Tag: militer china

  • AS Peringatkan Nvidia Atas Penjualan Chip AI ke Militer China

    AS Peringatkan Nvidia Atas Penjualan Chip AI ke Militer China

    Nvidia diberitahu, “Ikuti aturan lisensi AS yang ketat atau berisiko kehilangan akses ke pasar chip AI China.” Pada sidang kongres Selasa, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick berkata persyaratan itu telah dinegosiasikan dengan Deplu dan Nvidia harus mematuhinya.

    Salah satu poin penting adalah usulan persyaratan “kenali pelanggan Anda”, bertujuan mencegah militer China mengakses chip H200 Nvidia. Pekan lalu, Reuters melaporkan perusahaan belum menyetujui persyaratan ini, menimbulkan kekhawatiran keamanan nasional.

    China telah menyetujui impor chip H200 untuk raksasa teknologi Alibaba dan Tencent serta Deepseek. Ketiga perusahaan tersebut dilaporkan berhubungan dekat dengan militer China. Penjualan chip ini diizinkan setelah Presiden Trump dan China mencapai gencatan senjata perdagangan di Korea Selatan Oktober lalu. Kesepakatan itu juga menunda satu tahun aturan yang memblokir ekspor teknologi AS ke ribuan perusahaan China selama mereka tidak terkait dengan militer.

  • Respon Trump Atas Pembersihan Militer PKC Oleh Xi

    Respon Trump Atas Pembersihan Militer PKC Oleh Xi

    China baru saja mencopot jenderal tertingginya dan merombak kepemimpinan militernya. Berikut respon presiden Trump terkait hal tersebut.

    [Donald Trump, Presiden AS]: “Anda berbicara tentang China?”

    [Reporter]: “Ya…”

    [Donald Trump, Presiden AS]: “Sejauh yang saya tahu, hanya ada satu bos di China dan dia adalah Presiden Xi. Dialah presidennya.

    [Reporter]: ”Apakah ada kekhawatiran tentang stabilitas atau…”

    [Donald Trump, Presiden AS]: “Tidak, saya rasa Presiden Xi adalah bosnya. Saya sedang memantaunya dan dia sangat dihormati di China. Dia bosnya.

    Zhang Youxia, jenderal tertinggi China dan wakil ketua militer pusat, resmi berada di bawah penyelidikan sejak pekan lalu, beserta Liu Zhenli, kepala staf departemen gabungan. Penangkapan mereka membuat geger mengingat keduanya adalah anggota badan pengambil keputusan militer tertinggi di China.

    Kini, badan beranggotakan tujuh orang tersebut hanya menyisakan Xi dan satu jenderal lainnya. Zhang dan Liu dituduh melakukan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan militer. Di komunis China, tuduhan semacam ini biasanya ditujukan kepada orang-orang yang dianggap Xi Jinping mengancam kekuasaannya.

    Ini adalah pembersihan tingkat tertinggi di jajaran militer China dalam beberapa dekade. Prosesnya pun sangat cepat. Hanya butuh kurang dari dua minggu sejak menghilangnya Zhang dari publik hingga pengumuman resmi, Umumnya butuh beberapa bulan atau bahkan tahunan bagi rezim untuk menggulingkan seorang pejabat senior.

    Zhang Youxia dipandang sebagai yang menentang rencana Xi untuk menginvasi Taiwan pada 2027. Sebagai seseorang dengan pengalaman tempur nyata, Zhang percaya China butuh lebih banyak waktu untuk mengejar ketertinggalan militer dari AS.

    Setelah penangkapannya, China memperketat kontrol pasokan bahan bakar yang krusial untuk persiapan tempur. Taiwan merespon dengan melakukan latihan armada laut dan udara.

  • Kapal Perang AS Kunjungi Pelabuhan Kamboja yang Direnovasi China

    Kapal Perang AS Kunjungi Pelabuhan Kamboja yang Direnovasi China

    Amerika Serikat memperdalam hubungan militernya dengan Kamboja, rumah bagi pelabuhan penting yang dapat mengubah keseimbangan kekuatan di Asia. China mengincar pelabuhan itu. Kini sebuah kapal militer AS berlabuh di sana, dengan kepala Komando Indo-Pasifik AS bertemu para pemimpin militer Kamboja.

