Tujuan Terakhir dari Paham Komunis

Tujuan Terakhir dari Paham Komunis (15): Tanpa Letih Menghancurkan Manusia

“Tujuan Terakhir dari Paham Komunis” (15)

Bab 4. Roh Jahat Komunis Tanpa Letih Menghancurkan Manusia (Awal)

Kata Pengantar

Setelah Revolusi Kebudayaan, PKT demi mengatasi krisis eksistensi dirinya sendiri, telah mengadopsi apa yang disebut kebijakan “Reformasi dan Keterbukaan”. Dalam waktu semalam, PKT dari “menggunakan Pertarungan Kelas sebagai landasan” berganti haluan menjadi “menggunakan pembangunan ekonomi sebagai inti”, dari “mengencangkan ikat pinggang untuk revolusi” menjadi era “Segala Sesuatu Diukur Dengan Uang”, tampaknya telah terjadi perubahan besar 180 derajat. Dilihat secara permukaan, PKT telah berubah dan melakukan reformasi. Tercerai-berainya kubu komunis internasional membuat semakin banyak orang bernapas lega, karena beranggapan ancaman bahaya komunis terhadap umat manusia telah berlalu. Tapi benarkah demikian?

Persoalan apakah masyarakat Tiongkok itu Kapitalis atau Sosialis, tampaknya sangat penting bagi manusia di dunia, namun bagi roh jahat komunis boleh dibilang sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. Buku ini berulang kali menekankan bahwa, paham komunis bukan sebuah doktrin, bukan sebuah sistem sosial, juga bukan sebuah percobaan yang gagal, namun ia adalah roh jahat, tujuannya adalah memusnahkan seluruh umat manusia dengan cara memusnahkan kebudayaan dan merusak moralitas. Hanya dengan menguasai poin utama bahwa “Tujuan Terakhir dari Paham Komunis adalah Memusnahkan Umat Manusia” barulah dapat menembus gambaran yang rumit dan memusingkan ini, melihat jelas peta langkah dan perencanaan roh jahat dalam memusnahkan umat manusia, serta diagram proses dan semua petunjuk teknisnya.

Walau pembunuhan dilakukan diam-diam, namun menghancurkan manusia tak pernah henti sekejap pun. Partai komunis ada kalanya membiarkan manusia mati, ada kalanya membiarkan manusia hidup; ada kalanya membuat orang kelaparan, ada kalanya membuat orang gemuk penuh lemak; mendadak melarang orang mengumbar nafsu, mendadak meminta orang berpesta gila-gilaan; pada suatu waktu menghancurkan kebudayaan, pada suatu waktu lagi “Restorasi Tradisional”; pada suatu periode menganut Sosialisme, suatu periode lagi menganut Kapitalisme. Dengan meneliti esensinya, dapat ditemukan bahwa memusnahkan Kebudayaan Tradisional, merusak moralitas manusia, agar manusia menjadi Anti Tuhan dan berubah menjadi Bukan Manusia ——– ini barulah hal yang tidak pernah berubah dari ribuan perubahan partai komunis.

Roh jahat komunis terbentuk dari “Kebencian”, demi memusnahkan manusia, ia mengiring korban yang telah ditipunya untuk berlaku Anti Tuhan, Anti Tradisi, Anti Kebudayaan, dan mencaci Leluhur.

Partai komunis selain “Membunuh Sepanjang Jalan”, juga ada jurus “Menipu”. “Membunuh” dan “Menipu” ini berpadanan dengan apa yang sering dibicarakan PKT yaitu “satu jurus keras” dan “satu jurus lembut”. Pada hakikatnya, “Membunuh” dan “Menipu” berasal dari dua inti paham komunis —- “Ateisme yang penuh dendam terhadap Tuhan” dan “Filosofi Pertarungan”. “Membunuh” dan “Menipu” saling mengisi dan saling melengkapi, Di dalam “Membunuh” ada “Menipu”, di dalam “Menipu” ada “Membunuh”.

Berbicara tentang “Menipu”, yang diimplementasikan oleh PKT adalah satu paket teknik “Menipu” dari mikroskopis hingga makroskopis. Dari impian di lubuk jiwa manusia, hingga standar dalam membedakan baik dan jahat, lanjut hingga landasan perilaku selaku manusia, dalam segala aspek berisikan penipuan. Menipu uang, Menipu untuk sex, rokok palsu, arak palsu, beras beracun, susu beracun, semuanya bagai mainan anak kecil, ini adalah konsekuensi yang tak terhindarkan setelah moralitas dirusak oleh partai komunis. Partai komunis mengapa dapat ‘Menipu’ manusia begitu saja? Apakah orang-orang hanya karena ingin memperoleh pekerjaan, promosi jabatan, kaya raya, beristri 2, lalu sudah dianggap tertipu? Tentu saja orang seperti ini ada banyak sekali, apalagi mereka yang terjatuh dalam perangkap uang dan sex, ini sudah menjadi dogma zaman sekarang. Akan tetapi, pada awalnya bukankah juga ada sejumlah anak dari keluarga berada yang “Meninggalkan Keluarga dan Pekerjaan” untuk bergabung dengan partai komunis mengobarkan revolusi?

