Tag: hormat

  • 4 Ciri Keluarga Bahagia

    4 Ciri Keluarga Bahagia

    Semua orang menginginkan kehidupan yang baik dan sukses, dan ada banyak informasi untuk mewujudkan hal ini.

    Semua orang lahir dan besar dari sebuah keluarga, dan jika Anda berpikir untuk membangun kehidupan keluarga yang lebih luas dengan pernikahan atau anak-anak, maka kini pikiran dan perhatian yang akan Anda curahkan adalah tentang cinta kasih dan kasih sayang tanpa syarat untuk keluarga Anda.

    Sebagian besar dari kita tidak berpikir untuk mendirikan bisnis. Sebaliknya, Anda lebih berharap  hubungan Anda dengan keluarga Anda akan senantiasa bahagia dan langgeng sambil menikmati keluarga kecil sejahtera.

    4 karakteristik yang membantu Anda lebih memahami keluarga dan mencapai yang Anda harapkan

    1. Rasa bakti dan hormat

    Ada pepatah yang mengatakan: “Berbakti merupakan asal yang pertama dari semua perbuatan baik, dan semua kejahatan adalah sumber dari tindakan asusila.”

    Hal ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua adalah bagian integral dari budaya tradisional China, dan juga merupakan kebajikan konvensional yang dihormati oleh bangsa Tionghoa. Tindakan berbakti seperti gerakan Surga.

    Hal ini bersifat abadi dan tidak berubah, sama seperti tanah yang mengikuti jalan Surga yang menumbuhkan segala sesuatu. Jadi perilaku ini baik untuk diamati dan dipelajari.

    Keluarga akan berkembang dan langgeng jika kakak beradik saling menghormati dan berbakti satu sama lain. Keluarga akan harmonis jika menghormati orang tua atau yang lebih tua. Ibu mertua dan menantu perempuan rukun ketika saling menghormati, perhatian, dan baik satu sama lain.

    Anak-anak belajar dari orang tua mereka tentang apa yang baik dan buruk; mereka secara intuitif tahu bagaimana cara berbakti kepada orang tua dan menghormati semua orang yang lebih tua. Oleh karena itu, anak-anak yang berbakti merupakan salah satu faktor penting untuk kebahagiaan dan kemakmuran dalam keluarga.

    Merawat orang tua dan orang yang lebih tua serta menghormati orang yang lebih tua selalu menjadi bagian dari budaya tradisional China. Mengikuti tradisi berbakti ini akan menghasilkan kebajikan bagi orang yang melihatnya, dan seluruh keluarga akan mendapatkan manfaatnya di tahun-tahun mendatang.

    Para tetangga senang saling mengenal dan saling membantu terhadap mereka yang membutuhkan bantuan. Selain itu, tetangga yang baik terkadang menunjukkan sikap saling berbakti satu sama lain, sehingga membuat hidup menjadi menyenangkan dan penuh sukacita.

    2. Kakak beradik rukun

    Pepatah mengatakan: “Ketika kakak beradik bersatu, kepentingan diri mereka akan hilang.”

    Ini berarti bahwa selama kakak beradik sehati, mereka dapat mengerahkan kekuatan yang besar. Sebuah keluarga yang terdiri dari kakak beradik secara alami akan mendapatkan hasil dua kali lipat dengan separuh tenaga jika mereka semua bekerja sama secara serentak, dan bahkan kesulitan yang paling signifikan pun akan terpecahkan.

    Ketika kakak beradik hidup secara harmonis, keluarga mereka dapat bertahan dan berkembang dengan penuh sukacita. Bekerja sama dalam bisnis keluarga, saling membantu, berbagi tugas di rumah, dan saling menyemangati satu sama lain, semuanya menciptakan gaya hidup yang harmonis.

    Tetapi jika hati sebuah keluarga tidak bersatu, sepanjang hari, mereka akan bersaing satu sama lain, terlalu mementingkan kepentingan mereka sendiri, dan tidak menjadikan keharmonisan sebagai prioritas. Akibatnya, keluarga yang paling makmur sekalipun akan hancur.

    3. Hubungan yang harmonis antara suami istri

    Suami dan istri adalah anggota dasar yang paling penting dalam keluarga; banyak hubungan lain yang didasarkan pada hubungan antara suami dan istri.

    Rumah adalah pelabuhan yang menyenangkan di mana kita dapat menumpahkan kesedihan dengan nyaman dan berlindung dari badai dan hujan. Hubungan antara suami dan istri memainkan peran penting dalam sebuah keluarga. Semakin suami dan istri saling percaya dan mengandalkan satu sama lain, semakin erat hubungan di antara pasangan tersebut.

    Orang tua yang sudah lanjut usia perlu bergantung pada anak-anak mereka yang sudah dewasa untuk mendapatkan rasa hormat dan dukungan. Pasangan yang sudah menikah dan anak-anak mereka harus bergantung pada kakek dan nenek mereka yang sudah lanjut usia untuk mendapatkan kebijaksanaan.

    Jika hubungan antara kedua kelompok tersebut tidak harmonis, keluarga akan berada dalam keadaan tidak harmonis yang tidak sehat baik bagi pasangan suami istri, anak-anak, dan orang yang lebih tua.

    Namun, banyak pasangan saat ini hanya dapat berbagi kesulitan tetapi tidak berbagi berkat; bagaimana keluarga seperti itu dapat bertumbuh? Oleh karena itu, hari-hari akan menjadi lebih baik ketika suami dan istri harmonis, dan keluarga berkomunikasi dengan baik dan bekerja sama secara positif.

    4. Mengembangkan kebiasaan yang baik

    Seseorang yang memiliki kebiasaan dan niat yang baik biasanya diberkati dengan kebahagiaan, panjang umur, dan kemakmuran. Jadi, apa saja kebiasaan yang baik? Misalnya: belajar dengan giat, bekerja keras, menunjukkan inisiatif, perhatian, hemat, menjadi orang yang baik, menolong orang lain, dan bertanggung jawab.

    Selain mengembangkan kebiasaan baik, Anda juga harus menghindari kebiasaan buruk, seperti tidak judi atau narkoba. Sekali orang terjangkit kebiasaan buruk ini, kekayaan keluarga akan segera hilang dan hancur.

    “Saya percaya bahwa selama sebuah keluarga melakukan atau berusaha melakukan empat hal di atas, setiap keluarga akan mendapatkan keuntungan dan kesejahteraan.”

    Keempat hal tersebut dapat membantu setiap keluarga atau individu menjadi sejahtera dan menjalani gaya hidup yang baik. (nspirement/sia/may)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Kitab Tiga Aksara [San Zi Jing] 2: Ibu Mencius Pindah Tiga Kali

    Kitab Tiga Aksara [San Zi Jing] 2: Ibu Mencius Pindah Tiga Kali

    Pemikir dan pendidik terkenal Tiongkok, Mencius, lahir di Zoucheng, Shandong. Mencius kehilangan ayahnya ketika dia berusia 3 tahun, diasuh dan dibesarkan oleh ibunya.

    Ada kuburan di dekat rumah Mencius, dan mereka yang mengikuti prosesi pemakaman sering melewati pintu rumahnya.

    Mencius pun menirukan tangisan para peserta prosesi pemakaman. Ibu Mencius sangat marah dengan cara permainan putranya, menganggap hal itu tidak kondusif baginya untuk belajar, jadi dia pun pindah rumah ke kota.

