Tag: mati

  • Artikel oleh Pendiri Falun Gong, Mr. Li Hongzhi: “Mengapa Umat Manusia adalah Masyarakat yang Tersesat”

    Artikel oleh Pendiri Falun Gong, Mr. Li Hongzhi: “Mengapa Umat Manusia adalah Masyarakat yang Tersesat”

    Tn. Li Hongzhi adalah pendiri disiplin spiritual Falun Gong. Latihan ini menggabungkan meditasi dan latihan lembut dengan filosofi moral yang berpusat pada prinsip sejati, baik, dan sabar.

    Setelah Tn. Li memperkenalkan latihan itu kepada publik di Tiongkok pada awal 1990-an, sekitar 100 juta orang mulai berlatih. Sejak itu, latihan ini telah menyebar ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Meski demikian, di Tiongkok, latihan tersebut telah mengalami penganiayaan ekstrem oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT).

    Artikel berikut diterjemahkan dari bahasa Mandarin

    ***

    Maha besarnya badan langit, para dewa, raja, penguasa, semuanya tidak mengetahui apa pun di luar dirinya, banyaknya kehidupan semuanya tidak terhitung. Namun seluruh kehidupan dalam badan langit, yang berada di tingkat yang terbentuk dari materinya sendiri, semuanya melihat dunia tempatnya hidup dari segala aspek, sama seperti cara dewa melihat dunia, hanya saja tidak memiliki kebijakan dan kemampuan dewa. Maka dikatakan semua kehidupan dalam alam semesta badan langit tidak akan seperti kondisi umat manusia, tidak dapat melihat fakta kebenaran dunia di mana dirinya hidup, tidak dapat melihat bentuk keberadaan kehidupan lainnya di lingkungan tempatnya hidup, tidak dapat melihat wujud nyata materi pada lingkungan tempatnya hidup. Oleh karenanya cara berpikir manusia, cara mengenal dunia adalah unik namun tidak berkemampuan. Ini adalah masyarakat yang “tersesat” (kecuali para dewa yang sudah ada di sana dan fenomena tertentu kalangan Xiulian).

    Lalu mengapa bisa demikian? Karena badan langit dan sistem alam semesta yang sangat banyak di dalam badan langit, semuanya telah berjalan hingga ke tahap “musnah” yang paling akhir dari hukum “terbentuk-bertahan-rusak-musnah”, di dalam pencerai-beraian saat musnah terakhir yang menakutkan, segalanya akan musnah total, tak tersisa, oleh karenanya Sang Pencipta memutuskan untuk menyelamatkan makhluk hidup.

    Alam semesta badan langit bisa berjalan sampai ke tahap musnah, adalah karena badan langit dan banyaknya alam semesta dalam badan langit, serta kehidupan yang tak terhitung di dalamnya, termasuk para penguasa, para raja, para dewa di masing-masing alam semesta, di tengah proses yang panjang dari “terbentuk-bertahan-rusak-musnah”, semuanya berubah menjadi tidak sebaik seperti awal mula ketika terbentuk, dengan kata lain, di tengah panjangnya waktu semua tidak lagi sesuai standar pada tingkatan di mana dirinya berada. Ini adalah hukum keniscayaan dalam proses kehidupan.

    Demi menyelamatkan semua makhluk hidup, Sang Pencipta telah menciptakan sebuah dunia di luar badan langit, menggunakannya untuk menyelamatkan makhluk hidup di dalam badan langit yang tak terhitung, dan dinamakan “triloka”. Dalam triloka terdapat tiga tingkat kehidupan. Kehidupan di tingkat paling rendah sama sekali tidak memiliki kemampuan, tanpa kebijakan, hidup di dalam lingkungan yang paling menyesatkan dan menderita, inilah masyarakat umat manusia. Sekalipun demikian, kecerdasan manusia dan makhluk hidup pada tingkat kedua hanyalah lebih tinggi dari manusia di tingkat ini, sehingga mereka hanya dapat melihat kondisi tingkat manusia dan kondisi tingkat di mana mereka sendiri berada, yang oleh manusia disebut sebagai makhluk surgawi. Dan pada satu tingkat lebih tinggi lagi, mereka juga dapat melihat kondisi hidup dari kehidupan di dua alam yang lebih rendah dan kondisi pada tingkatan diri sendiri, di dalam triloka kebijakannya juga yang tertinggi, umat manusia menyebutnya manusia langit. Tetapi semua makhluk hidup di triloka tidak dapat melihat alam semesta yang sesungguhnya dan kerajaan surga tempat para dewa langit berada.

    Oleh karena itu, manusia hidup “dalam kesesatan” dengan kecerdasan yang paling minim, tidak dapat melihat hakikat segala materi. Ini adalah karya terobosan Sang Pencipta demi semua makhluk hidup dapat terselamatkan di masa paling akhir sebelum pemusnahan total. Juga agar makhluk hidup dengan mengandalkan sisi baik sifat manusia – dapat keluar dari dunia kelam yang penuh penderitaan. Sulit, memang sangat sulit. Di paling akhir dari terbentuk-bertahan-rusak-musnah, kehidupan yang seharusnya dimusnahkan hanya dengan menanggung penderitaan, menghapus karma baru dapat terselamatkan, bersamaan itu juga dapat mempertahankan sifat baiknya, baru dapat diakui oleh “masa depan”. Ketika tiba pada masa akhir, Sang Pencipta menyetujui para dewa, raja, penguasa badan langit, dan bahkan maha dewa, sang maha sadar lebih tinggi yang masing-masing mengendalikan badan langit bagiannya untuk turun ke dunia bereinkarnasi menjadi manusia, semua kebijakan dan kemampuan mereka disegel. Dalam kondisi yang paling menderita dan tanpa kemampuan, tanpa kebijakan dan tubuh seluruhnya disegel, mereka menanggung penderitaan menghapus karma, dalam penderitaan, mereka menyandarkan diri pada pikiran lurus, mempertahankan sifat dasar yang baik, dengan demikian baru dapat dihargai oleh para dewa dan Sang Pencipta, baru dapat diakui oleh masa depan. Mereka yang berulang kali bereinkarnasi dalam masyarakat manusia, karma dosa dihapus secara berangsur-angsur, maka orang dengan De yang makin lama makin banyak dalam proses penyelamatan niscaya akan dipilih. Di penghujung masa akhir saat penyelamatan dimulai, mereka pasti akan diselamatkan oleh Sang Pencipta ke alam semesta baru. Dengan kata lain, cara hidup masyarakat manusia yang “tersesat” adalah masyarakat dan cara hidup khusus yang diciptakan oleh Sang Pencipta demi untuk menyelamatkan semua makhluk hidup. Oleh karena itu, ketika seseorang berada dalam kesesatan, tak peduli kepada siapa pun dia memohon untuk menjebol kesesatan ini, semua tidak ada gunanya. Dari surga hingga ke bumi, tidak ada satu kehidupan pun yang berani menghancurkan lingkungan penyelamatan makhluk hidup ini.

    Dalam dunia ini selalu ada orang yang mengatakan percaya kepada Tuhan adalah takhayul. Jadi ada yang berkata jika terlihat saya percaya, jika tidak terlihat maka tidak percaya. Sehingga ada yang berani melakukan perbuatan buruk tanpa memikirkan akibatnya. Tak peduli dewa yang seberapa tinggi jika sudah bereinkarnasi menjadi manusia, sudah memiliki tubuh fisik manusia seyogianya ia adalah manusia, masuk ke tubuh manusia berarti sudah masuk ke dalam kesesatan, maka ada orang akan menciptakan karma dalam kesesatan. Sang Pencipta menciptakan triloka adalah agar dalam penderitaan makhluk hidup dapat menghapus karma dosa, tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan moralitas diri sendiri, tanpa karma dosa baru bisa diselamatkan untuk kembali ke kerajaan surga. Sesudah menciptakan karma maka harus membayar karma, ini adalah prinsip hukum yang ditetapkan oleh alam semesta badan langit. Namun manusia berada dalam kesesatan, sangat mungkin menciptakan karma dosa di dunia, tentu saja harus membayarnya. Tidak membayar dalam kehidupan ini, akan membayar dalam kehidupan berikutnya. Sebenarnya sangat banyak orang memiliki karma dosa sangat besar, demi manusia bisa diselamatkan, Sang Pencipta masih akan menanggung sebagian penderitaan bagi manusia, ini adalah belas kasih terbesar, cinta kasih terbesar terhadap manusia. Jika karma besar sampai taraf tertentu, kehidupan benar-benar sudah akan dimusnahkan. Menghapus karma dosa kembali ke surga barulah tujuan anda yang sesungguhnya datang ke dunia ini. Saat reinkarnasi datang ke dunia setiap orang pernah bersumpah kepada Sang Pencipta. Membayar karma dosa tentu akan sangat menderita, karma akan membuat orang bertarung, akan ada perang, akan ada penyakit, akan ada kepenatan, akan ada kelaparan, akan ada kemiskinan, oleh karenanya menderita. Tentu saja karma dosa juga ada yang besar ada yang kecil, juga dikarenakan adanya karma yang besar dan kecil, hidup manusia baru ada perbedaan kaya dan miskin, manusia dalam kesesatan bila dapat menjaga kebaikan hati akan lebih sedikit menciptakan karma! Lebih sedikit mengalami penderitaan!

    Juga bisa dikatakan “kesesatan” adalah diciptakan untuk menyelamatkan makhluk hidup, menyelamatkan badan langit dan seluruh alam semesta. ”Kesesatan” ini juga memiliki alasan yang sangat mendalam, oleh karena itu juga tidak mungkin karena mengikuti keterikatan hati manusia lalu menjebol kesesatan. Banyak sekali dewa di dunia ini, mengapa tidak boleh demi memuaskan nafsu keinginan manusia lalu menjebolnya? Mereka tidak berani! Itu karena Sang Pencipta menciptakannya demi untuk menyelamatkan badan langit dan semua makhluk hidup, ini merupakan harapan bagi semua makhluk hidup untuk terselamatkan.

    Shifu  Li Hongzhi
    30 September 2024

  • Artikel oleh Pendiri Falun Gong, Mr. Li Hongzhi: “Mengapa Hendak Menyelamatkan Makhluk Hidup”

    Artikel oleh Pendiri Falun Gong, Mr. Li Hongzhi: “Mengapa Hendak Menyelamatkan Makhluk Hidup”

    Tn. Li Hongzhi adalah pendiri disiplin spiritual Falun Gong. Latihan ini menggabungkan meditasi dan latihan lembut dengan filosofi moral yang berpusat pada prinsip sejati, baik, dan sabar.