Semua orang memiliki satu sisi yang mewarisi sifat Ilahi. Hal-hal yang melampaui impian dan jangkauan manusia biasa ——– baik ‘Pantai Seberang’ dalam aliran Buddha, maupun ‘kembali ke Sejati’ dalam aliran Tao ——– kandungan nilai bersifat Ilahi semacam ini adalah dituang ke dalam jiwa kehidupan saat Tuhan menciptakan manusia, dan pencaharian jati diri itu sendiri sejak dilahirkan di dunia sudah eksis di lubuk jiwa setiap manusia. Partai komunis lalu memanfaatkan harapan indah ini untuk menipu manusia, perasaan sentimental terhadap nasib negara dan masa depan bangsa dimanfaatkan untuk menyesatkan orang, konsep ‘membebaskan seluruh umat manusia’ hingga konsep ‘masa depan manusia milik bersama’ dimanfaatkan untuk memikat pemimpin partai dan orang-orang di sekitarnya, karena selain Jiang Zemin, makhluk super langka yang luar biasa sekali jahatnya ini, pemimpin partai lain juga hanyalah manusia biasa, juga tidak dapat melihat keberadaan roh jahat komunis, mereka juga hanyalah korban dan pelaksana dari paham komunis. Roh jahat kebetulan memanfaatkan ambisi mereka, impian mereka yang barangkali ditujukan untuk rakyat, untuk melakukan tipuan besar, yang hilang karena tipuan ini adalah sifat Ilahi dan impian di lubuk jiwa manusia. Sifat Ilahi bawaan dasar manusia yang melampaui tubuh fisik manusia itu sendiri telah direnggut. Layaknya mengganti jalur rel kereta api, jalan kembali ke langit yang mencari Tuhan di kedalaman jiwa manusia telah ditipu dan diganti menjadi jalan “Surga Dunia” komunis yang terhubung ke neraka. Pencapaian di bawah bendera dan advokasi partai komunis, sebenarnya merupakan hasil kerja roh jahat, sehingga tidak dapat bebas dari pengaturan roh jahat, juga tidak dapat menghindari Tujuan Terakhir Roh Jahat.

Roh jahat komunis tahu bahwa, manusia senantiasa ada satu sisi yang mengerti, ketika sisi ini berperan, bila ingin menutupi kebohongan sebesar langit ini, maka harus menggunakan cara paksa untuk menjaganya, harus menggunakan kebohongan yang lebih besar untuk menutupi kebohongan ini, sehingga “Membunuh dan Menipu Sepanjang Jalan”, menjadi hal yang tak terelakkan.

Demi memusnahkan manusia, ia harus mengacaukan masyarakat, meresahkan hati manusia, ini sebabnya PKT juga mengeluarkan sebuah jurus gelap “Bertarung”. Menghasut kaum Lumpenproletariat melawan Tuan Tanah termasuk ‘Bertarung’, memprovokasi “Lima Kategori Merah” melawan “Lima Kategori Hitam” juga termasuk ‘Bertarung’. Demi ‘Bertarung’, maka harus membagi manusia menjadi rakyat dan musuh rakyat, sahabat dan pembangkang. PKT menjadikan kediktatoran sebagai penopang, “Orang Jahat Disokong Hingga Langit tingkat Sembilan”, sedangkan “Orang Baik Diinjak-injak Hingga Neraka tingkat Sembilan”, hasil akhir dari ‘Bertarung’, tak terelakkan lagi adalah orang jahat berkuasa dan orang baik dianiaya.

Jurus roh jahat yang paling beracun dalam menghancurkan manusia adalah ‘Kejahatan’ ——– karena ‘Kejahatan’ mengubah Hati Manusia.

Dari proses manusia lahir, tumbuh dewasa, hingga meninggal dunia, partai komunis senantiasa membentuk manusia sesuai dengan kebutuhan roh jahat. Kriteria baik buruk diputar-balikkan, “Yang baik dianggap buruk, yang buruk dianggap baik”, orang-orang didorong meninggalkan tradisi kuno, semakin rendah perilaku hidup semakin sesuai dengan kehendak roh jahat, yang Tanpa Letih Menghancurkan Manusia.

Setelah ilusi “impian” komunis yang ditanamkan kepada rakyat sirna, PKT lagi-lagi menggunakan Materialisme untuk mendorong dan menghasut seluruh rakyatnya agar mengejar harta kekayaan dan kenikmatan panca indera. Roh jahat tanpa batas memanjakan nafsu keinginan manusia, segala fenomena bobrok di atas masyarakat dijadikan sebagai senjata kendali kekuasaan dan senjata pamungkas penghancur manusia. Kemerosotan moral besar-besaran dalam masyarakat Tiongkok sekarang ini, adalah hasil pengrusakan yang dilakukan oleh roh jahat selama beberapa dekade. “Menutup Rapat Jalan Surga, Membuka Lebar Pintu Neraka”, demikianlah yang dilakukan PKT, agar seluruh masyarakat terseret menuju Ambang Kemusnahan. (Bersambung)

Untuk membaca bagian lain, silahkan klik di sini.

Tonton di Youtube, silahkan klik di sini.