    Ketika dia tiba di kota, rumahnya berada di kota yang sibuk, suara babi disembelih / suara orang jualan terus terdengar sepanjang hari, jadi Mencius pun bermain permainan jual beli dengan anak-anak tetangga.

    Ibu Mencius merasa tempat ini juga sulit untuk berkonsentrasi belajar, jadi dia kembali pindah untuk tinggal di seberang kuil.

    Pada hari pertama setiap bulan lunar, para pejabat mengunjungi kuil, memberi hormat kowtow, maju dan mundur sambil ber-anjali, setelah Mencius melihat mereka, mengingat semua satu per satu. Ibu Mencius berpikir: “Ini barulah tempat tinggal bagi anak.” Maka dia pun menetap di sini.

    Suatu hari, Mencius karena malas belajar lalu bolos sekolah pulang ke rumah. Ibu Mencius segera mengambil gunting, memotong kain yang sedang ditenun pada alat tenun, dan berkata kepada Mencius: “Prinsip belajar sama dengan prinsip menenun saya, harus satu utas demi satu utas dirajut, barulah dapat berhasil menenun sehelai kain yang berguna, kamu belajar juga sama, harus giat rajin, setelah dipupuk dalam waktu lama, barulah dapat ada pencapaian. Kamu yang tidak rajin seperti ini, bagaimana bisa mencapai hal besar?”

    Mencius sangat malu ketika mendengar ini, sejak itu dia berusaha keras untuk belajar, dan akhirnya menjadi seorang yang terpelajar / berbudi luhur.

    Ibu Mencius sangat memperhatikan pendidikan anak usia dini, ini sebabnya dia barulah memperhatikan bahwa anak-anaknya memiliki penyimpangan perilaku akibat pengaruh lingkungan yang buruk.

    Untuk memungkinkan Mencius muda fokus pada studinya, dia sampai pindah rumah tiga kali, dan mewariskan kisah pendidikan anak usia dini yang bermanfaat: “Dulu Ibu Mencius, Menyeleksi Lingkungan Tinggal; Anaknya Malas Belajar, Diguntinglah Sulaman Tenun.” (minghui)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Gaya pengasuhan anak yang sangat sukses dan penuh hormat

    Gaya pengasuhan anak yang sangat sukses dan penuh hormat

    Beberapa orang tua percaya untuk bersikap tegas, sementara yang lain bersikap lunak.

    Banyak yang bertanya-tanya bagaimana menemukan keseimbangan yang tepat.

    Dalam buku saya, “Raising an Entrepreneur,” saya mewawancarai 70 orang tua tentang bagaimana mereka membesarkan dan membantu anak-anak mereka mencapai impiannya, sehingga menjadi orang dewasa yang sangat sukses.

    Mereka adalah kelompok yang sangat beragam – dari berbagai ras, agama, pendapatan, struktur keluarga, dan pendidikan. Tetapi ketika saya berbicara dengan masing-masing dari mereka, saya menemukan tema yang sama: “pengasuhan yang penuh hormat.”

    Pola asuh yang penuh hormat, kadang-kadang disebut “pengasuhan yang bijaksana,” melibatkan penetapan standar dan aturan yang ketat (mis: hanya membelanjakan uang yang anda hasilkan) sambil juga menghormati pilihan anak-anak (mis: membiarkan mereka memilih sendiri kegiatan sepulang sekolah).

    Apa itu pengasuhan yang penuh hormat?

    Ketika saya memberi tahu orang-orang tentang manfaat mengasuh anak dengan penuh hormat, mereka menganggapnya berlebihan dan berlawanan dengan kebiasaan.

    Mengapa setiap orang tua membiarkan anak kecil membuat pilihan mereka sendiri? Jauh lebih mudah untuk masuk sebelum anak anda melakukan sesuatu yang kedengarannya seperti ide yang buruk, seperti mengenakan kostum Halloween ke sekolah pada bulan Januari atau membongkar radio.

    Tetapi orang tua yang penuh hormat menghargai individualitas dan tidak mencoba mendikte apa yang membuat anak mereka penasaran atau bagaimana mereka mengekspresikan diri.

    Tidak seperti gaya pengasuhan populer seperti “permisif”, yang terlalu memanjakan anak untuk menghindari konflik, atau “otoriter”, di mana komunikasi hanya satu arah dengan sedikit pertimbangan kebutuhan emosional anak, pengasuhan yang penuh hormat adalah tentang melihat anak sebagai makhluk yang mandiri dan rasional.

    Dalam bukunya “Grit”, psikolog terkenal Angela Duckworth setuju bahwa ini adalah cara terbaik untuk membesarkan anak.

    [Orang tua yang terhormat] menilai secara akurat kebutuhan psikologis anak. Mereka menghargai bahwa anak-anak membutuhkan cinta, batasan, dan keleluasaan untuk mencapai potensi penuh mereka, ”tulisnya. “Otoritas mereka didasarkan pada pengetahuan dan kebijaksanaan, bukan kekuasaan.”

    3 pilar pengasuhan yang penuh hormat

    1. Struktur

    • Biarkan anak membuat pilihannya sendiri, selama harapannya terpenuhi.
    • Bimbing mereka melalui bagaimana sesuatu dapat dilakukan dengan lebih baik.
    • Mengharapkan mereka untuk melakukan sesuatu, meskipun itu sulit.

    Thomas Vu tumbuh dengan aturan ketat dan banyak struktur, tetapi orang tuanya memberinya kebebasan penuh untuk mengejar tujuannya.

    “Saya diharapkan mendapat nilai A. Itu tidak mudah, tetapi selama saya melakukannya, ibu saya mengizinkan saya memainkan semua video game yang saya inginkan. Bagi saya, itu adalah cukup adil. ”

    Vu adalah satu dari empat lulusan perguruan tinggi dengan gelar di bidang bioteknologi ketika dia mendapat kesempatan untuk magang di Electronic Arts, pembuat video game terkemuka.

    Mengingat Vu adalah lulusan bioteknologi, orang tuanya tidak senang, tetapi mereka membiarkannya pergi dan mengejar mimpinya membuat video game. Dia kemudian menjadi produser utama di Riot Games untuk League of Legends, yang saat ini memiliki 180 juta pemain.

    2. Suportif

    • Beri anak hak untuk memandang dari sudut pandang mereka sendiri.
    • Hormati privasi mereka.
    • Jangan membuat koreksi terus-menerus dalam tindakan atau ucapan mereka.

    D.A. Wallach adalah investor teknologi yang sukses. Salah satu investasi awalnya adalah Spotify, tempat dia menjadi Artist-in-Residence.

    Ketika Wallach berusia delapan tahun, dia tertarik untuk berinvestasi, jadi ibunya memberinya sejumlah uang dan membuka rekening untuknya. Dia menghabiskan berjam-jam meneliti perusahaan. Ibunya memberikan pendapatnya, tetapi tetap membiarkan dia yang memutuskan di mana akan berinvestasi.

    Wallach kehilangan sebagian besar uangnya dalam waktu enam tahun, tetapi ibunya mengatakan kepadanya bahwa kehilangan adalah bagian dari proses pembelajaran.

    Tidak semua orang mampu memberikan uang kepada anak mereka untuk belajar tentang investasi. Tetapi ibu Wallach memupuk bakatnya dengan cara lain yang tidak memerlukan biaya: menganalisis, mendiskusikan, dan memperdebatkan pilihan dengannya, memperlakukannya seperti orang dewasa, dan tidak menderita karena kegagalan.