    Laksamana Samuel Paparro, kepala pasukan AS di Indo-Pasifik, bertemu menteri pertahanan Kamboja dan kepala angkatan bersenjata di atas kapal USS Cincinnati pada hari Senin. Kedua negara berjanji untuk bekerja bahu-membahu menegakkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

    USS Cincinnati berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut Ream Kamboja sejak Sabtu. Kapal ini telah mengunjungi pelabuhan selama dua dekade terakhir, namun ini pertama kalinya mereka berlabuh sejak renovasi yang didanai China selesai tahun lalu.

    Renovasi China memicu kekhawatiran Washington bahwa China, yang adalah sekutu dekat Kamboja, mungkin telah diberikan akses eksklusif ke pangkalan tersebut.

    Laporan tentang potensi perjanjian 30 tahun yang memungkinkan penggunaan militer China di lokasi, telah memicu kekhawatiran bahwa pangkalan militer global China mungkin sedang terbentuk. Namun Pemerintah Kamboja telah membantah adanya hak istimewa eksklusif untuk China.

    Meski China memiliki lebih banyak kapal perang dari AS, mereka hanya mengoperasikan satu pangkalan militer resmi di luar negeri yang terletak di Afrika. AS memiliki 750 pangkalan di seluruh dunia, hingga Washington dapat memproyeksikan kekuatan di seluruh dunia. Namun, pergeseran sedang terjadi. China sudah mengendalikan dua pelabuhan tambahan, satu di Pakistan dan satu lagi di Sri Lanka.

    Sementara, China sedang membangun pelabuhan laut dalam lainnya di Myanmar. Jika Beijing mengubah pelabuhan-pelabuhan ini menjadi pangkalan yang beroperasi penuh, ditambah pelabuhan di Kamboja, China dapat memproyeksikan kekuatan di Samudra Hindia.

    Kamboja adalah sekutu dekat China dan telah lama memiliki hubungan tegang dengan AS. Washington kerap mengecam rezim Kamboja atas pelanggaran HAM dan penindasan politik.

  • Pembersihan Tingkat Tinggi: China Selidiki Jendral Top Militer

    Pembersihan Tingkat Tinggi: China Selidiki Jendral Top Militer

    Jenderal tertinggi China dan orang kedua dalam komando pemimpin Partai Komunis Xi Jinping sedang diselidiki, menurut Kementerian Pertahanan Nasional di akhir pekan. Ini adalah pembersihan tingkat tinggi paling menonjol ke para pemimpin militer senior. Ini dilakukan saat Beijing memodernisasi angkatan bersenjatanya dan berupaya memproyeksikan kekuatannya, terutama di sekitar Taiwan dan di Laut Cina Selatan.

    Kementrian Pertahanan China mengumumkan mereka sedang menyelidiki jendral paling senior China. Zhang Youxia sedang diselidiki atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius.

    Jenderal veteran itu secara luas dianggap sebagai sekutu militer terdekat Xi Jinping. Dia adalah orang kedua dalam komando Xi sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat. Penyingkirannya dapat berdampak pada pekerjaan komisi dalam hal komando dan modernisasi militer Tentara Pembebasan Rakyat yang sedang berlangsung.

    Militer adalah salah satu target utama dari pemberantasan korupsi besar-besaran yang diperintahkan Xi pada 2012. Delapan jenderal tinggi disingkirkan dari Partai Komunis atas tuduhan korupsi pada 2025. Kementerian pada hari Sabtu mengatakan bahwa Liu Zhenli, kepala staf departemen gabungan komisi, juga sedang diselidiki.

    Beijing menuduh Zhang dan jenderal lainnya dengan tuduhan korupsi dan menantang struktur pemerintahan militer China. Dibawah pemerintahan Xi, tuduhan ini biasa menyasar ke orang-orang yang dianggapnya sebagai ancaman. Sementara itu, sumber-sumber internal menunjukkan banyak personel di militer China kini khawatir tentang masa depan mereka.

    Surat kabar militer China pada hari Senin berkata tidak seorang pun dapat dikecualikan dalam gerakan anti-korupsi. Itu berarti bahkan seorang jenderal top seperti Zhang Youxia, yang dulunya sekutu dekat Xi, dapat disingkirkan. Selain Zhang, sebagian besar jenderal China tidak pernah berperang. Zhang berperang melawan Vietnam dan telah membangun reputasi kuat dalam militer China selama puluhan tahun kariernya.

