Tag: sederhana

  • Kebijaksanaan Kuno: ‘Wanita Jelek’

    Kebijaksanaan Kuno: ‘Wanita Jelek’

    Di dunia kecantikan instan masa kini, posting Instagram, dan influencer media sosial, adalah mudah untuk melupakan bahwa kecantikan bukan hanya sekedar yang terlihat secara fisik.

    Sementara beberapa orang berpikir bahwa penampilan fisik dan busana membuat seorang wanita menjadi cantik menurut standar saat ini, orang-orang Tiongkok kuno memiliki ide lain, dan “wanita jelek” tidak dijauhi.

    Menurut pepatah bijak tradisional: “Apa yang diinginkan seseorang dari istri bukanlah penampilan tetapi kebajikan. Apa yang diinginkan seseorang dari suami bukanlah kekayaan, tetapi karakter moral.

    Apa yang diinginkan seseorang dari seorang teman bukanlah menjadi kaya, tetapi memiliki hati.” Orang zaman dulu lebih menghargai kebajikan daripada penampilan.

    Pada artikel ini, kita diperkenalkan dengan empat “wanita jelek” terkenal yang kebajikannya berarti mereka dipilih karena kemampuan mereka.

    Penampilan luar mereka tidak membuat mereka tidak menikah dan kesepian seumur hidup. Sebaliknya, kehidupan keluarga mereka bahagia karena kemampuan, kebaikan, kebijaksanaan, dan kecerdasan mereka.

    1. Mo Mu

    Kaisar Kuning memilih istrinya dengan tidak menilai penampilannya. Dia berkata: “Mereka yang mengejar kecantikan daripada karakter tidak benar-benar cantik, sebaliknya mereka yang mengejar kebajikan, tetapi bukan penampilan, adalah berbudi luhur.”

    Jadi dia secara khusus memilih Mo Mu sebagai istrinya, yang berwatak mulia dan berwatak lembut, meskipun wajahnya tidak menarik. Kaisar Kuning adalah nenek moyang pertama dari orang-orang Tionghoa. Legenda mengatakan bahwa Kaisar Kuning yang mengalahkan Yandi karena bantuan dan kebijaksanaan Mo Mu dibalik layar.

    2. Wuyan

    Orang sering menggunakan kata “tampak seperti Wuyan” untuk menggambarkan wanita buruk. “Wuyan” mengacu pada Zhong Lichun, seorang gadis yang tampak tidak menarik di Kabupaten Wuyan, Negara Bagian Qi, selama Periode Negara-Negara Berperang. Namun, wanita ini berbakat, memiliki kebijaksanaan besar, dan peduli dengan urusan negara.

    Zhong Lichun (Wuyan) dipanggil oleh Raja Xuan dari Qi dan menganjurkan raja untuk: “Hancurkan amfiteater, bubarkan penghibur wanita, tolak sanjungan, sampaikan pidato terus terang, perkuat tentara dan kas negara.” Raja Xuan sangat mengaguminya dan menobatkannya sebagai Ratu. Sejak saat itu, keadaan Qi menjadi stabil.

    3. Meng Guang

    Ungkapan “suami dan istri memperlakukan satu sama lain dengan sopan” adalah menceritakan kisah Meng Guang, istri Liang Hong, seorang bijak dari Dinasti Han Timur. Dia mengangkat nampan setinggi alisnya setiap saat menyajikan makanan untuk menunjukkan rasa hormat yang besar kepada suaminya.

    Meng berbudi luhur, tetapi tampak tidak menarik, digambarkan sebagai “gemuk, jelek, dan hitam,” dan mampu “mengangkat lesung batu.”

    Namun, cendikiwan Liang Hong yang terkenal, berbudaya, berbakat, dan tampan justru menyukai karakter Meng dan dengan tegas menikahinya, meskipun banyak pejabat dan keluarga terkenal ingin mengambilnya sebagai menantu lelaki mereka.

    Sehari setelah pernikahan, Meng menanggalkan gaun pengantinnya yang indah, mengenakan pakaian biasa dan mengurus pekerjaan rumah dengan baik. Setelah itu, dia mengikuti Liang untuk hidup menyendiri di Gunung Baling, dimana mereka menjalani kehidupan yang sangat sederhana namun harmonis, dengan pria membajak dan wanita menenun, membaca puisi, dan memainkan alat musik.

    4. Putri keluarga Ruan

    Xu Yun dari Jin Timur dijodohkan dan menikah dengan putri Ruan Dewei, yang memiliki kebijaksanaan besar. Setelah melihat wajah buruk pengantin wanita di malam pernikahan, Xu langsung berlari keluar dari kamar pengantin dan menolak masuk lagi.

    Kemudian, teman Xu, Huan Fan, mengunjunginya dan mengatakan kepadanya: “Pasti ada alasan mengapa keluarga besarmu menikahkanmu bersama dengan seorang putri yang terlihat buruk. Jadi, coba cari tahu tentang istrimu.” Mendengarkan kata-kata Huan, Xu melangkah kembali ke kamar pengantin. Namun, begitu dia melihat wajah istrinya lagi, dia hampir akan menyelinap pergi, tetapi istrinya memegang tangannya.

    Saat berusaha lepas, Xu bertanya kepada istrinya: “Dalam empat kebajikan feminin: kesucian, kesopanan, penampilan, keterampilan menjahit dan memasak yang baik, berapa banyak yang anda mampu?” Tak disangka, istrinya langsung menjawab: “Yang kurang dariku hanyalah kecantikan.

    Tetapi dalam seratus perilaku saleh seorang cendikiawan, berapa banyak yang anda miliki?” Xu menjawab: “Saya memiliki semuanya.” Istrinya berkata lagi: “Yang paling penting diantara perilaku itu adalah kebajikan. Tapi anda lebih memilih penampilan wanita daripada kebajikan. Bagaimana anda bisa mengatakan anda memiliki semuanya?”

    Kebijaksanaan istrinya membuat Xu terdiam. Sejak saat itu, pasangan itu saling menghormati dan mencintai, dan hubungan mereka harmonis. (nspirement)

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Tips Belajar Hal-Hal Sulit dan Mengatasi Frustasi

    Tips Belajar Hal-Hal Sulit dan Mengatasi Frustasi

    Belajar adalah keterampilan hidup penting yang membawa kepuasan batin yang besar.

    Menguasai keterampilan baru atau akhirnya memahami beberapa konsep yang rumit dapat meningkatkan harga diri kita dan memberikan rasa pencapaian, kebanggaan, dan kekuatan yang luar biasa; namun setiap orang memiliki keahlian dan kemampuan yang berbeda, jadi terkadang kita menghadapi tantangan yang tampaknya tidak dapat diatasi? menciptakan “penghalang frustrasi”.

    Di bawah pengaruh frustrasi, kita mungkin menjadi tidak termotivasi, kehilangan harapan, atau bahkan menyerah. Untuk mencegah hal ini, kita perlu menjaga tujuan kita tetap terlihat, tetap termotivasi, dan menerobos hambatan.

    Mempelajari Hal-Hal Yang Sulit Tidak Selalu Sukar

    Kegagalan dalam belajar dapat diakibatkan oleh kurangnya usaha, tentu saja hal ini bukanlah merupakan akar masalahnya. Beberapa hal secara alami terjadi pada seseorang, sementara orang lain mungkin mengalami kesulitan untuk beradaptasi.

    Masalah yang paling sering menghambat orang untuk mempelajari hal-hal yang sulit adalah hambatan frustrasi. Mempelajari hal-hal baru bisa sangat memuaskan, tetapi anda perlu termotivasi untuk melewati tantangan.  

    Menghapal dan belajar banyak hal yang rumit atau panjang cenderung membuat sebagian pelajar frustrasi, menghasilkan mentalitas yang inferior. Fisikawan Richard Feynman percaya bahwa “kesederhanaan adalah kunci untuk belajar.”

    Semakin sederhana sumbernya, semakin mudah dipahami, membuat pembelajaran lebih mudah. sementara pelajaran yang dihafal tetapi tidak dipahami kemungkinan besar akan terlupakan.

    Di sisi lain, beberapa pelajar menciptakan kesulitan mereka sendiri dengan berpikir berlebihan, membuatnya lebih rumit dari yang sebenarnya.

    Hal ini terbukti benar terutama dengan belajar bahasa. Penelitian oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) menemukan bahwa terlalu banyak berpikir cenderung menghalangi kemampuan orang dewasa untuk memilih “nuansa rileks” dalam belajar bahasa asing.