    3. Hangat

    • Beri tahu anak-anak bahwa mereka dapat meminta bantuan anda.
    • Habiskan waktu berkualitas bersama mereka.
    • Terlibat dalam kegiatan welas asih bersama.

    Breegan Jane adalah desainer interior dan pembawa acara “Extreme Makeover” HGTV. Dia juga seorang dermawan dan salah satu anggota dewan Single Moms Planet.

    Orang tuanya mengajarinya tentang kasih sayang dan menunjukkan kepadanya bagaimana menangani kesulitan dengan ketahanan dan kreativitas.

    “Saya berusia 11 tahun ketika kami pertama kali membantu orang lain dalam pekerjaan sosial. Kami memberikan pakaian kepada orang-orang di kota Meksiko yang hanya memiliki sedikit air bersih,” katanya kepada saya. “Saya terkejut melihat kemiskinan.”

    Sekarang Breegan adalah seorang ibu, dia menghargai pentingnya mengajari anak-anak untuk bersosial. Dia dan kedua putranya sering menjadi sukarelawan bersama di program bantuan makanan.

    “Saya menyadari sekarang bahwa kebanyakan orang tua tidak memaparkan kepada anak-anak mereka tentang pahitnya kehidupan yang sesungguhnya, tetapi saya melakukannya dengan menutupi rasa sakit dengan begitu banyak harapan,” katanya. “Mereka selalu berfokus pada semua hal baik yang dapat kami lakukan dan berikan kepada orang lain.” (cnbc.com)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Perilaku Tidak Hormat Dihukum oleh Naga

    Perilaku Tidak Hormat Dihukum oleh Naga

    Di zaman kuno, Kuil Raja Naga, di sebelah kolam Kuil Yuquan di Provinsi Henan, Tiongkok, dikatakan sebagai tempat yang memiliki khasiat magis bagi penduduk desa untuk berdoa meminta hujan.

    Kuil Raja Naga

    Selama akhir Dinasti Tang, Shen Wenwei, Petugas Pengadilan Kabupaten Weishi, berbagi pengalaman yang unik dan mendebarkan kepada yang lain. Suatu kali, Shen mengunjungi Kuil Yuquan. Ada sebuah kolam di sebelah Kuil Yuquan.

    Kuil Raja Naga berada di sebelah utara kolam. Saat itu, pertengahan musim panas. Banyak penduduk desa datang untuk berdoa memohon hujan selama musim kemarau yang parah.

    Shen juga meninjau kolam. Ketika dia membungkuk untuk memeriksanya, tiba-tiba, dia melihat sesuatu seperti bunga yang layu dan patah dengan daun yang memanjang seukuran payung di kolam.

    Pada saat itu, Shen mengambil ubin yang pecah dan akan melemparkannya ke objek tersebut, tetapi seorang biksu melihat apa yang dia lakukan dan dengan tergesa menghentikannya, berteriak dengan keras: “Jangan lakukan hal seperti itu; jika Anda melakukannya, itu akan mengganggu roh angin dan guntur!” Namun, Shen mengabaikan peringatannya, tidak menyadari keseriusan situasinya.

    Perilaku tidak sopan membuat jengkel ‘naga’ kuil

    Seketika, kabut putih tebal mulai muncul dari bawah permukaan kolam dan dengan cepat menyebar ke kaki gunung, yang secara drastis mengaburkan jarak pandang di sekitarnya.

    Kuil Yuquan terletak di atas gunung. Untuk mencapainya, seseorang harus mengikuti jalur menanjak di jalan beraspal yang berputar tujuh kali. Datangnya hujan lebat, guntur, dan kilat yang tiba-tiba membuat upaya menuruni bukit untuk meninggalkan kuil menjadi lebih berbahaya dan sulit.

    Setelah mengalami kesulitan yang tak terhitung, tidak mudah bagi Shen untuk berjalan ke kaki gunung. Tapi dia menemukan tanah datar telah terendam air banjir sedalam puluhan sentimeter, dan sungai serta lembah di sekitarnya meluap dengan air yang bergelombang.

    Shen melihat sekeliling dengan gelisah dan menemukan gerobak serta keledainya lemas hanyut bersama air. Bahkan tidak mudah untuk mendapatkan pijakan yang kuat dalam situasi seperti itu.  

    Saat itu siang hari, namun gelap seperti senja. Ditambah dengan guntur dan kilat yang tiba-tiba, membuat Shen tiba-tiba merasa takut, dan bibirnya langsung menghitam.

    Shen kemudian melarikan diri ke sebuah desa untuk mencari perlindungan. Setelah beberapa saat, langit kembali cerah, dan bencana yang mengguncang bumi menghilang. Shen, yang mampu mengatur napas, merasa kedinginan. Setelah istirahat malam, dia pulih keesokan harinya.

    Setelah itu, Shen berspekulasi bahwa tindakannya mungkin menyinggung “naga” Kuil Raja Naga, dan dia hampir kehilangan nyawanya karena tindakannya yang tidak sopan. (eva/Joseph Wu/nspirement)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Mengapa Anda Harus Memprioritaskan Rasa Hormat Daripada Popularitas

    Mengapa Anda Harus Memprioritaskan Rasa Hormat Daripada Popularitas

    Semua orang menyukai perhatian ekstra. Namun, haruskah anda mengorbankan kehormatan diri demi perhatian itu?

    Tidak, tentu saja tidak. Untuk memahami preferensi anda, mari bandingkan rasa hormat vs popularitas secara umum.

    Perbandingan antara Rasa Hormat dan Popularitas

    Perbedaan antara popularitas dan rasa hormat adalah bahwa yang satu mementingkan penampilan luar, sedangkan yang lain mementingkan sifat-sifat unggul di dalam diri. Sayangnya, dalam masyarakat yang didominasi oleh media sosial, sangat mudah tertipu untuk berpikir bahwa orang dengan paling banyak ikon “like” yang menang.

    Akan tetapi, apakah anda akan berbisnis dengan seseorang hanya karena mereka keren? Kemungkinan besar tidak. Anda lebih cenderung untuk berbisnis dengan seseorang yang anda kagumi, dan biasanya bermuara pada apa yang nenek moyang kita sebut sebagai “nilai yang layak”.

    Menurut blog Carmen Honecker ‘The 10 Most Desirable Traits in Human Beings’, sifat atau kualitas yang paling kita hargai pada orang lain, dengan sedikit modifikasi, adalah:

    • Integritas adalah berpegang pada sistem etika berdasarkan kesopanan bersama.
    • Keberanian adalah kemampuan untuk melakukan apa yang benar bahkan ketika itu tidak nyaman atau menempatkan kita dalam situasi yang sulit.
    • Tetap tenang dan berpikir jenih dalam melewati situasi sulit.
    • Kecerdasan sosial adalah kemampuan untuk secara akurat mendeteksi emosi orang atau apa yang terjadi di bawah permukaan pada keadaan tertentu.
    • Kematangan emosi adalah penerimaan emosi seseorang dan kemampuan untuk mengungkapkannya secara dewasa dan bertanggung jawab.
    • Kebaikan dan kasih sayang berjalan beriringan, orang-orang ini mendukung anda.
    • Keyakinan diri adalah kurangnya harga diri, dan perasaan harga diri yang berlebihan itu bermasalah. Kita membutuhkan penilaian yang seimbang atas keterbatasan dan bakat kita serta kemampuan untuk mengenali kesalahan sebagai peluang untuk maju.
    • Disiplin adalah kemampuan untuk mematuhi tujuan anda dan bekerja keras untuk mencapai apa yang anda yakini.
    • Kedermawanan adalah memberikan waktu dan uang kita untuk memperbaiki dunia. Lagi pula, hidup adalah tentang manusia – bagaimana kita bisa duduk diam dan tidak melakukan apa-apa ketika kita memiliki kemampuan yang dibutuhkan orang lain ?
    • Kesadaran diri mengakui bahwa tidak ada orang yang sempurna dan memiliki kerendahan hati untuk mengutamakan orang lain, terlepas dari kesuksesan anda.

