Tag: tarif trump

  • Produsen Dekorasi Halloween China: Di-Ghosting Akibat Tarif

    Produsen Dekorasi Halloween China: Di-Ghosting Akibat Tarif

    Gencatan senjata tarif antara A.S. dan China membantu memulai kembali perdagangan kedua negara. Namun, bagi produsen dekorasi Halloween di Kota Yiwu, China timur, perasaan campur aduk.

    Halloween tiba pada bulan Oktober, tetapi produsen Lou Xiao Bo berkata, waktu untuk membuat dekorasi di China dimulai pada bulan Maret hingga akhir September. Namun, tahun ini, pembeli dekorasi dari AS khawatir, hingga mereka menangguhkan atau menunda pesanan mereka.

    Keluarganya telah membuat dekorasi Halloween di kota Yiwu, China Timur selama 28 tahun. Walaupun jeda 90 hari dalam perang dagang AS-China berarti tarif telah turun menjadi 30%, bagi Lou, kerusakan telah terjadi.

    [Lou Xiao Bo, Produsen Mainan Halloween di China]:

    “Saya tidak pikir bahwa hanya karena mereka menurunkan tarif, kita harus senang karena mereka telah menunda waktu produksi kita. Misalnya, dalam kuartal normal, katakanlah dua bulan ini saya dapat memproduksi barang senilai sekitar $69.000, tetapi sekarang saya hanya memiliki $28.000.”

    Seperlima dari penjualan Lou bergantung pada A.S.

    Lou berkata gencatan senjata tarif selama 3 bulan tidak cukup lama bagi bisnisnya untuk menerima pesanan baru, menyelesaikan, dan mengirimkannya ke AS.

    Sebuah bisnis pembuatan mainan milik keluarga Amerika berkata mereka sedang berjuang untuk mengatasi tarif Presiden Trump atas impor China. Perusahaan itu memiliki pabrik di China, di mana mereka memberhentikan lebih dari 200 pekerja karena kesulitan keuangan. 15 karyawannya di A.S. mungkin akan segera merasakan dampaknya juga.

    Sekitar empat dekade lalu, ayah David dan Jason Chung melarikan diri dari China komunis dan menetap di California, memulai bisnis mainan milik keluarga. Putra-putranya membangun bisnis tersebut selama beberapa dekade sebagai Hunter Company, Inc., dan sekarang mereka menjual mainan ke pengecer besar AS, Walmart dan Target. Pejabat AS dan China di Jenewa berkata pada hari Senin bahwa mereka sepakat untuk meredakan ketegangan perdagangan, mencapai kesepakatan untuk menghentikan tarif selama 90 hari.

    Namun bagi bisnis keluarga Chung, perang dagang telah berdampak buruk dan mereka telah memangkas jumlah staf secara signifikan di pabrik China yang membuat mainan mereka.

    [Jason Chung, Produsen Mainan di A.S.]:

    “Kami telah mengurangi staf hingga 50%, mengurangi  jumlah pekerja dari 400 menjadi 200. Akan ada PHK tambahan dalam kira-kira sebulan lagi. Kami telah menghentikan semua pengembangan bisnis, seperti pengembangan produk dan peningkatan fasilitas kami di sini, yang telah kami lakukan di tengah-tengah memasuki tahun 2025. Rencana ekspansi juga ditunda.”

    Ayah Chung membuka pabrik 35 tahun lalu saat Beijing membuka ekonomi China. Keluarga Chung juga mempekerjakan 15 orang di California. Mereka juga akan kehilangan pekerjaan jika Hunter gagal. Trump berkata akan memberi insentif kepada perusahaan yang memindahkan manufaktur keluar dari China kembali ke A.S., namun Hunter menggambarkan mengapa para ekonom mengatakan itu tidak mungkin.

    Tidak cukup banyak orang dengan keahlian membuat mainan di tempat lain. Mesin yang dibutuhkan sulit dipindahkan dan akan menghabiskan biaya jutaan untuk menggantinya. Dan yang paling penting, tidak ada waktu untuk menyelesaikan masalah ini sebelum Hunter kehabisan uang.

  • Trump: Pabrik-Pabrik Tutup di Seluruh China

    Trump: Pabrik-Pabrik Tutup di Seluruh China

    Presiden Trump berkata ia mengharapkan kesepakatan dagang dengan Beijing, seraya menambahkan bahwa pabrik-pabrik tutup di seluruh China.

    [Presiden Trump]:

    “Saya harap kita akan membuat kesepakatan dengan China. Kita berbicara dengan China, tetapi pabrik-pabrik tutup di seluruh China karena kita tidak mau mengambil produk mereka. Kita tidak menginginkan produk mereka kecuali mereka mau bersikap adil kepada kita.”

    Ini setelah data resmi menunjukkan bahwa tarif AS pada China menggerogoti ekonomi negara itu. China mengalami penurunan manufaktur, menurut laporan tentang indeks resmi aktivitas di sektor tersebut. . Angka mencapai 49, turun 1,5% dibandingkan Maret. Ini berarti aktivitas manufaktur China telah melambat dan ada di level terendah sejak 2023.

    Otoritas China berkata penurunan didorong oleh perubahan tajam dari luar. Menyindir AS, China juga berkata bahwa tidak ada pemenang dalam perang dagang. Data resmi menunjukkan anjloknya pesanan ekspor sekarang pada tingkat terendah dalam tiga tahun. Trump berkata ia melihat laporan bahwa China sedang dalam kondisi sangat buruk saat ini.

    [Presiden Trump]:

    “Saya tidak ingin itu terjadi pada China. Saya sangat menyukai presidennya, Presiden Xi. Saya tidak ingin itu terjadi. Saya benar-benar sedih mendengarnya, tetapi mereka benar-benar terpukul di China. Dan uh Anda tahu, mereka mengirim kapal, kapal terbesar di dunia, membawa kargo yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya. Adalah kapal terbesar di dunia, kapal kargo terbesar di dunia, dan mereka datang dan berbalik arah di Samudra Pasifik. Mereka berbalik arah dan kembali karena mereka tidak menginginkan barang karena tarif 145%.”

    Trump juga menyebutkan pencurian kekayaan intelektual Amerika oleh China, yang merugikan AS hingga $600 miliar setiap tahunnya.

  • Impor China ke AS Jatuh Drastis di Tengah Perang Tarif

    Impor China ke AS Jatuh Drastis di Tengah Perang Tarif

    Impor China yang mengalir ke AS menurun drastis di tengah perang tarif, menurut bisnis yang berbicara ke Financial Times, yang menangani pengiriman antara China dan AS baik lewat laut maupun udara. Barang antar kedua negara utamanya dikirim melalui kontainer. Hingga pertengahan April pemesanan kontainer pengiriman standar dari China ke AS turun 45% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Data berasal dari layanan pelacakan kontainer Vizian. Pelabuhan juga merasakan dampaknya. Pelabuhan Los Angeles adalah titik masuk utama AS untuk impor China. Pelabuhan itu memperkirakan bahwa mulai minggu depan, jumlah pengiriman China akan turun sepertiga dari angka tahun lalu.

    Pengangkut kargo yang mengirimkan barang dari Asia ke pelabuhan LA juga telah membatalkan 20 kunjungan pelabuhan pada bulan Mei. Hapag Lloyd adalah salah satu jalur pengiriman kontainer terbesar. Mereka berkata para pelanggan China telah membatalkan sekitar 30% pesanannya.

    Perusahaan pengiriman peti kemas Taiwan yang disebut TS Lines telah menangguhkan salah satu layanannya dari Asia ke Pantai Barat AS. Perusahaan itu memberitahu Financial Times bahwa tidak ada permintaan layanan saat ini. Situasi serupa terjadi pada barang yang diangkut melalui udara.

    Asosiasi Pengangkut Udara adalah kelompok industri yang mengelola pengiriman barang melalui udara. Asosiasi itu berkata banyak anggotanya yang baru saja berhenti menerima pesanan dari China, dan pesanan dari negara itu turun sekitar 30%. Para eksekutif logistik berkata importir AS bermaksud menghabiskan persediaan mereka sebelum mengimpor lebih banyak dari China.

    Itu karena kedua negara terkunci dalam pertikaian tarif. AS mengenakan tarif 145% untuk barang-barang China. Dikombinasikan dengan tarif sebelum masa jabatan kedua Trump, beberapa impor China menghadapi tarif hingga 245%. Trump memberlakukan bea masuk demi mengembalikan pekerjaan ke AS dan menyetop praktek perdagangan tidak adil Beijing.

    Pencurian kekayaan intelektual AS oleh rezim China merugikan AS hingga 600 miliar dolar setiap tahun. Ekspor AS ke China menghadapi tarif 125%. Banyak yang sedang mengamati untuk melihat apakah AS dan China akan mencapai kesepakatan. Trump telah berulang kali memberikan tawaran kepada Beijing untuk bernegosiasi, tetapi rezim China belum tertarik.

    [Karoline Leavitt, Jubir Gedung Putih]:

    “Ia yakin bahwa China ingin membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat. Ia yakin China harus membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat. China melakukan kesalahan dengan membalas.”

    Beijing berkata pada hari Senin bahwa pemimpin China Xi Jinping belum berbicara dengan Trump melalui telepon, meski Trump berulang kali mengatakan Xi telah meneleponnya.

  • Daging Sapi AS Menghilang dari Menu Restoran Beijing

    Daging Sapi AS Menghilang dari Menu Restoran Beijing

    Daging sapi AS adalah salah satu dari ribuan produk yang menjadi korban dari perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. Dan di banyak restoran di Beijing, bahkan di restoran steak bergaya Amerika, mereka beralih ke daging sapi Australia.

    Perang dagang AS-China berarti daging sapi Amerika, bintang menu di restoran steak bergaya Texas ini di Beijing, akan segera hilang dari meja. Daging sapi AS adalah pilihan yang terlalu mahal setelah tarif 125% Beijing, selain tarif 22% saat ini. Mulai bulan Mei, pelanggan di Home Plate BBQ akan makan iga, brisket, dan sosis sapi, masih dihidangkan bergaya Amerika, tetapi akan berasal dari Australia.

    Direktur operasi Charles de Paulette berkata peralihan daging sapi AS ke Australia ini masih 40% lebih murah dibandingkan terus membeli daging sapi Amerika.

    [Charles de Paulette, Direktur Operasi Home Plate BBQ]:

    “Saat kami kehabisan stok, kami akan beralih sepenuhnya ke Australia M5. Kami senang akan pilihan ini, karena kami pikir rasa dan kualitasnya tetap sama. Kami harus beralih karena tekanan pasar dan tarif. Stok di China menipis, dan harga melangit.”

    Daging babi juga sama. Ia berkata daging iga akan segera diimpor dari Kanada. Bahkan sebelum perang dagang, daging sapi Amerika sudah mahal, sebagian karena kekurangan yang disebabkan oleh cuaca kering bertahun-tahun. Harga yang tinggi sudah cukup sulit diterima oleh konsumen China yang ekonominya melemah.

    Mahasiswa lokal Yan berkata ia makan daging sapi impor sekali tiap beberapa bulan karena rasanya yang enak, jadi ia tidak keberatan mengeluarkan uang banyak sesekali untuk menikmatinya. Ia juga berkata rasa yang enak itu tidak hanya berasal dari daging sapi Amerika, dan tidak keberatan mencoba daging sapi negara lain.

    Yang terjadi di Home Plate BBQ juga terjadi di restoran-restoran lain di Beijing, menurut pemasok daging sapi di kota itu yang berbicara anonim karena kesensitifan masalah tarif.

    Walau daging sapi AS senilai 125 juta dolar yang dikirim ke China setiap bulan adalah sebagian kecil dari impor dari AS ke China, keabsenannya dari meja restoran di China adalah pertanda dari apa yang akan terjadi dengan produk-produk lain.

    Tian Chengxu, ahli ekonomi senior di Unit Intelijen Ekonomis, berkata China sepertinya menurunkan ketergantungannya pada ekspor AS.

    [Tian Chengxu, Ahli Ekonomi Senior Unit Intelijen Ekonomis]:

    “Sepertinya ada lapisan lain, dimana China secara sengaja menyakiti AS di sektor pertanian, yang berarti, petani AS akan sangat sulit mendapatkan pengecualian dari China. Saya pikir perdagangan daging sapi pada akhirnya akan ditutup. Importir China dan eksportir AS harus mencari sesuatu yang lain, pasar alternatif.”

    Ia memperkirakan bahwa 80% dari perdagangan AS dan China akan terkena dampak dari tarif kedua negara. Dan ia berkata itu hanya akan memperdalam pemisahan antara AS dan China dalam hal perdagangan.

  • China Ancam Balasan Saat Berbagai Negara Bernegosiasi dengan A.S.

    China Ancam Balasan Saat Berbagai Negara Bernegosiasi dengan A.S.

    Otoritas China berkata negara manapun yang memilih mengikuti AS mengisolasi China di perdagangan internasional akan mendapatkan balas dendam dari China. Pesan ini terjadi saat partner dagang AS mengantre untuk bernegosiasi dengan pemerintahan Trump. Banyak dari negara-negara itu adalah tujuan utama ekspor China.

    Wakil presiden J.D. Vance berada di India saat ini, dan berbicara dengan Perdana Menteri Modi hari Senin membicarakan kerjasama kedua negara. India adalah partner dekat AS dalam melawan pengaruh PKC di wilayah Indo-Pasifik.

    Kembali ke AS, Menteri Keuangan Scott Bessent akan bernegosiasi dengan para menteri keuangan dari Korea Selatan dan Jepang. Kementrian Keuangan dari Thailand, Indonesia dan Malaysia juga sedang berada di AS, untuk mendapatkan kesepakatan dagang dengan pemerintahan Trump. Mereka pergi ke AS segera setelah pemimpin rezim China Xi Jinping menyelesaikan kunjungannya ke beberapa negara Asia Tenggara.

    Saat ini, pertarungan lain di dunia finansial sedang berlangsung. Tujuh eksekutif memberitahu Financial Times bahwa China telah menarik dana investasinya dari perusahaan modal swasta Amerika. Perubahan ini terjadi beberapa minggu lalu. Hampir setengah dari para eksekutif berkata mereka yakin ini akibat balasan Beijing pada tarif AS.

    Produk China yang diekspor ke AS kini menghadapi tarif dasar 145% sementara beberapa barang seperti mobil listrik akan menghadapi tarif hingga 245%. Sebagai balasannya, Beijing menaikkan tarif pada barang-barang AS sebesar 125%.

  • China dan Malaysia Bertemu di Tengah Panasnya Perang Dagang

    China dan Malaysia Bertemu di Tengah Panasnya Perang Dagang

    Pemimpin China Xi Jinping sampai di Malaysia hari Selasa. Ambisinya adalah untuk memperkuat hubungan dagang, infrastruktur dan industri.

    Kunjungan terjadi setelah AS mengenakan tarif 24% pada barang-barang dari Malaysia, sebagai respon dari tarif Malaysia sebesar 47% pada barang AS. Malaysia memilih tidak membalas tarif AS, dan ingin bernegosiasi dengan Washington untuk menurunkan pembatasan dagang.

    Xi Jinping sampai di Malaysia saat perang dagang berlanjut antara AS dan China. Ia berusaha meningkatkan hubungan dengan Malaysia, karena saat ini Malaysia menjabat kepala ASEAN tahun ini. Organisasi ASEAN beranggotakan 10 negara yang juga bertetangga dengan China. Mereka memainkan peranan penting bagi politik dan dagang di daerah itu.

    China telah menjadi partner dagang terbesar Malaysia selama dekade terakhir. Malaysia juga berkomitmen pada Insitiatif Belt and Road China, bergabung pada beberapa proyek besar, termasuk proyek kereta api senilai 11,2 milyar. Insiatif Belt and Road adalah proyek infrastruktur China di luar negeri, bertujuan untuk menyebarkan pengaruh China di dunia dan sering dikritik oleh Barat sebagai proyek jebakan utang.

  • China & AS Bersaing Meningkatkan Hubungan dengan Vietnam

    China & AS Bersaing Meningkatkan Hubungan dengan Vietnam

    Baik China maupun AS sedang berusaha meningkatkan hubungannya dengan Vietnam, sebuah negara Asia dengan kepentingan strategis. Pemimpin Partai Komunis China bertemu dengan pemimpin Vietnam untuk menandatangani lusinan perjanjian hari Senin. Kesepakatan itu dibuat untuk meningkatkan rantai pasokan dan bekerjasama dalam pengembangan kereta api. Di saat yang sama AS mempublikasikan lembar fakta tentang hubungannya dengan Vietnam.

    Ini terjadi hari Senin saat China merespon tarif AS yang menargetkan ekspor barang murahnya. China sedang menghadapi tarif 145% pada semua ekspor, sementara Vietnam menghadapi potensi tarif 46%. Walaupun hubungan dagang antara China dan Vietnam telah membaik, keduanya sering berseteru mengenai wilayah di Laut China Selatan. Selain Vietnam, China juga sedang akan meningkatkan hubungan dagang dengan Kamboja dan Malaysia. Kamboja menghadapi tarif 49 persen dari AS, dan Malaysia menghadapi 24%. Keduanya ingin bernegosiasi dengan Washington untuk meringankan tarif.

    Sementara itu, demi mengurangi tarifnya, minggu lalu Vietnam setuju untuk mengetatkan ekspor China yang melewati pelabuhannya ke AS. Departemen Luar Negeri mempublikasikan lembar fakta hari Jumat tentang hubungan AS-Vietnam. Dilaporkan bahwa AS dan Vietnam adalah partner terpercaya dengan pertemanan atas dasar saling menghormati. Pada 2023, AS membentuk hubungan strategis yang komprehensif dengan Vietnam, mensinyalkan peningkatan dalam hubungan mereka. Sejak itu, Vietnam sering dikunjungi oleh Angkatan Laut AS. Kamboja.

  • Ahli: China Sepertinya Tak Akan Mundur, Inilah Mengapa

    Ahli: China Sepertinya Tak Akan Mundur, Inilah Mengapa

    Merapat ke China, akankah Beijing mundur di bawah tekanan dari AS? Jika tidak, kartu apa yang masih bisa dimainkan Beijing dan Washington? NTD Flora Hua menanyai 3 ahli China tentang hal ini.

    Li Jun bekerja di industri televisi Daratan China dari 1994 hingga 2014. Itu saat ia meninggalkan China. Ia adalah sutradara pemenang penghargaan dan produser TV senior.

    [Li Jun, Sutradara Film China]:

    “Pemerintahan komunis China sekarang mirip dengan era Revolusi Kebudayaan. Bahkan dibawah tekanan luar biasa, kelaparan massal, kesulitan bertahun-tahun, mereka menolak untuk mundur. Mereka bergantung pada propaganda yang kuat, sistem hukum dan militer untuk mempertahankan kontrolnya.”

    Analis China lainnya Tang Jingyuan, telah menjadi komentator dari NTD versi Mandarin selama bertahun-tahun.

    [Tang Jingyuan, Analis China NTD]:

    “Partai Komunis China percaya mereka punya keuntungan unik, yang bisa kita sebut keuntungan HAM yang rendah. “

    Itu berarti PKC percaya mereka bersedia menyengsarakan rakyat Tiongkok ke penderitaan yang lebih dalam, dibandingkan A.S. bersedia untuk menyengsarakan rakyat Amerika.

    [Tang Jingyuan, Analis China NTD]:

    “PKC melihat orang biasa sebagai yang bisa dikorbankan, seperti ilalang yang bisa dicabut hingga ke akarnya, tanpa peduli akan nyawa mereka. Sebaliknya, di AS jika rakyat tidak bisa menahan tekanan inflasi atau ekonomi, mereka mungkin akan turun ke jalan dan memaksa presiden seperti Trump untuk mengubah peraturannya.”

    Alasan lain Beijing mungkin tak akan mundur adalah ekonomi yang lemah. Tindakan lockdown Beijing yang parah selama pandemi telah menghancurkan ekonominya. Ditambah, adanya krisis real estate dan hutang yang besar. Sekarang para ahli berkata keuntungan dagang China yang besar dengan AS dan negara lain telah menjadi penyelamat hidupnya.

    [Tang Jingyuan, Analis China NTD]:

    “Yang Trump inginkan bukanlah tarif nol, tetapi keuntungan nol bagi China. Ia ingin menghapus semua keuntungan tak adil yang dimiliki PKC di pasar AS.”

    Keuntungan dagang China dari AS melonjak dari 83 milyar dolar tahun 2001 menjadi lebih dari 200 miliar dolar setahun. Sejak China bergabung ke WTO, angka itu meraih titik tertingginya tahun 2018, saat keuntungan dagang bernilai hampir 420 milyar dolar. Itu saat Trump pertama memutuskan untuk memberi tarif ke barang-barang China. Namun, defisit perdagangan AS dengan China masih tinggi. Tahun lalu, angka mencapai hampir 300 milyar dolar. Jadi, apa yang akan terjadi jika perang dagang terus berlanjut antara AS dan China?

    [Li Jun, Sutradara Film China]:

    Secara realita, dengan tarif 100%, perdagangan AS-China sudah hancur. Tidak ada perusahaan yang bisa bertahan dengan tarif 100% dan masih untung. Saya pikir pemutusan dagang seperti ini hanya akan butuh 90 hari, 3 bulan untuk membuat kerusakan serius. Mengapa? Bayangkan Anda adalah bisnis Amerika mengimpor dari China. Jika selama tiga bulan itu saya tidak berbisnis dengan Anda, saya harus mencari pemasok baru. Ketika perusahaan AS ini telah mendapatkan pemasok alternatif, kemungkinan mereka kembali berbisis dengan China sangat sedikit.”

    Ada juga kartu lain yang belum dimainkan Washington. Mentri Keuangan Bessent berkata ia belum menutup kemungkinan menghapus perusahaan China dari bursa saham AS.

    [Li Jun, Sutradara Film China]:

    “Perusahaan swasta China ini didukung oleh banyak elit yang berkuasa. Jika saham perusahaan-perusahaan ini dihapus oleh AS, para elit itu akan tidak puas pada Xi Jinping. Rezim komunis bergantung pada para pejabat ini untuk memaksakan tekanan, jika mereka merasa mereka juga tidak dapat bertahan, itu akan menjadi situasi yang berbahaya.”

    Di sisi lain, taktik apa yang masih dimiliki Beijing?

    [Li Jun, Sutradara Film China]:

    “Ada dua kemungkinan. Pertama, Partai komunis China mungkin akan menyalahkan semua kegagalan ekonominya ke AS. Departemen propagandanya pasti akan melakukan itu. Kedua, mereka mungkin akan mengalihkan perhatian publik ke perang, propaganda perang atau ancaman perang.

    Guo Jun adalah salah satu pendiri Epoch Times edisi Mandarin.

    [Guo Jun, Pendiri Epoch Times Mandarin]:

    “Sekarang, China sebagai negara manufaktur, produsen, dan penjual, ada dalam posisi yang sangat pasif. Tetapi jika perang panas pecah dengan AS, kapasitas produksi berlebihan ini dapat menjadi keuntungan. Dalam perang, negara dengan kemampuan manufaktur terkuat bisa dapat tiba-tiba diuntungkan.”

    Flora Hua, NTD News.

  • Total Tarif AS ke China Kini Capai 145%

    Total Tarif AS ke China Kini Capai 145%

    Gedung putih mengklarifikasi ketegangan perdagangan antara AS dan China, bahwa per hari ini, total tarif pada barang-barang China mencapai angka 145%. Gedung putih mengatakan bahwa angka itu terdiri dari 125% kenaikan baru-baru ini, akibat pembalasan tarif Beijing. Angka 145% mencakup tarif 20% yang dikenakan pada produk China awal tahun.

    Langkah ini diambil sebagai respon dari peran China yang membiarkan fentanil membanjiri AS. Sebagai perbandingan, Trump menangguhkan tarif selama 90 hari bagi hampir semua partner dagang hari Rabu, bagi negara-negara yang tidak membalas dan mau bernegosiasi. Tarif akan turun ke tarif dasar sebesar 10%. Pengecualian adalah untuk Meksiko dan Kanada yang masih menghadapi 25% tarif. Tetapi barang-barang yang tercakup dalam perjanjian USMCA masih bisa memasuki AS bebas bea, kecuali tarif untuk beberapa sektor spesifik yang dikenai Trump.

    Pada hari Kamis China berkata pintunya masih terbuka untuk berbicara, tetapi menambahkan bahwa Beijing akan tetap pada pendiriannya hingga akhir. Saat ini, perang dagang antara AS dan China mungkin akan melampaui tarif. Dalam wawancara dengan Fox News, Mentri Keuangan Scott Bessent tidak mencoret kemungkinan menghapus saham China.

    [Reporter Fox News]:

    “Seberapa jauh Anda mau mengambil risiko perang lunak dengan China ini? Ada saham China di bursa saham AS. Investor AS membeli saham-saham itu, menolong China mendanai militernya. Hadapi saja. Maukah Anda mengambil langkah seperti menghapus saham China dari bursa saham AS?”

    [Scott Bessent, Mentri Keuangan AS]:

    “Yah Maria saya pikir itu mungkin saja. Kita bicara ekspor modal, pengendalian modal, seperti yang Anda katakan, daftar hitam barang-barang, misalnya dana pensiun, asuransi, hal-hal yang tidak boleh diinvestasikan untuk mendanai mesin militer China. Tapi itu adalah keputusan presiden Trump.”

    Menurut data pemerintahan AS, hampir 300 perusahaan China terdaftar di AS dan dikombinasikan, mereka bernilai lebih dari 1 triliun dolar. Mengkhawatirkan bahwa investasi AS berakhir menolong militer China atau alat mata-mata dan sensor Beijing. Semua itu adalah berlawanan dengan kepentingan nasional AS. Tetapi menghapus saham China akan memperburuk ketegangan antar dua superpower ini. Namun Presiden Trump tahu taktik ini. Tahun 2021 ia menandatangani perintah eksekutif mendesak Bursa Saham New York untuk menghapus saham tiga entitas negara China, China Telecom, China Mobile dan China Unicom, atas kekuatiran kaitan mereka dengan militer Partai Komunis China. Tetapi AS tidak pernah menghapus seluruh saham dari satu negara. Masa depan saham-saham ini masih tidak diketahui, tapi Bessent berkata Kementrian Keuangan membatasi ekspor barang terkait keamanan yang bernilai tinggi ke China.