    Selain korupsi, tuduhan lainnya adalah ketidaksetiaan. Militer China berkata Zhang dan jendral lainnya telah merusak sistem kepemimpinan ketua komisi militer pusat. Komisi ini mengawasi seluruh militer China dan dipimpin oleh Xi Jinping. Pembersihan terbaru membuat kelompok itu hanya memiliki satu anggota selain Xi.

    Seorang pensiunan pejabat militer China menggambarkan situasinya sebagai kacau, menambahkan bahwa beberapa pejabat tingkat menengah telah mengajukan surat pengunduran diri.

    Zhang Youxia dulunya memiliki hubungan dekat dengan Xi. Keduanya berteman sejak kecil, tetapi hubungan mereka memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, Xi menyingkirkan sekutu dekat Zhang, mantan menteri pertahanan Li Shangfu. Sejak itu laporan bahwa Zhang Youxia telah berpihak pada kekuatan oposisi melawan Xi kembali meningkat. Di antara kekuatan oposisi tersebut adalah apa yang disebut faksi senior, terdiri dari para pemimpin negara China veteran, termasuk mantan Perdana Menteri Wen Jiabao.

    Menteri Pertahanan Nasional Taiwan, Wellington Koo berkata hari Senin pemerintah sedang mengamati dengan seksama perombakan baru dalam kepemimpinan militer China ini, serta akan melakukan penilaian penuh terhadap situasi tersebut. Ia berkata perencanaan militer Taiwan didasarkan pada kenyataan bahwa China tidak pernah mengesampingkan penggunaan kekuatan pada Taiwan.

    Pada hari Sabtu, otoritas China mengumumkan penyelidikan terhadap dua pejabat militer senior. Salah satunya adalah Zhang Youxia, orang kedua dalam komando Komisi Militer Pusat China, tokoh militer paling berpengaruh di bawah Xi Jinping. Yang lainnya adalah Liu Zhenli, kepala Departemen Staf Gabungan.

    Keesokan harinya, surat kabar militer resmi China, PLA Daily, menerbitkan sebuah editorial yang menuduh keduanya secara serius merusak sistem kepemimpinan militer. Artikel tersebut juga mengatakan mereka melemahkan cengkeraman Partai Komunis atas kekuasaan.

    Komentator politik Taiwan, Wang Hao, mengatakan susunan kata dalam editorial mengirimkan pesan yang jelas. Zhang Youxia digambarkan sebagai ancaman bagi sistem yang ada,  memberi Beijing pembenaran untuk menyingkirkannya atas nama menjaga ketertiban. Wang berkata bahwa bagi Xi Jinping, apa pun yang tidak dapat sepenuhnya dikendalikannya tidak dapat diterima. Ia percaya lebih baik menyingkirkan orang yang salah daripada membiarkan potensi ancaman tetap ada.

    Wang memperingatkan ketidakpastian atas keamanan Taiwan semakin meningkat, bukan menurun. Pakar pertahanan sipil Lin Pin-Yu mengatakan saat tidak ada seorang pun di Partai Komunis China yang dapat menolak Xi Jinping, maka itu bisa jadi saat militer China bertindak melawan Taiwan. Lin mengatakan tantangan teknis atau operasional tidak pernah menjadi perhatian Xi. Jika tindakan militer memperkuat kekuasaannya, itu saja sudah cukup. Lin menambahkan meskipun akan sangat sulit bagi China untuk sepenuhnya mengambil alih Taiwan, akan jauh lebih mudah untuk menyebabkan kerusakan serius.

  • Ambisi Taiwan PKC: Drone dan “Kapal Nelayan” Beraksi

    Ambisi Taiwan PKC: Drone dan “Kapal Nelayan” Beraksi

    Partai Komunis China diam-diam meningkatkan tekanannya terhadap Taiwan. China menerbangkan pesawat tak berawak pengintai ke wilayah udara Taiwan untuk pertama kalinya pada hari Sabtu.

    Kementerian Pertahanan Taiwan berkata pesawat tak berawak pengintai itu memasuki wilayah udara Pratas, sebuah pulau yang dikendalikan oleh Taiwan. Pratas terletak 250 mil dari pulau utama Taiwan. Pesawat tak berawak tersebut terbang di atas jangkauan sistem pertahanan udara Taiwan, dan meninggalkan area setelah Taiwan mengeluarkan peringatan.