    Mengapa Kita Memiliki Keinginan untuk Disukai?

    Mengapa begitu sulit mengatasi keinginan untuk disukai?

    Keinginan itu tertanam dalam diri kita semua. Itu dikodekan dalam DNA kita dan dikelola oleh otak reptil kita. Itu adalah reaksi alami. Itu semua tentang bertahan hidup pada masa itu. Anda tidak akan bertahan lama jika anda dikeluarkan dari kelompok anda. Keinginan utama anda untuk perlindungan dipenuhi dengan menjadi anggota kelompok. Untuk menjadi pemimpin yang efektif, anda harus mengatasi dorongan evolusioner anda.

    Ini adalah dasar dari “hierarki keinginan” Abraham Maslow. Anda hanya akan dapat memenuhi kebutuhan tingkat tinggi anda jika kebutuhan fisiologis dan perasaan nyaman dan aman anda terpenuhi. Itu adalah alasan utama dibalik banyak hal yang anda lakukan. Bahkan untuk menyalahkan beberapa susunan sosial yang telah kita bangun dari waktu ke waktu.

    Misalnya, beberapa perbedaan perilaku antara pria dan wanita dapat ditelusuri kembali ke realitas evolusioner ini; ini tidak berarti bahwa itu benar; itu hanya berasal dari masa lalu.

    Singkatnya, keinginan untuk disukai adalah bagian yang melekat pada diri kita sebagai manusia yang membutuhkan kerja keras untuk mengendalikannya. Anda mungkin tidak akan pernah bisa menghilangkan keinginan akan penghargaan dan penerimaan yang positif, tetapi anda dapat mengelolanya dengan cara yang mengutamakan rasa hormat diatas popularitas.

    Kesimpulan

    Daftar di atas bermuara pada menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan baik, yang ideal, tetapi tidak selalu mudah. 

    Jika anda menelusuri “cara menjadi sukses atau bahagia” secara online, anda akan melihatnya lagi. Tidak ada satu pun penyebutan menjadi tenang, kaya, atau melanggar aturan emas.

    Jadi pertahankan standar tinggi anda dan prioritaskan kebahagiaan anda sebelum yang lain. (nspirement)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Memperbaiki Perilaku Pada Anak yang Tidak Mau Mendengar

    Memperbaiki Perilaku Pada Anak yang Tidak Mau Mendengar

    Anak-anak seringkali sangat eksploratif, namun rasa ingin tahunya dapat membuat mereka sulit untuk disiplin. Proses mengajar mereka untuk mendengarkan bisa sangat membuat frustasi bagi beberapa orang tua dan bila tidak diajarkan dengan benar, ini dapat menyebabkan beberapa tindakan yang dapat mengakibatkan perubahan perilaku permanen.

    Memahami alasan di balik seorang anak yang tidak memperhatikan adalah komponen yang bagus untuk membuat mereka mendengarkan. Mendengarkan, seperti kebanyakan hal, adalah keterampilan yang dapat diajarkan, diperkuat, dan ditingkatkan.

    Jika Anda berjuang di rumah dan sulit membuat anak Anda mendengarkan, artikel ini sangat cocok untuk Anda.

    Sebelum membuat asumsi atau secara tidak sengaja meninggikan suara Anda kepada anak-anak Anda, mari selami alasan mengapa mereka tidak mendengarkan dan tindakan apa yang mungkin dapat Anda gunakan untuk mengeluarkan perhatian mereka.

    Alasan Anak-anak Tidak Mendengarkan

    Mencoba untuk mendapatkan perhatian mereka ketika mereka enggan bisa sangat sulit. Mendengarkan sering dikaitkan dengan rasa hormat, tetapi penting untuk dipahami bahwa sebagai orang tua, anak tidak mendengarkan bukan berarti menunjukkan rasa tidak hormat secara langsung.

    Karena dia masih belajar, orang tua harus mengharapkan perilaku seperti ini dan mempelajari cara terbaik untuk menghadapinya. Berikut adalah beberapa alasan mengapa mereka mungkin tidak memperhatikan.

    Terganggu

    Anak-anak dapat dengan mudah terganggu dan begitu ada sesuatu yang lebih merangsang, mereka sering gagal untuk memperhatikan. Ada banyak hal yang bisa mengalihkan perhatian mereka, mulai dari TV, gadget hingga mainan mereka.

    Rumit

    Terkadang masalah dengan anak-anak yang tidak mendengarkan adalah bahwa apa yang Anda katakan terlalu rumit untuk mereka pahami. Jika mereka tidak mengerti, terkadang mereka bisa merasa frustrasi.

    Kesulitan dalam fokus

    Beberapa anak umumnya memiliki waktu yang sulit untuk fokus dan lebih mudah menyerah pada gangguan. Ini bisa menjadi tanda ADHD, tetapi sebaiknya jangan berasumsi karena setiap anak masih harus belajar bagaimana fokus dan meningkatkan rentang perhatian mereka.

    Membantu Anak Anda Mendengarkan

    Ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membuat mereka mendengarkan. Meski tidak selalu langsung efektif, latihan ini bisa menjadi latihan yang sehat untuk membuat mereka lebih memperhatikan.

    Waktu yang tepat

    Ketika mereka melakukan sesuatu, akan sulit untuk menarik perhatian mereka, terutama ketika mereka sangat asyik dengan sesuatu. Pilih waktu yang tepat untuk berbicara dengan mereka atau bergabunglah terlebih dahulu dengan apa yang mereka lakukan sebelum bertanya atau memberi tahu mereka sesuatu.

    Pengulangan

    Karena anak-anak masih berusaha meningkatkan keterampilan mendengarkan mereka, sangat umum bagi mereka untuk melewatkan sesuatu yang Anda katakan. Pengulangan adalah cara yang baik untuk menyampaikan pesan, meskipun melakukannya secara berlebihan dapat membuat mereka kesal.

    Berikan pilihan

    Saat meminta mereka melakukan sesuatu, penting untuk memberi mereka pilihan. Ini tidak hanya menghargai mereka sebagai pribadi, tetapi juga membantu mereka merasa memiliki suara dalam bertindak. Misalnya: “Apakah kamu ingin membersihkan mainan biru atau mainan merah?”

    Hadiahi mereka

    Cara terbaik untuk membantu mengajari anak sesuatu yang baru adalah dengan memberi mereka hadiah setiap kali mereka melakukannya. Hadiah tidak selalu harus berupa benda fisik atau permen, itu bisa berupa kata-kata penegasan atau “terima kasih telah mendengarkan” yang sederhana.