    Tn. Li adalah nominator untuk Hadiah Nobel Perdamaian sebanyak empat kali, dan dinominasikan oleh Parlemen Eropa untuk Hadiah Sakharov, untuk kebebasan berpikir. Dia juga adalah penerima Penghargaan Kebebasan Beragama Internasional Freedom House.

    Artikel berikut diterjemahkan dari bahasa Mandarin

    ***

    Mengapa Hendak Menyelamatkan Makhluk Hidup

    Mengapa Sang Pencipta hendak menyelamatkan makhluk hidup! Karena Dia mengasihi makhluk hidup! Karena kehidupan semua makhluk hidup adalah pemberian-Nya.

    Ketika badan langit telah sampai pada masa akhir dari terbentuk-bertahan-rusak-musnah, Sang Pencipta telah menggunakan waktu dua ratus juta tahun menciptakan Triloka, mengatur berbagai bentuk dan kesempatan bagi penyelamatan makhluk hidup, sekaligus membangun landasan bagi kebudayaan manusia beserta pikiran-perilakunya. Dia juga menggunakan tubuh dewa-Nya sendiri untuk menyelesaikan-melenyapkan karma dosa makhluk hidup! Demi menyelamatkan makhluk hidup Dia telah mencurahkan segala milik-Nya.

    Agar saat dimulainya penyelamatan di masa akhir, manusia dapat memenuhi kriteria surgawi, selama dua ratus juta tahun tak terhitung tubuh pecahan Sang Pencipta terlahir ke dunia menghamparkan kebudayaan umat manusia, menjaga moralitas umat manusia. Di tengah masa sejarah yang panjang, penantian puluhan juta tahun dari kehidupan yang bereinkarnasi berulang-ulang, lambat laun, tubuh sejati semua makhluk hidup di dunia (termasuk berbagai bangsa), mayoritas memiliki berbagai macam jodoh pertalian dengan Sang Pencipta, yang membuat Sang Pencipta semakin mengasihi semua orang-Nya. Ketika masa akhir tiba, demi menunaikan penyelamatan dengan lebih baik, kehidupan yang tidak memiliki pertalian semacam ini dengan Sang Pencipta, tidak diperkenankan menjadi manusia di saat ini, hingga saat ini, semua tubuh sejati manusia di bumi sudah merupakan umat-Nya, bahkan tubuh sejati yang digunakan, yang berupa dewa-dewa yang dipercaya umat manusia, yang bereinkarnasi menjadi manusia, datang mengajarkan Fa, mengajarkan Tao, mereka semua adalah umat Sang Pencipta. Tujuan para dewa menggunakan tubuh manusia meletakkan landasan kebudayaan dewa adalah agar digunakan Sang Pencipta di saat penyelamatan manusia yang terakhir. Berbagai agama ortodoks yang ditinggalkan juga eksis demi untuk menjaga moralitas umat manusia, menantikan penyelamatan terakhir Sang Pencipta. Bagi Sang Pencipta, Dia berhak mengasihi umat-Nya, Dia pun juga lebih mengasihi orang yang menurut-Nya patut dikasihi. Itu adalah hak-Nya, tidak ada siapa pun berhak ikut campur! Itu adalah anugerah tak terhingga bagi makhluk hidup dari-Nya!

    Sang Pencipta adalah Penguasa dari seluruh dewa di badan langit, Dia adalah Penguasa dari seluruh penguasa, pencipta Raja dari segala raja, Penguasa segenap makhluk hidup, termasuk seluruh manusia-dewa-benda yang diciptakan-Nya di dalam Triloka. Kasih-Nya adalah karunia suci yang tertinggi bagi seluruh makhluk hidup! Dikasihi-Nya merupakan kehormatan tertinggi bagi manusia dunia!

    Guru Li Hongzhi

    17 April 2023

    ***

    Falun Gong dipraktekkan oleh lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia. Di China, di mana latihan ini berasal, praktisi Falun Gong menjadi sasaran penganiayaan ekstrim oleh Partai Komunis China (PKC). NTD merasa terhormat untuk menyediakan platform bagi Tn. Li.

    Lebih banyak informasi tentang Falun Dafa, silahkan kunjungi falundafa.org dan faluninfo.net.

  • Empat Peringatan dari Dewa Kematian

    Empat Peringatan dari Dewa Kematian

    Ada seorang pria yang sangat takut akan kematian. Sepanjang waktu, dia selalu berpikir, “Saya bisa mati kapan saja. Apa yang harus saya lakukan? Bagaimana saya bisa menghindari itu?”

    Dia terus berpikir dan berpikir, akhirnya ia memutuskan untuk mengundang Dewa Kematian dan bertanya kepadanya.

    Dia selalu berdoa siang malam untuk mengundang Dewa Kematian.

    Suatu hari, Dewa Kematian pun datang, pria ini lalu bertanya: “Dewa Kematian, Anda adalah dewa yang bertugas mencabut nyawa, mungkinkah jika Anda tidak mengambil nyawa saya?”

    Dewa Kematian menjawab: “Wahai manusia, ketahuilah, semua yang hidup pada akhirnya akan mati, semua yang lahir di dunia ini, pada akhirnya harus menghadapi kematian. Ini adalah hukum alam semesta. Tidak ada jalan keluar dari itu.”

    Pria: “Baiklah, kalau begitu, bisakah saya meminta satu hal?”

    Dewa Kematian: “Apa yang ingin kamu minta?”

    Pria: “Sebelum waktunya saya mati, bisakah saya mendapatkan pengingat, agar saya menjadi sadar bahwa masa hidup saya tidak lama lagi, sehingga bisa segera menghabiskan waktu yang tersisa dalam hidup untuk lebih banyak berbuat kebaikan, serta menyembah Tuhan?”

    Dewa Kematian: “Baiklah, itu mudah saja. Saya akan mengirimkan peringatan padamu, bukan hanya satu, tapi 4 peringatan dan jeda waktu diantara peringatan tersebut juga cukup panjang, jadi kamu akan punya kesempatan untuk memperbaiki diri, dan lebih banyak menggunakan waktumu untuk menyembah Tuhan.”

    Mendengar permintaannya dipenuhi oleh Dewa Kematian, pria ini menjadi sangat senang.

    Kini dia menjadi tidak terlalu takut lagi menghadapi kematian. Dia berpikir bahwa dia akan menjalani hidupnya dengan bahagia, dan akan segera bertobat setelah mendapat peringatan dari Dewa Kematian.

    Singkat cerita, beberapa tahun pun berlalu, sang Dewa Kematian datang kembali menemuinya dan berkata: “Hai manusia, saya datang untuk menjemputmu, sudah waktunya kamu ikut denganku, sekarang juga.”

    Pria: “Hah! Bagaimana bisa? Kenapa Dewa membohongi saya dan tidak menepati janji? Bukankah Dewa mengatakan akan mengirimkan 4 peringatan sebelum waktunya saya mati? Mana peringatan itu?”

    Dewa Kematian: “Saya sudah menepati janji saya, saya sudah mengirimkan peringatan bukan hanya satu, tapi empat peringatan.”

    Pria: “Hah? Peringatan yang mana?”

    Dewa Kematian: “Baiklah, dengarkan baik-baik, saya jelaskan padamu.”

    Peringatan pertama, adalah ketika saya mengubah rambutmu menjadi berwarna putih, itu untuk mengingatkanmu bahwa masa mudamu sudah lewat, dan sudah waktunya kamu perlahan-lahan melepaskan pengejaran di masa mudamu, dan mulai lebih banyak beribadah menyembah Tuhan. Tapi kamu tidak peduli, dan malah mewarnai rambutmu kembali menjadi hitam.

    Peringatan kedua, adalah ketika saya membuat penglihatanmu menjadi kabur, itu untuk mengingatkanmu, bahwa jangan lagi terlalu terikat dengan hal-hal duniawi yang terlihat di depan mata. Sudah waktunya kamu mengalihkan pandangan dari hal-hal duniawi, dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk berbuat kebaikan. Namun kamu tidak peduli, malah menggunakan kacamata tebal dan terus saja mengejar hal-hal duniawi yang menurutmu layak dipandang.

    Peringatan ketiga, adalah ketika saya membuat gigi-gigimu menjadi tanggal. Itu adalah untuk mengingatkanmu bahwa sudah waktunya kamu mengurangi keinginan untuk mengejar kenikmatan duniawi, dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah dan menyembah Tuhan, namun kamu tidak peduli, kamu memasang gigi palsu dan terus saja berfokus untuk mengejar kenikmatan duniawi.

    Peringatan keempat, adalah ketika saya mulai memunculkan penyakit di tubuhmu, yang memang adalah akibat dari perbuatanmu sendiri di masa lalu. Untuk mengingatkanmu, bahwa jangan lagi berfokus mengejar hal-hal duniawi, dan lebih banyaklah menggunakan tenaga untuk beribadah dan menyembah Tuhan. Namun kamu tidak peduli, dan terus saja menggunakan tenagamu untuk mengejar hal-hal duniawi, tanpa ingat untuk menyembah Tuhan.”

    Pria itu mulai menangis setelah mendengar peringatan-peringatan yang telah dikirimkan dalam hidupnya. Tapi dia tidak menyerah, lalu  mencoba membujuk Dewa Kematian, dia berkata: “Dewa Kematian, seumur hidup saya menghabiskan waktu untuk mengumpulkan harta kekayaan duniawi, dan kini harta saya sangat banyak. Silahkan ambil harta saya dan kembalilah beberapa tahun lagi.”

    Dewa Kematian: “Hahaha, wahai manusia, ketahuilah, hanya mereka yang masih terikat dengan duniawi, yang bisa disuap dengan materi dan harta kekayaan. Jika kamu ingin membuat saya mengubah pikiran, seharusnya kamu lebih banyak mengumpulkan amal kebaikan.”

    Sudah, sekarang waktunya kamu pergi dan ikut bersama saya. Semua harta, uang dan kekayaanmu, tidak satupun yang bisa kamu bawa. Tinggalkan semuanya di sini!”

    Ada kebenaran yang tidak berubah, bahwa semua yang hidup, pada akhirnya akan mati. 

    Harta dan kekayaan, benda materi apapun yang kita kejar dan peroleh di dunia ini, pada akhirnya juga harus kita tinggalkan. 

    Hanya amal dan kebaikan yang akan terus bersama kita, bahkan setelah kita mati. 

    Ingatlah untuk selalu berbuat baik, dan menghindari perbuatan jahat, karena ajal, bisa datang kapan saja, bahkan sebelum kita sempat bertobat. 

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Bisakah Kita Meregenerasi Sel Otak?

    Bisakah Kita Meregenerasi Sel Otak?

