproduksi banyak barangnya di negara tersebut.

    Trump mengumumkannya dalam sebuah unggahan di media sosial hari Rabu. Ini terjadi beberapa hari sebelum batas waktu 9 Juli bagi negara-negara untuk membuat kesepakatan dagang. Namun belum ada rincian jelas tentang produk mana yang akan dikenakan tarif 20%, ataukah akan ada pengecualian. Pemerintah Vietnam tidak menjelaskan lebih lanjut, dan hanya mengatakan bahwa mereka akan berkomitmen memberikan akses istimewa bagi barang-barang AS sebagai imbalannya, termasuk mobil bermesin besar.

    Berdasarkan kesepakatan, pengiriman lintas dari negara ketiga melalui Vietnam akan tetap dikenakan tarif 40%. Itu ditujukan untuk produk yang sebagian besar dibuat di China, tetapi dilabeli sebagai buatan Vietnam. Namun istilah ini dapat ditafsirkan secara beragam, misalnya apakah modal produksi berasal dari China ataukah dibuat di pabrik di Vietnam yang dimiliki oleh warga negara China. Kepala ekonom di lembaga pemikir Australia Lowy Institute mengatakan pada Washington Post, “Akan jauh lebih merepotkan jika AS secara luas menerapkan tarif pada produk Vietnam apa pun dengan konten China.”

    Pembicaraan dengan Vietnam telah diawasi dengan ketat karena negara tersebut merupakan pusat ekspor yang berkembang pesat. Sejak 2018, pengirimannya ke AS hampir tiga kali lipat dari kurang dari $50 miliar tahun itu menjadi $137 miliar pada 2024. Sebaliknya, ekspor AS ke negara itu hanya meningkat 30% selama periode yang sama.

    Perhatian sekarang beralih ke kemungkinan kesepakatan lainnya. Trump mengatakan dia optimis tentang kesepakatan dengan India, tetapi menyatakan keraguan atas kesepakatan apa pun dengan Jepang.

  • Uni Eropa Rencanakan Bea Impor Bagi Paket Murah China

    Uni Eropa Rencanakan Bea Impor Bagi Paket Murah China

    Uni Eropa telah mengajukan proposal terkait biaya penanganan impor sebesar 2 Euro untuk pengiriman barang murah dari China melalui platform online seperti Shein dan Temu. Otoritas bea cukai Uni Eropa melaporkan ada sekitar 4,6 miliar paket bernilai rendah yang dibeli secara online pada 2024, dua kali lipat lebih banyak dari tahun sebelumnya dan sebanyak 91% berasal dari China.

    Jumlah besar itu memberi beban kerja besar bagi staf bea cukai. Ada pula tantangan untuk memastikan keamanan dan standar barang-barang tersebut.

    Ketua komite perdagangan Parlemen Eropa Burnt Lange mengatakan hari Rabu, “dengan 4,6 miliar paket, Anda tidak bisa sepenuhnya melakukan kontrol yang tepat dan untuk memperkenalkannya butuh banyak biaya.” Karenanya, ia berkata sudah selayaknya meminta Alibaba, Temu, atau Shein untuk membayar biaya yang sewajarnya.

    Perusahaan-perusahaan ritel asal Eropa mengatakan kebijakan bebas bea saat ini memberikan Shein dan Temu keuntungan yang tidak adil.

    Proposal mengusulkan paket dengan nilai di bawah 150 atau 170 dolar yang dikirim langsung ke konsumen di Eropa akan dikenakan bea sebesar 2 Euro.

    Proposal akan memerlukan persetujuan dari pemerintah Uni Eropa serta Parlemen Eropa. Langkah ini serupa dengan kebijakan tarif AS pada barang-barang asal China yang dikirim ke AS.

    Bulan ini, AS telah membatalkan kebijakan de minimis yang membebaskan bea masuk atas barang senilai kurang dari $800, yang selama ini dimanfaatkan Shein dan Temu.

    Presiden Trump menyebutnya sebagai penipuan yang merusak perusahaan-perusahaan kecil AS dan mengancam keamanan nasional. Malcolm Hudson NTD News.

  • Eksportir China Dibawah Tekanan Akibat Tarif AS

    Eksportir China Dibawah Tekanan Akibat Tarif AS

    Eksportir China berada dibawah tekanan besar dari tarif AS. Seorang manajer marketing perusahaan alat medis China berkata perusahaannya berada dalam situasi hidup dan mati.

    [Candice Li, Marketing Manajer Conmo Electronic Co.]:

    “Sekarang bukan hanya masalah mengganti jalur, tapi masalah hidup-mati, seperti itu. Sekitar 60 hingga 70% bisnis kami adalah dari klien Amerika. Jadi tekanannya berat.”

    Li berkomentar di stand nya dalam Expo Dagang China terbesar. Kebanyakan eksportir yang ditanyai Reuters berkata orderan dari AS telah ditunda atau tidak ada sama sekali. Ini memberikan tanda yang buruk bagi ekonomi China, dimana ekspor menyumbang hampir 20% dari GDP China. Tidak ada negara lain yang mendekati untuk menggantikan AS, karena AS adalah tujuan utama ekspor China. NTD berbicara dengan beberapa eksportir China, semuanya berkata mereka khawatir akan situasi ini. Untuk melindungi identitas, kami mendistorsi suara mereka.

    [Mr Jian, Pemilik Perusahaan Ekspor di Shandong, China]:

    “Tidak ada yang dapat menahan palu tarif AS. Kami sangat khawatir. Tak peduli betapa sulitnya bisnis ekspor, itu masih lebih mudah dari menjual ke konsumen domestik. Saat menjual di luar negeri, Anda dapat uang. Tapi di pasar domestik pasokan telah melebihi permintaan, orang-orang tidak banyak berbelanja.”

    Kota Yiwu adalah pusat ekspor utama di China. Seorang pemilik pabrik disana berkata pada NTD bahwa orderan AS mengering.

    [Mr. Fan, Pemilik Pabrik Kota Yiwu, China]:

    “Kami harus menutup bisnis kami. Semua pemilik bisnis pintar tahu hal ini, kami sudah terpojok.”

    Selain itu, mulai awal Mei, paket kecil bernilai dibawah 800 dolar tidak akan lagi menikmati bebas bea masuk. Mereka akan dikenai tarif 120% di bea cukai AS. Ini sepertinya menargetkan retailer seperti Shein dan Temu, yang memanfaatkan bebas bea sebagai strategi bisnis untuk menjual barang super murah.

    Kembali ke Expo Dagang, para eksportir berkata mereka akan menjajaki pasar baru sambil menunggu perkembangan situasi.

    [Xiong Meilin, Direktur Sales Dongguan Weidi Information Technology]:

    “Seperti banyak pemasok lain kami bergeser ke pasar Rusia, dan tentu kami juga mempertimbangkannya. Pada akhirnya, ini tentang menjadi global, pergi ke pasar global. Pasar AS memang sangat menarik, tapi kami harus melihat bagaimana situasi berkembang, dan beradaptasi pelan-pelan.”

    [Candice Li, Marketing Manajer Conmo Electronic Co.]:

    “Sementara itu kami menjajaki strategi baru seperti perdagangan ekspor ulang atau mencari cara alternatif untuk mengirim barang kami. Masalah utama kami adalah jika produk kami tidak bisa diekspor dan tidak bisa mendapat uang. Ini sangat parah.”

    Li berkata ia sangat khawatir akan kebuntuan antara China dan AS.

  • Uni Eropa Ajukan Pembatasan Baru Pada Platform Belanja Online China

    Uni Eropa Ajukan Pembatasan Baru Pada Platform Belanja Online China

    Platform e-commerce China seperti Temu, Shein dan Aliexpress mungkin akan segera menghadapi rintangan melakukan bisnis di Eropa. Uni Eropa telah mengajukan proposal untuk menahan laju masuknya produk-produk murah China yang membanjiri pasar. Tindakan ini mirip dengan aksi yang terjadi di Amerika Serikat.

    Komisi Eropa merilis pernyataan kemarin, meminta badan pembuat hukum Uni Eropa mempercepat reformasi pajak. Ini yang menjadi masalah, paket yang bernilai kurang dari 159 dolar bisa masuk ke Uni Eropa dengan bebas pajak, dan platform belanja online China paling banyak diuntungkan dari peraturan ini. 90% pengiriman di tahun 2024 datang dari China. Pembuat hukum selalu khawatir bahwa produk-produk China yang murah ini dapat membuat konsumen terekspos bahan kimia berbahaya, serta menghancurkan bisnis lokal. Proposal yang meminta pembatalan peraturan bebas pajak telah tertunda selama dua tahun. Sekarang pejabat mendesak parlemen Uni Eropa mempercepat proses pemungutan suara. Awal minggu ini Presiden Trump juga menandatangani perintah eksekutif untuk mencabut peraturan yang membiarkan produk-produk murah China masuk ke AS bebas pajak.