    Teladan

    Anak-anak sering mencontoh apa yang mereka lihat. Jika ada kesempatan bagi Anda untuk mendengarkan mereka, jadilah model yang baik dan tunjukkan cara yang tepat untuk mendengarkan orang lain. (nspirement)

    Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

    VIDEO REKOMENDASI

  • Tuhan Melihat Semua Pikiran Jahatmu

    Tuhan Melihat Semua Pikiran Jahatmu

    Ada pepatah Tiongkok kuno: “Dewa melihat semua pikiran jahatmu .” Pada bulan Juli tahun lunar, seorang umat di Kabupaten Shizhu sedang melewati kotapraja Fengdu dan memutuskan untuk mengunjungi kuil. Sambil berdoa dan membakar dupa, dia mengangkat kepalanya dan menatap patung dewa dengan hormat.

    Setelah meninggalkan kuil dia bertemu dengan Kepala Biara yang memberitahunya bahwa pada tanggal 15 Juli saat prosesi tahunan kota akan berlangsung. Patung dewa  akan diarak keliling kota. Umat itu memperhatikan keadaan jubah yang sudah tua dan lusuh pada patung dewa dan melihat bahwa jubah itu dilapisi dengan lapisan tebal abu dupa.

    Dia berencana membuat jubah yang baru untuk patung itu. Setelah mengunjungi banyak toko kain, dia akhirnya memilih sepotong kain satin biru murni, percaya bahwa itu lebih cocok untuk patung dewa kota dan untuk parade yang akan datang.

    Malam itu, umat itu datang ke kuil dan menyerahkan kain itu kepada Kepala Biara dan menyampaikan niatnya. Pada saat kepergian kepala altar, Kepala Biara membuka lipatan kain itu, merasa kain itu sangat indah baik dalam warna maupun teksturnya. 

    Terpikat oleh keindahan kain itu, dia dengan egois berpikir: “Membuat jubah dengan kain untuk diriku sendiri akan jauh lebih baik daripada menggunakannya untuk patung.” Jadi, dia diam-diam memasukkan kain itu ke dalam lemarinya dan menguncinya dengan aman.

    Ada toko penjahit di dekat pintu belakang kuil dan pada hari ini, seorang pria jangkung dan tegap datang ke toko itu. Saat memasuki pintu, dia berteriak: “Tuan, buatkan aku jubah dari kain ini!”

    Penjahit segera mengukur panjang badan, panjang lengan, dan lingkar pinggang; menemukan bahwa kain itu sangat cocok untuknya. Setelah mencatat ukuran, penjahit bertanya kepadanya: “Apakah Anda ingin membayar di muka atau ketika jubah sudah siap?”

    Pria itu berkata: “Bawakan padaku ketika kamu menyelesaikannya.”

    Penjahit bertanya: “Di mana Anda tinggal?”Pria itu menjawab: “Bawa ke kuil dan serahkan ke Kepala Biara.” Setelah menyampaikan itu, dia langsung pergi.

    Setelah menyelesaikan jubah, penjahit membawanya ke kuil seperti yang diminta. Di kuil, dia berteriak: “Guru! Guru!” 

    Sebagai tanggapan, Kepala Biara keluar dan bertanya: “Apa yang bisa saya lakukan untuk Anda?”

    Penjahit bertanya: “Apakah ada tamu di kuil Anda?”

    “Tidak!” jawab Kepala Biara agak bingung.

    “Oh! Seorang pria jangkung dan tegap datang ke toko saya dengan beberapa kain dan dia meminta saya untuk membuatkan dia jubah. Katanya kalau sudah selesai disuruh dibawa kesini.”

    Kepala Biara merasa sedikit aneh dan buru-buru bertanya: “Maukah Anda menunjukkan jubah itu?”

    Setelah melihatnya, Kepala Biara terkejut. Dia berpikir: “Warna tekstilnya sama dengan yang diberikan umat itu.  Tapi saya telah meletakkan kain itu di lemari saya dan menguncinya. Bagaimana orang bisa mengambilnya?”

    Dia memberi tahu penjahit: “Tunggu sebentar. Biarkan saya memeriksanya, dan kemudian saya akan membayar Anda biayanya. ” 

    Kepala biara itu pergi ke kamar tidurnya dan melihat bahwa kotak itu berada di tempat aslinya dan masih terkunci. Dia membukanya dan menemukan bahwa potongan kain biru murni telah hilang. Dia menjadi pucat karena kaget, dan jantungnya mulai berdetak kencang.

    Ketika Kepala Biara kembali, dia menemukan penjahit itu menatap patung dewa kuil dengan bingung. Terkejut, penjahit itu mengatakan kepadanya: “Tahukah Anda, sangat aneh bahwa pria yang membawa kain itu kepada saya menyerupai patung dewa ini dan keduanya berukuran hampir sama. 

    Jika Anda tidak percaya, letakkan jubah itu di patung itu dan saya jamin itu akan cocok dengan sempurna.”

    Pada saat itu, Kepala Biara sepenuhnya memahami apa yang telah terjadi. Jadi dia buru-buru membayar uang itu dan menyuruh penjahit itu pergi.

    Malam itu, tiba-tiba terjadi badai besar yang mengirimkan hujan lebat disertai gemuruh guntur. Kepala Biara sangat ketakutan sehingga dia meringkuk di tempat tidurnya. Pikirannya berpacu dan dia tidak bisa lagi menjaga pikirannya tetap tenang. Jadi dia bangun dan berpakaian, menyalakan tiga dupa, dan berlutut di depan patung dewa kota, memohon pengampunan. 

    Dia berkata: “Saya menyesali apa yang baru saja saya lakukan. Aku bersumpah aku tidak akan pernah melakukan hal yang memalukan mulai sekarang.” Begitu dia dengan tulus bertobat, badai petir berangsur-angsur mereda.

    Keesokan paginya ketika Kepala Biara bangun untuk membakar dupa pagi, dia melihat enam kata samar-samar muncul di dinding putih Kuil: ‘Dewa melihat semua pikiran jahatmu.’

    Setelah melihat ini, Kepala Biara merasa lebih malu. Awalnya, dia bermaksud menghapusnya secara diam-diam, tetapi kemudian, dia pikir itu bukan ide yang bagus. Jadi setelah menyelesaikan ritual pagi pemujaan dupa, dia menggiling gilingan batu tinta dengan tinta hitam tebal. 

    Menggunakan pena kuas kaligrafi, dia memperjelas setiap karakter dengan tinta hitam tebal, goresan demi goresan, dan meninggalkannya di dinding sebagai pengingat dan peringatan bagi dia dan para umat yang datang ke biara untuk berdoa. 

    Sejak saat itu, orang dapat melihat enam kata yang menonjol? Dewa melihat semua pikiran jahat Anda? ketika mereka memasuki kuil. Kepala Biara juga memberi tahu orang-orang tentang tindakan tercelanya sebelumnya dengan penyesalan yang mendalam.(nspirement)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Potensi yang Menentukan Kekayaan Sejati Sebuah Keluarga

    Potensi yang Menentukan Kekayaan Sejati Sebuah Keluarga

    Rumah dalam keluarga adalah tempat bernaungnya setiap kehidupan dan merupakan tujuan mutlak bagi manusia yang terlahir ke dunia.

    Secara tradisional, bagi masyarakat dunia, khususnya bagi orang Tionghoa, rumah dianggap sebagai benteng atau tempat berlindung.

    Dalam “The Book of Rites”, dikatakan, “Ketika ayah dan anak akrab dan penuh rasa hormat, di mana kakak beradik bersatu, ketika suami dan istri penuh kasih dan tanpa pamrih, serta para keluarga kompak dan bersatu; kekayaan keluarga dengan sendirinya akan berakumulasi.”

    Secara naluriah, mereka percaya bahwa begitu keluarga teratur, maka negara dapat diatur dengan baik, dan dunia, secara bergiliran, akan menjadi damai.

    Apakah ciri-ciri terpenting yang dibutuhkan sebuah keluarga untuk hidup bersama?

    Apakah memiliki rumah yang indah, hidup mewah, atau memiliki uang tak terbatas?

    Tidak satupun di atas adalah jawaban.

    Menjaga kehidupan keluarga yang damai dan harmonis adalah kondisi paling krusial yang diperlukan bagi anggota keluarga untuk hidup bersama.

    Jika dalam keluarga saling bertengkar, bisa membawa beban pada salah satu anggota keluarga karena merasa tersakiti, yang mana berlaku baik pada mereka yang kaya maupun miskin.

    Keluarga kaya yang anggotanya tidak saling menghormati, menghindari dan mengumpat satu sama lain pada akhirnya akan mengarah pada individu yang kehilangan minat dalam hidup.

    Keluarga miskin dapat memperoleh kekayaan asal tulus

    Jika sebuah rumah tangga ingin hidup harmonis, setiap anggota harus memilih untuk tetap bersama di saat suka maupun duka.

    Ketika semua anggota bergandengan tangan dan bekerja meraih kehidupan yang lebih baik bersama, tidak peduli seberapa miskinnya mereka, mereka dapat terus mengumpulkan kekayaan dan mencapai standar hidup yang lebih baik untuk mereka sendiri. 

    Tidak masalah berapa banyak uang yang dimiliki sebuah keluarga karena keharmonisan adalah kunci kekayaannya. Sayangnya, banyak keluarga yang bertengkar dan bahkan saling melawan satu sama lain jika menyangkut uang.

    Jika uang menjadi penyebab perselisihan keluarga, bukankah kita meletakkan kereta di atas kuda? Jadi hanya ketika sebuah keluarga bersatu dan harmonis, maka keluarga tersebut bisa berada dalam keadaan sukacita dan mendapatkan uang dengan sendirinya.

    Cara menciptakan lingkungan keluarga yang tulus

    1. Selalu berbicara ramah dan hormat satu sama lain

    Setiap orang pasti pernah berbuat salah. Kita cenderung berhati-hati dan sopan kepada orang asing ketika mereka melakukan kesalahan, tetapi kita tampaknya berpikir bahwa kita boleh bertindak kasar dan melampiaskan emosi kepada sanak keluarga ataupun kerabat dekat.

    Di dunia ini, kecuali keluarga, tidak ada yang bisa mencintai kita tanpa syarat. Namun, tak peduli seberapa banyak kita menyakiti keluarga kita, mereka selalu mentolerir dan menjaga kita diam-diam, terlepas dari kesalahan yang kita perbuat di masa lalu.

    Anggota keluarga adalah orang yang paling penting dalam kehidupan dan mereka harus selayaknya diperlakukan dengan hormat.

    Orang tua, yang sudah menghabiskan waktu dengan anak-anak, memperlakukan mereka sebagai individu, dan menunjukkan kebaikan dan rasa hormat akan memastikan anak-anak mereka akan menghormati mereka dengan perlakuan yang sama di masa depan.

    Hindari membawa pulang setiap keluhan yang dialami selama hari kerja Anda. Luangkan waktu untuk menenangkan diri sebelum Anda sampai di rumah, tarik napas dalam-dalam tiga kali sebelum memasuki pintu, tinggalkan suasana buruk di luar; kemudian buka pintu dan berikan senyuman dan perhatian terbaik Anda.

    Pasangan dan anak-anak Anda akan menemani Anda hingga hari tua Anda, dan semua kerja keras Anda yang bertujuan untuk membawa kebahagiaan dan kehidupan yang lebih baik akan menjadi tidak berarti jika Anda terus-menerus membawa masalah pekerjaan Anda ke rumah dan melampiaskannya kepada anggota keluarga Anda.

    Bagi anak-anak, perlu diperhatikan bahwa orang tua Anda melahirkan Anda dan membesarkan Anda. Waktu yang bisa dihabiskan bersama mereka akan semakin berkurang, janganlah memarahi orang tua Anda.

    Upaya bersama setiap anggota keluarga untuk menjaga keharmonisan dan kebahagiaan dalam rumah tangga harus menjadi prioritas dalam hidup.

    2. Memupuk hati yang pemaaf diantara keluarga

    Di dunia modern kita, sangat sedikit individu yang mengalami kehidupan yang mudah. Setiap orang akan menghadapi masalah, kesedihan, dan kemarahan. Sangat penting untuk menggunakan kehangatan dan kebaikan untuk menghilangkan masalah dalam keluarga.

    Keluarga adalah tempat untuk mengajarkan bagaimana mencintai, menghormati, dan mendorong pertumbuhan dan kemandirian individu. 

    Ketika menghadapi kesulitan dan kemunduran, keluarga harus menghadapinya bersama dan menyelesaikannya dengan cara yang terkoordinasi, dan menghindari mengkritik dan mengeluh satu sama lain.

    Seorang istri harus memperhatikan kerja keras suaminya di luar rumah, sementara suami harus mengakui waktu dan upaya yang dilakukan istrinya untuk mengurus keluarga. Masing-masing harus menahan diri dari mengkritik dan mencari kesalahan satu sama lain.

    Sebaliknya, cobalah untuk saling membantu di rumah sehingga lebih banyak waktu berkualitas yang dihasilkan sebagai pasangan dan untuk anggota keluarga lainnya.

    Anak-anak harus menunjukkan rasa bakti dan tidak mengecewakan orang tua.

    Orang tua yang menghargai komunikasi akan memahami serta menghargai pemikiran dan gagasan anak-anak mereka seiring dengan mandirinya mereka. Orang tua menawarkan pandangan dan ide mereka sendiri, tetapi dengan sopan mendengarkan dan mendukung pandangan anak-anak mereka.

    Keluarga perlu memahami dan menghargai kesulitan satu sama lain sehingga anggota keluarga dapat mengalami cinta dan kebaikan tanpa syarat serta dapat dengan bebas mengungkapkan keprihatinan mereka karena tahu bahwa mereka akan benar-benar dibantu.

    3. Segera selesaikan ketidaksepakatan

    Masing-masing anggota rumah tangga memiliki temperamen, kesukaan, dan kebiasaan yang berbeda-beda, sehingga tak terhindarkan akan terjadi konflik di antara mereka, terutama karena mereka tinggal di bawah satu atap.

    Terkadang, hal-hal sepele dapat menyebabkan gesekan dalam keluarga, jadi penting untuk menangani hal-hal secara tepat waktu, sesuai, dan diplomatis.

    Solusi atau aturan terbaik yang harus diterapkan adalah “berkomunikasi secara efektif pada saat itu dan menemukan solusi yang baik, dan bagaimanapun caranya, hindari membiarkan masalah meluas ke hari berikutnya atau berkepanjangan.”

    Akan lebih baik untuk membicarakan segala sesuatu secara terbuka di antara anggota keluarga yang bertengkar, sehingga menghindari sikap apatis dan perang dingin.

    Mereka yang mengakui kesalahan mereka harus jujur dan bijaksana mengakuinya untuk menghindari kehilangan muka, sementara mereka yang berada di pihak yang benar harus menunjukkan kesabaran dan berdamai terhadap anggota keluarga lainnya, sehingga meredakan pertengkaran.

    Rumah tangga yang harmonis tidak berarti tidak ada gesekan, tetapi sangat penting bahwa anggota menghargai keinginan untuk menyelesaikan konflik pada hari itu juga dan tidak membiarkan konflik tersebut tidak berlarut.

    Kesimpulan

    Rumah harus menjadi tempat yang paling kita hargai dan anggota keluarga harus menjadi orang yang paling penting dalam hidup kita.

    Rumah ibarat ladang. Apabila Anda menaburnya dengan kelembutan, Anda akan menuai kehangatan, menanamnya dengan pengertian, Anda akan menuai perhatian, menumbuhkannya dengan toleransi, Anda akan mendapatkan keharmonisan.

    Apa yang Anda tabur, itulah yang akan Anda tuai. (nspirement/sia/may)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • ‘Pria Terhormat, Wanita Rendah Hati’: Kebenaran tentang Idiom Tradisional Tiongkok

    ‘Pria Terhormat, Wanita Rendah Hati’: Kebenaran tentang Idiom Tradisional Tiongkok

    Pepatah Tiongkok kuno yang banyak disalahartikan, nan zun nü bei (男尊女卑), sering diartikan sebagai “pria superior, wanita inferior.” 

    Namun, bahasa dan interpretasi Tiongkok modern telah mengaburkan arti kata-kata tersebut, menyebabkan kebingungan tentang bagaimana budaya tradisional Tiongkok memandang hubungan antara pria dan wanita. 

    Di permukaan, karakter zun (尊) berarti penghormatan atau pengagungan, sedangkan bei (卑) menyiratkan kerendahan hati dan kerendahan hati. Mengingat cara kedua karakter tersebut digunakan untuk membentuk kata-kata dalam bahasa Tiongkok modern, hal ini membuat pepatah lama tampak seperti meremehkan wanita. 
    Terutama di Tiongkok saat ini, yang mengalami perubahan radikal selama dan setelah revolusi komunis, konotasi otentik dan kebijaksanaan di balik idiom telah makin disalahpahami.

    Arti sebenarnya dari ungkapan ‘seksis’

    Hubungan antara suami dan istri dalam budaya tradisional Tiongkok didasarkan pada keharmonisan antara yin dan yang — dengan yang mewakili apa yang terang atau eksplisit, sedangkan yin mewujudkan apa yang tersembunyi atau tersirat. Yin dan yang dapat dianggap sebagai konsep filosofis dasar di sebagian besar budaya Tiongkok, seperti Taiji, Kitab Perubahan ( Yi Jing ), dan metode yang digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok atau feng shui.
    Menurut prinsip yin dan yang, maskulinitas mewujudkan kekuatan yang, yang diimbangi dan diseimbangkan oleh sifat yin dalam feminitas. Tanpa kepentingan yang sama antara yang berlawanan, harmoni akan hilang. 

    Diagram heksagram I Ching (Yi Jing) milik matematikawan dan filsuf Jerman Gottfried Wilhelm Leibniz. Kisi di tengah menyajikan heksagram dalam Fuxi atau urutan biner, membaca melintang dan turun. Urutan yang sama digunakan di luar, membaca dari bawah ke atas di sebelah kanan, lalu naik lagi di kiri ke atas. (Gambar: Domain Publik Wikimedia Commons)

    Oleh karena itu, sementara perempuan umumnya tidak diharapkan untuk fokus bersaing dengan laki-laki dalam kehidupan publik atau pekerjaan, norma-norma gender tradisional Tiongkok melihat perempuan sebagai pelengkap laki-laki, bukan inferior. 
    Terlepas dari makna modern mereka, dua karakter zun dan bei berasal dari Kitab Perubahan , di mana mereka menggambarkan keseimbangan antara yin dan yang. Karena perbedaan antara laki-laki dan perempuan, mereka umumnya cocok untuk peran yang berbeda dalam keluarga dan masyarakat. Ketika pria dan wanita mematuhi kecenderungan alami mereka, umat manusia akan berkembang. 

    Ungkapan nan zun nü bei — “pria terhormat dan wanita rendah hati” — sebenarnya menandakan harmoni yang saling melengkapi antara jenis kelamin, bukan merendahkan wanita di hadapan pria. 
    Zun dan bei mengacu pada polaritas; langit di atas dan bumi di bawah. Kitab Perubahan menyatakan, “Karena langit di atas bermartabat dan bumi di bawah rendah, posisi langit dan bumi, qian dan kun (乾坤), ditentukan. Dalam posisi rendah dan tinggi, yang rendah hati dan yang bermartabat masing-masing memiliki tempatnya sendiri…. Laki-laki mewarisi jalan qian[surga] dan perempuan mewarisi jalan kun [bumi].”

    Harmoni dalam keseimbangan

    Menurut Kitab Perubahan dan karya filsafat Taois Tiongkok lainnya, umat manusia mengikuti pola langit dan bumi untuk makmur; menyimpang dari jalan alam membawa kesengsaraan dan bencana. 
    Konfusius berbicara tentang jun zi (君子) atau “pria” yang mencapai tingkat pemurnian moral yang tinggi. Menurut Kitab Perubahan, “langit bergerak tanpa henti; jun zi mengerahkan diri mereka terus-menerus. ” “Sifat bumi ini murah hati dan toleran; jun zi menanggung segalanya dengan kebajikan.” Wanita, juga diharapkan bermoral shu nü (淑女) — seorang wanita yang bermartabat, sederhana, hormat, dan gigih. 
    Ini dicontohkan oleh tiga ratu Tai Jiang, Tai Ren, dan Tai Si, istri dari tiga raja berturut-turut 3.000 tahun yang lalu. “Tiga Tais” membantu suami mereka yang saleh dalam membangun fondasi Dinasti Zhou yang berusia 800 tahun (1046 – 256 SM).

    Dinasti Zhou berlangsung selama 800 tahun—lebih lama dari yang lain dalam sejarah Tiongkok. Itu melihat perkembangan filsafat moral yang sekarang kita kenal sebagai Konfusianisme. (Gambar: pixabay / CC0 1.0 ) 

    Tai Si, yang digambarkan dalam Puisi Klasik sebagai pola dasar shu nü dan cocok untuk suaminya, Raja Wen dari Zhou, menyibukkan diri dengan mengasuh 10 pangeran pasangan kerajaan dan mengelola harem. 
    Menurut Catatan Wanita Teladan (列女傳), ini memungkinkan raja untuk fokus pada pemerintahannya dan membudayakan negara. Tai Si dihormati sebagai wen mu (文母), “ibu yang berbudaya,” dan dikatakan tentang pasangan kerajaan bahwa “Raja Wen memerintah urusan eksternal sementara Wen Mu mengatur urusan internal.” 
    Ketika laki-laki lurus dan mulia dan perempuan rendah hati dan toleran, keluarga secara alami akan harmonis. Masyarakat yang bekerja menurut prinsip ini akan menghormati dan menghargai perempuan. 

    Kearifan tradisional dibuang

    Sebelum dan sesudah berkuasa, komunis Tiongkok menganjurkan “pembebasan” perempuan. Mao Zedong, pendiri Komunis Tiongkok, menyatakan bahwa “wanita memegang separuh langit.” 
    Meski sering dipandang sebagai pernyataan yang mendukung hak dan kesetaraan perempuan, sikap ini sebenarnya berusaha menghapus perbedaan, dan karenanya keseimbangan, antara laki-laki dan perempuan. Selama Revolusi Kebudayaan dan kampanye komunis lainnya, wanita Tionghoa dijauhi atau dihukum karena berpakaian modis; panutan perempuan yang digambarkan dalam seni “revolusioner” bersuara lantang dan kasar. 