    Selama beberapa dekade, ahli saraf dan mahasiswa kedokteran diajari bahwa neurogenesis, pembentukan sel-sel otak baru, tidak terjadi di otak orang dewasa.

    Diyakini bahwa ketika sel-sel di organ lain mati, mereka diganti dengan yang baru, sedangkan otak dipandang sebagai organ khusus di mana begitu neuron mati, mereka hilang selamanya.

    Keyakinan ini berasal dari kata-kata Santiago Ramon y Cajal, yang dikenal sebagai bapak ilmu saraf modern.

    Santiago Ramon menulis pada 1928 bahwa “setelah pembangunan berakhir, sumber pertumbuhan dan regenerasi? mengering tanpa dapat ditarik kembali. Di Saraf-saraf pusat orang dewasa, jalur saraf? diperbaiki, berakhir? semuanya bisa mati, tidak ada yang bisa diregenerasi.”

    Namun dari era 1960-an hingga 90-an, ahli saraf tidak bisa lagi mengabaikan penelitian yang bertentangan yang menunjukkan bukti neurogenesis di masa dewasa.

    Oleh karena itu, konsep neurogenesis dewasa ditetapkan sebagai bidang penelitian.

    Namun demikian, lebih dari 30 tahun kemudian, para ilmuwan masih tidak yakin apakah otak benar-benar dapat meregenerasi sel-sel saraf, dan penelitian ini tetap kontroversial.

    Sebagian besar temuan penelitian mendukung konsep neurogenesis, sementara yang lain tidak.

    Neurogenesis, Bidang Penelitian yang Kontroversial

    Apakah neurogenesis itu nyata?

    Bagi Dr. Orly Lazarov dari University of Illinois di Chicago, yang berpengalaman lebih dari 20 tahun penelitian di bidang ini, jawabannya adalah ya.

    “Saya akan mengatakan bahwa ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa neurogenesis memang ada,” kata Dr. Orly kepada The Epoch Times melalui panggilan telepon.

    Penelitian timnya menemukan bukti neurogenesis di hipokampus (pusat memori) pada individu yang sangat tua, termasuk mereka yang berusia 70-an hingga 90-an.

    Mereka mempelajari jaringan otak postmortem dari 18 orang berusia 79 hingga 99 tahun, 10 di antaranya menderita penyakit Alzheimer.

    Tim menemukan bahwa jaringan hipokampus yang dikumpulkan dari 17 dari 18 sampel memiliki penanda protein yang umum untuk proliferasi neuron dan 14 sampel juga memiliki penanda untuk sel induk saraf (Sox2+).

    Sel induk saraf merupakan sel otak nenek moyang dan dapat berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel otak, termasuk neuron. Oleh karena itu menemukan penanda untuk mereka di otak menunjukkan kemungkinan generasi saraf.

    Beberapa jaringan otak juga mengandung penanda umum untuk neuron yang sudah berdiferensiasi, tetapi masih belum matang, menunjukkan bahwa mungkin ada sel pada individu yang lebih tua yang baru saja dihasilkan.

    Terlepas dari bukti neurogenesis, para peneliti mencatat bahwa individu yang tua dan menderita penyakit kognitif telah secara signifikan mengurangi penanda untuk pembentukan sel otak dibandingkan dengan jaringan otak yang dikumpulkan dari individu yang lebih muda.

    “Neurogenesis manusia menurun seiring bertambahnya usia dan penuaan, [tetapi] itu memang ada, untuk kehidupan di otak manusia,” jelas Dr. Orly.

    Namun, temuan Dr. Orly dapat dibantah, dan inilah mengapa bidang ilmu ini sangat kontroversial. Meskipun studinya berfokus pada penanda yang sebagian besar hadir pada neuron progenitor muda, dalam kasus yang jarang terjadi, penanda ini dapat hadir pada neuron dewasa dan mungkin bukan bukti langsung neurogenesis.

    Lebih lanjut, sebuah studi tahun 2022 yang meneliti gen yang diaktifkan pada neuron dari spesies yang berbeda menemukan bahwa gen yang terkait dengan neurogenesis diaktifkan di hippocampus pada tikus dewasa, monyet, dan babi, tetapi aktivasi ini dapat diabaikan pada manusia.

    Aktivasi genetik yang terkait dengan proliferasi dan diferensiasi sel terdeteksi hanya pada satu sel manusia.

    Meskipun demikian, penelitian lain yang menyarankan neurogenesis dewasa telah menemukan bahwa di amigdala manusia (pusat emosi), lipofuscin, pigmen yang terakumulasi dalam neuron yang menua, tidak ada di lebih dari 3 persen neuron.

    Ini menunjukkan bahwa sekitar 3 persen neuron cenderung lebih muda daripada individu, yang menunjukkan generasi neuron baru seumur hidup.

    Sebagai bidang yang berkembang, penelitian tentang regenerasi otak masih kontroversial, namun bukti ilmiah semakin condong ke pengakuan neurogenesis.

    Neurogenesis pada Anak-Anak Versus Dewasa

    Sepanjang hidup, kita melewati dua tahap neurogenesis.

    Tahap pertama adalah dalam embrio di mana semua neuron yang kita perlukan dalam hidup kita terbentuk. Ini termasuk neuron di otak, sumsum tulang belakang, dan di otot.

    Neuron ini bertanggung jawab tidak hanya untuk pembelajaran, memori, dan keterampilan motorik, tetapi juga gerakan tidak sadar dan sukarela seperti pernapasan, postur, sensasi, dan sirkulasi, di antara banyak fungsi lainnya.

    Pada saat lahir, bayi dilahirkan dengan jumlah neuron dua kali lipat dibandingkan orang dewasa. Studi yang muncul berspekulasi bahwa sel-sel otak baru sedang terbentuk pada tahun-tahun pertama kehidupan meskipun pada tingkat yang menurun dengan cepat.

    Dalam beberapa tahun pertama kehidupan, neuron yang terbentuk dalam embrio secara bertahap akan dipangkas dan disetel dengan baik saat bayi mempelajari kata-kata pertama mereka, mengambil langkah pertama, dan mempelajari berbagai aktivitas.

    Neuron yang dianggap perlu akan diperkuat dan diperpanjang, dan akan membentuk lebih banyak titik koneksi dengan neuron lain. Di sisi lain, sel-sel yang dianggap tidak perlu akan dilemahkan dan dimatikan.

    Literatur umumnya menunjukkan bahwa otak sepenuhnya matang pada usia sekitar 25 hingga 26 tahun.

    Pada usia 6 tahun, volume materi abu-abu (neuron) akan mencapai puncaknya, dan pada usia 28 hingga 29 tahun, volume materi putih (selubung mielin yang membungkus dan menyekat neuron) akan memuncak.

    Otak akan mulai menyusut di suatu tempat antara usia 30-an dan 40-an. Penyusutan ini dipercepat ketika orang memasuki usia 60-an.

    Sementara neurogenesis pada embrio membentuk infrastruktur neuron yang secara bertahap akan matang menjadi otak, penelitian pada neurogenesis dewasa menunjukkan bahwa neuron yang terbentuk di masa dewasa sebagian besar terkait dengan pembelajaran, memori, dan suasana hati.

    Literatur saat ini menunjukkan bahwa daerah untuk neurogenesis adalah zona subventrikular lateral, dentate gyrus di hipokampus, dan amigdala, meskipun sel-sel yang mampu ber-neurogenesis juga telah ditemukan di tempat lain.

    Studi Dr. Orly Lazarov sebagian be sar berfokus pada hippocampus, struktur kuda laut jauh di dalam otak. Struktur ini sangat penting dalam pembentukan memori serta pengaturan suasana hati.

    Dia menemukan bahwa generasi sel otak di dentate gyrus hippocampus mungkin penting untuk memori dan navigasi spasial.

    Ketika dia menghilangkan gen neurogenesis pada tikus, dia menemukan bahwa tikus tidak dapat lagi dikondisikan untuk takut terhadap rangsangan, sementara tikus yang tidak memiliki gen tersebut masih bisa dikondisikan oleh rasa takut.

    Eksperimennya yang lain menunjukkan bahwa menghilangkan neurogenesis menyebabkan tikus kehilangan kemampuan mereka untuk memori spasial (memungkinkan Anda untuk menavigasi jalan di sekitar kota), memori pengenalan (mengetahui untuk menghindari langkah yang sama yang ketika Anda tersandung kemarin), pengenalan pola (mengenali sepeda Anda dari banyak sepeda di parkiran), dan memori asosiatif (mengetahui bahwa cokelat berwarna cokelat dan memiliki rasa manis).

    Apa Arti Regenerasi Sel Otak Bagi Otak

    Penelitian tentang neurogenesis menunjukkan bahwa generasi sel otak dapat mencegah gangguan otak dan saraf.

    Penelitian Dr. Orly sebelumnya pada tikus yang cenderung terkena Alzheimer menemukan bahwa menempatkan tikus di lingkungan yang diperkaya dengan banyak rangsangan meningkatkan neurogenesis dan mengurangi kehilangan neuron hipokampus.

    Tikus di lingkungan yang diperkaya membentuk lebih banyak neuron dibandingkan dengan tikus dengan disposisi genetik yang sama di lingkungan yang kurang kaya. Tikus-tikus ini juga memiliki gejala awal penyakit Alzheimer yang berkurang seiring bertambahnya usia, dengan akumulasi protein beta-amiloid yang lebih rendah (ciri khas Alzheimer).

    Studi terbaru Dr. Orly pada hewan pengerat menemukan bahwa neurogenesis juga dapat memulihkan ingatan yang “hilang”.

    Misalnya, seekor tikus mungkin telah mengetahui jalannya di sekitar struktur tertentu, tetapi sejak berkembangnya gejala seperti Alzheimer, ia telah “kehilangan” ingatan itu.

    Namun, ketika tim Dr. Orly merangsang neurogenesis, ingatan itu “diselamatkan” dan dikembalikan ke tikus.

    Ini karena ketika neuron baru dibuat, mereka akan direkrut ke dalam jaringan tertentu yang berpartisipasi dalam penyimpanan memori yang terbentuk sebelumnya.

    Oleh karena itu, mereka akan dapat membantu mengambil kembali memori “hilang” yang masih ada, entah bagaimana tidak dapat diakses.

    “Kami telah menunjukkan bahwa kekurangan neuron baru pada penyakit Alzheimer setidaknya memainkan sebagian peran utama dalam berkurangnya memori dan segera setelah jumlah neuron baru ditambah, kami dapat menyelamatkan memori,” kata Dr. Orly.

    “Neuron baru berpartisipasi dalam kelompok neuron yang penting untuk penyimpanan ingatan baru?karena tingkat neuron pada penyakit Alzheimer berkurang di hipokampus, ini bisa menjadi salah satu mekanisme di mana memori? tidak? disimpan dengan benar dan kemudian mungkin juga tidak bisa diambil dengan baik.”

    Namun, selain mencegah kehilangan ingatan yang umum terjadi pada usia tua, penelitian lain menunjukkan bahwa neurogenesis juga dapat dikaitkan dengan peningkatan suasana hati.

    Penurunan neurogenesis telah dikaitkan dengan depresi dan peningkatan kecemasan pada tikus.

    Kehilangan memori datang seiring dengan proses penuaan, oleh karena itu neurogenesis mungkin dapat memperlambat penuaan otak.

    Dr. Orly mengatakan bahwa di masa depan, timnya mungkin dapat mengembangkan obat yang dapat meningkatkan neurogenesis. Orang dapat meminumnya bahkan sebelum mereka menunjukkan gejala penyakit untuk menunda timbulnya penyakit.

    Saat ini, beberapa ilmuwan telah menemukan molekul yang disebut faktor neurotropik turunan otak (BDNF), yang merupakan protein di otak dan sumsum tulang belakang. Protein ini mempromosikan kelangsungan hidup neuron dengan berkontribusi pada pertumbuhan saraf, pematangan, dan pemeliharaan terkait dengan peningkatan proliferasi neuron dan juga memungkinkan untuk generasi neuron baru.

    Cara Meningkatkan Neurogenesis

    Obat Dr. Orly Lazarov masih jauh dari pengembangan, jadi sementara itu selalu ada cara alami yang layak dipertimbang[1]kan untuk membantu meningkatkan vi[1]talitas dan kesejahteraan otak.

    Tidur

    Tidur yang nyenyak mempromosikan dan meningkatkan neurogenesis, memungkinkan neuron untuk menga[1]tur ulang dan membentuk jaringan baru. Tidur yang baik juga membantu dalam pembersihan limbah dari otak. Meskipun membatasi tidur selama satu hari mungkin memiliki sedikit pengaruh pada tingkat proliferasi neuron, penelitian pada tikus menunjukkan bahwa membatasi tidur dalam jangka panjang terkait dengan penurunan neurogenesis.

    Terlalu banyak tidur juga tidak direkomendasikan karena penelitian tentang tidur lama menunjukkan bahwa terlalu banyak tidur juga dapat mengurangi kemampuan kognitif dan pengambilan keputusan. Orang dewasa yang sehat membutuhkan sekitar 7 hingga 9 jam tidur nyenyak. Bayi, anak-anak, dan remaja membutuhkan waktu yang lebih lama.

    Olahraga

    Olahraga telah terbukti meningkatkan protein BDNF pada tikus, terutama latihan intensitas tinggi pada interval.

    Studi pada tikus menunjukkan bahwa latihan anaerobik interval pendek meningkatkan kadar BDNF dan neurogenesis.

    Studi lain pada pasien manusia dengan sindrom metabolik juga menemukan bahwa latihan intensitas tinggi dalam interval, ditambah dengan asupan rendah karbohidrat dan berbasis Paleolitik (asupan tinggi daging tanpa lemak, ikan, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian) meningkatkan kognisi.

    Puasa Intermiten

    Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa puasa selama setidaknya 12 jam meningkatkan penanda neurogenesis di hipo kampus. Puasa meningkatkan pelepasan hormon pertumbuhan manusia. Hormon-hormon ini mengurangi peradangan dan meningkatkan autophagy (pembersihan dan pembuangan limbah), yang mendukung perbaikan sel dan perlindungan saraf.

    Dalam penelitian pada manusia, puasa pada pasien dengan gangguan terkait otak dapat mengurangi protein prekursor amiloid pada gangguan kognitif ringan dan meningkatkan fungsi kognitif secara keseluruhan. Puasa intermiten juga telah terbukti mengurangi frekuensi dan keparahan kejang pada epilepsi.

    Nutrisi

    Asam lemak omega-3, polifenol (anthocyanin, curcumin, cabalamin (Vitamin B12), dan Vitamin E semuanya telah didokumentasikan dalam literatur ilmiah untuk menjadi pelindung saraf dan untuk mengurangi kerusakan saraf. Asam lemak omega-3 dan cobalamin (umumnya diperoleh melalui ikan dan daging) masing-masing bersifat anti-inflamasi dan diperlukan untuk pembentukan neuron dan neurotransmiter baru. Antosianin (ditemukan dalam blueberry) adalah antioksidan yang mencegah cedera sel pada neuron. Kurkumin, yang diperoleh dari kunyit, telah terbukti mengurangi plak beta-amiloid yang merupakan ciri khas penyakit Alzheimer.

    Belajar

    Mempelajari sesuatu yang baru meningkatkan plastisitas otak, kemampuan otak untuk mengatur dirinya sendiri dan membentuk jaringan dan titik koneksi baru antar neuron. Studi pada pengemudi taksi telah menunjukkan bahwa pengemudi taksi memiliki volume hipokampus yang lebih besar daripada bukan pengemudi, dan mempelajari alat musik telah dikaitkan dengan peningkatan plastisitas otak karena pembelajaran memerlukan modulasi antara daerah visual dan sensorik otak.

    Emosi positif

    Perasaan positif juga dapat meningkatkan neurogenesis. Studi pada tikus menemukan bahwa tikus yang digelitik (emosi positif) selama 5 menit setiap hari mengalami peningkatan neurogenesis dibandingkan dengan tikus yang tidak. Hormon yang berhubungan dengan emosi positif seperti oksitosin (hormon cinta) dan endorfin (hormon euforia dan penghilang rasa sakit yang sering dilepaskan selama rasa sakit dan olahraga) telah terbukti meningkatkan dan memodulasi neurogenesis pada tikus.

    Apa yang Mengurangi Neurogenesis

    Obat-obatan

    Konsumsi obat-obatan jangka panjang seperti alkohol, heroin, amfetamin, ganja, opioid, dan kokain dapat menyebabkan kerusakan saraf. Pengguna narkoba jangka panjang mengalami perubahan morfologi otak, sering kali termasuk pengurangan volume materi abu-abu di korteks prefrontal. Penggunaan obat ini juga telah dikaitkan dengan kehilangan memori akut dalam jangka pendek dan defisit memori dalam jangka panjang. Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa paparan obat mengurangi neurogenesis di hipokampus mereka serta hilangnya memori jangka pendek.

    Makanan Olahan

    Studi tentang gula rafinasi, aditif seperti monosodium glutamat (MSG), aspartam, dan lemak tak jenuh trans menunjukkan bahwa aditif ini dapat mengganggu fungsi otak. Gula hiperaktivasi neuron dan konsumsi berlebihan telah dikaitkan dengan defisit kognitif pada tikus. MSG dan aspartam adalah excitotoxins, artinya mereka dapat merangsang neuron di otak secara berlebihan dan menyebabkan cedera atau kematian neuron berikutnya. Lemak tak jenuh trans dapat menyebabkan peradangan, menyebabkan stres dan kerusakan saraf, dan telah dikaitkan dengan kehilangan memori.

    Makan berlebihan

    Obesitas telah lama dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif, namun para peneliti menemukan bahwa kebiasaan konsumsi berlebihan sebenarnya adalah penyebab di balik penurunan kognitif. Studi pada tikus yang mengonsumsi berlebihan menemukan bahwa tikus ini memiliki volume hipokampus yang lebih kecil yang menunjukkan penurunan neurogenesis.

    Gaya Hidup Pasif dan Tidak Berolahraga

    Jika olahraga meningkatkan neurogenesis, maka kemungkinan sebaliknya menguranginya. Non-aktivitas pada tikus mengurangi penanda untuk pertumbuhan saraf di otak. Studi pada manusia menunjukkan bahwa duduk dalam waktu lama dikaitkan dengan penipisan lobus medial otak, area yang penting untuk pembentukan memori. Demikian juga, anak-anak yang menghabiskan waktu lebih lama untuk melihat media layar ditemukan mengalami penurunan perkembangan materi putih otak yang terkait dengan literasi dan keterampilan bahasa.

    Emosi negatif

    Emosi negatif, seperti perasaan depresi, mengurangi plastisitas neuron. Penelitian telah menunjukkan bahwa individu yang depresi memiliki faktor neurotropik yang lebih rendah yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan neuron baru. Otak orang dengan depresi sering mengalami gangguan koneksi saraf, serta penurunan volume hipokampus. (theepochtimes /health 1+1/marina zhang/yud)

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Pendiri Falun Gong, Mr. Li Hongzhi Mempublikasikan “Mengapa Ada Umat Manusia”

    Pendiri Falun Gong, Mr. Li Hongzhi Mempublikasikan “Mengapa Ada Umat Manusia”

    Tn. Li Hongzhi adalah pendiri disiplin spiritual Falun Gong. Latihan ini menggabungkan meditasi dan latihan lembut dengan filosofi moral yang berpusat pada prinsip sejati, baik, dan sabar.

    Setelah Tn. Li memperkenalkan latihan itu kepada publik di Tiongkok pada awal 1990-an, sekitar 100 juta orang mulai berlatih. Sejak itu, latihan ini telah menyebar ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

    Meski demikian, di Tiongkok, latihan tersebut telah mengalami penganiayaan ekstrem oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Penganiayaan itu termasuk kampanye propaganda kebencian dan sensor oleh PKT, baik di Tiongkok maupun di Barat. NTD, pada kesempatan Tahun Baru Imlek, merasa terhormat untuk memberikan platform kepada Tn. Li.

    Tn. Li adalah nominator untuk Hadiah Nobel Perdamaian sebanyak empat kali, dan dinominasikan oleh Parlemen Eropa untuk Hadiah Sakharov, untuk kebebasan berpikir. Dia juga adalah penerima Penghargaan Kebebasan Beragama Internasional Freedom House.

    Tn. Li adalah penulis buku “Zhuan Falun,” yang telah telah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa.

    Berikut ini adalah artikel “Mengapa Ada Umat Manusia” oleh Tn. Li, diterjemahkan dari bahasa Mandarin.

    ***

    Mengapa Ada Umat Manusia

    Pertama-tama menyapa Anda semua pada kesempatan Tahun Baru Imlek ini!

    Tahun Baru seharusnya saya sampaikan kata-kata gembira yang Anda suka dengar, tetapi bahaya yang saya lihat terus mendekati umat manusia selangkah demi selangkah. Untuk itu para Dewa meminta saya untuk memberikan beberapa patah kata yang hendak disampaikan para Dewa kepada makhluk hidup di dunia, setiap kalimat adalah rahasia langit, tujuannya agar manusia mengetahui fakta kebenaran, dan memberikan kesempatan lagi kepada manusia agar terselamatkan.