    Menteri Pertahanan Taiwan sebelumnya berkata bahwa jika pesawat China atau aset militer lainnya memasuki wilayah udara pulau tersebut, itu dapat dianggap sebagai serangan pertama dan Taiwan dibenarkan merespon demi membela diri.

    Bergerak ke utara menuju Laut China Timur, perairan antara China, Taiwan, dan Jepang, China juga melakukan latihan tak biasa dalam beberapa minggu terakhir.

    Dalam dua kejadian terpisah, rezim itu mengerahkan ribuan kapal nelayan untuk membentuk penghalang terapung sepanjang 200 mil. Beberapa kapal nelayan sipil telah dilatih untuk operasi militer. China telah menggunakan kapal nelayan serbaguna untuk mendukung angkatan lautnya sebelumnya, tetapi jarang terlihat begitu banyak kapal berkumpul di satu tempat.

    Minggu lalu, New York Times melaporkan sekitar 1.400 kapal Cina membentuk formasi persegi panjang di Laut China Timur. Dan sebulan yang lalu, sekitar 2.000 kapal nelayan China berkumpul dalam formasi berbentuk L. Para analis mengatakan pada media bahwa ini menunjukkan China telah memperkuat milisi maritimnya. Mereka berkata ini juga bisa menjadi uji coba bagaimana kapal sipil dapat mendukung operasi militer melawan Taiwan.

    Kapal-kapal nelayan berkumpul di dekat jalur pelayaran utama dekat Shanghai, jalur yang dianggap strategis bagi China jika terjadi konflik atas Taiwan. Seorang mantan perwira intelijen AS mengatakan bahwa kapal-kapal nelayan China terlalu kecil untuk melakukan blokade, tetapi mereka berpotensi menghambat operasi kapal perang AS.

    Beberapa ahli memperingatkan bahwa kapal-kapal nelayan itu dapat digunakan untuk membanjiri sensor radar atau drone atau untuk membantu China memperkuat klaim teritorialnya.

  • 10 Jendral PKC Absen Pertemuan Anti-Korupsi, Tanda Apa?

    10 Jendral PKC Absen Pertemuan Anti-Korupsi, Tanda Apa?

    Satu kejanggalan terjadi di Beijing minggu ini. 10 orang jenderal absen dalam pertemuan besar badan antikorupsi PKC, memicu spekulasi kemungkinan mereka dilengserkan. Berkaca dari pengalaman, para pejabat PKC kerap menghilang dari kegiatan penting beberapa waktu sebelum dilengserkan. Apa arti ketidakhadiran mereka bagi cengkeraman kekuasaan Xi Jinping? Mungkinkah hal itu berdampak pada lini masa Beijing mengambil alih Taiwan?

    Pertikaian internal Partai Komunis China semakin memanas. 10 perwira tinggi, termasuk letnan dan mayor jenderal, tidak hadir dalam pertemuan besar badan antikorupsi Partai Komunis China minggu ini. Analis urusan China, Heng He mengatakan pada NTD bahwa hal itu merupakan indikasi mereka akan segera dilengserkan.

    [Heng He, Analis urusan China]:

    “Ketidakhadiran para jenderal ini menunjukkan ketidakstabilan nyata dalam internal Partai Komunis China. Pembersihan dalam skala ini hanya terjadi ketika pertarungan antar faksi telah mencapai tingkat yang sangat intens. Umumnya, pembersihan sejatinya jarang terjadi, bukan sesuatu yang bisa terjadi kapan saja.”

    Pembersihan skala besar terjadi tepat 3 bulan lalu ketika sembilan orang perwira jenderal digulingkan. Berlanjut, 10 orang jenderal secara mengejutkan menghilang minggu ini. Tampak jelas, semuanya berasal dari faksi Xi Jinping. Pengamat masalah China, Tang Jingyuan berkata kedua insiden tersebut menunjukkan bahwa ini bukan sekadar masalah internal, Xi mungkin telah kehilangan kendali atas militer.

    [Heng He, Analis Urusan China] :

    “Pembersihan seperti ini artinya hanya satu. Faksi anti-Xi Jinping kini telah mengambil alih kendali militer. Begitulah cara mereka melakukan pembersihan skala besar terhadap orang-orang dari faksi Xi Jinping. Salah satu karakteristik mencolok dari struktur kekuasaan rezim ini yakni dimana kekuasaan pemimpin didasarkan pada kendali mutlak atas militer dan senjata.”

    Tang mengatakan faksi oposisi termasuk Zhang Youxia, komandan nomor dua Badan pengambil keputusan militer tertinggi China. Juga ada Hu Jintao, mantan pemimpin China, dan Wen Jiabao, mantan perdana menteri China. Jadi, bagaimana perombakan kekuasaan di tingkat atas akan berdampak pada lini masa Beijing untuk mengambil Taiwan?

    [Tang Jingyuan, Pengamat masalah China] :

    “Saya tidak berpikir rezim China mampu menginvasi Taiwan dalam waktu dekat. Ketidaksetujuan faksi oposisi dengan Xi Jinping mengenai Taiwan berakar pada masalah ini: Jika militer Amerika dan Jepang turut tangan dalam invasi China ke Taiwan, faksi oposisi percaya rezim tidak akan mampu melawan kedua rival mereka baik secara militer maupun ekonomi.

    Dengan digulingkannya para jenderal ini telah melemahkan kemampuan tempur militer China.

    [Tang Jingyuan, Pengamat masalah China] :

    “Jika Xi Jinping ingin mengambil alih Taiwan, ia sangat bergantung pada komando tempur angkatan laut, dan pasukan roket wilayah Timur.”

    Pasukan roket China bertanggung jawab atas rudal nuklir dan konvensional berbasis darat milik rezim. Namun sekarang, sejumlah besar pemimpin dan pejabat tinggi di ketiga divisi tersebut telah digulingkan.

  • Radar Buatan China Dipertanyakan Setelah Serangan ke Venezuela

    Radar Buatan China Dipertanyakan Setelah Serangan ke Venezuela

    Meskipun mengerahkan radar anti-siluman JY27 buatan China yang canggih, pertahanan udara Venezuela telah dilumpuhkan di awal operasi AS. Pesawat perang elektronik Washington mengganggu cakupan radar, hingga pesawat tempur siluman AS dapat menyerang tanpa terdeteksi.

    Seorang pengamat militer menulis di X, berkata hal ini membuktikan teknologi China tidak berguna. Ia mencatat bahwa Venezuela telah membeli sembilan radar canggih dari China dan semuanya gagal mendeteksi pesawat tempur siluman AS.

    Para analis China berkata setidaknya 23 negara mengoperasikan radar pertahanan udara buatan China.  Setelah serangan baru-baru ini di Venezuela, beberapa pihak mengatakan produsen Beijing mungkin tertinggal di sektor ini.

  • Serangan AS ke Venezuela Tak Akan Dicontoh China untuk Taiwan

    Serangan AS ke Venezuela Tak Akan Dicontoh China untuk Taiwan

    Keputusan Presiden Trump untuk menyerang Venezuela dan menangkap Nicholas Maduro telah memicu perdebatan di kalangan pakar kebijakan luar negeri. Mereka membandingkan ini dengan China terkait invasi Taiwan, mempertanyakan apakah Beijing akan melihatnya sebagai model. Namun yang lain berspekulasi bahwa operasi AS baru-baru ini bukanlah strategi China untuk Taiwan.

    Menurut Dewan Hubungan Luar Negeri, alasan paling mendasar China belum bergerak ke Taiwan adalah kurangnya kepercayaan secara militer. Analis juga berkata operasi AS di Venezuela berbeda dari tujuan Beijing. Meski Trump berkata AS akan mengendalikan Venezuela untuk sementara waktu, namun ia tidak berniat mengambil alih secara permanen. Berbeda dengan China yang mengklaim masalah Taiwan adalah masalah internal, bertujuan menyingkirkan kepemimpinan demokratis Taiwan dan memerintahnya tanpa batas waktu.

    Sementara itu, AS berkata akan mendukung Taiwan jika itu terkait kepentingan nasional yang vital. Sekutu AS juga berkata akan mendukung Washington di Selat Taiwan, baik untuk diri mereka sendiri maupun menjaga keseimbangan regional.

    Untuk saat ini para analis percaya Beijing akan tetap bersabar, terutama jika mereka melihat tindakan Washington di Venezuela sebagai pengalih perhatian, daripada keuntungan strategis jangka panjang.

  • China Latihan Militer Besar-besaran Kepung Taiwan

    China Latihan Militer Besar-besaran Kepung Taiwan

    Semua mata tertuju pada Taiwan. Pada hari Senin, Beijing mengerahkan militernya dan melakukan latihan tembak langsung. Militer China berkata latihan akan berlanjut hari Selasa. Taiwan mengutuk hal ini dan berkata mereka memantau situasi dengan ketat. Berikut pernyataan jubir kantor kepresidenan Taiwan.

    [Juru Bicara Kantor Kepresidenan Taiwan]:

    “Negara kami menyatakan kecaman keras terhadap otoritas China, yang mengabaikan norma internasional dan menggunakan aktivitas dan cara militer untuk mengancam negara-negara tetangga.”

    [Presiden Trump]:

    “Saya memiliki hubungan baik dengan Presiden Xi dan dia belum memberi tahu saya apa pun tentang hal itu. Saya tentu telah melihatnya, tapi ia tidak memberitahu apapun. Saya tidak percaya dia akan melakukannya. Tidak ada yang membuat saya khawatir, tidak ada.”

    Latihan melibatkan angkatan darat, laut, udara, dan roket China. Pasukan roket adalah militer yang mengoperasikan rudal nuklir berbasis darat China untuk pencegahan dan serangan jarak jauh. Tujuannya untuk memblokade pulau dari udara dan laut, serta mengepung pulau Taiwan.  

    China juga melakukan simulasi serangan target darat dan laut, yang terjadi hanya 11 hari setelah Washington mengumumkan penjualan senjata senilai 11,1 miliar dolar AS ke Taiwan. Itu adalah kesepakatan senjata terbesar antara AS dan Taiwan.

    Ini juga terjadi setelah perdana menteri Jepang Sanae Takaichi memperingatkan bahwa serangan China ke Taiwan dapat memicu respon militer dari Tokyo, yang dikatakannya November lalu.

    Meskipun latihan menganggu penerbangan Taiwan, pemerintah berkata masyarakat tidak perlu khawatir. Kementrian Pertahanan Taiwan berjanji akan mempertahankan kedaulatan dan demokrasi pulau tersebut.

    [Sun Li-Fang, Jubir Kementrian Pertahanan Taiwan]:

    “Karena kita harus mengambil langkah-langkah yang tepat dengan premis untuk memastikan keamanan dan kedaulatan nasional kita karena konfrontasi terus meningkat. Risiko konflik antara kedua pihak hanya akan terus meningkat dan tidak akan membantu menyelesaikan perbedaan atau perselisihan.”

    Latihan terbaru ini adalah peningkatan dari latihan sebelumnya di bulan April. Ini menandai putaran latihan perang besar keenam China sejak 2022, saat ketua DPR AS saat itu, Nancy Pelosi, mengunjungi Taiwan.

    Rezim China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya meskipun tidak pernah memerintah pulau tersebut. Taiwan menolak klaim itu, berkata hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka.

  • AS Unjuk Gigi Bersama Jepang Hadapi Agresi China

    AS Unjuk Gigi Bersama Jepang Hadapi Agresi China

    AS menunjukkan kekuatannya untuk mendukung Jepang di tengah meningkatnya agresi China. Militer AS menerbangkan pesawat pembom berkemampuan nuklir bersama jet tempur Jepang pada hari Rabu di atas Laut Jepang, sehari setelah pesawat pembom Rusia dan China terbang di dekat pulau selatan Jepang.

    Kementerian Pertahanan Jepang berkata Tokyo dan Washington menegaskan kembali tekad mereka untuk mencegah upaya perubahan tatanan dengan kekerasan. Ditambahkan bahwa kedua negara siap menanggapi ancaman kapan saja.

    Jepang berada dalam siaga tinggi setelah sebuah jet tempur China mengunci radarnya pada jet Jepang pada akhir pekan. Ini adalah langkah provokatif karena dapat menjadi langkah yang diambil tepat sebelum meluncurkan senjata. Sebagai tanggapan, Tokyo mengerahkan jet untuk memantau situasi. Berikut adalah pernyataan Presiden Taiwan Lai Ching-te.

    [Lai Ching-te, Presiden Taiwan]:

    “Ini adalah tindakan yang sangat tidak pantas. Kami dengan tegas menentang tindakan sepihak yang menggunakan kekerasan atau paksaan untuk mengubah perdamaian dan stabilitas regional. Perdamaian harus dicapai oleh semua pihak dan China memiliki tanggung jawab yang sama.”

    Beijing telah meningkatkan agresinya menyusul komentar perdana menteri Jepang yang berkata Jepang akan terlibat secara militer jika China menyerang Taiwan.