    Kerusakan indoktrinasi semacam itu sangat dalam. Partai Komunis Tiongkok, jauh dari “membebaskan” perempuan, menggantikan nilai-nilai tradisional keluarga dengan budaya perjuangan, mengadu domba laki-laki dan perempuan satu sama lain dan melemparkan masyarakat ke dalam kekacauan. 

    Banyak orang yang tumbuh selama Revolusi Kebudayaan menjadi terbiasa dengan perilaku kasar dan tidak beradab, benar-benar berlawanan dengan nilai-nilai yang ditemukan dalam peradaban Tiongkok kuno.
    Kebijakan satu anak PKT, yang bertanggung jawab untuk mencegah sekitar 400 juta kelahiran, semakin memperburuk tren tersebut. Jutaan anak laki-laki dan perempuan akhirnya dibesarkan sebagai “kaisar kecil” atau “putri” yang dimanjakan oleh orang tua mereka, dengan sedikit perhatian yang diberikan pada pendidikan moral mereka.

    Di Tiongkok saat ini, perceraian dan perselingkuhan merajalela — negara ini diperkirakan memiliki 20 hingga 30 juta pekerja seks. Pejabat tinggi dikenal karena banyak simpanan dan gaya hidup mereka yang bejat. Menikah dan mempunyai keturunan menjadi semakin berkurang, membuat prospek suram untuk masa depan demografis China. (visiontimes)

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Ayah Memaksa Saya Menikahi Putri Seorang Pengemis- Sejak Itu Hidup Saya Berubah

    Ayah Memaksa Saya Menikahi Putri Seorang Pengemis- Sejak Itu Hidup Saya Berubah

    Dulunya saya merasa malu jika orang-orang tahu bahwa ayah mertua saya adalah seorang pengemis. Anda mungkin tidak percaya. Dirinya mengalami cacat setelah kecelakaan, sehingga istrinya meninggalkannya. Dia membesarkan putrinya sendiri, yang kini menjadi istri saya.

    Ayah kandung saya adalah bos sebuah perusahaan, bisa dibilang kehidupan kami cukup berada. Suatu hari, seorang pengemis datang ke rumah kami, dan ayah menyuruhnya masuk karena udara diluar cukup dingin. Ayah merasa bahwa pengemis ini mungkin sedang punya masalah, dan jika kita bisa membantunya, kita harus membantu. Siapa tahu, mungkin kita bisa berteman dengan orang lain dengan cara seperti itu. Demikianlah saya bertemu dengan ayah mertua.

    Saya berkata kepada ayah sambil bergurau bahwa dia akan membiarkan siapa pun masuk ke rumah, bahkan seorang pengemis. Apa yang bisa diharapkan dari seorang pengemis? Dia bahkan mungkin tidak punya ponsel untuk dihubungi? Namun tak disangka, meski dia seorang pengemis tapi dia memiliki ponsel, sehingga ayah sering bertemu dia dan mengajaknya minum teh bersama. Meskipun saya sering melihatnya, namun saya tidak berminat untuk berhubungan dengannya.

    Ayah memaksa saya untuk menikahi putri seorang pengemis

    Kemudian ayah mendengar bahwa pengemis itu memiliki seorang putri yang sedang kuliah pascasarjana. Ayah saya mencari seorang mak comblang, dan tanpa persetujuan saya, dia ingin saya menikahi putri pengemis itu. Wah, saya tahu saya tidak memiliki gelar yang lebih tinggi, tetapi saya memiliki gelar sarjana. Apakah saya harus menikahi putri seorang pengemis?

    Zaman sekarang, Sebagian besar orang Tionghoa sangat memandang penting status keluarga dalam sebuah pernikahan. Saya menyadari, semua teman saya akan menertawakan saya. Namun, ayah saya sangat menyukai putrinya dan mengancam akan berhenti memberikan uang kepada saya. Dan seharusnya saya malu. Meskipun saya memiliki gelar sarjana dan pekerjaan yang baik, saya masih tidak dapat sepenuhnya menghidupi diri sendiri; uang belanja saya berasal dari ayah saya. Saya tidak punya pilihan selain menikahi putri pengemis itu.

    Menikahi putri seorang pengemis bukanlah ide saya untuk menemukan kebahagiaan. Untungnya, istri saya sangat mudah bergaul. Dia adalah seorang juru masak yang handal dan dia juga mengurus semua pekerjaan rumah tangga. Selain itu, dia memiliki pekerjaan yang bagus. Saya juga memiliki pekerjaan yang bagus, tetapi saya selalu membelanjakan lebih banyak daripada yang saya peroleh.

    Saya tidak pernah punya masalah keuangan karena ayah selalu mensubsidi saya sepanjang waktu. Tiga tahun setelah menikah, perusahaan ayah tiba-tiba bangkrut. Dan hilanglah bank pribadi kecil saya. Karena suasana hati ayah sedang tidak baik saat itu maka suatu hari istri saya datang dan menyodorkan buku tabungan miliknya kepada saya. Saya berpikir, apa gunanya tabungan istri? Gaji dan tabungannya tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan perusahaan ayah. Dia sepertinya membaca pikiran saya dan berkata: “Buka dan lihatlah. Katakan padaku apakah itu cukup atau tidak. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan.” Saya membukanya dan terkejut ? 4 juta yuan.

    “Dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak ini?” saya bertanya pada istri. “Ayahku memberikannya padaku.” Kemudian dia mengatakan kepada saya bahwa setelah ayahnya mengalami kecelakaan, ibunya pergi meninggalkan ayah. Keluarga terpuruk dalam kesulitan, tetapi 6 bulan kemudian, ayahnya mendapat kompensasi: 4,3 juta yuan. Selama bertahun-tahun, lelaki tua itu hanya membelanjakan sebagian kecil tabungannya, dan dia memutuskan pergi mengemis untuk membiayai pendidikan perguruan tinggi putrinya. Meskipun ayahnya cacat, dia masih bisa melakukan hal-hal kecil untuk menghasilkan uang, seperti mengemis atau menjual sayuran di lapak, dan lain-lain.

    Setiap kali istri saya pergi bekerja, ayahnya merasa kesepian dan pergi keluar untuk mengemis. Tentu saja, dia harus menanggung caci maki orang-orang di jalan. Ketika istri saya masuk sekolah, teman-teman sekelasnya juga memandang rendah padanya karena ayahnya seorang pengemis . Istri saya tahu bahwa ayahnya bekerja sangat keras untuk membiayai dia ke perguruan tinggi, jadi dia memutuskan untuk giat belajar.

    Istri saya berpikir bahwa ayahnya harus menikmati uang hasil jerih payahnya. Ayahnya berkata: “Setelah saya meninggal, kamu akan sendirian di dunia ini … Jika kamu memiliki uang sebanyak ini, kamu tidak perlu khawatir selama sisa hidupmu. Cobalah pikir, apabila kamu tahu bahwa saya punya uang sebanyak ini, apakah kamu akan belajar begitu giat?

    Istri saya meneteskan air mata saat menceritakan kisahnya, saya juga sangat tersentuh. Sekejap sosok mereka mendapatkan rasa hormat saya. Setidaknya saya mengerti satu hal: Hidup tidak akan sempurna, dan saya tidak bisa mendapatkan semua yang saya inginkan. Namun, jika saya mau bekerja keras dengan gigih, saya akan memiliki masa depan yang cerah. (nspirement/sia/mya)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI