Tag: vitamin

  • 15 Alasan Mengapa Anda Membutuhkan Lebih Banyak Sinar Matahari

    15 Alasan Mengapa Anda Membutuhkan Lebih Banyak Sinar Matahari

    Sinar matahari sering dikaitkan dengan kehangatan, kebahagiaan, dan aktivitas luar ruangan, namun manfaatnya lebih dari sekadar kesenangan sederhana ini. Dari meningkatkan suasana hati hingga meningkatkan kesehatan fisik, sinar matahari memainkan peran penting dalam kesehatan anda.

    15 alasan kuat mengapa anda membutuhkan lebih banyak sinar matahari dalam hidup Anda:

    1. Meningkatkan kadar Vitamin D

    Salah satu manfaat sinar matahari yang paling terkenal adalah kemampuannya untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh anda. Vitamin D sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi serta mendukung sistem kekebalan tubuh, otak, dan saraf. Menurut Dr. Michael Holick, pakar vitamin D terkemuka, “Paparan sinar matahari adalah cara paling alami dan efisien untuk mendapatkan vitamin D.”

    1. Meningkatkan mood dan kesehatan mental

    Sinar matahari memiliki dampak besar pada suasana hati dan kesehatan mental anda. Paparan sinar matahari meningkatkan produksi serotonin, hormon yang membantu mengatur suasana hati dan meningkatkan perasaan bahagia dan sejahtera. American Psychological Association menyebutkan bahwa “terapi cahaya, yang meniru sinar matahari alami, adalah pengobatan umum untuk gangguan afektif musiman (seasonal affective disorder–SAD).”

    1. Meningkatkan kualitas tidur

    Sinar matahari membantu mengatur ritme sirkadian (terjaga dan tidur) anda, jam internal yang mengatur siklus tidur-bangun anda. Paparan cahaya alami di siang hari, terutama di pagi hari, dapat meningkatkan kualitas tidur dengan membantu kita tertidur lebih cepat dan menikmati tidur yang lebih nyenyak. National Sleep Foundation menyatakan, “Paparan cahaya alami di siang hari membantu menjaga ritme sirkadian anda tetap sinkron, sehingga meningkatkan kualitas tidur di malam hari.”

    1. Mendukung fungsi kekebalan tubuh

    Vitamin D, yang diproduksi oleh kulit sebagai respons terhadap sinar matahari, mendukung sistem kekebalan tubuh. Kadar vitamin D yang cukup dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan penyakit autoimun. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Investigative Medicine menegaskan bahwa “vitamin D memiliki efek imunomodulator dan dapat meningkatkan efek melawan patogen dari monosit dan makrofag.”

    1. Meningkatkan kesehatan kulit

    Paparan sinar matahari dalam jumlah sedang dapat bermanfaat bagi kulit dengan membantu mengatasi kondisi seperti psoriasis, eksim, dan jerawat. Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa “radiasi UV telah berhasil digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kulit, termasuk psoriasis dan eksim.”

    1. Mengurangi risiko kanker tertentu

    Meskipun paparan sinar matahari berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker kulit, paparan sinar matahari dalam jumlah sedang telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker tertentu lainnya, seperti kanker payudara, prostat, dan usus besar. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Oncology menemukan bahwa “kadar vitamin D yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kanker kolorektal yang lebih rendah.”

    1. Menurunkan tekanan darah

    Paparan sinar matahari dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan memicu pelepasan oksida nitrat, senyawa yang membantu melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Edinburgh menemukan bahwa “paparan sinar matahari dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.”

    1. Mendukung kesehatan jantung

    Selain menurunkan tekanan darah, paparan sinar matahari juga dikaitkan dengan peningkatan kesehatan jantung. Produksi vitamin D dan oksida nitrat, serta pengurangan peradangan, berkontribusi pada kesehatan jantung. Manouchehr Saljooughian PhD dari Departemen Farmasi, Alta Bates Summit Medical Center Berkeley, California, menyatakan, “Kekurangan vitamin D juga dikaitkan dengan aterosklerosis klinis pada kalsifikasi koroner serta kejadian kardiovaskular seperti myocardial infarction, stroke, dan kegagalan jantung kongestif.”

    1. Meningkatkan fungsi kognitif

    Paparan sinar matahari dapat meningkatkan fungsi kognitif dengan meningkatkan produksi serotonin dan vitamin D, yang berperan dalam kesehatan otak. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer’s Disease menemukan bahwa “kadar vitamin D yang lebih tinggi dikaitkan dengan fungsi kognitif yang lebih baik dan risiko penyakit Alzheimer yang lebih rendah.”

    1. Meningkatkan aktivitas fisik

    Orang lebih cenderung melakukan aktivitas fisik saat cuaca cerah dan menyenangkan. Aktivitas luar ruangan seperti berjalan kaki, berlari, dan bersepeda memberikan banyak manfaat kesehatan, termasuk peningkatan kesehatan jantung, pengelolaan berat badan, dan kesehatan mental. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, “Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu meningkatkan kesehatan anda secara keseluruhan dan mengurangi risiko penyakit kronis.”

    1. Memperkuat tulang

    Vitamin D, yang diproduksi oleh paparan sinar matahari, sangat penting untuk penyerapan kalsium dan kesehatan tulang. Kadar vitamin D yang cukup membantu mencegah osteoporosis dan patah tulang. National Institute of Health menyatakan, Tanpa vitamin D yang cukup, tulang bisa menjadi tipis, rapuh, atau cacat. Bersama dengan kalsium, vitamin D juga membantu melindungi orang lanjut usia dari osteoporosis.

    1. Membantu penurunan berat badan

    Paparan sinar matahari dapat membantu penurunan berat badan dengan mengatur nafsu makan dan meningkatkan aktivitas fisik. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di PLOS ONE menemukan bahwa “paparan cahaya pagi hari dikaitkan dengan indeks massa tubuh (BMI) dan lemak tubuh yang lebih rendah.”

    1. Meningkatkan metabolisme lemak

    Obesitas dan gangguan metabolisme merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat di seluruh dunia. Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, dokter kulit menemukan bahwa paparan sinar ultraviolet (UV) berdampak positif terhadap nafsu makan dan pengaturan berat badan.

    Mereka menemukan bahwa subjek dengan paparan sinar UV yang cukup menunjukkan peningkatan kadar norepinefrin dan penurunan kadar leptin. Dokter kulit juga menemukan bahwa paparan sinar UV menyebabkan lemak subkutan menjadi coklat, yang menyebabkan tubuh membakar lebih banyak energi. Menurut Science Daily, pentingnya temuan ini menunjukkan adanya pendekatan baru untuk mencegah dan mengobati obesitas dan gangguan metabolisme.