    Mengapa ada umat manusia, dari awal hingga akhir, alam semesta akan melalui empat tahapan proses panjang yaitu Terbentuk, Bertahan, Rusak, dan Musnah. Begitu alam semesta mencapai akhir dari proses “pemusnahan” terakhir, segala sesuatu dalam badan langit yang lebih besar, termasuk alam semesta tempat kita berada ini akan tercerai-berai tak berwujud lagi dalam sekejap! Seluruh kehidupan akan musnah tak tersisa!

    Kematian manusia hanyalah kerusakan dan penuaan tubuh secara permukaan, sedangkan yuanshen-nya (diri sejati tidak mati) akan bereinkarnasi di kehidupan selanjutnya. Alam semesta mengalami proses Terbentuk, Bertahan, Rusak, Musnah, sedangkan manusia mengalami proses Lahir, Tua, Sakit, Mati, ini adalah hukum alam semesta, bahkan para Dewa juga akan mengalami proses ini, hanya saja rentang waktunya sangat lama, dan para Dewa yang lebih agung akan lebih lama lagi. Tidak ada rasa sakit dalam kehidupan dan kematian mereka, dan mereka selama prosesnya dalam keadaan sadar, ibaratnya seperti berganti pakaian luar saja. Dengan kata lain, biasanya kehidupan mereka tidak benar-benar mengalami kematian. Akan tetapi, ketika alam semesta dan badan langit tercerai-berai pada tahapan terakhir Terbentuk, Bertahan, Rusak, Musnah, maka kehidupan tidak lagi bereinkarnasi, semua kehidupan dan materi akan lenyap, serta berubah menjadi debu, semuanya kembali ke ketiadaan. Pada saat ini manusia di dunia sedang mengalami tahap terakhir Pemusnahan dari Terbentuk, Bertahan, Rusak, Musnah. Segala sesuatu telah berubah menjadi lebih buruk di akhir zaman ini, oleh karenanya kehancuran akan terjadi, oleh sebab itu barulah masyarakat saat ini menjadi begitu kacau. Pikiran manusia tidak lagi memiliki kebaikan, kehidupan seksual yang bejat, kejiwaan yang menyimpang, penyalahgunaan narkoba merajalela, tidak percaya Tuhan dan segala fenomena kacau tumbuh subur, ini pasti terjadi pada tahap akhir dari badan langit, dan tibalah kini saatnya!

    Sang Pencipta menyayangi semua Dewa dan makhluk hidup yang baik serta segala ciptaan indah dalam badan langit, oleh sebab itu pada awal tahapan “Rusak”, dibawalah sejumlah Dewa ke lapisan tanpa Dewa dari lapisan terluar badan langit (umumnya dikenal sebagai “di luar Alam Fa”), dan menciptakan Bumi. Tetapi Bumi tidak dapat eksis secara mandiri, ia tergantung pada sistem sirkulasi dari kehidupan dan organisme yang terbentuk di dalam struktur badan langit yang berhubungan, baru dapat eksis. Untuk itu, Sang Pencipta, di luar Bumi menciptakan sebuah ruang lingkup yang lebih luas, yang oleh para Dewa disebut “Triloka”. Bila penyelamatan akhir belum tiba waktunya, betapa pun tingginya tingkatan Dewa, tanpa persetujuan dari Sang Pencipta, Ia tidak diizinkan keluar atau masuk ke Triloka sekehendak hati. Dalam ruang lingkup Triloka terdapat tiga alam utama, lapisan tempat makhluk hidup di Bumi termasuk umat manusia ini disebut “Alam Hasrat”, di atas Alam Hasrat adalah alam kedua yang disebut “Alam Berbentuk”, dan di atasnya lagi adalah alam ketiga yang disebut “Alam Tanpa Bentuk”. Satu alam lebih tinggi dan lebih mulia dari alam lainnya, namun tidak satu pun yang dapat dibandingkan dengan sejumlah kerajaan surga yang berada di Alam Fa dan di atas Alam Fa. “Surga” yang biasa disebut oleh umat manusia, sesungguhnya berada di dalam Alam Berbentuk dan Alam Tanpa Bentuk yang berada di dalam Triloka. Karena di setiap loka terdapat sepuluh lapisan langit, jika ditambahkan Triloka itu sendiri, maka totalnya menjadi tiga puluh tiga lapisan langit. Manusia di Alam Hasrat, ini adalah tingkatan yang paling rendah, juga dengan lingkungan yang paling buruk. Hidup ini penuh derita dan singkat, dan yang paling mengerikan adalah di dunia manusia ini tidak ada prinsip lurus, di alam semesta ini prinsip manusia adalah berbalikan (kecuali prinsip-prinsip Fa yang diajarkan Dewa kepada manusia). Misalnya: yang menang menjadi raja, merebut kekuasaan dengan kekerasan, yang kuat menjadi pahlawan, dan lainnya, di mata Dewa semua itu bukanlah prinsip lurus, karena semuanya diperoleh melalui pembunuhan dan perampasan. Alam semesta dan Dewa tidak akan seperti itu, namun di dunia manusia hal itu adalah keharusan, dan boleh dilakukan, itulah prinsip dunia manusia, jika dibandingkan dengan prinsip alam semesta adalah “prinsip yang berbalikan”, itu sebabnya agar bisa kembali ke surga maka manusia harus “berkultivasi” sesuai prinsip lurus. Ada orang yang hidupnya agak lebih baik daripada orang lain, lalu sudah merasa dirinya sangat baik, itu hanya membandingkan dirinya dengan orang lain di dunia ini, namun sebenarnya mereka hanya hidup di tengah tumpukan sampah alam semesta. Triloka dibangun pada lapisan terluar dari badan langit alam semesta, tersusun dari partikel seperti molekul dan atom yang paling rendah, paling kasar dan paling kotor. Di mata Dewa, di sinilah tempat pembuangan sampah alam semesta. Itulah sebabnya, Dewa memandang lapisan partikel molekul ini sebagai “tanah”, yang merupakan lapisan paling rendah, inilah makna asli dari perkataan dalam agama bahwa “Tuhan menciptakan manusia dari tanah”, yang sebenarnya adalah menggunakan materi pada tingkat yang terbentuk dari molekul ini untuk menciptakan manusia.

    Penciptaan manusia oleh para Dewa adalah atas perintah Sang Pencipta, dan Dewa yang berbeda diminta untuk menciptakan manusia dengan wujud yang berbeda menurut penampilan unik masing-masing, oleh sebab itu ada manusia kulit putih, kulit kuning, kulit hitam, dan ras lainnya, ini hanya perbedaan pada tampilan luarnya saja, jiwa-jiwa di dalamnya adalah pemberian dari Sang Pencipta, jadi semua manusia memiliki nilai-nilai yang sama. Tujuan Sang Pencipta meminta para Dewa menciptakan manusia adalah dipergunakan untuk menyelamatkan makhluk hidup termasuk para Dewa di alam semesta yang lebih besar di akhir zaman.

    Lalu mengapa Sang Pencipta meminta para Dewa untuk menciptakan umat manusia di tengah lingkungan yang rendah dan begitu buruk ini? Karena di sinilah lapisan terendah alam semesta, adalah tempat yang paling menderita, namun menderita baru dapat berkultivasi, menderita baru dapat melenyapkan karma. Di tengah penderitaan, manusia masih dapat mempertahankan kebaikan, masih tahu cara bersyukur, menjadi seorang yang baik, inilah cara meningkatkan diri sendiri. Apalagi penyelamatan adalah proses dari bawah ke atas, dan harus dimulai dari tingkat yang paling bawah. Kehidupan di sini adalah penderitaan, antara manusia dengan manusia juga akan ada konflik kepentingan, dan lingkungan alam yang buruk, untuk bertahan hidup manusia harus menguras tenaga serta pikiran dan lain sebagainya, semuanya itu dapat memberikan kesempatan bagi kehidupan untuk meningkatkan diri, dan melenyapkan karmanya. Penderitaan pasti dapat melenyapkan karma, di tengah penderitaan dan konflik, jika seseorang masih dapat mempertahankan kebaikan maka ia akan mengumpulkan pahala kebajikan, dan dengan demikian kehidupan akan mendapatkan peningkatan.

    Tiba di era modern ini ketika Sang Pencipta hendak menggunakan tubuh manusia untuk menyelamatkan makhluk hidup di alam semesta, sebagian besar kehidupan asli dalam tubuh manusia digantikan oleh “dewa” yang telah bereinkarnasi menjadi manusia. Karena tubuh manusia dapat melenyapkan karma di tengah penderitaan, dan pada saat yang sama di tengah kondisi tidak adanya prinsip lurus, jika dapat memegang teguh pada prinsip lurus yang diajarkan Dewa, dan dapat mempertahankan kebaikan maka kehidupan itu akan memperoleh peningkatan. Masa akhir telah tiba, gerbang langit dari Triloka telah terbuka, dan Sang Pencipta telah memilih orang-orang seperti ini untuk diselamatkan.

    Badan langit alam semesta dalam proses Terbentuk, Bertahan, dan Rusak, segala sesuatunya sudah tidak murni lagi, sudah tidak sebaik saat pertama kali terbentuk, sehingga akan menuju “Kemusnahan”. Artinya, segala sesuatu dalam badan langit sudah rusak, makhluk hidup sudah tidak sebaik semula, dan kehidupan mereka juga sudah tidak murni lagi, sudah memiliki karma, sehingga mereka akan musnah. Jenis dosa ini disebut “dosa asal” dalam agama. Untuk menyelamatkan badan langit alam semesta, Sang Pencipta meminta para Dewa dan para Penguasa Langit untuk turun ke dunia menjadi manusia di lingkungan ini, menderita, meningkat, dan melenyapkan dosa, membentuk kembali diri mereka sendiri, dan kemudian kembali ke Surga (karena Sang Pencipta pada saat menyelamatkan manusia juga membentuk ulang alam semesta yang baru). Badan langit alam semesta yang baru adalah benar-benar murni dan indah, manusia dapat mempertahankan niat baik di tengah lingkungan penuh derita ini, dalam menghadapi terpaan konsep modern, manusia dapat tetap berpegang pada konsep tradisional, di tengah terpaan ateisme dan teori evolusi, dan masih bisa percaya pada Tuhan, maka orang seperti ini telah mencapai tujuan terselamatkan kembali ke Kerajaan Surga. Segala fenomena kekacauan adalah pengaturan terakhir para Dewa, tujuannya adalah untuk menguji makhluk hidup apakah layak untuk diselamatkan, di saat yang sama penderitaan juga dapat melenyapkan karma di dalam proses ini, segala sesuatunya dilakukan demi menyelamatkan manusia kembali ke alam Surga.

    Maka artinya, hidup manusia di dunia ini bukan demi pencapaian sosial apa pun. Perjuangan dan kerja keras, serta memperoleh dengan menghalalkan segala cara dalam hidup, hanya akan membuat manusia menjadi rusak. Tujuan manusia datang ke dunia ini adalah untuk menghapus dosa dan karma, serta untuk mengultivasi diri dengan baik. Manusia datang ke dunia adalah untuk diselamatkan. Mereka datang dan mengambil wujud manusia untuk menantikan Sang Pencipta menyelamatkan diri mereka kembali ke Kerajaan Surga. Di dalam penantian, kehidupan demi kehidupan terus-menerus mengumpulkan kebajikan, inilah pula tujuan reinkarnasi manusia. Kekacauan dunia adalah digunakan untuk pencapaian semua makhluk. Namun, ada pula sebagian orang yang memohon pertolongan Tuhan dalam menghadapi kesulitan, tidak mendapatkan yang diinginkan lalu mulai membenci Tuhan, dan dengan demikian berjalan sampai ke taraf menentang Tuhan, bahkan menempuh jalan iblis dan menciptakan karma yang baru. Orang-orang seperti ini bergegas kembalilah, memohon pengampunan Tuhan, dan kembali ke jalan yang benar. Sebenarnya segala sesuatu dalam hidup manusia, pantas mendapatkannya atau tidak, semuanya adalah sebab akibat dari kebaikan dan keburukan yang telah dilakukan pada kehidupan sebelumnya yang menumbuhkan buah pada kehidupan setelahnya, berapa banyak pahala kebajikan yang dikumpulkan pada kehidupan sebelumnya akan menentukan berapa banyak keberuntungan yang diperoleh pada kehidupan ini atau kehidupan berikutnya. Jika Anda memiliki banyak pahala, maka di kehidupan berikutnya Anda mungkin dapat menukar pahala tersebut dengan memperoleh jabatan tinggi dan kemakmuran, mungkin juga memperoleh berbagai kekayaan dan kebahagiaan, termasuk apakah keluarga Anda bahagia, bahkan bagaimana dengan kondisi putra-putri Anda. Inilah penyebab fundamental mengapa ada orang yang kaya, ada yang miskin, ada yang menjadi pejabat tinggi, dan ada yang tunawisma, ini tidak seperti propaganda partai jahat komunis tentang kesetaraan antara yang miskin dan kaya. Alam semesta ini sangat adil, jika makhluk hidup melakukannya dengan baik maka akan menuai kebaikan, jika melakukan kejahatan maka harus dibayar, tidak dibayar pada kehidupan kali ini akan dibayar pada kehidupan yang akan datang, ini adalah prinsip hukum alam semesta yang absolut! Langit-Bumi-Dewa-Sang Pencipta memperlakukan manusia dengan belas kasih, Langit-Bumi-Manusia-Dewa semuanya adalah kreasi Sang Pencipta, Ia mutlak tidak akan hanya baik dengan kehidupan tertentu dan tidak baik dengan kehidupan tertentu lainnya. Alasan beberapa orang menjalani hidup bahagia dan yang lain tidak, semuanya karena hukum sebab akibat.

    Manifestasi dari memperoleh dan kehilangan, di tengah realita akan terlihat seperti manifestasi yang normal di masyarakat, pada dasarnya adalah konsekuensi sebab-akibat yang dilakukan oleh kehidupan itu sendiri. Tetapi ada atau tiada, dan mendapatkan atau kehilangan, manifestasinya di tengah masyarakat manusia adalah sejalan dengan kondisi masyarakat umat manusia, oleh karena itu manusia hidup di dunia ini tak peduli apakah Anda kaya atau miskin, Anda harus melakukan kebaikan, tidak melakukan kejahatan, mempertahankan diri tetap baik, menghormati Langit dan Dewa, serta suka membantu orang lain. Dengan demikian pahala akan terkumpul, dan akan ada berkah di kehidupan berikutnya. Dahulu orang tua di Tiongkok sering mengingatkan bahwa jangan mengeluh tentang kesulitan dalam hidup ini, lakukan lebih banyak perbuatan baik dan kumpulkan kebajikan, maka Anda akan baik-baik saja pada kehidupan selanjutnya, dengan kata lain jika Anda tidak melakukan kebaikan atau mengumpulkan pahala di kehidupan Anda sebelumnya, percuma saja Anda memohon bantuan Tuhan. Alam semesta ini memiliki prinsipnya sendiri, dan bahkan para Dewa pun harus menaatinya. Jika melakukan hal yang tidak sepantasnya, maka Dewa pun akan dihukum. Tidak sesederhana seperti yang dipikirkan oleh manusia, haruskah Tuhan memberikan apa pun yang Anda inginkan? Syaratnya adalah Anda harus sudah mengumpulkan berkah dan kebajikan dari kehidupan sebelumnya, dan menukarkannya dengan berkah dan kebajikan! Ini adalah ditentukan oleh prinsip Fa alam semesta. Tapi dibicarakan dari akarnya, ini bukanlah tujuan fundamental dari pengumpulan pahala kebajikan. Manusia hidup di dunia mengumpulkan sebanyak mungkin pahala, adalah demi menata jalan bagi diri sendiri untuk kembali ke Surga, ini barulah yang paling krusial, dan bukan untuk ditukarkan dengan kebahagiaan hidup dalam satu masa yang hanya sesaat!

    Guru Li Hongzhi

    20 Januari 2023

    ***

    Catatan Editor:

    Falun Gong dipraktikkan oleh lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia. Namun terlepas dari skala fenomena budaya ini, sebagian besar telah tidak dilaporkan. NTD, sebagai organisasi media yang menghargai kebebasan beragama, merasa terhormat menjadi media pertama yang mempublikasikan artikel ini oleh pendiri Falun Gong.

    Lebih banyak informasi tentang Falun Dafa, silahkan kunjungi falundafa.org dan faluninfo.net.

  • Bagaimana Bakti Dua Anak Mengubah Nasib Keluarga Mereka

    Bagaimana Bakti Dua Anak Mengubah Nasib Keluarga Mereka

    Berbakti, adalah sikap hormat kepada orang tua dan leluhur dalam masyarakat yang dipengaruhi oleh pemikiran Konfusianisme.

    Berbakti ditunjukkan, sebagian, melalui pelayanan kepada orang tua. Dua cerita berikut adalah tentang berbakti.

    Kesempatan Kedua Seorang Putra

    Wu Er adalah orang biasa yang tinggal di Kabupaten Linchuan bersama ibunya yang sudah lanjut usia. Dia terus-menerus berusaha melakukan yang terbaik untuk membantu ibunya dan membuatnya bahagia.

    Suatu malam, ketika dalam keadaan mimpi, seorang dewa memberi tahu dia: “Besok siang, kamu akan disambar petir dan akan mati.”

    Khawatir ibunya akan ketakutan dengan apa yang akan terjadi, Wu Er bangun pagi-pagi keesokan harinya. Saat menyiapkan sarapan, dia memberi tahu ibunya, ”Saya memiliki pekerjaan khusus yang harus dilakukan, dan saya harus pergi selama beberapa waktu. Bisakah ibu saya antar ke rumah kakak sampai saya kembali?” Namun, ibunya menolak untuk pergi.

    Tiba-tiba ruangan menjadi gelap. Mereka mengintip melalui jendela dan melihat langit berawan gelap dengan guntur keras di atas kepala. Wu Er menjadi lebih khawatir bahwa ibunya akan ketakutan. Dia diam-diam menutup pintu dan berjalan ke lapangan untuk menunggu nasib.

    Namun, awan gelap berangsur-angsur menyebar, dan peristiwa yang diramalkan tidak terjadi.

    Wu Er bergegas pulang dan memeluk ibunya. Dia masih khawatir bahwa bahaya belum sepenuhnya teratasi dan tidak berani mengatakan yang sebenarnya.

    Malam itu, Wu Er kembali bertemu dengan dewa, yang memberitahunya: “Kesalehan berbakti anda menyentuh langit, dan dosa-dosa dari kehidupan anda sebelumnya diampuni. Kamu harus melayani ibumu lebih rajin lagi.” Setelah kesempatan kedua ini, Wu Er merawat ibunya dengan lebih tulus sampai ibunya meninggal.

    Seorang Putra Menggerakkan Seekor Harimau

    Xu Yipeng, juga dikenal sebagai Jixiang, lahir di Kabupaten Yindi (terletak di bagian timur Provinsi Zhejiang). Dia melayani orang tuanya dengan sangat berbakti.

    Namun, karena keluarganya miskin, Jixiang harus meninggalkan rumah dan pergi ke pantai untuk mengajar. Suatu malam, dia bermimpi aneh. Dalam mimpinya, dia memberi tahu majikannya: “Saya khawatir ayah saya sakit.”

    Setelah bangun, Jixiang merasa mimpi ini adalah pertanda buruk, jadi dia memutuskan untuk pulang sesegera mungkin. Dia memaksa dirinya siang dan malam dengan sedikit istirahat. Saat malam tiba, dia sedang mendaki gunung ketika seekor harimau tiba-tiba menghalangi jalannya.

    Dia secara naluriah memohon kepada harimau untuk membiarkannya lewat dan menjelaskan ketergesaannya: “Saya terburu-buru untuk pulang karena ayah saya sakit.”

    Harimau itu tampaknya memahami dan merasakan kejujuran dan urgensi Jixiang, jadi dia diam-diam berbalik dan pergi. Setibanya di rumah, keluarga memberi tahu Jixiang bahwa ayahnya sakit parah dan mengigau.

    Ketika Jixiang berdiri di samping tempat tidur ayahnya, ayahnya tiba-tiba terbangun dan berkata kepadanya:

     “Saya baru saja bermimpi di mana saya bertemu dengan seseorang yang berkata kepada saya: ‘Hidupmu seharusnya berakhir.

    Namun, kesalehan berbakti putra anda menggerakkan seekor harimau yang memungkinkannya lewat tanpa cedera. Oleh karena itu, saya telah memutuskan untuk memperpanjang hidup anda karena putra anda yang berbakti.’”

    Dua cerita ini menunjukkan anak-anak yang memahami dan mempraktikkan berbakti kepada orang tua membawa berkah bagi orang tua dan diri mereka sendiri. (nspirement)

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Menjaga Akhlak dan Mengumpulkan Amal

    Menjaga Akhlak dan Mengumpulkan Amal

    Banyak orang berpikir menjaga akhlak dan mengumpulkan amal tidak berguna, sedangkan harta benda dan kekayaan yang digenggam di tangan adalah hal yang nyata! Sebenarnya, mengumpulkan harta tapi tidak mengumpulkan kebajikan, maka keturunannya akan segera menghabiskan segala hartanya. Dibawah ini adalah dua kejadian dari masa lalu yang bisa menjadi cerminan bagi manusia zaman sekarang:

    Chow Shenzhang berasal dari Kabupaten Danyang, berasal dari keluarga petani. Pada masa Qianlong, panen gandum memperoleh hasil yang sangat bagus, gandumnya sangat subur, dan dia berusaha mengumpulkan sedikit uang, semua digunakan untuk membeli gandum, dan berhasil mengumpulkan total hampir 48 ton gandum.

    Pada tahun berikutnya, ketika sudah mendekati panen, tiba-tiba ada serangan hama wereng ganas sehingga menyebabkan gagal panen, harga gandum sangat mahal, Chow sengaja menutup pintu rumah tidak mau menjual gandumnya. Ketika musim dingin, kanal dangkal, sungai tidak bisa dilayari oleh para pedagang, bibit gandum juga sudah mulai habis untuk dimakan, pada saat ini, hanya gudang Chow yang masih memiliki gandum.

    Jadi warga terdekat datang bermaksud membeli gandumnya, pada awalnya Chow masih tidak ingin menjual, ketika semua orang memohon kepadanya, alih-alih membantu mereka yang kelaparan, ia malah membuat peraturan 1 hektar tanah diganti dengan 10 kg gandum, dan gandum tersebut juga diam-diam dicampur dengan sekam. Chow menggunakan stok gandumnya untuk mendapatkan sekoper penuh akte sawah para petani. Total keseluruhan sawahnya sekarang 5.000 hektar.

    Sekarang tanahnya sudah ribuan hektar, uang menumpuk bagaikan gunung. Tapi Chow Shenzhang belum juga memiliki anak. Akhirnya ketika dia berusia 68 tahun dia mempunyai seorang putra dan putranya diberi nama Chow 68.

    Ketika Chow 68 belum berusia 10 tahun, Chow Shenzhang telah sakit lumpuh, hanya bisa terbaring di tempat tidur. Anaknya ini malas bekerja, setiap kali keluar rumah dia akan membawa banyak uang, dia akan menghabiskan uang tersebut baru kemudian kembali ke rumah. Chow 68 juga suka berjudi, dan selalu kalah, sehingga tanah dan hartanya di jual satu persatu sampai ludes. Bahkan ia tidak bisa membelikan obat untuk Ayahnya yang sekarat.

    Ketika Chow 68 meninggal, keluarga mereka sudah hidup melarat, tidak ada rumah dan tidak ada sepetak sawahpun. Kepala desa mengatakan: “ketika Ayah saya bertugas di Daerah Danyang, anak Chow 68 sudah menjadi fakir miskin, dan menjadi penjaga malam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sejak saat itu di daerah Danyang jika ada anak boros dan menghabiskan seluruh harta orang tuanya mereka akan menjulukinya sebagai Chow 68..”

    Ada lagi sebuah kisah pada zaman Kaisar Kangxi, karena malapetaka kekeringan, di kaki gunung Kunshan, ada sepasang suami istri sedang membuat irigasi untuk mengairi sawahnya, tiba-tiba terjadi hujan badai, suara guntur sangat keras, suaminya disambar petir dan mati. Semua orang disekitarnya tidak mengerti, biasanya pria tersebut adalah orang yang baik, bagaimana dapat terjadi hal seperti itu? Istrinya tiba-tiba menangis dan mengeluh: “Pasti hanya karena 18 kilogram daging!” Orang-orang merasa heran mendengar perkataannya, berebut bertanya kepadanya.

    Istrinya berkata: “Musim dingin yang lalu dia pergi ke kota untuk berdagang, ketika merapatkan perahu ke sungai, tiba-tiba menemukan sepotong daging di sebuah perahu kosong, mengira daging itu tidak bertuan, dia membawa pulang daging tersebut, setelah menimbang, daging itu beratnya 18 kg. Saya pikir ia membelinya di pasar. Sebenarnya, daging ini adalah milik seorang kaya yang tinggal di tepi sungai, pembantu orang kaya ini sedang mencuci daging di perahu kosong, mendengar anak majikannya menangis, sementara meninggalkan daging tersebut, dan begitu dia Kembali, dia menemukan dagingnya telah hilang.

    Setelah pulang ke rumah, istri majikannya sangat marah dan memukulnya, tanpa sengaja memukulnya sampai mati. Majikannya menyalahkan istrinya karena hanya hal kecil telah membunuh pembantunya, dan karena kekalutan, istrinya lalu gantung diri. Suami itu mendengar kabar tentang orang bunuh diri tersebut merasa sangat kaget, si suami lalu mengaku ke saya bahwa dialah yang mengambil daging tersebut. Namun semuanya sudah terlambat.”

    Akibat ketamakan memperoleh barang yang tidak halal, merasa diri memperoleh manfaat sehingga merasa senang, sebenarnya hanya akan membawa bencana untuk diri sendiri dan orang lain. Mata Tuhan ada dimana-mana, jangan berpikir tidak ada yang melihat lalu diam-diam berbuat hal tercela, alangkah tidak berharganya hanya memperoleh sedikit keuntungan, namun menyebabkan bencana besar di masa depan.(minghui school)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Bebas dari Hambatan Hari ini

    Bebas dari Hambatan Hari ini

    Terjebak dalam kebiasaan adalah pengalaman yang tidak menyenangkan namun umum terjadi.

    Ketidakmampuan untuk membalikkan keadaan dapat membuat kita mati rasa dan membuat kita melupakan kemungkinan tak terbatas yang terbentang didepan.

    Selama anda mengenali hambatan anda, maka bukan tidak mungkin untuk diatasi. Beberapa hambatan paling umum yang kita hadapi mungkin dapat diatasi dengan perubahan sederhana dalam pola pikir kita. Dengan bekerja secara proaktif pada diri kita sendiri, kita dapat melompat kembali dari hambatan dalam waktu singkat.

    Hambatan internal:

    1. Persepsi diri

    Apakah anda pikir anda mampu dan memungkinkan untuk mencapai tujuan anda, atau apakah ada suara keraguan diri di kepala anda? Ketika kita kurang percaya diri, kita tidak hanya mendiskreditkan upaya yang telah kita lakukan untuk mengembangkan kemampuan kita, tetapi kita juga gagal mengenali potensi kita.

    Luangkan waktu sejenak untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan anda dan biarkan hal ini memberi tahu keputusan anda.

    Dengan menyadari keterbatasan anda dan memanfaatkan kemampuan anda, maka anda dapat menghadapi tantangan anda dengan penuh percaya diri dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperbaiki kekurangan anda.

    2. Takut gagal

    ”Albert Einstein berkata “Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan tidak pernah mencoba sesuatu yang baru”.

    Ketakutan adalah perasaan dahsyat yang dapat mencegah kita melangkah keluar dari zona nyaman kita. Mengatasi hambatan melibatkan merangkul perubahan, dan menghadapi segala macam ketidakpastian. Mengubah perspektif kita tentang kegagalan dan memahami perannya dalam peningkatan diri kita, memungkinkan kita untuk menghadapinya secara langsung dan memperkuat karakter kita dalam prosesnya.

    3. Takut Dikritik

    “Kritik mungkin tidak menyenangkan, tetapi itu perlu. Ini memenuhi fungsi yang sama seperti rasa sakit ditubuh manusia. Hal ini seperti memberi perhatian pada keadaan yang tidak sehat, agar dibenahi”.

    Ketika Winston Churchill mengucapkan kata-kata ini, dia membuat pengamatan penting: tanpa kritik, kita tidak akan menyadari kekurangan kita. Meski menyakitkan, menerima kritik membuat kita berkembang.

    Karena kritik tidak bisa dihindari dan bermanfaat, karena itu tidak perlu ditakuti. Sambut hal itu sebagai umpan balik yang membangun, dan ubah menjadi peluang untuk mengidentifikasi apa yang perlu anda kerjakan.

    4. Pikiran negatif

    Segala sesuatu selalu berubah dan berkembang. Karena tidak ada yang permanen, kita pasti menghadapi ketidakpastian di setiap tahap kehidupan kita, jadi kita harus bersiap untuk hasil yang paling tidak mengenakkan.

    Sementara berpikir ke depan menghindarkan kita dari kejutan yang tidak diinginkan, hal itu juga dapat menimbulkan perasaan cemas dan beban yang cenderung mengaburkan penilaian kita dan menyeret kita kebawah. Belajarlah untuk mengenali pemikiran negatif dan berusahalah untuk mencari pelangi dan hikmahnya.

    5. Penilaian Diri

    Kritik diri sendiri adalah perangkap berbahaya lainnya. Dengan meremehkan diri kita dan pencapaian kita, kita tidak hanya memadamkan kemungkinan kita untuk berkembang tetapi juga merusak hubungan kita dengan diri kita sendiri. Kembangkan kasih sayang diri untuk membuang kebiasaan berbahaya ini. Dengan memiliki hati yang penuh rasa syukur dan empati akan membuka banyak pintu untuk perubahan positif.

    Hambatan eksternal:

    1. Kurangnya sumber daya

    Tidak memiliki sarana untuk melaksanakan suatu proyek membuat kita putus asa dan seringkali diluar kendali kita. Namun, situasi ini dapat dibalik hanya dengan mengubah perspektif kita; yaitu, cobalah untuk melihat gelas setengah penuh!

    Alih-alih berfokus pada kekurangan anda, pikirkan apa yang anda miliki. Jarang hanya ada satu solusi. Buka pikiran anda untuk menggunakan sumber daya anda secara kreatif, dan lihat situasinya sebagai peluang untuk lebih membuka potensi anda.

    2. Kurangnya kesempatan

    Bagaimana jika anda memiliki keterampilan dan antusiasme, namun tidak ada peluang? Jika anda menunggu dan menunggu tanpa mengambil tindakan, harapan anda mungkin tidak lebih dari sebuah mimpi.

    Pengusaha Amerika Jim Rohn menasihati: “Mulailah dari mana pun anda berada dan dengan apa pun yang anda miliki”, menjelaskan, “seringkali, peluang paling luar biasa tersembunyi diantara peristiwa kehidupan yang tampaknya tidak penting”. Jadi kumpulkan keterampilan anda dan mulailah menggunakannya, daripada menunggu “saat yang tepat”.

    Hambatan Perilaku:

    1. Anda mempertahankan status quo

    Einstein berkata, “Kegilaan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda”. Cara terbaik untuk keluar dari kebiasaan adalah dengan mencoba pendekatan baru. Pertimbangkan kemungkinan pendekatan alternatif yang dapat membantu anda bergerak maju. Meskipun memodifikasi modus operandi kita membutuhkan banyak keberanian, dan anda mungkin gagal, tetapi anda tidak akan tahu jika anda tidak mencobanya.

    2. Anda Gagal Membuat Keputusan

    Jim Rohn juga menekankan pentingnya keputusan aktif: “Apakah anda menjalankan hari atau hari menjalankan anda”. Ketika kita gagal memimpin hidup kita, kita mungkin tidak akan pernah mencapai potensi kita.

    Luangkan waktu sejenak untuk menentukan tujuan anda. Pilihan seperti apa yang harus anda buat untuk mencapainya? Ketika kita pasti tentang seperti apa yang kita inginkan, kita dapat membuat pilihan harian yang benar untuk membawa kita lebih dekat ke tujuan kita.

    3. Anda tidak menganggap diri Anda bertanggung jawab

    Ketika anda terhambat, apakah anda memeriksa diri sendiri, atau hanya menyalahkan keadaan anda? Ketika kita gagal untuk mengenali peran kita sendiri dalam situasi tertentu, maka tidak mungkin untuk tumbuh. Tanyakan pada diri sendiri apa yang mungkin telah anda lakukan yang menyebabkan keadaan tidak berubah dan tidak nyaman ini. 

    Apakah anda gagal menangkap peluang karena tampaknya terlalu sulit? Sudahkah anda ramah pada diri sendiri daripada bersikap keras terhadap diri sendiri? Ketika kita merenungkan kekurangan kita, kita cenderung bertanggung jawab dan mengubah perilaku kita.

    4. Anda Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

    Lao Tzu pernah berkata: “Ketika anda puas menjadi diri sendiri dan tidak membandingkan atau bersaing, semua orang akan menghormati anda”. Membandingkan diri anda dengan orang lain dalam upaya untuk mengukur kemajuan anda dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan.

    Ingatlah bahwa setiap individu adalah unik, dengan kekuatan yang berbeda, karakter yang berbeda, dan keadaan yang berbeda.

    Untuk mendapatkan gambaran yang akurat tentang seberapa banyak kemajuan anda, gunakan diri anda yang lama sebagai referensi.

    Identifikasi bagaimana perilaku, pikiran dan emosi anda telah berubah, dan apakah perubahan ini positif. Jika tidak, selamat! Anda telah menemukan kesempatan untuk meningkat dan maju dalam perjalanan anda untuk menjadi versi terbaik dari diri anda. (visiontimes)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Kisah Sang Menantu Berbakti

    Kisah Sang Menantu Berbakti

    Pada dinasti Qing, Di bagian timur Hubei ada seorang wanita bermarga Shi yang suaminya telah meninggal sangat berbakti kepada ibu mertuanya, setiap pagi bangun tidur memasak sarapan, menyapu dan mengepel. Setelah itu dia akan ke kamar mertuanya mengucapakan selamat pagi dengan membawa sebuah baskom berisi air untuk mertuanya mencuci muka dan dua butir telur rebus diletakkan di atas meja kamar mertuanya, semua ini sudah merupakan kebiasaannya.

    Suatu pagi, dia membuka pintu kamar mertuanya masuk kedalam kamar, dia melihat dibawah tempat tidur mertuanya ada sepasang sepatu pria, dia sangat terkejut, maka dengan diam-diam keluar dari kamar dan menutup pintu kamar. Tetapi mertuanya sudah melihat dia, karena malu untuk bertatap wajah dengan menantunya, lalu menggantung diri bunuh diri.

    Tewasnya ibu mertua ini sangat menghebohkan desa, kepala desa menuduh menantu ini membunuh mertuanya sampai mati guna mendapatkan warisan melapornya ke polisi. Menantu yang berbakti ini khawatir skandal mertuanya terbongkar, sehingga tidak mau membela diri. Setelah masalah sampai di pengadilan dan akhirnya menantu tersebut dijatuhi hukuman mati, sementara menunggu dijebloskan ke penjara, ini adalah kasus yang diadili oleh hakim Wang.

    Hakim Wang sudah tua dan sakit-sakitan, akhirnya pensiun dini. Penggantinya adalah hakim Zhang yang meskipun muda namun bijaksana. Hakim Zhang melihat para tahanan yang menunggu eksekusi mati, ia melihat wanita tersebut terlihat sangat tenang dan anggun, bertutur kata sangat sopan dan begitu penolong, merasa yakin dia bukan wanita yang dapat menyiksa mertuanya sampai mati, curiga dia mungkin difitnah. Ia membuka dan mempelajari lagi kasus wanita ini dari arsip hakim Wang.

    Hakim Zhang mengatakan: “Anda pasti difitnah, saya bisa membantu Anda mencari fakta yang sebenarnya. Tetapi jika Anda tidak mau menyatakan kebenarannya, maka nyawamu tidak akan bisa bertahan. ..” namun menantu ini tidak mau berucap sepatah kata pun.

    Hakim Zhang sangat curiga kasus ini, selama beberapa hari dia terus memikirkan kasus tersebut, dalam hati kecil merasa pasti wanita ini tidak bersalah. Semalaman ia berpikir, keesokan harinya mendapatkan akal.

    Di pengadilan ada seorang petugas, istrinya adalah seorang yang sangat cerewet dan galak, hal tersebut telah diketahui oleh semua orang.

    Hakim Zhang tiba-tiba memanggil petugas tersebut dan mengatakan: “Saya akan menugaskan Anda pergi ke kabupaten melakukan suatu hal, Anda sekarang pulang ke rumah untuk berkemas, lalu segera kembali ke kantor mengambil dokumen untuk dibawa ke kabupaten.” Kira kira dua jam kemudian, petugas tersebut kembali ke kantor. Hakim Zhang tiba-tiba marah berkata: “Mengapa lama sekali anda berkemas, sehingga pekerjaanmu tertunda. Pasti istrimu yang membuat Anda tertunda, ia tidak tahu pentingnya tugas negara, saya harus menghukumnya di penjara selama seminggu.”

    Hakim Zhang segera menghukum istri pegawai itu, ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara, dipenjarakan satu sel dengan wanita Shi yang dituduh membunuh mertuanya.

    Istri petugas tersebut sepanjang malam memaki dan mengutuk hakim Zhang, bagaimana orang bisa menghormati hakim seperti itu, memenjarakan dia yang tidak bersalah. Wanita Shi tersebut tidak tahan mendengar dia memaki terus, tiba-tiba berkata: “Dunia ini mana ada keadilan? seperti saya ini yang menanggung ketidakadilan sampai mati, dan tidak berani mengatakannya, di penjara lima hari hanyalah masalah kecil, mengapa tidak menutup mulut dan diam saja?”

    Hakim Zhang diam-diam mengutus orang bersembunyi di jendela menguping. Orang tersebut setelah mendengar perkataan tersebut, lalu melaporkan kepada hakim Zhang, Hakim Zhang sangat gembira.

    Keesokan paginya dia menyuruh wanita Shi dan istri petugas bersama-sama ke pengadilan, mempertanyakan perkataan yang didengar tadi malam. Didengar dua orang, wanita Shi tidak bisa lagi menyembunyikan, Hakim Zhang akhirnya memahami kebenaran, maka merehabilitasi kasus ini dan melepaskan wanita Shi.

    Hakim Zhang dengan diam-diam memberi hadiah kecil kepada istri petugas dan meminta maaf kepadanya. Setelah peristiwa tersebut terbongkar hakim Zhang dan wanita Shi itu dikagumi oleh seluruh rakyat atas kebijaksanaan mereka.

    Jika hakim Zhang mengikuti keputusan mantan hakim terdahulu dan langsung mengeksekusi, maka wanita ini mati dengan sia-sia, tentu tidak diragukan lagi maka mertuanya di neraka mendapat hukuman atas kejahatan yang semakin serius. (Minghui School)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Reinkarnasi dari Kuda

    Reinkarnasi dari Kuda

    Pada masa dinasti Qing, di Wuxi ada seorang cendekiawan yang bernama Wang Xueyuen. Ketika dia menjabat sebagai hakim di Sechuan, atasannya bermarga Niu, orang menyebutnya hakim Niu.

    Wang Xueyuen sangat akrab dengan atasannya karena mereka adalah satu kampung.  Oleh sebab itu Wang Xueyuen mengetahui latar belakang atasannya ini. Dia bisa mengingat  kehidupan masa lalunya.

    Pada masa lalunya dia adalah seorang  pejabat militer, sewaktu membawa tentara untuk memusnahkan suku Miao, dia membunuh banyak orang, oleh sebab itu ketika sudah meninggal, mendapat hukuman, dilahirkan sebagai kuda.

    Di kandang kuda dia sangat sedih, setiap hari menangis dan melompat tidak berhenti dan tidak mau memakan makanan ternak, akhirnya dia mati kelaparan.

    Dia kemudian kembali ke neraka, karena karma yang diciptakan dirinya sendiri, sebelum membayar karma dia telah mati, sekali ini dia dilahirkan kembali menjadi kuda,  sekali ini dia tidak berani membunuh diri lagi.

    Sekarang dia menjadi kuda tunggangan tentara. Majikannya ini adalah seorang pemarah, selalu mencambuknya.

    Pada suatu hari tentara berperang dengan musuhnya, musuhnya mengejar mereka sudah hampir dekat, majikannya mencambuknya supaya berlari dengan cepat. 

    Dalam pelarian mereka melalui jalan jurang, jurang sangat terjal, di depan mereka semua batu tajam, batu-batu tersebut setajam pisau.

    Didalam hati Niu berpikir : jika saya melompat melewati jurang ini, saya pasti akan mati tetapi majikan saya bisa terlepas dari bahaya;  tetapi jika saya tidak melompati jurang ini, majikan saya pasti akan dibunuh musuh.

    Saya harus bagaimana? Setelah sangsi beberapa saat, dia memutuskan akan melompati jurang menyeberang ke seberang! Perut saya tertancap batu tajam, saya mati tetapi majikan saya terselamatkan. Saya yang berkorban menyelamatkan nyawa majikan saya.

    Ketika saya kembali ke neraka, raja akhirat mengizinkan saya reinkarnasi menjadi manusia karena kesetiaan saya kepada majikan saya, dia memberi anugrah kepada saya menjadi pejabat tinggi.

    Hakim Niu karena mengetahui 2 kali reinkarnasinya, dia mengerti berbuat baik dan jahat akan mendapat balasannya, oleh sebab itu, seumur hidupnya menjadi hakim dia adalah seorang hakim dan pejabat yang jujur, mengabdi kepada negara dan bangsa.

    Dan selalu menasehati teman dan keluarga untuk selalu berbuat hanya yang baik, supaya terhindar dari malapetaka.(minghui school)

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI