“Tujuan Terakhir dari Paham Komunis” (4)
2. Peta Langkah Roh Jahat dalam Memusnahkan Umat manusia
Revolusi komunis yang penuh darah, kelihatan seperti kacau tak beraturan, tapi sebenarnya merupakan pengaturan roh jahat yang sangat cermat. Target dari roh jahat tepatnya adalah “Negara Pusat” —- Tiongkok. Roh jahat tahu bahwa, dengan menguasai Tiongkok maka berarti dapat menguasai dunia. Akan tetapi, ditilik dari warisan moral kebudayaan Tiongkok selama 5000 tahun dan spirit bangsanya, tidak mungkin bisa menerima paham yang begitu dendam dengan Tuhan dan begitu mengagungkan kekerasan ini. Ini sebabnya, konspirasi muslihat dari roh jahat komunis, mulai dijalankan.
Langkah 1: Memulai di Eropa
Tahun 1848, “Manifesto Partai Komunis” dipublikasi, Karl Marx mengagungkan ‘Ateisme’ yang penuh dendam terhadap Tuhan dan ‘Filosofi Pertarungan’ sebagai ajaran inti dari paham komunis. “Ateisme” dan “Pertarungan” saling mengisi dan menghidupi, tidak boleh terpisah satu sama lain. Dikarenakan tidak percaya Tuhan, maka tidak takut Langit, tidak takut Bumi, tidak percaya baik-jahat ada ganjarannya; Dikarenakan mengagungkan ‘Pertarungan’, maka berani bertarung dengan Langit, bertarung dengan Bumi, bertarung dengan Manusia, ‘Pertarungan’ dilakukan hingga tanpa batas. “Ateisme” dan “Filosofi Pertarungan” yang merupakan urat nadi tirani partai komunis selama ratusan tahun, telah menjadi landasan dari teori dan panduan operasinya.
Langkah 2: Melakukan Uji Coba di Soviet Rusia
Dikarenakan paham komunis tidak mendapatkan tempat di hati rakyat, setelah Komune Paris gagal, kemudian melewati setengah abad lagi, hingga akhirnya pada tahun 1917, ketika Lenin meluncurkan Revolusi Oktober di Rusia, saat itu barulah berdiri rezim komunis pertama di dunia. Uni Soviet memulai uji coba serangkaian sistem sosial untuk merusak masyarakat, dan metode paksa untuk mentransformasi manusia, tujuannya adalah untuk diwariskan kepada PKT di masa mendatang.
Tujuan dari roh jahat adalah masuk ke Tiongkok. Soviet Rusia tidak lebih hanyalah sebuah batu loncatan saja.
Langkah 3: Berakar dan Tumbuh di Tiongkok
Partai komunis Rusia sepenuh hati mendukung partai komunis Tiongkok, mengutus agennya ke Tiongkok, menghabiskan uang juga tenaga, dan pada akhirnya berhasil melahirkan sebuah rezim partai komunis Tiongkok.
Di permukaan, PKT menganggap Uni Soviet sebagai “Tuan”, bersumpah membela Soviet sampai mati, namun pada kenyataannya, Uni Soviet dan Eropa Timur tidak lebih hanya pemeran pembantu dari pertunjukan besar ini, partai komunis Tiongkok barulah merupakan tubuh utama yang diasuh oleh roh jahat.
Langkah 4: Tiongkok Menutup Pintu untuk Memusnahkan Kebudayaan Tradisional
Setelah Perang Dunia ke II, muncullah sebuah kubu komunis yang sangat besar. Roh jahat demi menjaga kubu ini, mengatur militer Uni Soviet menjadi sangat kuat, dan memulai konfrontasi militer antar Amerika-Soviet selama beberapa dekade. Kelihatannya seperti persaingan antara Amerika-Soviet, namun kenyataannya adalah demi memberikan ruang dan waktu untuk partai komunis Tiongkok. Dengan adanya Uni Soviet sebagai “tembok pelindung”, roh jahat lalu mengatur PKT menjulurkan tangan untuk mulai menangani Kebudayaan Warisan Dewa——–demi memusnahkan peradaban Huaxia (nama kuno Tiongkok), dan menghancurkan kepercayaan orang Tiongkok.
Bagaimana merusaknya? Dalam sebuah lingkungan yang tertutup rapat, melancarkan serangkaian gerakan politik, menciptakan malapetaka bagi tatanan hidup manusia, menancapkan panji Ateisme di puncak, menggunakan ‘Pertarungan Kelas’ sebagai landasan. “Kebencian – Menipu – Bertarung – Membunuh”, dihantamkan ke kebudayaan Tiongkok yang diwariskan selama 5000 tahun, membolak-balik kriteria benar-salah, baik-jahat. Yang baik dibilang jahat, yang jahat dibilang baik, etiket dari sebuah bangsa sudah tidak eksis lagi, anak-anak bangsa Tionghoa yang energik dan memiliki kepercayaan, dicuci otak hingga menjadi anak cucu Marx-Lenin yang tidak mengakui leluhur.
Langkah 5: Uni Soviet Tercerai-Berai, PKT Naik Takhta
Saat Kebudayaan Tradisional Tiongkok telah dirusak oleh PKT hingga hampir tidak tersisa apa pun, PKT di dalam proses ini juga mengumpulkan pengalaman transformasi manusia hingga taraf yang sangat tinggi. Roh jahat komunis merasa bahwa, taraf kejahatan PKT telah sampai tahap ‘dapat dimanfaatkan untuk menjalankan rencana langkah selanjutnya’; hasilnya, Uni Soviet selaku batu loncatan, tempat uji coba, sekaligus tubuh pelindung, misinya pun memasuki tahap akhir, sebuah kubu komunis yang begitu besar dengan suara gemuruh telah runtuh, Uni Soviet telah mundur dari panggung pertunjukan sejarah, dan peran sebagai bos besar komunis ini, akhirnya dilanjutkan oleh partai komunis Tiongkok.
Langkah 6: Ledakan Ekonomi, Moralitas Anjlok
Seiring berakhirnya konfrontasi militer Perang Dingin, sebuah pertunjukkan besar ekonomi telah dimulai. Bagaimana bisa sebuah negara yang dirusak oleh gerakan politik, hingga ekonomi berada di ambang kehancuran, dapat dengan cepat berkembang menjadi kaya raya? Roh jahat pun mengatur perpindahan kekayaan secara besar-besaran, dengan memindahkan kekayaan Barat ke Tiongkok. Mengapa setelah Uni Soviet tercerai berai, tidak terjadi lonjakan modal dan teknologi dari Barat memasuki Uni Soviet, sedangkan setelah PKT naik takhta menjadi bos komunis, malah menjadi incaran pemodal dari Barat? Selaku manusia, bisa menggunakan berbagai macam dalih untuk menjelaskan fenomena ini. Sebenarnya, sebab fundamental di baliknya adalah pengaturan dari roh jahat——–ini saatnya Uni Soviet turun dari panggung, dan sudah saatnya bagi PKT menaiki panggung memainkan perannya.
Dijelaskan secara detail, “Perasaan Akrab terhadap Tiongkok” orang Barat terutama orang Amerika, juga adalah demi peristiwa ini. Saat konfrontasi antar Amerika-Soviet, Tiongkok dan Soviet juga saling bermusuhan, Tiongkok yang tertutup dengan dunia Internasional tampak terkucil. Kejahatan PKT utamanya termanifestasi pada perusakan terhadap kebudayaan sendiri, dan pembantaian terhadap rakyat sendiri, sedangkan di dunia Internasional sama sekali tidak terlihat. Secara objektif, negara Barat yang bermusuhan dengan Uni Soviet, senantiasa memiliki kesan baik tertentu terhadap Tiongkok. Tidak peduli PKT bagaimana merendahkan Amerika dengan sebutan “berhati serigala”, namun sebaliknya terhadap Tiongkok dan rakyat Tiongkok, Amerika selalu memiliki semacam perasaan yang khusus, mungkin ini adalah kondisi psikologi manusia di dunia terhadap “Negara Pusat”.
Singkatnya, setelah pertunjukkan besar dimulai, modal dalam jumlah besar dari luar negeri dan teknologi Barat yang terkumpul selama ratusan tahun, bagaikan tanggul jebol menyerbu masuk ke Tiongkok. Bersanding dengan orang Tiongkok yang tekun, yang tidak takut dengan kerja keras namun cerdas dan terampil, yang telah dicuci-otak PKT menjadi takut miskin, dan mengejar uang dengan segala cara, maka sebuah “keajaiban ekonomi” ini pun terjadilah.
Dengan menggunakan peluang pasar sebagai umpan, uang dari seluruh dunia digelontorkan ke Tiongkok, uang triliunan US dollar masuk ke Tiongkok, pasar di negara Barat juga terbuka untuk Tiongkok, devisa hasil perdagangan juga berputar kembali ke Tiongkok, uang yang diperoleh investor Barat juga menetap di Tiongkok, cadangan devisa Tiongkok pun mendadak melonjak secara ekstrem, banyaknya hingga tahap mengkhawatirkan entah bagaimana untuk digunakan.
Pada saat yang sama, PKT menekan nilai tukar, dengan mencetak Yuan berkali-kali lipat sebagai devisa dan disirkulasikan di pasar, agar uang yang beredar di seluruh masyarakat banyaknya bukan main, setelah itu harga properti juga ikut meningkat drastis, sehingga dibutuhkan uang dengan bilangan astronomi, dan berakibat mesin pencetak uang PKT sama sekali tidak bisa berhenti bekerja.
Kekayaan yang meningkat drastis dalam semalam ini, bahkan orang Tiongkok sendiri juga dibuat terkejut olehnya, kenapa bisa datangnya begitu cepat? Begitu mudah? Di permukaan sepertinya adalah karena orang Tiongkok rajin dan pekerja keras, padahal sebenarnya, jika tidak ada roh jahat di balik layar mengendalikan perpindahan kekayaan, adalah tidak mungkin terjadi ledakan kekayaan.
Sejak dahulu, pertumbuhan ekonomi masyarakat pada umumnya, harus berjalan beriringan dengan standar moralitas, ini sebabnya ada pepatah “Kaya Namun Bermoral”; namun roh jahat sengaja melakukan hal yang sebaliknya di Tiongkok. Ada lelucon “Orang kampung lebih jago menyerap budaya buruk”; dari gaya hidup “Asketisme” dalam propaganda “Makin Miskin Makin Mulia”, hingga “kebebasan seksual” di era “Segala Sesuatu Diukur Dengan Uang”, moralitas orang-orang dari hari ke hari terdegradasi ke bawah, tanpa hentinya menerobos batas minimum moralitas. Seiring dengan tergelincirnya moralitas, terciptalah sebuah sistem ekonomi yang meningkat pesat, namun hakikatnya adalah sebuah “cacat ekonomi” raksasa.
Tujuan dari roh jahat mengatur “keajaiban ekonomi” ini, sangatlah sederhana: “Tanpa adanya kekuatan ekonomi, maka PKT tidak ada hak berbicara di dunia”. Namun, roh jahat mengatur segalanya ini, sama sekali bukan agar Tiongkok menjadi kuat, roh jahat ingin agar dunia dalam hal ekonomi dan hubungan internasional, ada ketergantungan dengan PKT, supaya ketika moralitas orang Tiongkok oleh PKT terus-menerus didorong ke dalam jurang, dan kepercayaan orang Tiongkok terus-menerus dirusak, seluruh dunia dapat dibuat bungkam, melihat tapi tidak terlihat. Pada saat yang sama, juga ingin agar Tiongkok yang telah anjlok moralitasnya ini, ikut menyeret moralitas seluruh dunia ke bawah, menuju ke arah “Kehancuran Bersama”.
Akan tetapi, di satu sisi, ketika roh jahat memanfaatkan “Globalisasi” memainkan tipuan sulap perpindahan kekayaan, supaya Tiongkok memperoleh kekayaan dalam semalam, di sisi lain, juga menetapkan semacam mekanisme untuk menghilangkan kekayaan ini. Orang Barat cepat lambat akan bangkit menentang perpindahan kekayaan ini. Ketika para politikus mendapat tekanan dari para pemilihnya, negara-negara ini juga akan mengubah kebijakannya, bahkan akan secara bersama-sama bangkit melawan PKT, ekonomi Tiongkok yang gendut namun kosong ini, sama sekali bukanlah lawan sebanding. Pada saat yang sama, ekonomi yang tidak memiliki moralitas, tidak akan terus berkembang. Dengan rancangan pertumbuhan ekonomi yang tanpa memperhitungkan biaya moralitas, maka telah menabur benih keruntuhan ekonomi di masa mendatang, sebagai akibat biaya moralitas yang terlalu tinggi.
Langkah 7: PKT Menggunakan Ekonomi untuk Mengikat “Moralitas Global”
Orang Barat mengatakan, bahwa ‘Kebebasan’ dan ‘Demokrasi’ merupakan nilai-nilai universal. Berinvestasi di Tiongkok adalah agar Tiongkok setelah ekonominya berkembang, secara otomatis akan bertransformasi menjadi negara yang bebas dan demokratis. Namun yang direncanakan oleh roh jahat adalah menggunakan keuntungan ekonomi untuk menjerat pihak Barat, menggunakan keserakahan agar Barat kehilangan prinsip moral mereka dan menjadi kaki tangan PKT, menggunakan keuntungan ekonomi agar Barat dan PKT terikat menjadi satu di atas perahu yang sama. Fakta membuktikan, bahwa di depan keuntungan, ‘Demokrasi’ dan ‘Kebebasan’ sama sekali tidak berharga satu sen pun. Pada saat yang sama, tren ideologi Komunis yang menyusup di masyarakat Barat, telah berganti baju, dari dalam tubuh Barat mencabik-cabik masyarakat, menciptakan kekacauan, dan mengibarkan bendera mendukung totaliter partai komunis Tiongkok.
Apakah itu nilai-nilai universal? “Sejati – Baik – Sabar” di dalam Kebudayaan Tradisional Tiongkok, itulah sejatinya nilai-nilai universal. Ketika nilai-nilai semacam ini mendapat tekanan berat dari PKT, ketika sejarah memerlukan masyarakat Barat menghadang kebiadaban PKT, Barat malah membisu di hadapan keuntungan ekonomi, bahkan telah menjadi pendukung tirani. Dalam pemahaman ini, masyarakat bebas Barat juga ikut menciptakan situasi ini, bahkan diri sendiri juga telah menjadi korban, dan bersama-sama PKT melangkah di jalan “Kehancuran Bersama”. Ini justru adalah tujuan yang ingin dicapai oleh roh jahat.
Apakah manusia di dunia tidak ada kesempatan untuk terbebas dari kendali roh jahat, dan menaklukkan konspirasi roh jahat? Tentu saja ada, caranya adalah secara aktif kembali ke moralitas, jangan dikendalikan oleh keserakahan dalam hati, tersesat oleh apa yang disebut dengan “kemakmuran” di depan mata. Di tengah mimpi memabukkan semacam ini, jika tidak dapat mengenali dengan jelas bahaya yang dihantarkan oleh konspirasi komunis, maka umat manusia akan berada dalam kondisi yang sangat membahayakan.
(Sumber Dajiyuan)
Untuk membaca bagian lain, silahkan klik di sini.
Tonton di Youtube, silahkan klik di sini.