    Mengatasi kesulitan belajar bisa menjadi tantangan, tetapi ada sejumlah metode yang terbukti dapat membantu anda menerobos penghalang frustrasi.

    Menerobos Penghalang Frustrasi

    Jika anda ingin mempelajari sesuatu yang baru, anda harus berkomitmen untuk berusaha keras, tetapi strategi berikut dapat membantu anda bergerak maju sehingga upaya anda membuahkan hasil.

    Langsung Masuk

    Jika anda ingin mempelajari sesuatu yang baru, tidak ada yang lebih baik daripada langsung belajar saat antusiasme masih segar.

    Menghadapi tantangan secara langsung dengan tekad adalah resep untuk kemajuan cepat. Penghalang frustrasi akan mulai terbentuk ketika seseorang menarik proses pembelajaran dengan menyusun strategi dan berpikir berlebihan, jadi biarkan motivasi anda menjadi panduan anda.

    Jangan Bandingkan Dirimu Dengan Orang Lain

    Setiap orang belajar secara berbeda dan dengan kecepatan mereka sendiri. Hindari membandingkan kemajuan anda sendiri dengan kemajuan orang lain.

    Mentalitas kompetitif ini dapat menyebabkan kecemburuan, frustrasi, dan keputusasaan; merusak kemampuan kita untuk belajar.

    Prestasi anda tidak akan pernah sama persis dengan orang lain. Jika anda fokus pada kekuatan anda dan melakukan yang terbaik, anda bisa bangga dengan kesuksesan pribadi anda sambil merayakan kesuksesan orang lain dengan sukacita daripada iri hati.

     “Terkadang anda di depan, terkadang anda di belakang. Perlombaan itu panjang dan pada akhirnya anda hanya berlomba dengan diri anda sendiri.” — Mary Schmich

    Bimbingan adalah satu-satunya cara yang baik untuk menghindari perbandingan antar siswa, tetapi yang lebih baik adalah memperkuat karakter anda, fokus pada pengembangan anda sendiri, dan tidak terlalu khawatir tentang bagaimana anda membandingkan diri anda dengan orang lain.

    Ingatlah bahwa setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing, meskipun mungkin tidak terlihat, dan dukungan serta pengakuan anda atas pencapaian orang lain tidak akan pernah menjatuhkan anda; itu hanya akan membuat anda lebih baik

    Mengatasi Frustrasi

    Frustrasi adalah emosi normal yang dirasakan setiap orang di beberapa titik. Ini bisa menjadi sangat mengganggu, tetapi jangan sampai menghambat prestasi anda. Ada beberapa cara positif untuk mengatasi frustrasi ketika itu muncul.

    Jika frustrasinya kuat, istirahatlah sebentar. Keluar, berolahraga, bermeditasi, atau sekadar mengubah aktivitas. Ini akan membantu menjernihkan pikiran dan menenangkan saraf sehingga anda dapat menghadapi masalah dengan lebih segar.

    Seringkali, perubahan kecil dalam hidup dapat menjadi solusi untuk melewati penghalang. Cobalah untuk melihat kesulitan yang anda hadapi dengan cara berbeda.

    Pertimbangkan teknik belajar lain yang mungkin efektif, dan cobalah. Seperti kata pepatah, “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.”

    Teknik Penyederhanaan Feynman

    Dengan keyakinannya pada manfaat menyederhanakan pembelajaran, Feynman memperkenalkan teknik untuk membantu mempermudah mempelajari hal-hal yang sulit.

    Dengan topik apa pun yang ingin kita pelajari, Feynman menyarankan agar setelah belajar, kita harus mengulangnya dan mencoba menjelaskannya dengan cara yang sederhana. Teknik ini membantu mengembangkan pemahaman anda sendiri tentang hal tersebut.

    Pasti ada saatnya di mana anda akan mentok; ketika mengalami hal ini, ulang kembali dan cari tahu lebih banyak tentang materi yang membingungkan.

    Setelah belajar, coba jelaskan kembali topik tersebut secara sederhana. Setelah anda dapat menjelaskan materi secara menyeluruh dan sederhana, anda telah menguasai dan memahaminya.

    Frustrasi bisa menjadi sangat mengganggu dan luar biasa, tetapi itu bisa diatasi. Dengan pikiran terbuka dan ketekunan, anda dapat maju dengan cara apa pun, unggul, dan menikmati hal-hal baru dalam hidup.

    Jika anda ingat akan kegagalan, jadikan itu sebagai peluang untuk berkembang, tidak ada yang bisa menghentikan anda! (visiontimes)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • 4 Tips Menentukan Batasan yang Sehat Di Tempat Kerja

    4 Tips Menentukan Batasan yang Sehat Di Tempat Kerja

    Di zaman interkoneksi yang tak ada hentinya, tidak mungkin untuk memutuskan hubungan kerja atau menetapkan batasan sehat untuk menyeimbangkan kehidupan dan pekerjaan Anda.

    Berikut adalah beberapa cara untuk menetapkan (dan mempertahankan) batasan yang sehat untuk hidup dan pekerjaan Anda.

    Untuk membangun karier dan mencapai tujuan profesional Anda butuh waktu, usaha, dan dedikasi. Namun, segala sesuatunya bisa menjadi terlalu berlebihan ketika Anda sudah menghabiskan waktu berjam-jam dari Senin hingga Jumat hingga mengambil jam lembur karena Anda ingin menyenangkan bos atau rekan kerja Anda.

    Mencari pekerjaan yang bebas stres hampir tidak ada, tetapi untuk menghindari perasaan frustrasi, tidak puas, dan lelah dengan pekerjaan Anda, penting untuk menetapkan batasan yang sehat dan melindungi ruang, waktu, dan energi pribadi Anda.

    Apa Definisi Batasan yang Sehat?

    Batas yang sehat adalah yang Anda tetapkan untuk memastikan stabilitas mental dan emosional. Karena lingkungan di tempat kerja yang tegang, mungkin sangatlah penting bagi seseorang untuk menetapkan batasan yang sehat di tempat kerja demi menjaga kesehatan dan stabilitas mental.

    Menetapkan batas kerja adalah solusi sederhana namun efektif untuk mencapai keseimbangan kehidupan kerja, tetapi bukannya mudah untuk diterapkan dalam lingkungan seperti tempat kerja. Misalnya, beberapa karyawan lebih suka diam agar terhindar dari anggapan “kasar,” “menuntut,” atau “melampaui otoritas.”

    Maklum, tidak ada yang mau mengambil risiko dipecat, tetapi mengomunikasikan batasan Anda bukanlah hal buruk! Ada banyak cara untuk memulai batasan yang jelas di tempat kerja dengan anggun, tenang, dan tetap menghargai.

    Bagaimana Anda dapat secara positif dan profesional menetapkan batasan yang sehat di tempat kerja

    1. Bekerja di Luar Jam Kantor: Berkomunikasi dan Mengatur Ulang Jadwal

    Proyek di menit-menit terakhir yang membutuhkan waktu lembur atau keadaan darurat yang membutuhkan perhatian segera pada akhir pekan adalah insiden sehari-hari di tempat kerja. Apa yang tidak normal adalah ketika bekerja di luar jam kantor menjadi standar dalam rutinitas Anda.

    Anda tidak melamar untuk bekerja sepanjang waktu, 24/7, jadi tidak apa -apa untuk membahas jadwal Anda saat ini dengan atasan dan melihat kembali kontrak Anda mengenai jam kerja. Tapi sekali lagi, jadilah pemain tim dan berkolaborasi dengan mereka untuk menyesuaikan jadwal dan membuat rencana yang paling cocok untuk Anda dan perusahaan.

    2. Saling Berebut Pujian: Berbagi Langsung dengan Atasan Anda

    Kerja tim sangatlah penting, tetapi ketika rekan kerja Anda terus-menerus melontarkan ide-ide Anda dan menganggapnya sebagai ide mereka dan mendapatkan pujian untuk itu, hal itu dapat membuat Anda merasa tak diperhitungkan.

    Dalam situasi seperti ini di mana Anda memiliki sedikit atau tidak ada bukti yang dapat membuktikan bahwa itu adalah ide Anda yang pertama kali dilontarkan, hal terbaik adalah tidak menunjukkannya, tapi buat rencana strategi baru.