    1. Meningkatkan kesehatan mata

    Paparan sinar matahari dalam jumlah sedang dapat bermanfaat bagi kesehatan mata dengan mengurangi risiko miopia (rabun jauh) pada anak-anak dan dewasa muda. Vision Source menyatakan, “Peningkatan waktu yang dihabiskan di luar ruangan dikaitkan dengan penurunan risiko miopia.” Temuan ini didasarkan pada penelitian tahun 2017 yang meneliti hubungan antara aktivitas luar ruangan dan miopia pada 2.000 anak di Tiongkok.

    1. Meningkatkan kesehatan secara keseluruhan

    Terakhir, paparan sinar matahari meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dengan meningkatkan rasa keterhubungan dengan alam dan meningkatkan suasana hati serta tingkat energi anda. Menghabiskan waktu di luar ruangan di bawah sinar matahari alami dapat mengurangi stres, meningkatkan kesadaran, dan meningkatkan kualitas hidup anda secara keseluruhan. American Psychological Association menyatakan bahwa ”menghabiskan waktu di alam bebas memberikan manfaat kognitif dan perbaikan suasana hati, kesehatan mental, dan kesehatan emosional”.

    Kesimpulan

    Kesimpulannya, manfaat sinar matahari jauh melampaui kemampuannya untuk mencerahkan hari-hari anda. Dari meningkatkan kadar vitamin D dan meningkatkan suasana hati hingga meningkatkan kualitas tidur dan mendukung kesehatan jantung, sinar matahari memainkan peran penting dalam kesehatan anda secara keseluruhan. Dengan secara sadar menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan dan berjemur di bawah sinar matahari, kita dapat menikmati berbagai manfaat kesehatan ini dan menjalani hidup yang lebih bahagia dan sehat. Jadi lain kali saat anda melihat matahari bersinar, luangkan waktu sejenak untuk keluar dan menikmati cahayanya ? tubuh dan pikiran anda akan berterima kasih. (nspirement)

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

  • Gula yang Membuat Ketagihan, yang Sebaiknya Kita Hindari

    Gula yang Membuat Ketagihan, yang Sebaiknya Kita Hindari

    Untuk memahami hubungan kita dengan gula, kita harus melihat sejarahnya, sejauh mana pengaruhnya terhadap tubuh dan pikiran, dan kemungkinan-kemungkinan untuk bisa hidup tanpa gula. Kemudian kita dapat secara rasional menentukan apakah kita bersedia untuk tetap berada di bawah pengaruhnya, atau siap untuk membebaskan diri pada tahap lebih lanjut, dan bagaimana cara melakukannya.

    Gula pertama kali dimurnikan dari tanaman tebu di India, setelah diperkenalkan dari Papua Nugini sekitar tahun 6.000 SM. Awalnya gula digunakan sebagai obat dan kemudian sebagai suguhan eksklusif untuk orang-orang kaya. Pada tahun 350 SM, gula mulai digunakan sebagai bahan dalam resep masakan. Sekitar tahun 600 Masehi, gula diproses lebih lanjut menjadi bentuk kristal.

    Bangsa Arab menjadi sangat mahir dalam menanam, mengolah, dan memasukkan gula ke dalam makanan. Dicampur dengan kacang almond yang ditumbuk halus, mereka menciptakan marzipan yang masih populer. Dengan ekspansi bangsa Arab, penggunaan gula menyebar, tetapi tetap sangat mahal dan hanya bisa dibeli oleh orang kaya sampai tahun 1300.

    Gula masuk ke belahan bumi barat ketika Spanyol menjajah Kepulauan Canary, mendirikan perkebunan gula, dan memaksa penduduk asli menjadi budak. Columbus membawa tebu ke Haiti dan Republik Dominika, dan seiring dengan meningkatnya permintaan produksi di seluruh dunia, perbudakan pun meluas.

    Perkebunan gula, dengan penggunaan tenaga kerja budak di mana seolah-olah manusia hanyalah bagian dari mesin besar, menjadi cetak biru untuk produksi massal dan katalisator Revolusi Industri. Hal ini membawa sejumlah besar gula rafinasi ke pasar dengan harga murah, dan gula menjadi tersedia secara luas dan digunakan secara berlebihan sehingga kita mulai melihat konsekuensinya.

    Peningkatan konsumsi gula menyebabkan penurunan kesehatan secara luas. Dihadapkan dengan semakin banyaknya bukti yang mengaitkan gula dengan kesehatan yang buruk (terutama penyakit jantung) pada tahun 1960-an, industri gula membayar para ilmuwan untuk mengalihkan kesalahan pada lemak.

    Saat ini, rata-rata orang mengonsumsi sekitar 20 sendok teh gula setiap hari, tanpa menyadarinya! Jika menurut Anda ini terdengar seperti jumlah yang mustahil, mulailah memperhatikan berapa banyak gula yang ditemukan dalam makanan kemasan, cemilan, gummy, minuman ringan, atau jus yang Anda beli. Dengan setiap empat gram gula setara dengan satu sendok teh, Anda mungkin akan menemukan bahwa makanan “sehat” pun sarat dengan gula. Jadi apa masalahnya? Kesehatan Anda, utamanya.

    Kita semua tahu bahwa gula tidak baik untuk gigi, meskipun gula tidak secara langsung menyebabkan gigi berlubang. Gula memberi makan bakteri dalam plak, yang kemudian menghasilkan asam. Asam ini secara bertahap melarutkan enamel, lapisan luar pelindung pada gigi, menyebabkan gigi berlubang dan kerusakan gigi. Namun, kekhawatiran mengenai gula dan kesehatan jauh melampaui mulut.

    Gula diketahui dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Gula merupakan agen inflamasi (radang), dan juga mengganggu bioma usus, mengurangi bakteri baik dalam saluran pencernaan Anda dan menyebabkan ketidakseimbangan yang tidak hanya menyebabkan ketagihan gula, tetapi juga dapat mengancam kesehatan otak. Selain itu, gula juga merangsang nafsu makan Anda, meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

    Jadi, gula itu tidak terlalu baik. Lalu mengapa kita memakannya? Karena untuk satu hal, kita telah terbiasa dengan hal-hal yang manis; dan kedua, karena gula sangat membuat ketagihan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gula lebih membuat ketagihan daripada kokain. Kesukaan yang berulang-ulang terhadap makanan manis menyebabkan toleransi yang lebih besar di otak, menyebabkan kita menginginkan lebih banyak untuk merasa puas; namun kadar gula darah yang tinggi telah dikaitkan dengan melambatnya fungsi kognitif dan berkurangnya daya ingat dan fokus.

    Masalahnya menjadi lebih jelas ketika kita melihat jenis gula yang biasa dikonsumsi. Sebagian besar pemanis tambahan merupakan hasil dari proses pengolahan, yang membuatnya semakin tidak sehat. Gula tebu olahan dan corn syrup tidak memiliki nilai gizi selain tambahan kalori. Sebaliknya, gula alami yang tidak diproses, seperti yang ditemukan dalam buah-buahan, umbi-umbian, dan susu; semuanya mengandung vitamin, mineral, serat, dan protein yang penting, dan tidak terlalu manis.

    Mengurangi Gula

    Berusaha membatasi asupan gula adalah upaya yang menantang, tetapi perlu dilakukan. Mengurangi gula dapat meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan, mengurangi risiko penyakit jangka panjang, dan meningkatkan fungsi otak. Memiliki rencana yang realistis adalah langkah pertama. Mari kita lihat beberapa saran untuk membantu Anda memulainya.

    Ganti Cemilan dengan Buah

    Seringkali, saat Anda menginginkan sesuatu yang manis, sepotong buah atau semangkuk buah beri sangat memuaskan. Mulailah menyimpan lebih banyak buah segar atau buah beku di rumah Anda. Jangan batasi diri Anda dengan apel dan jeruk. Ada banyak sekali pilihan buah-buahan eksotis dan lokal yang bisa Anda pilih, masing-masing menawarkan rasa yang luar biasa, vitamin yang penting, dan kandungan nutrisi yang melimpah.

    Yogurt, sering kali diberi pemanis, maka carilah yang tawar. Tambahkan buah beri segar atau beku atau irisan buah persik atau mangga untuk mempermanisnya. Sereal biasanya memiliki pemanis tambahan juga, tetapi Anda dapat menemukan beberapa yang hanya memiliki 1 atau 2 gram per porsi; atau lebih baik lagi, pilihlah roti gandum tawar. Sekali lagi, buah beri atau irisan buah merupakan bahan tambahan yang lebih baik daripada gula.

    Bahkan dalam memasak, buah dapat digunakan sebagai pengganti gula. Pisang atau saus apel biasanya digunakan dalam makanan yang dipanggang untuk mengurangi lemak dengan menambahkan kelembapan, tetapi juga baik untuk mengurangi kandungan gula secara keseluruhan. Rasa manisnya tidak akan terlalu kuat, tetapi Anda akan secara bertahap menurunkan toleransi Anda terhadap gula dan rasanya akan menjadi lebih terasa, dan lebih memuaskan.

    Perlu diingat bahwa buah kering, karena kelembapannya telah dihilangkan, memiliki kandungan gula dan kalori yang sangat tinggi dalam kemasan kecil. Sebaiknya makan buah kering dalam jumlah kecil bersama dengan makanan berprotein tinggi seperti kacang-kacangan atau yogurt, daripada menikmatinya sebagai camilan sendiri. Sifat lengket dari buah kering juga membuat buah kering menjadi ancaman bagi gigi Anda, jadi pastikan untuk menyikatnya setelah makan!

    Pilihlah Minuman Tanpa Pemanis

    Meskipun air putih melakukan semua hal yang seharusnya dilakukan oleh sebuah minuman – memuaskan dahaga, menghidrasi tubuh dan menyegarkan indera ? kita biasanya mengharapkan minuman yang lebih dari air. Bahkan kopi tawar saja tidak cukup; kopi harus memiliki banyak rasa seperti creamy latte, capucinno, affogato, dll. Namun ada banyak orang yang puas dengan kopi dan teh tanpa pemanis, dan Anda juga bisa belajar untuk mencobanya. Sedikit mengurangi pemanis setiap beberapa hari akan membantu Anda secara bertahap beradaptasi dengan rasa pahit, rasa yang mungkin tidak disukai oleh beberapa orang.

    Soda mungkin adalah salah satu hal terburuk yang bisa Anda masukkan ke dalam tubuh Anda. Soda mengandung banyak sekali gula, dijual dalam ukuran porsi besar, dan sering dikonsumsi secara rutin. Minuman ini tidak memberikan nutrisi apa pun, dan bahkan tidak benar-benar memuaskan dahaga; minuman ini sangat asam dan membuat Anda semakin haus. Jika Anda menginginkan minuman bersoda yang menyegarkan, pilihlah dari sekian banyak rasa seltzer tanpa pemanis yang tersedia. Menghilangkan soda dari menu makanan Anda (dan anak-anak Anda) adalah langkah yang tidak akan Anda sesali.

    Alternatif Gula

    Pemanis alami

    Produk seperti madu, nektar agave, sirup maple, dan molase adalah gula dalam bentuk yang lebih alami, dan dapat dianggap sedikit lebih baik untuk kesehatan Anda. Sirup maple asli dan madu mentah mengandung beberapa antioksidan dan prebiotik untuk membantu menyeimbangkan usus, dan sebagian besar pemanis alami memiliki beberapa nutrisi, dengan molase, produk sampingan dari gula putih, mempertahankan banyak mineral yang dihilangkan dari produk rafinasi; tetapi mereka masih memiliki dampak negatif secara keseluruhan terhadap kesehatan Anda seperti halnya gula rafinasi.

    Jika Anda menggunakannya, Anda harus mengurangi jumlah yang dikonsumsi. Setiap resep yang menggunakan gula biasanya dapat menghilangkan ? pemanisnya dan masih dapat dimakan dengan sempurna. Dengan mempraktikkan aturan ini, Anda dapat mengurangi keinginan untuk makan makanan manis secara signifikan, dan belajar untuk merasa puas dengan lebih sedikit gula.

    Stevia

    Stevia adalah pemanis populer yang berasal dari tanaman Stevia redaudianda, semak abadi yang lembut yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, yang dapat Anda tanam di rumah! Senyawa kimia yang disebut ‘steviol glikosida’ diekstrak dari daunnya untuk membuat pengganti gula yang sangat halus dan sangat manis. Produk yang dihasilkan dapat memiliki rasa manis 50 hingga 150 kali lipat dari gula. Tidak perlu dikatakan lagi, produk ini harus digunakan dalam jumlah yang sangat kecil, untuk menggantikan gula. Produk ini bukan gula, memiliki sedikit rasa manis, dan dapat menyebabkan efek samping bila dikonsumsi berlebihan

    Pemanis Nol Kalori

    Ketika gula dikecam sebagai ancaman kesehatan, banyak yang berfokus pada kandungan kalorinya, dan sejumlah pemanis buatan “nol kalori” muncul. Meskipun benar bahwa produk yang dibuat dengan pemanis kimiawi seperti aspartam, sakarin, dan sukralosa memiliki sedikit atau nol kalori dan tidak menyebabkan kerusakan gigi, banyak yang percaya bahwa produk tersebut berbahaya dan harus dihindari.

    Xylitol adalah gula alkohol yang berasal dari pohon birch yang memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Xylitol adalah senyawa organik yang berasal dari gula; sejenis karbohidrat yang bukan gula atau alkohol, tetapi struktur kimianya mirip dengan gula. Mereka rendah kalori dan cenderung meningkatkan kesehatan gigi; oleh karena itu mereka sering ditambahkan ke dalam permen karet, permen, dan makanan yang dipanggang. Dari alkohol gula yang umum; xylitol, eritritol, sorbitol, dan maltitol; xylitol adalah yang paling banyak dipelajari. Struktur molekulnya menghambat pertumbuhan bakteri dalam mulut, mencegah produksi asam yang menyebabkan pembusukan.

    Xylitol juga telah terbukti menawarkan manfaat kesehatan tambahan, termasuk remineralisasi enamel gigi, karena kemampuannya untuk berikatan dengan ion kalsium; pengurangan patogen seperti Streptococcus pada tahap awal; dan sifat antibakteri dan antiinflamasi yang membantu dalam mengobati penyakit pernapasan dan penyakit lain yang tidak dapat diobati dengan antibiotik. Penggunaan xylitol dapat mengurangi sembelit, diabetes, dan obesitas, dan telah terbukti memiliki efek stimulasi pada sistem kekebalan tubuh dan pencernaan.  Semua gula alkohol diyakini memiliki manfaat kesehatan yang serupa.

    Xylitol tampaknya bertindak sebagai prebiotik, memberi makan bakteri baik yang penting dalam usus Anda. Mereka memperbaiki kesehatan tulang, meningkatkan volume dan kandungan mineral, dan dengan demikian melindungi dari osteoporosis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa xylitol dapat meningkatkan produksi kolagen, protein struktural yang penting untuk kesehatan kulit. Karena bukan gula, gula alkohol tidak memiliki efek negatif pada tubuh seperti halnya gula.

    Anda mungkin bertanya-tanya dari mana alkohol gula ini berasal. Xylitol terutama berasal dari pohon birch atau tongkol jagung. Jika tidak berlabel birch, kemungkinan besar berasal dari jagung. Erythritol dibuat dari fermentasi glukosa dalam tepung maizena; sorbitol dibuat dari sirup jagung; dan maltitol terutama diproduksi dari pati jagung.

    Perlu dicatat bahwa jagung, tanaman yang paling sering ditanam di AS, sebagian besar adalah transgenik, yang dimodifikasi secara genetik untuk tahan terhadap hama dan tahan terhadap herbisida. Jadi, jika Anda ingin menghindari GMO dan herbisida yang melekat padanya, pilihan terbaik Anda adalah xylitol yang berasal dari pohon birch. Fakta bahwa terlalu banyak xylitol dapat menyebabkan kembung, gas, dan diare, keduanya akan mendorong Anda untuk membatasi penggunaan pemanis ini, sebuah nilai tambah dalam hal mengurangi keinginan untuk makan makanan manis.

    Kurangi mengidam makanan manis

    Mengidam makanan manis dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Belajar mengenali alasan yang mendasari keinginan Anda untuk mengidam akan membantu Anda memenuhi kebutuhan tubuh Anda dengan cara yang sehat. Banyak orang percaya bahwa dehidrasi memicu ngidam. Pastikan Anda minum cukup air sepanjang hari. Beberapa ngidam muncul dari kebosanan, kecemasan, stres… Sebelum memanjakan diri, luangkan waktu untuk memeriksa perasaan Anda, dan pertimbangkan cara-cara yang sehat untuk mengalihkan keinginan Anda.

    Berjalan-jalan, berbicara dengan teman, membuat karya seni, menulis di jurnal, atau membaca buku, semuanya dapat mengalihkan perhatian Anda dari mengidam yang tidak berhubungan dengan rasa lapar. Namun, jika Anda lapar, ingatlah pentingnya makan makanan yang teratur dan seimbang, yang meliputi protein, lemak, karbohidrat kompleks, dan banyak sayuran. Hal ini akan membuat Anda kenyang hingga waktu makan berikutnya dan membantu Anda menghindari ngemil makanan manis secara spontan.

    Tanpa gula

    Manfaat kesehatan terbesar akan terlihat dengan berhenti mengonsumsi gula sama sekali, termasuk pemanis alternatif. Jika Anda memiliki masalah kesehatan yang serius, Anda mungkin ingin mencoba pendekatan ini. Beberapa hari atau bahkan minggu pertama mungkin akan sulit, karena Anda mungkin akan mengalami gejala putus zat yang mirip dengan gejala pecandu alkohol atau narkoba yang sedang menjalani detoksifikasi.

    Gejalanya dapat berupa depresi, kecemasan, gangguan pola tidur, kesulitan berkonsentrasi, dan mengidam. Anda juga mungkin merasa kelelahan, mual, pusing, atau sakit kepala. Ingatlah bahwa ini semua adalah tanda-tanda yang baik bahwa Anda sedang mengatasi kecanduan Anda. Carilah dukungan dari teman, keluarga, atau profesional jika Anda membutuhkannya. Anda akan segera mendapatkan energi yang lebih besar dan pemikiran yang lebih jernih, sehingga Anda memiliki dorongan untuk terus maju. (visiontimes)

    “Ketekunan adalah kerja keras yang Anda lakukan setelah Anda lelah melakukan kerja keras yang sudah Anda lakukan.” –Newt Gingrich

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Fakta Tentang Minuman Olahraga

    Fakta Tentang Minuman Olahraga

    Minuman olahraga telah menjadi sahabat utama bagi atlet berkinerja tinggi.

    Menawarkan berbagai pilihan rasa yang menggoda? seperti “arctic blitz” dan “mountain berry blast, warna yang menarik dan vitamin tambahan, minuman ini dirancang untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah aktivitas fisik yang berat.

    Tetapi apakah minuman olahraga efektif? Apakah tubuh kita benar-benar membutuhkannya untuk bekerja dengan baik? Apakah minuman ini aman untuk diminum seperti yang dikatakan oleh produsennya dan iklannya?

    Keajaiban Air dengan Gula dan Garam

    Efektivitas minuman olahraga didasarkan pada terobosan penemuan bahwa campuran sodium dan potassium dalam air dapat mengoptimalkan penyerapan cairan di dalam usus, memungkinkan cairan tubuh diisi ulang dengan cepat.

    Penemuan ini tidak hanya penting dalam bidang olahraga tetapi juga dalam pengobatan kondisi kesehatan yang serius.

    Pada tahun 1980, ketika diare adalah penyebab utama kematian bayi dengan sekitar 4,6 juta kematian per tahun, penggunaan oralit yang berisi campuran gula dan garam yang ditambahkan ke air memungkinkan rehidrasi oral (melalui mulut), menyelamatkan nyawa banyak anak yang kehilangan elektrolit pada tingkat yang membahayakan.

    sports-drinks-wikimedia-commons
    Contoh oralit yang tersedia secara komersial, kiri dari Nepal dan kanan dari Peru. (Gambar: James Heilman, MD dari Wikimedia Creative Commons)

    Ini membuka pintu bagi perusahaan komersial untuk memasarkan air asin manis sebagai produk baru yang dirancang untuk memungkinkan atlet memulihkan air dan elektrolit yang hilang dengan cepat melalui keringat.

    Konsumsi minuman olahraga didukung oleh organisasi olahraga dengan alasan bahwa dehidrasi dapat mengganggu kinerja dan elektrolit dalam minuman rehidrasi sangat penting, dan konsumsi minuman olahraga segera menyebar luas. 

    Apakah dehidrasi menghambat kinerja fisik?

    Pada tahun 1996, American College of Sports Medicine (ACSM) mulai mempromosikan konsep bahwa atlet harus minum “sebanyak yang dapat ditoleransi”. Bersama dengan pernyataan populer “jangan menunggu sampai anda merasa haus”, menetapkan pedoman untuk hidrasi yang tepat bagi atlet selama berolahraga.

    Sayangnya, ini mengakibatkan banyak atlet mengalami efek overhidrasi dengan minuman olahraga atau air, yang sering menyebabkan kondisi yang disebut “hiponatremia terkait latihan” (EAH) – masalah neurologis karena jumlah air yang berlebihan dalam tubuh – dan penyakit terkait pada otak – kerusakan pada otak.

    Ketika jumlah kasus EAH mulai meningkat, beberapa mengakibatkan kematian, masalah ini menjadi perhatian publik, mendorong komunitas kedokteran olahraga global untuk mengevaluasi kembali anjuran minum berlebih.

    Saat mempelajari hubungan antara dehidrasi dan performa fisik, para peneliti tidak menemukan korelasi antara tingkat dehidrasi dan waktu penyelesaian atlet triatlon pada lari maraton, dan terlebih lagi, beberapa atlet yang mencatat waktu tercepat termasuk diantara mereka yang paling banyak kehilangan air.

    Berbeda dengan apa yang dipromosikan oleh ACSM pada tahun 1996, sekarang ada bukti bahwa tingkat dehidrasi ringan tidak mengganggu kinerja atlet, dan bahwa baik prehidrasi maupun hidrasi selama latihan tidak diperlukan bagi tubuh untuk mempertahankan hidrasi yang memadai, bahkan selama latihan yang berkepanjangan dalam kondisi lingkungan yang panas.

    Mengandalkan isyarat tubuh daripada saran dari luar

    Sebagai salah satu mekanisme yang digunakan oleh organisme kita untuk menjaga keseimbangan, rasa haus dipicu ketika tubuh mendeteksi kekurangan cairan atau peningkatan konsentrasi osmolit, seperti sodium.

    Mengabaikan konsep sebelumnya yang menganggap rasa haus sebagai indikator yang tidak dapat diandalkan, Mitchell Rosner, MD, seorang spesialis ginjal di Fakultas Kedokteran Universitas Virginia, merekomendasikan untuk menggunakan rasa haus kita sebagai panduan: “Jika anda minum saat haus, anda tidak akan menjadi hiponatremia (kondisi kekurangan sodium didalam darah yang dapat membahayakan jiwa) dan anda tidak akan menderita dehidrasi yang signifikan.”

    Penelitian telah menemukan bahwa selama berolahraga, konsumsi cairan harus didasarkan pada rasa haus, dan asupan elektrolit tidak selalu diperlukan. (Gambar: Monstera dari Pexels)

    Mengejutkan bahwa peran penting yang dimainkan oleh rasa haus dalam keseimbangan tubuh sudah diketahui pada tahun 1991. Tapi mengapa temuan ini diabaikan dan mengapa overhidrasi malah dipromosikan? Penelitian telah menyimpulkan bahwa kepentingan komersial yang menunda pengakuan informasi ini.

    Bagaimana dengan air biasa?

    Dalam hal hidrasi, air biasa adalah pelepas dahaga universal. Tidak menawarkan tambahan kalori, gula, kafein, atau aditif lainnya, ini adalah bentuk hidrasi paling murni.

    Penelitian menunjukkan air melakukan tugasnya dengan baik atau lebih baik daripada pesaingnya seperti minuman olahraga, teh, dan soda.

    Minuman olahraga terutama terdiri dari karbohidrat, elektrolit dan air. Jika dikonsumsi tanpa melakukan olahraga yang lama atau intens setidaknya selama 60 menit maka kalori akan terakumulasi, bukannnya terbakar.

    Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, minuman olahraga menyumbang sekitar 26% dari total asupan minuman berpemanis gula pada remaja. Jadi, tanpa adanya aktivitas fisik yang kuat, konsumsi minuman ini dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, diabetes tipe 2 dan karies gigi, serta kondisi lainnya.

    Pedoman ACSM saat ini tidak mempromosikan overhidrasi, tetapi tetap menganggap minuman olahraga lebih baik daripada air. Dalam meninjau pernyataan ACSM, Dr. Michael Greger, MD, FACLM, menemukan bahwa Gatorade Sports Science Institute dan The Coca-Cola Company termasuk diantara organisasi utama yang memberikan dukungan finansial untuk laporan ACSM.

    Sementara minuman olahraga dapat meningkatkan stamina dan kinerja untuk individu dan atlet yang aktif, penggunaannya tidak diperlukan untuk fungsi tubuh yang normal.

    Sebaiknya kita menerima saran eksternal dengan hati-hati, dan lebih percaya pada kebijaksanaan bawaan yang dimiliki tubuh kita.(visiontimes)

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Vitamin Persahabatan

    Vitamin Persahabatan

    Kesehatan relasional juga merupakan kunci kesehatan fisik dan mental

    Pada 1979, studi pertama yang menunjukkan pentingnya hubungan sosial terhadap kesehatan telah diterbitkan, dan study itu benar-benar laporan yang mengejutkan.

    Sebuah survei prospektif sembilan tahun pada hampir 7.000 orang dewasa, ditemukan bahwa orang-orang yang tidak memiliki ikatan sosial dan komunitas berada pada peningkatan risiko kematian. Apa yang bisa menjelaskan ini? Benarkah suatu hubungan membuat sosial memiliki perbedaan terhadap kesehatan?

    Setelah penelitian tersebut diterbitkan, banyak penelitian lanjutan yang direplikasi dan mengkonfirmasi temuan bahwa orang dengan jumlah ikatan sosial yang lebih besar memiliki risiko kematian yang lebih rendah juga risiko yang lebih rendah untuk berbagai masalah kesehatan.

    Mereka juga lebih mungkin bertahan dari serangan jantung, lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami depresi, kurang rentan terhadap penyakit menular, dan lebih kecil kemungkinannya untuk kambuhnya kanker. Meta-analisis telah menemukan bahwa efek hubungan sosial pada kematian sebanding dengan efek faktor risiko kematian klasik seperti olahraga dan penggunaan rokok.

    Kita memiliki semua alasan untuk percaya bahwa kualitas dan kuantitas hubungan kita dengan orang lain berdampak pada kesehatan kita seperti halnya perilaku yang diidentifikasi secara umum seperti menjadi orang yang aktif dan tidak merokok.

    Namun berapa banyak orang yang berpikir akan memperbaiki hubungan sosialnya ketika menetapkan tujuan sehat, atau menganggap kesepian sebagai ancaman kesehatan yang serupa besarnya dengan merokok? Satu studi menemukan bahwa isolasi sosial merupakan faktor risiko penyakit yang setara dengan merokok 15 batang sehari. Sudah saatnya kita memandang hubungan sosial yang mendukung dan bermakna sebagai komponen kunci dari hidup sehat.

    Satu pertanyaan adalah apakah keterkaitan antara hubungan sosial dan kesehatan utamanya disebabkan oleh manfaat positif dari hubungan sosial yang baik, atau dampak negatif dari hubungan yang buruk dan kesepian. Artinya, apakah kita melihat keterkaitan ini karena hubungan sosial yang baik akan baik untuk kesehatan, atau karena hubungan sosial yang buruk akan buruk pula bagi kesehatan Anda? Jawabannya tampaknya keduanya.

    Hubungan yang baik dan sehat tampaknya mendukung kesehatan. Di sisi lain, isolasi sosial dan hubungan disfungsional dapat merusak kesehatan kita. Oleh karena itu, kita perlu memikirkan kedua aspek tersebut: Kita harus mempertimbangkan bagaimana hubungan yang baik meningkatkan kesehatan yang baik serta bagaimana kurangnya hubungan atau hubungan yang buruk dapat membahayakan kesehatan.

    Bukti menunjukkan bahwa kesepian menimbulkan risiko terbesar bagi kesehatan, dan kesepian adalah salah satu ancaman kesehatan terbesar yang dihadapi orang saat ini. Sebagian besar orang Amerika melaporkan merasa kesepian—sekitar 25% orang yang disurvei—dan jumlah ini lebih tinggi pada populasi yang lebih tua. Orang-orang yang melaporkan kesepian memiliki risiko lebih besar terkena penyakit dan memiliki peningkatan risiko kematian.

    Membina hubungan positif kemungkinan akan melindungi kesehatan Anda, tetapi lebih penting lagi untuk mencoba dan mencegah kesepian. Perasaan kesepian yang kuat tidak boleh diabaikan dan harus menjadi peringatan bagi kesehatan Anda.

    Apakah arti kesepian? Apakah itu hanya cara lain untuk mengatakan bahwa orang tersebut memiliki sedikit atau tidak memiliki hubungan sosial sama sekali? Belum tentu; bahkan orang dengan banyak hubungan sosial bisa merasa kesepian.

    Kesepian bukanlah konsekuensi dari jumlah orang yang terhubung dengan kita, melainkan kualitas dan makna hubungan kita. Orang yang merasa terhubung secara mendalam dan bermakna bagi orang lain tidak merasa kesepian.

    Oleh karena itu, ketika kita merenungkan kesehatan hubungan kita, kita harus jujur ​​tentang betapa berartinya hubungan kita. Tidaklah cukup untuk menghabiskan waktu bersama atau berbicara dengan orang lain jika itu tidak mengarah pada kedalaman yang lebih jauh dalam hubungan kita.

    Ambil sebuah contoh, hubungan romantis. Dua orang yang memiliki pasangan romantis mungkin masing-masing memandang hubungan itu dengan arti yang berbeda. Si A mungkin memandang pasangan romantis mereka sebagai seseorang yang menghibur, yang akan bersenang-senang dengan mereka, dan yang membantu mereka beristirahat sejenak dari tanggung jawab sehari-hari sebagai orang dewasa. Sedangkan si B, di sisi lain, mungkin memandang pasangan romantis mereka sebagai pendamping hidup dan seseorang yang dapat mereka ajak bekerja sama sebagai tim untuk mengatasi rintangan dan membangun kehidupan bersama.

    Manakah dari dua orang ini yang menurut Anda lebih mementingkan hubungan romantis mereka? Jelas, itu adalah orang B; memiliki pasangan hidup tentu lebih bermakna daripada bersenang-senang. Kedua jenis hubungan tersebut memiliki nilai, tetapi tidak dijiwai dengan tingkat makna yang sama.
    Sayangnya, meski ada banyak bukti bahwa hubungan penting bagi kesehatan, belum banyak bukti tentang hal-hal yang dapat mengurangi kesepian. Kita tahu lebih banyak tentang seberapa kuat hubungan sosial dikaitkan dengan kesehatan daripada tentang bagaimana meningkatkan hubungan atau mengurangi kesepian.

    Membangun suatu hubungan yang dalam dan bermakna dengan orang lain membutuhkan sikap terbuka dan menunjukkan empati. Hal ini diwujudkan dengan selalu “berada disana”saat mereka membutuhkan dan kemampuan mendengarkan dengan baik. Keterampilan relasional seperti itu tidak mudah diajarkan atau diperoleh. Seperti semua hal yang berharga dalam hidup, semua itu membutuhkan waktu dan usaha untuk berkembang. Sebagai bagian dari masyarakat, sebaiknya kita memprioritaskan kesehatan relasional seperti halnya kesehatan mental dan kesehatan fisik.

    Hubungan sosial memberi makna pada hidup kita dan, ternyata, sangat memengaruhi kesehatan dan umur panjang. Lain waktu, saat Anda memikirkan kesehatan, pikirkan juga tentang kesehatan hubungan Anda. Jika Anda merasa kesepian, hal itu memberi sinyal pada Anda bahwa ada sesuatu yang salah, dan ini akan memotivasi Anda untuk menemukan cara untuk terhubung dengan orang lain dan mendapatkan lebih banyak makna dari hubungan Anda.

    Temukan orang-orang yang dapat membuat Anda menjadi diri sendiri. Membuat upaya untuk meningkatkan hubungan Anda dan mencegah kesepian adalah bagian penting dari gaya hidup sehat.

    Dr. Serenity Della Porta adalah seorang psikolog kesehatan yang berfokus pada keterkaitan antara hubungan sosial, emosi, kepribadian, dan kesehatan. Dia adalah pendiri Serenity Health Advising, sebuah perusahaan konsultasi dan pendidikan yang berpusat pada psikologi perilaku kesehatan, dan merupakan pembawa acara podcast Hella Healthy.

    Dia mendapatkan gelar doktor dalam psikologi sosial dan kepribadian dari University of California di mana dia fokus pada psikologi kesehatan dan peran kepribadian dalam kesehatan dan umur panjang. (Dr. Serenity Della Porta/theepochtimes/feb)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Waktu Terbaik Untuk Mengonsumsi Suplemen Anda

    Waktu Terbaik Untuk Mengonsumsi Suplemen Anda

    Jika Anda mengonsumsi suplemen, dua hal penting untuk mendapatkan hasil maksimal: kualitas dan waktu. Anda harus mulai dengan produk berkualitas yang dibuat oleh produsen terkemuka, dan Anda perlu tahu waktu ter- baik untuk mengonsumsi suplemen Anda, termasuk mana yang harus dan tidak boleh dikonsumsi bersama dengan yang lain.

    Kami tidak akan berbicara tentang kualitas dan reputasi di sini. Sebagai gantinya, mari kita bahas waktu penggunaan suplemen Anda dan bagaimana mengoptimalkan hasil dari setiap pilihan Anda. Salah satu pendekatan untuk penggunaan suplemen adalah dengan mempertimbangkan mana yang harus diambil selama tiga bagian waktu utama: pagi, siang, dan malam.

    Suplemen Pagi

    Berikut tipnya: dua suplemen pagi ? vitamin E dan CoQ10 ? harus dikonsumsi dengan lemak sehat. Kami menyarankan roti panggang alpukat atau smoothie hijau dengan alpukat atau minyak kelapa sebaga pilihan sarapan yang mengandung lemak sehat!

    Vitamin B: Ini adalah penambah energi Anda untuk hari itu dan termasuk thiamin, riboflavin, niacin, asam pantotenat, piridoksin, biotin, asam folat, dan cobalamin. Vitamin B kompleks yang berkualitas akan memberi Anda seluruh spektrum vitamin B dalam dosis seimbang. Jika vitamin B kompleks Anda mengandung vitamin B12, minum suplemen ini dua jam sebelum atau sesudah mengonsumsi vitamin C, karena vitamin C mengganggu kemampuan tubuh Anda untuk menyerap B12. Vitamin B dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

    Co-Q10: Suplemen ini menyehatkan jantung dan harus dikonsumsi dengan lemak sehat. Jika Anda menderita diabetes atau tekanan darah rendah, ketahuilah bahwa CoQ10 dapat mengurangi kadar gula darah dan tekanan darah, jadi jangan meminumnya tanpa panduan ahli medis Anda.

    Zat Besi: Minum mineral ini saat perut kosong dan jangan pernah dengan kalsium. Namun, jika itu membuat Anda mual, maka konsumsilah dengan makanan, tetapi tidak dengan kopi atau makanan tinggi kalsium. Jika Anda sarapan dengan kalsium tinggi (misalnya, susu, yogurt susu, sayuran berdaun hijau), konsumsi zat besi Anda di kemudian hari dengan makanan. Saat itulah Anda dapat meminumnya bersama vitamin C, yang dapat meningkatkan penyerapan.

    Vitamin E: Anda harus mengonsumsi vitamin yang larut dalam lemak ini dengan lemak sehat.

    Vitamin C: Sekaranglah waktunya untuk mengonsumsi yang pertama dari dua dosis vitamin C Anda untuk hari itu. Mengonsumsi zat besi bersama dengan vitamin C dapat membantu penyerapan.

    Suplemen Siang

    Beberapa suplemen ini harus dikonsumsi bersama makanan, jadi segera setelah makan siang adalah waktu yang nyaman dan mudah diingat untuk meminumnya.

    • Minyak ikan: Mengonsumsi minyak ikan dengan makanan secara signi kan meningkatkan penyerapan asam lemak esensial ini. Berikut triknya: Bekukan suplemen minyak ikan Anda: mereka turun lebih cepat saat dibekukan, dan membantu menghindari sendawa.
    • Yodium: Mineral ini dapat memberi Anda dorongan energi di tengah hari.
    • Vitamin D: Konsumsi dengan lemak sehat seperti alpukat, telur, minyak zaitun, atau minyak kelapa. Vitamin D bekerja se- cara sinkron dengan vitamin K, dan meningkatkan penyerapan vitamin D dan kalsium ketika keduanya dikonsumsi bersamaan.
    • Vitamin K: Vitamin ramah jantung ini bekerja bersama dengan vitamin D dan juga paling baik dikonsumsi dengan lemak sehat. Jika Anda kekurangan vitamin K dan perlu mengonsumsi suplemen terpisah, minumlah beberapa jam sebelum atau sesudah vitamin larut lemak lainnya (yaitu, A, D, dan E).
    • Vitamin C: Waktunya untuk dosis kedua Anda!
    • Seng: Konsumsi mineral ini dengan makanan, tetapi jangan dengan kalsium atau zat besi. Seng juga dapat mengganggu penyerapan tembaga dan mineral lainnya, jadi pastikan untuk mengonsumsi seng setidaknya dua jam terpisah dari suplemen ini.

    Suplemen malam

    • Kalsium: Tubuh Anda paling baik memanfaatkan kalsium saat Anda meminumnya di malam hari. Jangan mengonsumsi kalsium dosis tinggi bersama dengan seng atau magnesium dalam jumlah tinggi, karena semuanya bersaing untuk penyerapan.
    • Magnesium: Salah satu suplemen terbaik untuk membantu Anda rileks dan tertidur, jadi sebelum istirahat adalah yang terbaik. Hindari mengonsumsi dosis tinggi bersama dengan jumlah kalsium atau seng yang tinggi karena mereka semua bersaing untuk penyerapan.
    • Probiotik: Bakteri yang bermanfaat bekerja paling baik di usus jika Anda meminumnya tanpa adanya enzim pencernaan, yang dapat memecahnya, jadi disarankan tepat sebelum Anda istirahat. Namun, jika Anda mengonsumsi probiotik untuk membantu mengelola kondisi kesehatan tertentu (misalnya diare, iritasi usus), ikuti rekomendasi penyedia layanan kesehatan Anda.
    • Kunyit: Mungkin paling dikenal karena kemampuannya membantu masalah pencernaan, waktu optimal untuk mengonsumsi kunyit (kurkumin adalah bahan aktifnya) setidaknya tiga jam sebelum atau sesudah makan, yang menjadikan waktu paling nyaman sebelum beristirahat.

    Ingatlah tips ini saat memilih dan mengonsumsi suplemen:

    • Jika Anda mengonsumsi multivitamin, Anda dapat membantu mencegah mual dengan mengonsumsinya saat makan.
    • Saat mengonsumsi multivitamin berbasis makanan berkualitas tinggi, Anda mungkin memerlukan lebih dari satu do- sis untuk menyerapnya dengan lebih baik. Periksa petunjuk pada kemasan.
    • Jangan mengonsumsi suplemen antioksidan dan suplemen kalsium secara bersamaan. Kalsium dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk mendapatkan manfaat dari beta-karoten, likopen, dan karotenoid lainnya.
    • Jangan mengonsumsi suplemen mineral dalam jumlah besar secara bersamaan karena mereka bersaing untuk penyerapan. Sebagai gantinya, minum suplemen mineral setidaknya dua jam terpisah.
    • Jika Anda seorang peminum teh hijau atau hitam, jangan mengonsumsi suplemen zat besi secara bersamaan. Sebaliknya, biarkan beberapa jam antara mengonsumsi teh dan suplemen.

    Intinya untuk mendapatkan manfaat maksimal dari suplemen nutrisi Anda, penting untuk menyesuaikan waktu pemberian dosis Anda dan mengetahui suplemen mana yang harus Anda konsumsi dalam kombinasi dengan yang lain. Dan jika Anda tidak ingat untuk mengonsumsi suplemen pada waktu tertentu, lakukan saja saat Anda ingat dan nikmati manfaatnya bagi kesehatan Anda.(epochtimes)

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Manfaat Mengonsumsi 8 Buah Ini

    Manfaat Mengonsumsi 8 Buah Ini

    Buah-buahan kaya akan karbohidrat, vitamin, dan mineral. Pakar kesehatan menyarankan untuk mengonsumsi buah setiap hari, namun tahukah Anda buah apa yang dapat membantu kesehatan?

    Ilustrasi (Image: Pixabay)

    1. Kiwi

    Buah kiwi bersifat diuretik dan mengandung antioksidan yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan meningkatkan fungsi kardiovaskular dan otak. Buah kiwi kaya akan vitamin C, yang penting untuk pencegahan dini terhadap flu.

    Ilustrasi (Image: Pixabay)

    2. Pisang / stroberi / haw

    Senyawa kalium pada pisang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Stroberi mengandung pektin dan antioksidan untuk mencegah arteriosklerosis. Buah haw (sejenis berry) membantu pencernaan dan melarutkan dahak. Akibatnya mengurangi deposit kolesterol pada dinding arteri sehingga dapat melindungi pembuluh darah, menurunkan viskositas darah, dan meningkatkan kapasitas aliran darah.

    Ilustrasi (Image: Pixabay)

    3. Mulberry / anggur

    Mulberry bermanfaat selain memperkaya juga mengaktifkan sirkulasi darah, melembabkan mata, menghitamkan rambut, dan mencegah penuaan. Anggur erfungsi sebagai penambah darah. Anggur menyalurkan nutrisi ke hati dan ginjal, menghitamkan rambut, dan membantu memperbaiki saraf dengan kandungan vitamin P.

    Ilustrasi (Image : Pixabay)

    4. Pepaya

    Begadang dapat menyebabkan sembelit dan sakit perut. Pepaya berfungsi untuk menyelesaikan kedua masalah tersebut. Sup iga yang direbus dengan pepaya dapat membantu melindungi dinding perut.

    Ilustrasi (Image : Pixabay)

    5. Belimbing / nanas / buah naga

    Belimbing dapat memperlancar pencernaan karena berfungsi sebagai penangkal dengan mencegah pembentukan nitrit. Nanas bersifat diuretik dan membantu pencernaan. Kandungan bromelainnya dapat mempercepat pencernaan protein dalam daging. Jika Anda makan terlalu banyak daging, makan nanas segar untuk membantu menghilangkan gangguan pencernaan. Buah naga membantu melembabkan usus dan buang air besar.

    Ilustrasi (Image: Pixabay)

    6. Lengkeng / apel

    Apel mengandung senyawa Zinc atau seng, yang berfungsi meningkatkan daya ingat dan perkembangan otak. Lengkeng dipercaya bisa membantu membuka pikiran dan mempercepat proses berpikir. Ketika pikiran berhenti pada satu titik, cobalah ambil dan makan beberapa buah lengkeng untuk melepaskan kebuntuan, namun perhatikan, apabila tenggorokan terasa kering atau meradang, berhentilah mengonsumsinya karena lengkeng bersifat panas.

    Ilustrasi (Image: Pixabay)

    7. Jeruk

    Aroma buah jeruk membantu menenangkan pikiran. Saat Anda tidak ingin makan, mencium aroma jeruk bisa merangsang nafsu makan Anda.

    Ilustrasi (Image: Pixabay)

    8. Pir

    Buah pir membantu membersihkan dan mengurangi panas di tenggorokan. Makan buah pir kukus sering kali dapat meningkatkan air liur dan mempertahankan suara, namun jangan mengonsumsi terlalu berlebihan disebabkan pir bersifat dingin. (visiontimes/may)

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

    https://youtu.be/z0NaFShpKRc