    Jadikan itu kebiasaan untuk tidak mengatakan secara detail ide-ide Anda sehingga lain kali superior Anda menelepon untuk rapat, Anda dapat secara langsung membagikan ide-ide Anda dengan mereka pada waktu itu. Opsi lain adalah membagikan proposal Anda dengan bos dan tim Anda melalui email. Dengan cara ini, Anda masih bermain dalam grup sambil menampilkan potensi dan inisiatif Anda.

    3. Kinerja luar biasa, Gaji Rendah: Negosiasi Berdasarkan Fakta

    Menetapkan batasan Anda juga berarti mengetahui nilai Anda. Anda bekerja keras untuk mendapatkan uang. Ketika Anda memperhatikan bahwa jumlah pekerjaan yang Anda lakukan setiap hari tidak sama dengan gaji yang Anda terima, kini saatnya untuk berbicara dengan atasan Anda.

    Negosiasikan permintaan untuk kenaikan gaji berdasarkan fakta, yaitu kerja keras Anda. Tunjukkan pada mereka berapa banyak waktu yang telah Anda curahkan, kontribusi Anda kepada perusahaan, proyek, ide, dan bahkan statistik.

    Begitu mereka melihat bagaimana upaya Anda telah memberi keuntungan bagi perusahaan, perusahaan kemungkinan akan menyetujui kenaikan gaji.

    4.Terus Memberi Bantuan: Belajar Mengatakan ‘Tidak’

    Membantu seseorang sesekali boleh saja, tetapi ketika Anda sibuk, dan rekan kerja Anda meminta Anda untuk menyelesaikan masalah mereka, sekarang saatnya untuk menggunakan kata ajaib.

    Menolak permintaan bukanlah sesuatu yang egois. Hal ini menetapkan batasan tentang nyaman tidaknya perasaan Anda ketika melakukan sesuatu untuk orang lain.

    Jika Anda tidak punya waktu dan energi untuk melakukan apa yang mereka tanyakan kepada Anda, mengapa setuju untuk melakukannya?

    Tentu saja, berkata “tidak” bisa menjadi sesuatu yang menyinggung perasaan. Yang terbaik adalah bersikap sopan dan menjelaskan situasi Anda. Anda juga dapat menggunakan alternatif yang lebih kasual atau tegas tergantung pada situasinya.

    Sangatlah menggoda untuk membuat semua orang bahagia, tetapi pada akhirnya, Anda akan melakukannya dengan kerugian yang harus Anda tanggung sendiri. (eva/nspirement)

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Bagaimana Membantu Anak Anda Dengan Pekerjaan Rumah Mereka Walaupun Anda Tidak Memahaminya

    Bagaimana Membantu Anak Anda Dengan Pekerjaan Rumah Mereka Walaupun Anda Tidak Memahaminya

    Banyak orang tua yang harus mengatasi bagaimana cara membantu anak-anak mereka menyelesaikan banyak tugas, termasuk pekerjaan rumah.

    Namun, dalam beberapa situasi, Anda mungkin kesulitan dalam memahami bagaimana membantu mereka mengerjakan pekerjaan rumah mereka.

    Ini disebabkan oleh banyak hal. Mungkin Anda belum pernah menangani topik yang diajarkan kepada anak Anda.

    Beberapa orang tua begitu sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga mereka hampir tidak punya waktu untuk mengurus pekerjaan rumah anak-anak mereka. Jadi ketika anak mereka meminta orangtua mereka membantu pekerjaan rumahnya, mereka merasa kesulitan.

    Namun, sisi baiknya adalah membantu anak Anda menyelesaikan pekerjaan rumahnya adalah hal yang memungkinkan walaupun Anda tidak menguasai mata pelajaran tersebut.

    Tips yang dapat Anda gunakan untuk membantu anak Anda dalam mengerjakan pekerjaan rumah mereka:

    1. Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah jangan panik.

    Sebelum bereaksi, Anda harus mengatakan pada diri sendiri bahwa adalah normal jika tidak memahami segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan rumah anak-anak Anda. Hanya dengan bersikap tenang dan logis akan membuat prosesnya menjadi lebih sederhana bagi Anda.

    2. Waktunya juga penting.

    Ketika Anda kembali dari tempat kerja dan merasa lelah, pertama-tama Anda perlu bersantai terlebih dahulu, kemudian makanlah beberapa kudapan yang menyenangkan.

    Jangan langsung tenggelam ke dalam pekerjaan rumah tersebut. Setelah siap, Anda dapat melihat pekerjaan rumah anak Anda. Itu akan membuat pekerjaan rumah tersebut lebih mudah untuk diatasi.

    3. Pastikan suasananya tepat ketika Anda mencoba membantu anak Anda mengerjakan pekerjaan rumah.

    Hilangkan sumber gangguan seperti TV dan ponsel untuk sementara waktu. Ketenangan adalah suatu keharusan agar pikiran Anda bekerja dengan baik.

    4. Sebelum memutuskan untuk membantu anak Anda menyelesaikan pekerjaan rumahnya, penting untuk memeriksa terlebih dahulu apakah mereka sudah melakukan upaya atau belum.

    Meskipun tidak setiap anak tidak berusaha dulu, terkadang mereka mungkin ingin meminta bantuan orang tua jika merasa mata pelajarannya sedikit lebih sulit dari biasanya.

    Jangan mendorong kebiasaan ini. Biarkan anak Anda mencoba menjawab atau memecahkan topik tersebut terlebih dahulu. Anda turun tangan hanya jika Anda benar-benar merasa itu terlalu sulit untuk usia dan tingkat kecerdasan mereka.

    5. Jika Anda menemukan pekerjaan rumah yang membuat anak Anda kesulitan menyelesaikannya, Anda dapat membantu mereka.

    Ada banyak cara bagi Anda untuk melakukannya. Pertama, periksa buku pelajaran dan catatan kelas anak Anda. Ini akan membantu Anda menemukan contoh soal dan pertanyaan serupa.

    Selain itu, ini dapat memberi Anda gambaran tentang cara pendekatan dalam mengatasi topik atau masalah tertentu yang membuat anak terjebak.

    Kembangkan solusi alternatif jika pencarian melalui buku dan catatan pelajaran anak Anda tidak berhasil. Situs web adalah sumber ide yang bagus.

    Lihat sumber informasi online untuk menemukan jawaban dan penjelasan tentang topik tersebut. Anda mungkin akan menemukan beberapa sumber informasi gratis tentang mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Jika Anda bersedia membayar, ada sumber informasi online berbayar juga.

    Kadang-kadang Anda mungkin tidak dapat menemukan sumber informasi tentang tugas rumah anak Anda. Ketika hal semacam ini terjadi, Anda dapat meminta seseorang di lingkungan pertemanan atau pekerjaan Anda yang juga membantu anak-anak mereka dengan kebutuhan serupa.

    Mereka mungkin dapat memandu Anda dalam hal ini. Jika ini pun gagal membuahkan hasil, satu-satunya pilihan adalah bertanya kepada guru yang memberikan tugas. Bagaimanapun juga, ini harus dicoba sebagai upaya terakhir. (nspirement/sia/may)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • ‘Pria Terhormat, Wanita Rendah Hati’: Kebenaran tentang Idiom Tradisional Tiongkok

    ‘Pria Terhormat, Wanita Rendah Hati’: Kebenaran tentang Idiom Tradisional Tiongkok

    Pepatah Tiongkok kuno yang banyak disalahartikan, nan zun nü bei (男尊女卑), sering diartikan sebagai “pria superior, wanita inferior.” 

    Namun, bahasa dan interpretasi Tiongkok modern telah mengaburkan arti kata-kata tersebut, menyebabkan kebingungan tentang bagaimana budaya tradisional Tiongkok memandang hubungan antara pria dan wanita. 

    Di permukaan, karakter zun (尊) berarti penghormatan atau pengagungan, sedangkan bei (卑) menyiratkan kerendahan hati dan kerendahan hati. Mengingat cara kedua karakter tersebut digunakan untuk membentuk kata-kata dalam bahasa Tiongkok modern, hal ini membuat pepatah lama tampak seperti meremehkan wanita. 
    Terutama di Tiongkok saat ini, yang mengalami perubahan radikal selama dan setelah revolusi komunis, konotasi otentik dan kebijaksanaan di balik idiom telah makin disalahpahami.

    Arti sebenarnya dari ungkapan ‘seksis’

    Hubungan antara suami dan istri dalam budaya tradisional Tiongkok didasarkan pada keharmonisan antara yin dan yang — dengan yang mewakili apa yang terang atau eksplisit, sedangkan yin mewujudkan apa yang tersembunyi atau tersirat. Yin dan yang dapat dianggap sebagai konsep filosofis dasar di sebagian besar budaya Tiongkok, seperti Taiji, Kitab Perubahan ( Yi Jing ), dan metode yang digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok atau feng shui.
    Menurut prinsip yin dan yang, maskulinitas mewujudkan kekuatan yang, yang diimbangi dan diseimbangkan oleh sifat yin dalam feminitas. Tanpa kepentingan yang sama antara yang berlawanan, harmoni akan hilang. 

    Diagram heksagram I Ching (Yi Jing) milik matematikawan dan filsuf Jerman Gottfried Wilhelm Leibniz. Kisi di tengah menyajikan heksagram dalam Fuxi atau urutan biner, membaca melintang dan turun. Urutan yang sama digunakan di luar, membaca dari bawah ke atas di sebelah kanan, lalu naik lagi di kiri ke atas. (Gambar: Domain Publik Wikimedia Commons)

    Oleh karena itu, sementara perempuan umumnya tidak diharapkan untuk fokus bersaing dengan laki-laki dalam kehidupan publik atau pekerjaan, norma-norma gender tradisional Tiongkok melihat perempuan sebagai pelengkap laki-laki, bukan inferior. 
    Terlepas dari makna modern mereka, dua karakter zun dan bei berasal dari Kitab Perubahan , di mana mereka menggambarkan keseimbangan antara yin dan yang. Karena perbedaan antara laki-laki dan perempuan, mereka umumnya cocok untuk peran yang berbeda dalam keluarga dan masyarakat. Ketika pria dan wanita mematuhi kecenderungan alami mereka, umat manusia akan berkembang. 

    Ungkapan nan zun nü bei — “pria terhormat dan wanita rendah hati” — sebenarnya menandakan harmoni yang saling melengkapi antara jenis kelamin, bukan merendahkan wanita di hadapan pria. 
    Zun dan bei mengacu pada polaritas; langit di atas dan bumi di bawah. Kitab Perubahan menyatakan, “Karena langit di atas bermartabat dan bumi di bawah rendah, posisi langit dan bumi, qian dan kun (乾坤), ditentukan. Dalam posisi rendah dan tinggi, yang rendah hati dan yang bermartabat masing-masing memiliki tempatnya sendiri…. Laki-laki mewarisi jalan qian[surga] dan perempuan mewarisi jalan kun [bumi].”

    Harmoni dalam keseimbangan

    Menurut Kitab Perubahan dan karya filsafat Taois Tiongkok lainnya, umat manusia mengikuti pola langit dan bumi untuk makmur; menyimpang dari jalan alam membawa kesengsaraan dan bencana. 
    Konfusius berbicara tentang jun zi (君子) atau “pria” yang mencapai tingkat pemurnian moral yang tinggi. Menurut Kitab Perubahan, “langit bergerak tanpa henti; jun zi mengerahkan diri mereka terus-menerus. ” “Sifat bumi ini murah hati dan toleran; jun zi menanggung segalanya dengan kebajikan.” Wanita, juga diharapkan bermoral shu nü (淑女) — seorang wanita yang bermartabat, sederhana, hormat, dan gigih. 
    Ini dicontohkan oleh tiga ratu Tai Jiang, Tai Ren, dan Tai Si, istri dari tiga raja berturut-turut 3.000 tahun yang lalu. “Tiga Tais” membantu suami mereka yang saleh dalam membangun fondasi Dinasti Zhou yang berusia 800 tahun (1046 – 256 SM).

    Dinasti Zhou berlangsung selama 800 tahun—lebih lama dari yang lain dalam sejarah Tiongkok. Itu melihat perkembangan filsafat moral yang sekarang kita kenal sebagai Konfusianisme. (Gambar: pixabay / CC0 1.0 ) 

    Tai Si, yang digambarkan dalam Puisi Klasik sebagai pola dasar shu nü dan cocok untuk suaminya, Raja Wen dari Zhou, menyibukkan diri dengan mengasuh 10 pangeran pasangan kerajaan dan mengelola harem. 
    Menurut Catatan Wanita Teladan (列女傳), ini memungkinkan raja untuk fokus pada pemerintahannya dan membudayakan negara. Tai Si dihormati sebagai wen mu (文母), “ibu yang berbudaya,” dan dikatakan tentang pasangan kerajaan bahwa “Raja Wen memerintah urusan eksternal sementara Wen Mu mengatur urusan internal.” 
    Ketika laki-laki lurus dan mulia dan perempuan rendah hati dan toleran, keluarga secara alami akan harmonis. Masyarakat yang bekerja menurut prinsip ini akan menghormati dan menghargai perempuan. 

    Kearifan tradisional dibuang

    Sebelum dan sesudah berkuasa, komunis Tiongkok menganjurkan “pembebasan” perempuan. Mao Zedong, pendiri Komunis Tiongkok, menyatakan bahwa “wanita memegang separuh langit.” 
    Meski sering dipandang sebagai pernyataan yang mendukung hak dan kesetaraan perempuan, sikap ini sebenarnya berusaha menghapus perbedaan, dan karenanya keseimbangan, antara laki-laki dan perempuan. Selama Revolusi Kebudayaan dan kampanye komunis lainnya, wanita Tionghoa dijauhi atau dihukum karena berpakaian modis; panutan perempuan yang digambarkan dalam seni “revolusioner” bersuara lantang dan kasar. 

    Kerusakan indoktrinasi semacam itu sangat dalam. Partai Komunis Tiongkok, jauh dari “membebaskan” perempuan, menggantikan nilai-nilai tradisional keluarga dengan budaya perjuangan, mengadu domba laki-laki dan perempuan satu sama lain dan melemparkan masyarakat ke dalam kekacauan. 

    Banyak orang yang tumbuh selama Revolusi Kebudayaan menjadi terbiasa dengan perilaku kasar dan tidak beradab, benar-benar berlawanan dengan nilai-nilai yang ditemukan dalam peradaban Tiongkok kuno.
    Kebijakan satu anak PKT, yang bertanggung jawab untuk mencegah sekitar 400 juta kelahiran, semakin memperburuk tren tersebut. Jutaan anak laki-laki dan perempuan akhirnya dibesarkan sebagai “kaisar kecil” atau “putri” yang dimanjakan oleh orang tua mereka, dengan sedikit perhatian yang diberikan pada pendidikan moral mereka.

    Di Tiongkok saat ini, perceraian dan perselingkuhan merajalela — negara ini diperkirakan memiliki 20 hingga 30 juta pekerja seks. Pejabat tinggi dikenal karena banyak simpanan dan gaya hidup mereka yang bejat. Menikah dan mempunyai keturunan menjadi semakin berkurang, membuat prospek suram untuk masa depan demografis China. (visiontimes)

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Sempoa Adalah Penemuan Tiongkok yang Luar Biasa

    Sempoa Adalah Penemuan Tiongkok yang Luar Biasa

    Sempoa adalah alat berhitung yang telah digunakan di Tiongkok selama ribuan tahun. Alat ini banyak digunakan di toko-toko, rumah makan, dan dimana saja dimana tagihan harus diselesaikan.

    Kalkulator ini memiliki bingkai persegi panjang yang terbuat dari kayu, bambu maupun baja. Alat itu dirakit dengan batang, dan dibagi menjadi dua bagian: bagian atas dan bagian bawah. Di bagian atas, alat ini memiliki dua manik-manik geser disetiap batang, dan setiap manik-manik geser mewakili 5; sedangkan dibagian bawah, setiap batang memiliki 5 manik-manik geser, dan setiap manik-manik mewakili 1.

    Operasi penghitungan dilakukan dengan menggerakkan manik-manik dengan menggunakan tangan. Saat melakukan perhitungan, orang menggerakkan manik-manik sempoa keatas dan kebawah, dan kiri dan kanan, pada batang dengan jarinya.

    Menurut tradisi Tiongkok, jika anda berlatih menggunakan kalkulator ini untuk matematika, anda akan mengembangkan pikiran yang cerdas dan otak yang sehat, karena gerakan jari adalah latihan yang baik untuk otak. Faktanya, disebagian besar sekolah di Tiongkok, siswa masih belajar cara menggunakan sempoa, dan dapat memperoleh kecepatan dan akurasi yang luar biasa.

    Sempoa telah terbukti menjadi salah satu penemuan terbesar Tiongkok

    Alat hitung ini telah terbukti menjadi salah satu penemuan terbesar Tiongkok kuno. Sebelum penemuan ini, orang menggunakan tongkat kayu kecil sebagai keping perhitungan untuk melakukan perhitungan. Namun, dengan bertambahnya jumlah perhitungan, melakukan perhitungan dengan tongkat kecil gagal memenuhi kebutuhan.

    Berdasarkan cara diatas, kalkulator-sempoa ditemukan. Dalam sejarah Tiongkok, asal usul sempoa dapat ditelusuri hingga ke Periode Musim Semi dan Gugur, 600 SM, dan telah banyak digunakan sebelum penemuan angka Arab muncul di dunia.

    Pada masa Dinasti Ming (1368~1644), sempoa tidak hanya digunakan untuk operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, tetapi juga untuk mengukur bentuk dan ukuran berbagai benda, untuk mengukur luas tanah, dll. Alat hitung ini sederhana, murah, dan mudah dioperasikan.

    Dengan menghafal beberapa tips perhitungan sederhana dan seiring bertambahnya pengalaman penggunaan, orang dapat melakukan perhitungan dengan sangat efisien. Pengguna bahkan dapat memperoleh manfaat baik secara fisik maupun mental dengan menggunakan kalkulator ini.

    Di zaman modern, dengan penggunaan komputer yang luas, beberapa orang mungkin berpikir sempoa akan menjadi usang. Sebenarnya, alat itu masih memiliki peran dalam banyak aspek kehidupan sehari-hari orang Tionghoa.

    Sekarang, anda dapat menemukan banyak museum sempoa terkenal diberbagai kota di Tiongkok, seperti Museum Sempoa Wenzhou, Museum Sempoa Shanghai dan Museum Sempoa Tianjin, yang memamerkan berbagai jenis sempoa, tidak hanya sebagai alat hitung, tetapi juga sebagai objek seni.

    Penemuan terbesar Tiongkok kuno berakar pada peradaban Tiongkok berusia 5000 tahun, yang konon diturunkan oleh para dewa. Tiongkok saat ini dapat memperoleh manfaat besar dengan menghidupkan kembali budaya tradisionalnya yang berusia 5000 tahun.(nspirement)

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Filosofi Pemerintahan yang Bijak dari Tiongkok Kuno

    Filosofi Pemerintahan yang Bijak dari Tiongkok Kuno

    Percaya bahwa budaya Tiongkok dianugerahkan oleh ilahi kepada Tiga Raja dan Lima Kaisar, orang-orang Tiongkok menganggap diri mereka sebagai keturunan Kaisar Yan dan Huang.

    Filosofi dan ranah yang berkuasa berkembang dari waktu ke waktu, bergerak dari Penguasa kuno ke Kaisar dan kemudian Raja.

    Penguasa (Huáng)

    Penguasa dikatakan setengah dewa. Mereka memerintah berdasarkan wawasan mendalam mereka tentang hukum surga yang mencakup segalanya (Jalan Surgawi). Mereka memahami keseimbangan harmonis Yin dan Yang, rotasi empat musim, dan bagaimana manusia menyatu dengan Langit dan Bumi. Menurut catatan sejarah, Penguasalah yang membantu memperkenalkan penggunaan api, mengajari orang membangun rumah, dan mengembangkan pertanian.

    Pada periode Tiga Penguasa, orang tinggal di gua, memakai bulu binatang, dan minum dari mata air pegunungan. Mereka tanpa beban dan tanpa keinginan. Harta karun seperti emas, mutiara, dan batu giok ditinggalkan di alam liar. Tidak ada aturan atau hukuman. Orang-orang berinteraksi secara sederhana dan alami dengan roh Langit dan Bumi.

    Penguasa memerintah menurut Jalan Surgawi. Tidak perlu mempertimbangkan kebajikan karena segala sesuatu di mana-mana ada secara setara. Jalannya sederhana dan mulus, dan ada keindahan yang melampaui kata-kata ketika orang-orang mengikuti Jalan Surgawi.

    Konfusius berkata, “Apa yang dikatakan Surga? Empat musim sedang bergerak, dan segala sesuatu lahir.” Surga menggunakan kata-kata yang tak terucapkan sebagai pelajaran yang mendalam dan berjangkauan luas bagi manusia dan semua makhluk. Karena Surga telah mempersembahkan yang terbaik dari segala sesuatu kepada dunia, segala sesuatu lahir sesuai dengan kodratnya, dan manusia tumbuh sesuai dengan kodratnya.

    Kaisar (Dì)

    Tingkat dibawah Penguasa adalah Kaisar, yang memerintah berdasarkan moralitas. Kaisar masih menganut Jalan Surgawi tetapi menambahkan konsep kebajikan dan dunia.

    Manusia memperoleh Hukum Surga untuk membimbing perilakunya. Kebajikan (De) didapat seseorang dengan mematuhi hukum tersebut, melenceng darinya akan mendapatkan karma. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mampu memperoleh kebajikan, dan hanya manusia yang dapat menghargainya.

    Semakin tinggi tingkat moral seseorang, semakin dalam pemahaman dan wawasannya. Ketika orang mampu memahami sifat dasar segala sesuatu, mereka lebih mampu menangani situasi sulit dan menavigasi tantangan hidup. Ketika orang dibebani dengan keinginan dan kekhawatiran, mereka merasa sulit untuk mencapai sesuatu.

    Raja (Wáng)

    Raja-raja yang umumnya disebut sebagai “anak-anak Surga”, mengikuti para kaisar. Tiga garis horizontal karakter (Wáng) mewakili Jalan Surga, Jalan Bumi, dan Jalan Umat Manusia. Garis vertikal di tengah mewakili kesatuan dari ketiganya.

    Jalan para Raja adalah kebajikan, bertujuan untuk pemenuhan segala sesuatu dan keselarasan bagi semua orang; dan Kebenaran, menunjukkan akal, kebenaran, dan keadilan.

    Menghayati Tradisi Kuno untuk Mengembalikan Moralitas Manusia

    Di era penguasa, kaisar, dan raja, orang-orang hidup dengan menjunjung moralitas. Wawasan mereka dalam mengungkap misteri alam tidak dapat dipahami oleh pikiran modern. Ketika orang-orang saat ini melihat masyarakat kuno dari perspektif teknologi moderen dan teori evolusi, mereka menganggap kurangnya teknologi dan pengetahuan ilmiah sebagai kebodohan. Ini karena kebijaksanaan mereka sendiri tidak mencukupi.

    Mitos dan legenda yang melewati 5000 tahun sejarah Tiongkok adalah cerminan dari orang-orang pada waktu itu. Karena aturan seseorang ditentukan oleh tingkat penguasaannya terhadap hukum surga, maka mereka yang diperintah harus memiliki kemampuan untuk merasakan, berkomunikasi, dan berintegrasi dengan medan energi alam semesta secara bebas. Hanya mereka yang memiliki tingkat moral tertinggi yang dapat menjadi penguasa, kaisar, atau raja, karena hanya mereka yang dapat menunjukkan kesatuan antara surga dan manusia.

    Seiring waktu, sifat penguasa kuno yang diilhami oleh Sang Ilahi menjadi disalahpahami oleh keturunan manusia mereka yang standar moralnya terus menurun. Dengan bertambahnya pengetahuan ilmiah manusia, ia telah mengembangkan pengejaran tanpa henti untuk mengendalikan alam dan mengumpulkan harta duniawi. Karena naluri bawaannya untuk berkomunikasi dengan Langit dan Bumi telah menurun dan hilang, orang-orang menganggap teladan moral leluhur mereka hanya sebagai mitos dan legenda.

    Orang bijak seperti Lao Tzu dan Konfusius sama-sama menganjurkan retrospeksi. Taois Lao Tzu mengusulkan jalan untuk kembali ke dasar, yang disebutnya “kembali ke kemurnian bayi,” sementara Konfusianisme berpendapat bahwa seseorang harus menggunakan sejarah untuk mengevaluasi orang dan peristiwa. Mereka berdua melihat bahwa hanya dengan kembali, manusia dapat membalikkan lintasan “kemajuan” ke bawah dan lolos dari kepunahan.

    Orang sering diingatkan untuk tidak melupakan akarnya, melepaskan diri dari belenggu godaan dan keinginan, dan berperilaku secara moral dan lurus. Ini adalah nasihat yang akan memungkinkan mereka untuk kembali ke jalan yang selaras dengan Langit dan Bumi.(visiontimes)

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • 8 Pelajaran Sederhana untuk Anak-anak

    8 Pelajaran Sederhana untuk Anak-anak

    “Aku sangat bosan… tidak ada yang bisa dilakukan di rumah! Bisakah kita menonton tv saja?” keluh putri saya yang berusia enam tahun, Sophie.

    Putri saya tidak berbeda, dalam banyak hal, dari kebanyakan anak seusianya.
    Dia mencari kepuasan instan. Dia menginginkan stimulasi yang konstan dan menjadi bosan ketika mainannya menjadi membosankan. Dia melihat apa yang orang lain miliki dan menginginkan lebih, yang kemungkinan akan memiliki mentalitas “rumput tetangga selalu lebih hijau” suatu hari nanti.
    Anak-anak selalu mengamati apa yang kita lakukan, maka menjadi panutan bagi anak muda ini adalah pekerjaan penting.

    Dan ketika anak-anak kita sendiri bertransisi dari tahap balita menjadi remaja yang lebih dewasa, kita menghadapi tantangan akan cara mengasuh anak-anak kita di dunia modern ini— dunia yang penuh dengan pilihan, efisiensi, kesibukan, dan stimulasi terus-menerus.
    Mike dan saya memiliki kriteria ideal bagaimana hidup sederhana. Tetapi kami juga ingin berbagi kebiasaan dan nilai-nilai ini dengan anak-anak kami (dengan cara yang sesuai dengan usia, tentu saja).
    Di bawah ini, saya menuliskan 8 pelajaran hidup dalam kesederhanaan yang menurut kami paling penting untuk diajarkan kepada anak-anak kami. Pelajaran-pelajaran ini mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk sepenuhnya meresap ke dalam kehidupan mereka, tetapi kami berharap bahwa pelajaran-pelajaran ini akan menuntun pada kehidupan yang sesuai tujuan dan berlimpah.

    8 pelajaran hidup dalam kesederhanaan untuk anak-anak kita (berlaku untuk orang dewasa juga)

    1. Hanya karena Anda memiliki sesuatu, bukan berarti Anda harus menyimpannya selamanya
    Selama setahun, anak-anak kita memiliki tahap rasa sayang pada mainan. Dalam beberapa bulan, truk atau boneka kesayangan itu dapat dibuang dan diganti dengan barang lain sebagai mainan favorit baru. Hal ini mengajarkan pada anak-anak kita untuk menyimpan apa yang benar-benar mereka gunakan dan mereka mainkan.

    Ini memungkinkan mereka untuk tidak terikat terlalu erat dengan “barang” mereka.
    Sama seperti kita yang secara teratur melakukan declutter rumah, kita juga mengajari anak-anak kita untuk mengevaluasi barang-barang mereka. Jika ada yang bisa ditambal atau diperbaiki, mari diperbaiki. Jika tidak, saatnya untuk melepaskannya. Jika mainan kesayangan tidak lagi dimainkan, siapa lagi yang dapat mengambil manfaat darinya?

    2. Lebih banyak pilihan tidak selalu berarti lebih menyenangkan
    Terlalu banyak pilihan terkadang menyebabkan kelelahan dalam mengambil keputusan, kewalahan ketika tiba saatnya membersihkan, dan juga dapat menyebabkan rasa tidak tahu berterima kasih dengan apa yang mereka miliki. Untuk membantu, kami menggunakan wadah rotasi mainan.

    Setiap beberapa bulan, kami meletakkan mainan di tempat sampah ini untuk membatasi jumlah pilihan yang dimiliki anak-anak dalam suatu waktu. Setelah beberapa bulan, kami meletakkan kembali mainan-mainan itu ke ruang bermain, bersamaan mengambil mainan lain dan meletakkannya ke dalam tempat donasi. Mainan apa pun yang tidak dimainkan setelah kami memasukkannya kembali ke ruang bermain biasanya disumbangkan, sehingga kami dapat berbagi mainan yang pernah mereka nikmati dengan orang lain.

    3. Bosan itu wajar
    Tidak apa-apa merasa bosan dalam waktu yang singkat, karena justru akan menumbuhkan solusi kreatif dan permainan imajinatif. Spesialis pendidikan, Jodi Musoff, mengatakan “Kebosanan juga membantu anak-anak mengembangkan strategi perencanaan, keterampilan memecahkan masalah, fleksibilitas dan keterampilan organisasi – kemampuan utama yang mungkin tidak dimiliki oleh anak-anak yang hidupnya biasanya sangat terstruktur”.

    Selama waktu tenang di sore hari, kami menyediakan banyak bahan untuk mereka mainkan secara kreatif – lego dan magnatile, selotip dan lem (pita washi ini telah memberi mereka hiburan selama berjam-jam), potongan kertas, manik-manik dan payet, cat dan krayon. Sungguh menakjubkan apa yang dapat mereka ciptakan dengan pikiran yang bebas dan sedikit pengaturan.

    4. Menghabiskan uang tidak selalu menjadi solusi
    Pelajaran ini sangat sulit untuk dipelajari, bahkan bagi saya sebagai orang dewasa. Masyarakat kita mengajarkan bahwa ketika pakaian dan mainan kita tidak lagi memberikan kesenangan, kita harus membeli sesuatu yang baru untuk memenuhi keinginan itu.

    Kami mencoba mengajari anak-anak kami untuk berkreasi dengan apa yang kami miliki atau membiarkan kami membuatnya untuk sementara waktu, jika memungkinkan. Menolak pembelian impulsif dengan menerapkan aturan 48 jam adalah kebiasaan bermanfaat yang telah kami mulai, termasuk saat mereka menggunakan uang tabungan mereka sendiri.

    5. Rutinitas yang sederhana dan berulang menciptakan ritme yang sehat
    Ketika anak-anak tahu apa yang diharapkan, mereka merasa lebih aman dan terjamin. Rutinitas menetapkan struktur untuk mengatur hari-hari mereka. Sebagai anggota keluarga kita, anak-anak diharapkan membantu beberapa pekerjaan rumah yang sesuai dengan usianya.

    Dengan melakukan pekerjaan ini, secara tidak langsung mengajari mereka bagaimana melakukannya secara mandiri dan mendorong mereka untuk bertanggung jawab, seperti merapikan tempat tidur, mengatur dan membersihkan meja makan, atau melakukan waktu istirahat siang mereka dengan baik.

    6. Setiap barang memiliki rumah
    Mengajari anak-anak kita bahwa setiap barang memiliki “rumah” dan mendorong mereka untuk membersihkannya sendiri adalah cara sederhana untuk mengurangi banyak mainan, pakaian kotor, dan sepatu yang berantakan. Ketika kami membuat rumah dari semua barang menjadi lokasi yang logis dan realistis, itu adalah tugas yang jauh lebih mudah untuk mereka selesaikan.
    Salah satu strategi yang telah membantu anak-anak kami dalam pelajaran ini adalah pembuatan “tempat sampah sementara”.

    Ini adalah sebuah wadah berbahan kanvas di ruang keluarga kami di mana mainan, sepatu, dan barang-barang lain yang berserakan di lantai dapat ditempatkan pada waktu tertentu (saat Mike atau saya lewat dan melihat lantai yang berantakan, kami cukup membuang barang-barang itu ke dalam tempat sampah sementara itu untuk disingkirkan anak-anak nanti). Manfaatnya adalah kami tidak selalu meminta anak-anak untuk membersihkan lantai, tetapi pada akhirnya harapannya adalah tempat sampah dikosongkan dan setiap barang dikembalikan ke rumahnya.

    7. Puaslah dengan apa yang Anda miliki
    Menunjukkan rasa terima kasih adalah nilai yang coba diajarkan oleh banyak orangtua pada anak-anak mereka, namun bahkan sebagai orang dewasa, proses ini adalah perjuangan yang terus-menerus dijalani. Tidak bersyukur adalah alasan pertama mengapa kita terus menginginkan lebih banyak “hal”.
    Kami baru-baru ini mendapatkan katalog mainan melalui pos dan tidak mengejutkan, anak-anak saya mulai berputar-putar dan menunjukkan semua yang mereka inginkan.

    Ruang bermain mereka yang penuh dengan mainan tidak sebanding dengan katalog di majalah ini.
    Untungnya, di momen semacam ini kita dapat melakukan pendekatan dengan mereka dan menyampaikan tentang kebutuhan dan keinginan, mensyukuri apa yang kita miliki, dan menemukan kepuasan.

    8. Hiduplah dengan hati yang murah hati
    Mungkin pelajaran terpenting dari kesederhanaan ini adalah mengajari anak-anak kita bagaimana hidup dengan murah hati.
    Kita hidup dalam masyarakat modern yang “berpusat pada diri saya”, di mana hak dan ambisi diri adalah kekuatan pendorong. Berbalikan dengan jalan ini, sekaligus meletakkan dasar bagi kehidupan yang sedang berkembang, kami mendorong anak-anak kami untuk berbagi dengan orang yang membutuhkan, yang hampir tidak mungkin dilakukan dengan baik di usia muda mereka.

    Tetapi dengan mengajarkannya, setidaknya dapat mendorong mereka untuk memiliki sikap ini ketika kelak mereka remaja dan dewasa.
    Kami secara teratur menyumbangkan mainan dan pakaian yang tidak lagi kami gunakan—tidak masalah jika hanya memiliki sedikit dan mengurangi pilihan untuk anak-anak kami. Selama beberapa tahun terakhir, kami telah mencari cara agar anak-anak kami dapat berbagi waktu dan hadiah mereka dengan orang lain.

    Mereka senang mengunjungi tetangga kita yang sudah lanjut usia, membuat kartu nama untuk anggota keluarga, memberikan “barang-barang” favorit mereka pada sepupu mereka, dan menyumbangkan makanan ke orang yang membutuhkan— cara-cara kecil namun bermakna yang mengajari mereka untuk berbagi.

    Ini adalah beberapa pelajaran yang kami coba berikan kepada anak-anak kami. Mereka, tentu saja, harus menjalani perjalanan ini sendiri dan memilih bagaimana hidup sebagai orang dewasa ketika mereka lebih tua, tetapi kami melihat nilai-nilai yang bagus untuk mempersiapkan mereka memulai kebiasaan ini sejak dini sebagai bekal hidup di dunia modern ini.

    Jika Anda belum melakukannya, jangan ragu untuk mengikuti saya di Instagram karena saya secara teratur memposting tentang kesederhanaan dan pengasuhan anak.

    Artikel ini awalnya diterbitkan di This Evergreen Home.
    Blog Mollie (dan suaminya, Mike) di This Evergreen Home. Mereka membagikan pengalaman hidup sederhana, bermakna, dan relasional di dunia modern ini. Anda dapat mengikuti dengan berlangganan buletin dua kali seminggu mereka. (theepochtimes)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Lari Andalkan “Tulang Belikat”

    Lari Andalkan “Tulang Belikat”

    Dokter Maraton Ajarkan Postur Berlari Yang Benar, Michihisa Suwa (Dokter Spesialis Bedah Cedera Olahraga Merangkap Pelatih Atletik)

    Bagaimana Seharusnya Berlari? Lari Dengan Menggunakan “Tulang Belikat”

    “Gerakan ayunan lengan jangan terlalu besar”; “Siku ditarik ke belakang”,? sekarang terdapat beragam bimbingan teknik berlari, tetapi yang saya utamakan bukan lengan, bukan pula siku, melainkan tulang belikat.

    Mengapa tulang belikat? Karena tulang belikat justru adalah yang paling krusial untuk membuat tubuh dapat dengan alami mengayunkan lengan secara efektif. Lengan atas mengandalkan tulang belikat (sendi bahu) untuk menyambung dengan badan, cukup dengan sadar menarik tulang belikat ke arah dalam, maka siku dengan sendirinya akan bergerak ke belakang.

    Dalam ilmu kedokteran, tulang belikat berada dalam kondisi putaran ke bawah, juga dapat menggunakan “jarak antara tulang belikat kiri dan kanan untuk membuat cekungan ke dalam”, atau “bagian bawah tulang belikat kiri dan kanan dirapatkan” mungkin lebih mudah dimengerti.

    Dalam proses saya membimbing para pelari dan atlet, mereka tidak hanya mengubah kesadarannya dalam mengayunkan lengan, jarak langkah menjadi lebih besar, frekuensi langkah meningkat, waktu pun menyusut drastis. Disini saya sarankan kepada pembaca sekalian sebagai berikut:

    Koreksi Postur Lari: Ayunkan Lengan Adalah “Meninju”, Menyentuh Tanah Adalah “Stik Golf”

    Pada saat mengoreksi postur lari, harus sebisa mungkin membayangkan postur tubuh yang dipikirkan oleh otak disesuaikan dengan pergerakan tubuh yang sebenarnya. Di saat itu jika bisa melalui imajinasi mendasar dari diri sendiri yang unik, lalu sesegera mungkin menyesuaikannya, maka tubuh akan dapat mengingatnya secara lebih mendalam.

    Disini saya berbagi contoh saya sendiri. Pada saat mengayunkan lengan, bayangkan di depan dada Anda terdapat sebuah punching ball yang kerap digunakan petinju, lalu kepalkan kedua telapak tangan dan meninjunya dengan cepat. Pada saat itu siku membengkok, dan nyaris menempel ketat pada kedua sisi tubuh.

    Selain itu, pembaca mungkin pernah mendengar “harus mendarat menyentuh tanah tepat di bawah titik berat tubuh”, yang sebenarnya sangat sulit dibayangkan. Saat saya baru mulai berlari maraton, saya terus mencari postur berlari yang paling ideal, tapi dari begitu banyak foto dan cuplikan video, saya masih tidak dapat menguasainya.

    Bagi segelintir pelari unggul yang dapat langsung memahaminya begitu melihat, di dalam hati saya selalu merasa terkagum pada mereka. Seiring dengan akumulasi bertahap dari pemahaman berlari dan pengalaman nyata saya berlari maraton, akhirnya, saya menghabiskan waktu dua tahun baru memahami semua ini.

    Sekarang Anda dapat menghemat waktu ini, dengan sederhana dan cepat akan dapat memahami postur berlari yang saya pahami ini. Postur lari yang pernah saya ajarkan kepada begitu banyak pelari ini, bila dikatakan mencapai efek 100% pun sama sekali tidak berlebihan, bahkan saya sendiri pun sangat terkejut. Tapi sebenarnya sangat mudah, bayangkan tepat di bawah pusar Anda (cakra dalam Bahasa Sansekerta, Dan Tian dalam Bahasa Mandarin) digantungkan sebuah stik golf, lalu dengan kaki kiri dan kanan secara bergantian menginjak ujung stik.

    Disini gagang stik dianggap sebagai sumbu perputaran, lalu seluruh kesadaran difokuskan pada pusar sebagai titik sumbu pada tubuh. Pada saat menginjakkan kaki agar dapat mencengkeram tanah, kuncinya terletak pada dorongan tumpuan, dan bukan gerakan menendang.

    Lari dengan mengayunkan lengan ala “petinju” dan menyentuh tanah dengan “stik golf”. (Shimao)

    Tumit, Telapak, Ujung Kaki, Bagian Manakah Sebaiknya Lebih Dulu Menyentuh Tanah?

    Saat pembaca berlari, apakah terlebih dahulu mendarat menyentuh tanah dengan “tumit”? Atau “telapak kaki” menyentuh tanah? Atau “ujung kaki” menyentuh tanah? Ketiga metode ini disebut juga dengan istilah telapak kaki belakang, bagian tengah, dan telapak kaki depan. Mana yang lebih baik dari ketiga metode ini, hingga kini masih terus diperdebatkan.

    Pada umumnya, saat tumit menyentuh tanah akan menimbulkan efek menginjak rem, sulit meningkatkan kecepatan.

    Ujung kaki menyentuh tanah lebih dahulu dapat mengurangi benturan, ibarat pegas dengan cepat dapat berubah menjadi gerakan berikutnya, juga mudah meningkatkan kecepatan. Faktanya, di antara para pelari unggul baik dari tim profesional maupun mayoritas pelari top, kebanyakan menyentuh tanah dengan ujung kaki lebih dahulu.

    Akan tetapi, pendaratan di tanah dengan ujung kaki dapat menyebabkan beban yang lebih besar pada Tendon Achilles dan juga otot Gastrocnemius, jika kekuatan otot tubuh kurang menunjang maka akan mudah mengalami cedera. Warga awam di kota saat berlari harus memperhatikan, sekedar meniru postur lari atlet terkenal, hanya akan meningkatkan bahaya cedera pada tubuh Anda.

    Bagi atlet top, kekuatan otot mereka tidak perlu diragukan lagi, termasuk postur lari sampai sepatunya pun telah disuaikan dengan standar lari dengan ujung kaki. Sementara bagi pemula yang baru memulai sampai akhirnya menjadi atlet lari, karena kemungkinan sering mengenakan sepatu track spikes (sepatu berpaku untuk sepak bola), dengan sendirinya juga akan terbiasa berlari dengan ujung kaki.

    Sembari dijelaskan juga, pada saat mulai berlari maraton saya mendarat di tanah dengan menggunakan tumit lebih dulu, seiring dengan meningkatnya kecepatan, tanpa disadari berubah menjadi telapak kaki (bagian tengah kaki) mendarat menyentuh tanah.

    Kalau penasaran, atau ingin “mencoba tantangan berlari dengan ujung kaki”, atau berharap kemampuan meningkat tentu merupakan hal yang patut dipuji, tapi bagi saya, hampir tidak perlu terlalu memperhatikan masalah pendaratan menyentuh tanah (hanya untuk menghindari cedera). Menurut saya, berlari dengan postur yang paling sesuai dengan diri sendiri adalah yang terbaik.

    Kombinasi frekuensi langkah × panjang langkah Berbeda Untuk Naik Turun Bukit

    Kecepatan kita berlari sama dengan “cadence x stride length (frekuensi langkah × panjang langkah)”.

    Bagi pelari yang mempunyai cadence (frekuensi langkah kaki, satuan: step per minute atau SPM, red.) dua ratus langkah dalam satu menit dan stride length (panjang langkah, satuan: meter, red.) adalah satu meter, maka dalam satu menit pelari tersebut dapat berlari sejauh dua ratus meter, berlari satu kilometer dibutuhkan waktu lima menit. Jika frekuensi langkah dipercepat, kecepatan juga akan semakin meningkat. Prinsip yang sama, jika panjang langkah ditambahkan, maka kecepatan juga akan meningkat.

    Mengenai stride length, walaupun dalam banyak hal terbatasi oleh panjang kaki yang sudah merupakan bawaan lahir, namun jika secara tepat meningkatkan kemampuan dominasi otot terhadap sendi pinggul, maka panjang langkah dapat ditingkatkan.

    Membengkokkan otot pada sendi pinggul (menggerakkan tubuh) dapat memperpanjang waktu mengudara sebelum kaki menyentuh tanah, dan memanjangkan sendi pinggul (dorong ke luar ke arah belakang), dapat mendorong tubuh bergerak maju ke depan, keduanya dapat meningkatkan panjang langkah atau stride length. Dibandingkan dengan panjang lengkah, kita akan lebih mudah untuk menyesuaikan frekwensi langkah.

    Mari kita coba berlari di tempat dengan cepat. Anda akan mendapati, frekwensi langkah dan panjang langkah akan saling berbalik, jika frekwensi langkah meningkat, maka panjang langkah akan menjadi pendek; sebaliknya, jika panjang langkah meningkat, maka frekwensi langkah akan berkurang.

    Disarankan dalam proses berlatih cobalah berbagai kombinasi, carilah kombinasi frekwensi dan panjang langkah yang paling sesuai bagi Anda. Dalam perlombaan, disarankan agar pada jalan menanjak tingkatkan frekwensi langkah, agar dapat menurunkan kelelahan otot dengan ritme yang lebih baik; tapi pada saat jalan menurun, sedikit memperbesar panjang langkah, untuk mengurangi efek mengerem, dan membuat kaki seperti berlari dengan bergulir, agar dapat meningkatkan kecepatan dengan efektif.

    Tapi harus diperhatikan, jika panjang langkah terlalu lebar, sebaliknya justru akan menimbulkan beban berlebihan pada otot Quadriceps pada paha. (michihisa suwa/epochtimes/sud/whs)

    Catatan Editor: Bagaimana teknik berlari dengan cepat? Apakah seharusnya menggunakan lengan atau siku? Apakah seharusnya tumit, ujung kaki, atau telapak kaki mendarat di tanah? Dokter spesialis bedah cedera olahraga yang sekaligus juga merupakan pelatih atletik, dan atlet lari maraton profesional Michihisa Suwa berbagi pengalaman pribadinya, ia mengajarkan kepada Anda postur berlari yang paling ideal.

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Untuk Ketenangan Pikiran

    Untuk Ketenangan Pikiran

    Kisah nyata ini terjadi di Amerika. Pada suatu malam di bulan Januari 2007, Sonant menyetir sebuah mobil Ford dari Portland untuk menanda tangani sebuah kontrak pembelian. Karena ini adalah hasil lebih dari tiga bulan setelah negosiasi yang sulit untuk mendapat kontrak ini, Sonant sangat bahagia, terbang sepanjang jalan.

    Ketika dia memarkirkan mobilnya, dari sinar lampu jalan, Sonant menyadari di sebelah kanan roda nya ada sebuah bercak, ketika dia mendekati ban mobilnya tercium bau amis darah. Sonant menjadi tegang, apakah tadi dia telah menabrak orang? 

    Dia berulang kali berpikir, tampaknya tidak ada kesan dia melanggar seseorang atau benda. Tetapi  karena khawatir, dia segera masuk ke dalam mobil, menghidupkan mesinnya dan berbalik ke jalan yang tadi dilewati untuk melihat. Pada saat ini mitra bisnis yang menunggu menanda tangani kontrak melalui ponsel mendesaknya segera bertemu.

    Sonant dengan terpaksa menjelaskan bahwa dia mempunyai hal penting yang harus segera diselesaikan,  dia akan segera tiba. Tetapi mitra bisnisnya dengan tidak sabaran memakinya, “Persetan dengan Anda, Anda tidak tepat waktu!” lalu memutuskan ponselnya. Sonant tertegun sesaat, ini adalah kontrak 3 juta dollar! Tetapi , dia memutuskan segera menjalankan mobilnya mencari.

    Pada malam yang berkabut, Sonant sambil menyetir mobilnya sepanjang jalan memandang ke jalan. Akhirnya dia melihat seseorang yang terbaring disana. Dia bergegas menghentikan mobilnya.

    Seorang gadis muda yang berusia sekitar 13 tahun terbaring pingsan di pinggir jalan. Kepalanya terluka, darah mengalir keluar sepanjang jalan. Sonant bergegas membawa gadis kecil ini ke rumah sakit. Setelah pertolongan pertama, gadis kecil ini terlepas dari marabahaya, tetapi masih koma.

    Polisi segera menghubungi  orangtua gadis tersebut, orangtua yang sedih ini dengan marah memaki Sonant.  Sonant tidak memberi penjelasan, hanya dengan sabar menahan. Orang rumahnya mengatakan dia bodoh, karena tidak ada bukti yang membuktikan dia pelakunya, kenapa harus bertanggung jawab?” 

    Tetapi Sonant tidak memberikan lebih banyak penjelasan, dia bahkan menanggung biaya pengobatan biaya gadis kecil yang bernama Catherine tersebut.

    Gadis kecil itu koma selama 26 hari, menghabiskan biaya pengobatan 38.000 dollar. Yang sangat menggembirakan adalah pada hari ke 27, akhirnya ia siuman, serta menjelaskan kejadian yang sebenarnya.

    Ketika pada hari naas tersebut, ketika pulang ke rumah, dia ditabrak oleh sebuah sepeda motor yang berkecepatan tinggi. Rupanya noda darah di ban mobil Sonant berasal dari darah Catherine yang mengalir sepanjang jalan.

    Semuanya sudah jelas. Ketika ditanya oleh orangtua Catherine, Sonant dengan sederhana berkata, “Saya hanya berpikir, jika pada saat itu saya tidak berbalik untuk melihat, seumur hidup saya tidak akan memiliki ketenangan di hati.

    Semua ini saya lakukan hanya demi ketenangan hati saya, saya tidak pernah menyesal. Uang bisa dicari lagi, tapi bila seumur hidup saya gelisah, apa gunanya?”

    Memang, ketenangan pikiran adalah titik awal dari kehidupan seseorang , hanya dengan ketenangan pikiran, akan membuat hidup kita lebih bahagia dan bebas, seperti kisah Sonant ini.(minghui school)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI